Protokol dan Komunikasi Pimpinan Lembata NTT II

Call Directions

Protokol dan Komunikasi Pimpinan Lembata NTT II Akun resmi Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Lembata,
Pusat informasi kegiatan Bupati dan Wakil Bupati, serta dokumentasi resmi.

10/10/2026

Pengoperasian mesin pengolah jagung dan pakan ternak.Bupati Kanis,mulai dari yang kecil dan bangkit dari keterbatasan

Mesin Pengolahan Jagung Lembata Beroperasi, Bupati Kanis Tuaq: Mulai dari yang Kecil, Bangkit dari Keterbatasan LEWOLEBA...
10/10/2026

Mesin Pengolahan Jagung Lembata Beroperasi, Bupati Kanis Tuaq: Mulai dari yang Kecil, Bangkit dari Keterbatasan

LEWOLEBA, Prokompimkablembata — Di tengah keterbatasan fiskal, Pemerintah Kabupaten Lembata mengambil langkah konkret memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian pakan ternak. Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, meresmikan pengoperasian Mesin Pengolahan Jagung dan Produksi Pakan Ternak di Rumah Produksi Pasar Lamahora, Lewoleba, Sabtu (10/10/2026).

Langkah kecil namun strategis ini diharapkan menjadi fondasi bagi kemandirian sektor peternakan di masa depan.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Lembata, Wilhelmus Leuweheq, dalam laporannya memaparkan gambaran lengkap operasional, mulai dari spesifikasi mesin, proses produksi, hingga skema penyerapan tenaga kerja.

Mesin ini akan mengolah jagung menjadi bahan baku pakan ternak, khususnya bagi ayam petelur. Namun diakui, jalan yang ditempuh belum sepenuhnya mulus. Ada kendala kelembagaan pengelola, fluktuasi dan keterbatasan pasokan bahan baku, serta ruang produksi yang belum memadai. Berbagai rekomendasi dan langkah tindak lanjut pun telah disusun sebagai pijakan ke depan.

Mendengar laporan tersebut, Bupati Kanisius Tuaq justru melihat keterbatasan bukan alasan untuk berhenti.

"Sesuatu yang besar harus memulai dari yang kecil, sesuatu yang sukses harus menghadapi masalah, menghadapi kendala. Jarang orang sukses berjalan dengan mulus. Kalau dia berjalan dengan mulus maka tidak akan kuat," ujar Bupati, menyemangati tim Dinas Koperindag.

Ia menegaskan optimisme harus menjadi dasar pelaksanaan program ini, bukan pesimis ketika menemui hambatan. "Segala kekurangan yang ada, perlahan-lahan akan dibenahi satu persatu," janjinya.

Sebagai langkah awal yang konkret, Bupati memerintahkan fokus produksi pada pakan ternak ayam petelur, kombinasi jagung dan dedak sudah mencukupi kebutuhan dasar, sementara pengembangan bahan pakan dari tepung ikan untuk ayam pedaging akan menyusun secara bertahap. Dukungan pembangunan sarana produksi juga dijadwalkan terealisasi akhir tahun ini.

Kegiatan ini ternyata juga merespons persoalan yang mulai terasa di tingkat masyarakat: ketersediaan telur ayam di pasar yang semakin menipis. Bupati meminta dinas terkait segera mengkaji langkah strategis, termasuk kemungkinan pemberian proteksi terhadap produksi lokal.

"Kita kaji dulu pop**asi ayam petelur kita dibandingkan kebutuhan. Kita bisa ambil kebijakan proteksi, misalnya batasan masuknya telur dari luar, untuk melindungi peternak kita sendiri," jelas Bupati.

Kebijakan ini akan dipersiapkan secara bertahap, fokus pada ayam pedaging tahun ini, dan penguatan produksi telur pada 2027.

Lebih jauh, untuk menjamin keberlanjutan pasokan bahan baku, Pemerintah Kabupaten Lembata menargetkan pengembangan budidaya jagung industri mulai tahun 2027. Langkah ini diharapkan memutus ketergantungan pasokan dari luar daerah sekaligus meningkatkan pendapatan petani lokal.

