Tan malaka

Tan malaka Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Tan malaka, Digital creator, jakarta, Lhokseumawe.

14/06/2026

Klo kita membiarkan prabowo berkuasa ampe 5 Tahun Itu sama Dengan Membiarkan suharto berkuasa 160 Tahun

Sejumlah personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) dikerahkan untuk membantu pengamanan aksi demonstrasi mahasiswa linta...
14/06/2026

Sejumlah personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) dikerahkan untuk membantu pengamanan aksi demonstrasi mahasiswa lintas universitas di kawasan Tosari, Jakarta Pusat (Jakpus). Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Markas Besar (Mabes) TNI Brigadir Jenderal (Brigjen) Muhamad Nas menyebut pelibatan prajurit dilakukan atas permintaan kepolisian.

“Adapun pengerahan TNI atas dasar permintaan untuk membantu,” kata Nas, dikutip dari Antara, Sabtu (13/6/2026).

Nas menjelaskan kehadiran personel TNI bukan untuk menangani massa aksi secara langsung. Prajurit hanya disiagakan sebagai dukungan personel apabila situasi tidak lagi dapat dikendalikan oleh kepolisian.

Ia menegaskan penanganan demonstrasi tetap menjadi kewenangan polisi. “Penanganan demo adalah tanggung jawab kepolisian. Artinya, tetap polisi di depan,” ujar Nas.

Aksi tersebut melibatkan mahasiswa dari sejumlah kampus yang berupaya menuju kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI). Namun, mereka tertahan oleh aparat gabungan di sekitar Jalan M.H. Thamrin, tepatnya di area Halte Tosari.

Dalam aksinya, massa menyampaikan lima tuntutan, yakni menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), menurunkan harga kebutuhan pokok dan Bahan Bakar Minyak (BBM), menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, menghentikan militerisme di ranah sipil, dan mendesak Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan pemerintah.

Sementara itu, Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya menjelaskan pelibatan TNI dalam pengamanan kawasan Bundaran HI mengacu pada Peraturan Gubernur (Pergub) Daerah Khusus Jakarta (DKJ) Nomor 232 Tahun 2015.

“Bahwa di dalam Peraturan Gubernur Nomor 232 Tahun 2015, ada ketentuan bahwa di beberapa titik Bundaran Senayan, Bundaran Semanggi, Bundaran HI, dan Bundaran Patung Kuda,” kata Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Metro Jaya Komisaris Besar (Kombes) Budi Hermanto, Jumat (12/6/2026).

“Itu wilayah-wilayah yang sebenarnya tidak diberikan izin untuk dilakukan penyampaian aspirasi,” tambahnya.

Menurut Budi, kawasan tersebut merupakan pusat aktivitas Ibu Kota dengan tingkat mobilitas tinggi. Karena menjadi episentrum lalu lintas dan jalur transportasi massal, gangguan di kawasan itu berpotensi memicu kemacetan yang berdampak luas terhadap masyarakat.

“Ini merupakan episentrum lalu lintas. Apabila terjadi kepadatan, berdampak ke jalur arteri lainnya. Nah, dampak-dampak kemacetan ini berdampak kepada masyarakat lainnya,” jelasnya.

Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko berpandangan program Makan Bergizi Gratis ...
14/06/2026

Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko berpandangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus tetap dijalankan karena merupakan janji kampanye Presiden Prabowo Subianto.

Hal tersebut disampaikan Budiman usai menghadiri dialog bertema Kritis Menuju Indonesia Emas atau Cemas? Membaca Kinerja Pemerintah dan Arah Masa Depan Indonesia di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (12/6/2026).

Eks politikus PDI Perjuangan itu menyatakan, penghentian program MBG justru akan menyalahi undang-undang sekaligus mengingkari janji Prabowo untuk memperbaiki gizi anak sekolah.

"Itu janji kampanye. Kalau berhenti maka Pak Presiden melanggar janji, melanggar undang-undang," kata Budiman.

Dia menilai program MBG diperlukan karena masyarakat di berbagai daerah masih kekurangan gizi. Kondisi kurang gizi disebutnya membuat Indonesia tertinggal dari negara-negara lain di tengah perkembangan zaman.

"Saya katakan masyarakat kita adalah masyarakat yang kurang gizi. Masyarakat kita sedang hadapi era baru, dibanding negara lain kita masih ketinggalan," kata Budiman, dikutip Antara.

Di lain sisi, dia membantah kritik dari kalangan mahasiswa yang menilai program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih tidak pro-rakyat. Menurutnya, dua program prioritas Prabowo tersebut mewujudkan nilai-nilai keadilan sosial.

Meskipun demikian, Budiman mengaku memahami kritik terhadap program MBG yang semakin deras, terutama setelah eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana terjerat kasus korupsi.

Namun, dia menekankan, kritik seharusnya mengarah pada perbaikan pengelolaan MBG di tiap daerah.

Belum genap seminggu jadi tersangka, Sony sudah balik menyerang! Dari balik jeruji Kejaksaan Agung, mantan Wakil Kepala ...
14/06/2026

Belum genap seminggu jadi tersangka, Sony sudah balik menyerang! Dari balik jeruji Kejaksaan Agung, mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya melontarkan serangan telak yang langsung mengguncang posisi Nanik S Deyang, sosok yang kini duduk manis di kursi Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana.

