30/04/2026
Pembangunan Jembatan Gantung Perintis yang menghubungkan Desa Kumbang Jaya, Kecamatan Badar, dengan Desa Gulo, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Hingga Rabu 29 April 2026, progres pembangunan telah mencapai 16,23 persen dan dikerjakan secara bertahap, terencana, serta melibatkan sinergi yang kuat antara TNI dan masyarakat sekitar.
Pembangunan jembatan gantung ini merupakan bagian dari upaya strategis dalam meningkatkan kualitas infrastruktur di wilayah pedesaan. Kehadirannya diharapkan mampu memperkuat konektivitas antar desa dan kecamatan, sekaligus mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan tersebut.
Di lapangan, proses pengerjaan fisik terus berjalan dengan fokus utama pada pembangunan pondasi tiang serta struktur awal jembatan yang berada di seberang aliran sungai. Sejumlah tahapan pekerjaan yang tengah dilaksanakan meliputi pemasangan batu sungai pada lantai dasar tiang, pengecoran pondasi, hingga penyiapan struktur penyangga utama sebagai bagian penting dari konstruksi jembatan.
Secara teknis, jembatan gantung ini memiliki spesifikasi panjang mencapai 220 meter dengan lebar 1,2 meter, serta ketinggian sekitar 6 meter dari permukaan udara. Sekitar jembatan tersebut melintasi sungai dengan lebar 180 meter dan kedalaman udara normal 1 meter. Namun, pada saat kondisi banjir, tinggi udara dapat meningkat hingga 2,5 meter dari tebing jalan, sementara bantalan tinggi tepi jauh mencapai 7 meter. Jembatan ini dirancang dengan kapasitas tonase hingga 1 ton, sehingga mampu menunjang aktivitas masyarakat secara aman dan efektif.
Sumber: https://rri.co.id/banda-aceh/asta-cita/2378302/jembatan-gantung-perintis-penghubung-dua-desa-di-aceh-tenggara-mulai-dibangun?fbclid=Iwb21leARgHPtleHRuA2FlbQIxMQBzcnRjBmFwcF9pZAwzNTA2ODU1MzE3MjgAAR63xgx3rHfbn0-Q6SEtGrLrUMXBHdQqua5icitWiqWOV_BLFypK7G9IS-HZMg_aem_-EhFp--sxMTKt5FxFnpsaw