Di penghujung kegiatan, Bupati Kanisius Tuaq menekan tombol pengoperasian mesin dan menyaksikan langsung proses olah biji jagung menjadi dedak. Sebuah langkah nyata yang sederhana, namun diyakini akan tumbuh besar, dimulai dari pasar Lamahora, untuk masyarakat Lembata. (Prokompimkablembata)

Rayakan 32 tahun HUT perusahaan dan sambut HUT Kabupaten Lembata ke - 27, Karyawan PT Cendana Indopearls bersama Pemda L...
10/10/2026

Rayakan 32 tahun HUT perusahaan dan sambut HUT Kabupaten Lembata ke - 27, Karyawan PT Cendana Indopearls bersama Pemda Lembata tanam Bakau di Pantai Desa Merdeka,Kecamatan Lebatukan, Kamis,08/12/26

Tutung Padu di Situs 7 Maret: Dari Sejarah Otonomi, Lembata Belajar Arti PersatuanHADAKEWA, Prokompimkablembata — Sejara...
09/10/2026

Tutung Padu di Situs 7 Maret: Dari Sejarah Otonomi, Lembata Belajar Arti Persatuan

HADAKEWA, Prokompimkablembata — Sejarah perjuangan rakyat Lembata menyimpan pesan yang tetap relevan bagi pembangunan hari ini: perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk menghadapi persoalan bersama. Pesan itulah yang kembali ditegaskan melalui ritual Tutung Padu atau Seru Padu di Rumah Situs 7 Maret 1954, Desa Hadakewa, Kecamatan Lebatukan, Kamis (8/10/2026).

Di tengah rangkaian menyongsong Hari Ulang Tahun ke-27 Kabupaten Lembata yang akan dirayakan pada 12 Oktober 2026, peringatan tersebut bukan sekadar mengenang peristiwa masa lalu. Ia menjadi ruang refleksi tentang bagaimana semangat persatuan para leluhur harus diterjemahkan ke dalam tanggung jawab pemerintahan, kehidupan sosial, dan pembangunan yang berpihak pada masyarakat.

Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq bersama Wakil Bupati H. Muhamad Nasir, Kepala Kejaksaan Negeri Lembata, Sekretaris Daerah Paskalis Ola Tapo Bali, serta Perwakilan TNI/Polri, mengikuti rangkaian Napak Tilas dan renungan suci di situs bersejarah tersebut.

Prosesi Tutung Padu atau Seru Padu diawali di gerbang rumah situs, dan dilanjutkan dengan melakukan ritual menyalahkan obor oleh Bupati Lembata kepada perwakilan Hamente, Kakan dan kerajaan Lebala sebagai simbol semangat perjuangan masyarakat Lembata yang akan terus bernyalah. Acara ini dipandu oleh budayawan Lembata, Linus Beseng.

Ritual itu menghidupkan kembali ingatan kolektif tentang perjuangan masyarakat Lomblen yang, menurut penjelasan Linus, sejarah perjuangan masyarakat Lomblen kalah itu melibatkan enam hamente

Keenam unsur tersebut adalah Hamente Lewotolok, Hamente Kalikur, Hamente Kawela, Kakang Hadakewa, Kakan Lamalera, dan Lebala. Mereka dipersatukan oleh tekad untuk memperjuangkan kehidupan masyarakat Lomblen agar terbebas dari penindasan dan kemiskinan.

Dari sejarah itu, ada pertanyaan yang layak dibawa ke masa kini: jika para leluhur mampu menyatukan perbedaan demi kepentingan bersama, bagaimana generasi sekarang menjaga persatuan ketika menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks?

Pertanyaan tersebut menjadi penting karena pembangunan tidak hanya membutuhkan anggaran, program, dan infrastruktur. Pembangunan juga memerlukan kepercayaan, solidaritas, serta kesediaan seluruh elemen masyarakat untuk menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan kelompok.

Semangat persatuan yang ditunjukkan para leluhur tidak boleh berhenti sebagai cerita yang diulang setiap peringatan hari bersejarah. Nilainya perlu hadir dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari cara masyarakat menyikapi perbedaan, cara pemerintah mendengar aspirasi warga, hingga cara seluruh pihak mengambil bagian dalam menyelesaikan persoalan daerah.

Dalam konteks itulah, ritual Tutung Padu memperoleh makna reflektif bagi penyelenggaraan pemerintahan. Linus Beseng menjelaskan bahwa tradisi tersebut mengandung tiga pesan utama: bersyukur atas kebaikan dan perlindungan yang diterima selama setahun, memohon maaf atas kesalahan dalam tutur kata maupun tindakan, serta memohon kesehatan dan kekuatan agar para pemimpin dapat terus melayani masyarakat dengan baik.

Ketiga pesan itu menyentuh dimensi moral kepemimpinan. Rasa syukur mengajarkan kerendahan hati; permohonan maaf mengingatkan pentingnya mengakui kekurangan; sedangkan harapan untuk tahun berikutnya menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat merupakan tanggung jawab yang harus terus diperbaiki.

Bagi pemerintah daerah, nilai-nilai tersebut dapat menjadi pengingat bahwa jabatan bukan sekadar kewenangan, melainkan amanah. Keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur melalui capaian administratif, tetapi juga melalui manfaat yang dirasakan masyarakat, kualitas pelayanan publik, dan kemampuan pemerintah menjaga kepercayaan rakyat.

Harapan masyarakat yang disampaikan melalui ritual itu pun sangat mendasar: rakyat dapat hidup sehat, kebutuhan hidup terpenuhi, anak-anak memperoleh pendidikan yang baik, dan setiap keluarga dapat menjalani kehidupan dengan tenang di kampung halamannya.

Dengan demikian, penghormatan terhadap leluhur menemukan maknanya ketika diwujudkan dalam kerja nyata untuk memperbaiki kehidupan generasi sekarang dan generasi mendatang.

Taan Tou: Persatuan sebagai Kekuatan Pembangunan

Pesan persatuan tersebut sejalan dengan semangat Taan Tou, yang menempatkan kebersamaan sebagai kekuatan untuk menjaga dan membangun Lewotana. Persatuan bukan berarti meniadakan perbedaan pandangan, melainkan membangun kesediaan untuk berdialog, saling menghormati, dan bekerja bersama demi kepentingan masyarakat Lembata.

Semangat ini perlu hidup dalam hubungan antara pemerintah dan masyarakat, antarkelompok sosial, serta di antara seluruh elemen yang memiliki tanggung jawab terhadap masa depan daerah. Kritik dan perbedaan pendapat tetap menjadi bagian dari kehidupan demokratis, tetapi harus diarahkan untuk memperbaiki keadaan, bukan memperlebar perpecahan.

Dalam pembangunan, Taan Tou juga mengandung pesan bahwa kemajuan tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dunia usaha, kaum muda, dan seluruh pemangku kepentingan memiliki peran masing-masing. Ketika seluruh unsur bergerak dalam semangat yang sama, tantangan daerah dapat dihadapi dengan kekuatan yang lebih besar.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, dilakukan p**a penanaman pohon di depan Rumah Situs 7 Maret 1954. Penanaman tersebut dimaknai sebagai simbol keteduhan dan kesejukan. Pesannya sederhana: warisan sejarah harus dirawat, sebagaimana lingkungan dan kehidupan masyarakat perlu dijaga agar tetap lestari.

Peringatan ini dihadiri p**a Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lembata Ursula Surat Bayo, bersama staf ahli TP PKK, Nurmila Nasir, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lembata Maria Anastasia Bara Baje, Staf Ahli Bupati, para asisten, pimpinan perangkat daerah, aparatur sipil negara, serta tokoh masyarakat, para Camat dan Kepala Desa Hadakewa.

Pada akhirnya, Situs 7 Maret 1954 bukan hanya tempat untuk menoleh ke masa lalu. Situs ini mengingatkan bahwa persatuan pernah menjadi kekuatan penting dalam perjuangan masyarakat Lomblen. Tantangan generasi sekarang adalah menjaga nilai tersebut agar tidak berhenti sebagai warisan simbolis.

Taan Tou harus menjadi sikap hidup: bersatu dalam perbedaan, bergotong royong menghadapi kesulitan, dan menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi atau golongan. Sebab, Lembata tidak akan dibangun oleh satu orang atau satu kelompok saja, melainkan oleh seluruh masyarakat yang bersedia berjalan bersama demi Lewotana.

Semangat itulah yang patut dibawa dari Situs 7 Maret menuju masa depan Lembata: merawat sejarah, memperkuat persaudaraan, dan menjadikan persatuan sebagai fondasi pembangunan yang adil, bermartabat, dan berkelanjutan. (Prokompimkablembata)

Bupati Lembata Tegaskan Vokasi Jangan Berhenti di Pelatihan, Harus Melahirkan WirausahaPADA, Prokompimkablembata — Pelat...
09/10/2026

Bupati Lembata Tegaskan Vokasi Jangan Berhenti di Pelatihan, Harus Melahirkan Wirausaha

PADA, Prokompimkablembata — Pelatihan keterampilan tidak boleh berhenti pada sertifikat. Bagi Pemerintah Kabupaten Lembata, pendidikan vokasi harus menjadi jalan menuju kemandirian ekonomi: melahirkan wirausaha baru, memperkuat usaha masyarakat, sekaligus membuka lapangan kerja.

Pesan itu disampaikan Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq saat melaunching Lembaga Inkubator Karitas Peduli dan meresmikan Kejuruan Kecantikan Balai Latihan Kerja (BLK) Karitas Peduli Lembata di Biara SSpS, Desa Pada, Kecamatan Nubatukan, Kamis (8/10/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Vokasi dan Inkubasi Terpadu Berbasis Potensi Lokal Menuju UMKM Berdaya Saing” itu dirangkaikan dengan Seminar UMKM dan Bazar Binaan. Bupati juga mengukuhkan talent angkatan pertama serta menyerahkan bantuan kepada BLK Karitas Peduli Lembata.

Bupati Kanis mengatakan, tantangan terbesar pendidikan vokasi bukan hanya menciptakan orang yang terampil, tetapi memastikan keterampilan tersebut memiliki nilai ekonomi dan dapat dikembangkan menjadi usaha yang berkelanjutan.

Karena itu, kehadiran lembaga inkubator dinilai penting untuk menjembatani keterampilan dengan dunia usaha. Para peserta tidak cukup hanya diajarkan kemampuan teknis, tetapi perlu mendapat ruang untuk mengembangkan ide, mengenali peluang pasar, membangun jaringan, memperkuat manajemen dan mengembangkan usaha.

“Lembaga Inkubator bukan sekadar tempat berkumpul atau tempat menjalankan usaha. Lebih dari itu, ini adalah ruang untuk belajar, bertumbuh, berinovasi, berjejaring dan melahirkan pelaku usaha yang mandiri dan berdaya saing,” ujar Bupati.

Ia berharap Lembaga Inkubator Karitas Peduli dapat menjadi rumah bagi para pelaku UMKM, termasuk alumni BLK, untuk meningkatkan kapasitas sekaligus mengembangkan usaha yang sesuai dengan potensi lokal.

Menurut Bupati, pembangunan ekonomi daerah tidak dapat hanya mengandalkan program pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, lembaga keagamaan, organisasi sosial dan masyarakat.

“Pemerintah membutuhkan kolaborasi dengan dunia usaha, lembaga keagamaan, lembaga pendidikan, organisasi sosial serta seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Melalui kolaborasi tersebut, Bupati ingin masyarakat ditempatkan bukan semata sebagai penerima manfaat pembangunan, melainkan sebagai pelaku yang menciptakan nilai ekonomi dari keterampilan dan potensi yang dimiliki.

“Kita ingin agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi menjadi pelaku utama pembangunan,” tegasnya.

Ia menambahkan, semakin kuat ekosistem kewirausahaan dibangun, semakin besar peluang usaha masyarakat tumbuh dan menciptakan pekerjaan baru.

“Saya berkeyakinan, apabila kita kuat dan saling menopang, maka akan semakin banyak usaha masyarakat yang tumbuh, semakin banyak lapangan kerja yang tercipta,” tandas Bupati.

Sementara Ketua DPRD Kabupaten Lembata Safrudin Sira dalam sambutan yang dibacakan Ketua Komisi III DPRD Lembata Abdurrahman Muhammad, SE, menegaskan bahwa Grand Opening Lembaga Inkubator Karitas Peduli bukan sekadar seremoni pembukaan lembaga baru.

Menurut dia, lembaga tersebut memiliki posisi strategis dalam membangun ekosistem keterampilan, kewirausahaan, kreativitas dan kemandirian ekonomi masyarakat Lembata.

Karena itu, pendampingan harus dilakukan secara utuh. Peserta tidak hanya dikenalkan pada keterampilan, tetapi juga diarahkan untuk mengenali potensi, mengembangkan ide usaha, memperkuat manajemen dan menjaga keberlanjutan usaha.

“Para tenant tidak hanya dibekali kemampuan teknis, tetapi juga dibangun karakter kewirausahaannya agar memiliki mental yang tangguh, disiplin, kreatif dan mampu membaca peluang,” katanya.

Program ini merupakan bentuk kerja sama Kementerian UMKM RI dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melalui Inkubator Bisnis dan Laboratorium Enterprises dengan Dr. Sri Adriani, SE., M.Si.

Kehadiran BLK dan lembaga inkubator tersebut diharapkan memperkuat mata rantai pemberdayaan ekonomi masyarakat Lembata: dari keterampilan, menjadi produk; dari produk, menjadi usaha; dan dari usaha, menjadi sumber pendapatan serta lapangan kerja.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Komisi II DPRD Lembata Abdurrahman Muhammad atau Haji Bareng, Kepala Kejaksaan Negeri Lembata Raden Arie Wijaya Kawedhar, S.H., perwakilan Polres Lembata, jajaran Forkopimda, Ketua dan Staf Ahli TP PKK Kabupaten Lembata, pimpinan dan anggota Biara SSpS Desa Pada, Kepala Desa dan BPD Desa Pada, mitra kerja BLK Karitas Peduli Lembata serta para undangan. (Prokompimkablembata)

Rabu, 7/10/26, Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq  bersama ibu dan para Kepala OPD melayat lima jenazah korban kecelak...
07/10/2026

Rabu, 7/10/26, Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq bersama ibu dan para Kepala OPD melayat lima jenazah korban kecelakaan dump truck. Kelima korban disemayamkan di rumah duka desa Baopana, Kecamatan Lebatukan.

Bupati Lembata Pastikan Gudang Bawang Siap Jaga Stabilitas HargaLEWOLEBA, Prokompimkablembata — Bupati Lembata P. Kanisi...
06/10/2026

Bupati Lembata Pastikan Gudang Bawang Siap Jaga Stabilitas Harga

LEWOLEBA, Prokompimkablembata — Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq meninjau depot penyimpanan bawang merah milik Pemerintah Kabupaten Lembata di kawasan CWC, Wangatoa, Kelurahan Selandoro, Senin (5/10/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan fasilitas penyimpanan berfungsi optimal dan stok bawang merah tetap aman sebelum disalurkan ke pasar, terutama menghadapi potensi kenaikan harga menjelang akhir tahun.

Bupati Kanis Tuaq melihat langsung kondisi gudang, termasuk rak-rak penyimpanan yang telah terisi bawang merah serta sejumlah rak yang masih dalam proses pengerjaan. Ia meminta pengelolaan gudang dilakukan sesuai ketentuan teknis agar sirkulasi udara dan kelembaban tetap terjaga sehingga dapat menekan penyusutan pascapanen.

“Kalau disimpan di tanah saja, panasnya berlebihan dan bisa mempercepat proses penyusutan. Dengan adanya rak-rak ini, sirkulasi udara berjalan lebih baik sehingga bisa menahan laju penyusutan,” kata Bupati Kanis Tuaq.

Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata, Ade Hasan Yusuf, mengatakan kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan kesiapan stok bawang merah untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga di pasar.

Menurutnya, bawang merah dan cabai merupakan dua komoditas pangan yang kerap memberikan tekanan terhadap inflasi. Karena itu, pemerintah tidak hanya menyiapkan stok melalui fasilitas penyimpanan, tetapi juga mendorong produksi dari kebun-kebun petani agar pasokan tersedia ketika kebutuhan pasar meningkat.

“Langkah ini merupakan upaya pemerintah daerah dalam memasok bawang merah ke pasaran untuk menjaga stabilitas harga sehingga tidak terjadi inflasi yang tinggi di daerah,” ujar Ade Hasan.

Ia menjelaskan, fasilitas penyimpanan menggunakan rak untuk menjaga bawang tidak langsung bersentuhan dengan lantai. Sistem tersebut diharapkan memperbaiki sirkulasi udara dan mengurangi risiko kelembaban yang dapat mempercepat kerusakan serta penyusutan bawang.

Di sisi lain, pengelolaan gudang masih menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan rak dan tenaga kerja. Dinas Pertanian saat ini menyiapkan tambahan tiga rak untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan, sementara tenaga operasional masih didukung dari lingkungan Dinas Pertanian.

“Dari aspek gudang cukup representatif, tetapi rak penyimpanan masih kurang. Kami sedang membuat tiga rak lagi untuk menampung bawang-bawang yang ada,” kata Hasan.

Selain bawang merah, kawasan CWC Wangatoa juga diarahkan menjadi pusat hilirisasi produk pertanian Kabupaten Lembata. Bupati meminta kawasan tersebut ditata sebagai fasilitas yang dapat mendukung pengolahan dan penanganan pascapanen berbagai komoditas, termasuk jagung dan bawang merah.

Untuk jagung, pemerintah daerah merencanakan pembangunan fasilitas pemanasan guna mencapai kadar air sekitar 12 persen serta lantai jemur yang dapat digunakan untuk jagung dan komoditas pertanian lainnya. Fasilitas tersebut selanjutnya diarahkan menjadi bagian dari unit pelaksana teknis (UPT) yang menangani pekerjaan teknis hilirisasi produk pertanian.

Bupati juga mengarahkan agar pembentukan UPT tersebut dapat dipersiapkan pada 2026 sehingga pengelolaan fasilitas dan kegiatan hilirisasi dapat dilakukan secara lebih terintegrasi.

“Penataan kawasan ini penting karena ke depan bukan hanya bawang merah yang ditangani, tetapi juga jagung dan komoditas pertanian lainnya,” demikian disampaikan dalam kunjungan tersebut.

Pemerintah Kabupaten Lembata berharap penguatan fasilitas penyimpanan dan hilirisasi dapat memperpanjang daya simpan hasil pertanian, mengurangi kehilangan pascapanen, memperkuat ketersediaan pangan, sekaligus mendukung upaya menjaga stabilitas harga komoditas strategis di pasar.

Langkah tersebut juga diarahkan untuk memperkuat keterhubungan antara produksi petani, pengelolaan pascapanen, penyimpanan, hingga distribusi ke pasar sehingga hasil pertanian daerah dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat. (Prokompimkablembata)

Duka Lembata: Bupati Sampaikan Duka Mendalam, Perintahkan Penanganan Cepat dan Penuh Empati LEWOLEBA, Prokompimkablembat...
06/10/2026

Duka Lembata: Bupati Sampaikan Duka Mendalam, Perintahkan Penanganan Cepat dan Penuh Empati

LEWOLEBA, Prokompimkablembata — Musibah kecelakaan kendaraan bermuatan di tanjakan menuju Bangkari, Desa Lerahinga, Kecamatan Lebatukan, Selasa (6/10), yang merenggut nyawa lima orang, mengguncang hati segenap masyarakat Kabupaten Lembata. Pemerintah Kabupaten Lembata turut berduka cita sedalam-dalamnya.

Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq menyampaikan pernyataan resmi atas peristiwa ini.

"Saya menyampaikan duka cita yang sangat mendalam atas musibah kecelakaan dump truck di Desa Baopana, hari ini, yang mengakibatkan lima orang meninggal dunia. Atas nama Pemerintah Kabupaten Lembata dan seluruh masyarakat, saya sampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga para korban. Ini adalah duka kita bersama."

Bupati Kanis menegaskan bahwa musibah ini tidak boleh dipikul sendirian oleh keluarga yang ditinggalkan. Ia telah memerintahkan Sekretaris Daerah untuk mengerahkan seluruh jajaran terkait guna menangani peristiwa ini secara menyeluruh.

"Saya telah memerintahkan Sekretaris Daerah untuk segera mengkoordinasikan seluruh perangkat daerah terkait, memastikan evakuasi berjalan lancar, dan pelayanan terbaik bagi keluarga korban,," tegas Bupati.

Kepada seluruh masyarakat, khususnya warga Desa Baopana dan Kecamatan Lebatukan, Bupati Kanis Tuaq mengajak untuk saling merangkul dan menguatkan.

"Kita adalah satu keluarga. Mari kita hadapi duka ini bersama-sama, saling membantu dan meringankan beban sesama. Pemerintah hadir di tengah kalian, dan tidak akan membiarkan siapa pun berduka sendirian," ucapnya.

Menutup pernyataan, Bupati berdoa:
"Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa menerima para korban di sisi-Nya, menempatkan mereka di tempat yang paling baik, dan memberikan kekuatan serta ketabahan yang tak terhingga bagi keluarga yang ditinggalkan." (Prokompimkablembata)

Jelang HUT ke-27, Pemkab Lembata Matangkan Rangkaian Program StrategisLEWOLEBA, Prokompimkablembata — Pemerintah Kabupat...
05/10/2026

Jelang HUT ke-27, Pemkab Lembata Matangkan Rangkaian Program Strategis

LEWOLEBA, Prokompimkablembata — Pemerintah Kabupaten Lembata mulai mematangkan seluruh rangkaian kegiatan menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Lembata yang akan diperingati pada 12 Oktober 2026.

Persiapan tidak hanya diarahkan pada seremoni peringatan, tetapi juga dikonsolidasikan dengan sejumlah kegiatan pembangunan dan pelayanan publik yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Konsolidasi lanjutan persiapan HUT ke-27 digelar melalui rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati Lembata, Senin, 5 Oktober 2026.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah, Paskalis Ola Tapo Bali, melibatkan staf ahli bupati, para asisten sekretaris daerah, kepala perangkat daerah, camat se-Kabupaten Lembata, serta para kepala bagian di lingkungan Sekretariat Daerah, menunjukkan keseriusan Pemda Lembata dalam persiapannya.

Agenda tersebut menjadi tahapan penting untuk memastikan kesiapan masing-masing perangkat daerah dan seksi kepanitiaan. Pemerintah daerah meminta setiap unsur yang terlibat menyiapkan materi serta informasi terkait kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya, sehingga pelaksanaan peringatan HUT dapat berjalan terkoordinasi.

Yang menarik, rangkaian kegiatan pendukung HUT ke-27 tidak semata berorientasi pada kegiatan seremonial. Sejumlah agenda pembangunan dan penguatan ekonomi masyarakat turut diproyeksikan dalam momentum tersebut, diantaranya peletakan batu pertama SPBU di Buyasuri dan SPBU di kawasan TPI, kick-off mesin cuci darah, kick-off Jober, launching tanam tomat, launching butik HOG, serta launching laboratorium kesehatan hewan.

Pemerintah daerah juga menyiapkan agenda penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pengembangan garam, launching Alfamart tanggal 16 Oktober 2026, serta kegiatan otonomi fun walk bertajuk 'Jalan Sehat' dengan rute dari Rumah Situs 7 Maret menuju Kantor Bupati Lembata. Selain itu, akan digelar lomba ETPD (Elektronifikasi Teknologi Pemerintah Daerah) antarpemerintah daerah serta sejumlah kegiatan lainnya.

Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa momentum HUT ke-27 diarahkan tidak hanya untuk mengenang perjalanan pemerintahan Kabupaten Lembata, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan dan menggerakkan berbagai program yang berkaitan dengan kesehatan, pertanian, peternakan, perdagangan, infrastruktur dasar, ekonomi masyarakat, hingga pola hidup sehat.

Di sisi lain, persiapan juga mencakup aspek spiritual dan kebersamaan masyarakat. Pemerintah daerah akan membahas pelaksanaan misa syukur dan ibadat keagamaan lainnya sebagai bagian dari rangkaian peringatan.

Upacara HUT serta malam syukuran juga menjadi bagian utama yang perlu dipersiapkan secara matang.

Memasuki usia 27 tahun, peringatan HUT Kabupaten Lembata diharapkan tidak berhenti pada kemeriahan seremoni. Momentum ini menjadi kesempatan untuk melihat kembali capaian pembangunan, mengidentifikasi pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan, sekaligus memperkuat konsolidasi pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan arah pembangunan daerah.

Dengan demikian, HUT ke-27 dapat ditempatkan sebagai momentum evaluasi sekaligus penguatan komitmen pembangunan, bahwa pertambahan usia daerah harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan ekonomi masyarakat dan kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan warga. (Prokompimkablembata)

Hadiri Upacara Peringatan HUT TNI ke -81, Bupati Lembata, Teruslah Menjadi Pelindung Rakyat dan Benteng Terdepan Negara ...
05/10/2026

Hadiri Upacara Peringatan HUT TNI ke -81, Bupati Lembata, Teruslah Menjadi Pelindung Rakyat dan Benteng Terdepan Negara

Bupati Lembata,Petrus Kanisius Tuaq pada Senin,5/10/26 memenuhi undangan Kodim 1624 Flores Timur untuk mengikuti upacara peringatan hari ulang tahun Tentara Nasional Indonesia ke - 81.
Dalam sambutannya,Bupati Lembata menyampaikan ucapan selamat serta memberi apresiasi yang setinggi tingginya atas dedikasi dan pengorbanan seluruh prajurit TNI dalam menjaga kedaulatan bangsa.Ia juga mengapresiasi pengorbanan dan kesetiaan semua prajurit di lapangan yang selalu memberi rasa aman kepada masyarakat.

Menurut Bupati Kanis, kehadiran TNI sangat dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat di daerah terkhusus masyarakat Kabupaten Lembata. TNI selama ini telah bekerja keras bersama pemerintah untuk mensukseskan berbagai program pemerintah. Kehadiran para prajurit di lapangan bersama masyarakat sangat membantu suksesnya kebijakan pembangunan daerah.

Sinergisitas ini telah membuat roda ekonomi dan sosial selama ini berjalan baik,ungkap Bupati Kanis.
Bupati Kanis berharap agar kedepan TNI terus menjadi pelindung rakyat dan benteng terdepan negara. Semoga semua prajurit tetap memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI.

Pemerintah dan masyarakat akan selalu mendukung penuh tugas mulia TNI, ucap Bupati Kanis menutup sambutannya.

Address

Lewoleba
86682

Telephone

+6285222224386

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Protokol dan Komunikasi Pimpinan Lembata NTT II posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category