Dan kalimat yang keluar dari mulut kuasa hukum Sony, Elza Syarief, tidak ada yang lembut.

"Pak Sony merasa difitnah oleh ibu itu dan Pak Sony bilang dia bukannya bersih-bersih amat, justru banyak permasalahan dari dirinya," kata Elza mengutip pernyataan Sony.

Tapi Elza tidak berhenti di situ. la bahkan menirukan langsung kata-kata Sony yang lebih pedas lagi.

"Itu orang benar-benar deh, itu tukang fitnah. Padahal dia itu yang pemain, pemainnya dari bawah sampai itu. Kan yang main tuh dia orang."

Tuduhan berat. Dan datang dari orang yang mengaku tahu segalanya dari dalam.Konteks serangan ini bermula dari unggahan Sony di akun Instagram pribadinya , tepat saat ia ditetapkan sebagai tersangka. Sony mengunggah foto secarik kertas berisi tulisan tangan, berisi ucapan selamat atas jabatan baru Nanik sekaligus ungkapan terima kasih atas "hadiah" yang disebut diberikan kepadanya.

Unggahan yang penuh tanda tanya itu kini semakin jelas maknanya setelah Elza membuka suara.

Bagi Sony, Nanik bukan penyelamat BGN. la adalah pemain yang justru naik jabatan sementara orang lain dijebloskan ke sel. Dan Sony menegaskan dirinya hanya menjalankan instruksi percepatan perluasan SPPG sesuai permintaan Presiden Prabowo.

"Harusnya dia nggak perlu menjelekkan orang lain, minta saja jabatan ke Presiden Prabowo," sindir Elza. Tiga orang masuk penjara. Satu orang naik jabatan.

Dan orang yang masuk penjara itu kini menuding orang yang naik jabatan sebagai dalang sesungguhnya.

13/06/2026

MERAWAT BURUNG DI ALAM TANPA SANGKARtentu punya trik dan cara ters...

Temuan dugaan pemborosan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) lebih dari Rp1 triliun per bulan, menambah panjang ...
13/06/2026

Temuan dugaan pemborosan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) lebih dari Rp1 triliun per bulan, menambah panjang sorotan terhadap tata kelola program unggulan pemerintah.

Apalagi salah satu program strategis nasional itu telah diterpa kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN), kasus keracunan makanan, hingga persoalan distribusi mandate di lapangan.

Guru Besar Manajemen dan Kebijakan Publik Fisipol UGM, Gabriel Lele, menilai runtunan persoalan ini merupakan puncak dari akumulasi masalah tata kelola yang sentralistis dan tertutup sejak awal program bergulir.

"Kalau sebuah program dianggap prioritas oleh presiden, karakter dasarnya adalah tertutup dan sentralistis. Hanya sedikit orang yang terlibat dan bertanggung jawab langsung kepada presiden," kata Gabriel, dikutip Jumat (12/6/2026).

Pola pengambilan keputusan yang terkonsentrasi di pusat membuat ruang kontrol publik maupun pengawasan internal menjadi lemah. Kondisi tersebut membuat berbagai persoalan sulit terdeteksi sejak awal.

Menurut Gabriel, model kebijakan MBG yang diterapkan seragam di seluruh Indonesia berisiko p**a mengabaikan kondisi tiap daerah. Padahal, kesiapan infrastruktur, kapasitas pemerintah daerah, hingga kebutuhan masyarakat di tiap wilayah berbeda-beda.

"Kalau pola kebijakan seperti MBG yang dirumuskan di nasional dan diterapkan di seluruh Indonesia, risikonya adalah kurangnya sensitivitas terhadap konteks lokal," ujarnya.

Ia menuturkan bahwa pengelolaan anggaran besar dalam program berskala nasional semestinya diimbangi sistem kontrol dan akuntabilitas yang kuat. Namun, pengawasan yang selama ini dilakukan dinilai lebih bersifat reaktif setelah masalah muncul ke permukaan.

Kondisi tersebut dinilai membuka ruang bagi berbagai persoalan mulai dari dugaan penyimpangan pengadaan, pemborosan anggaran, hingga menurunnya kualitas layanan di lapangan.

"Apalagi menggunakan anggaran yang besar dengan cakupan nasional. Godaan-godaan untuk mengambil sesuatu itu mesti ada. Itu bisa diminimalisir kalau bukan dihilangkan dengan menginstalasi sistem kontrol dan sistem akuntabilitas yang memadai," paparnya.

Respons pemerintah terhadap kritik publik sejauh ini pun terkesan tak memadai. Sejumlah kritik terkait keracunan makanan, kualitas layanan, hingga dugaan pemborosan anggaran justru kerap dianggap sebagai ancaman terhadap program prioritas pemerintah.

"Sebagian yang mengkritik ini adalah orang-orang yang sebenarnya setuju dengan tujuan MBG dan ingin MBG itu diterapkan secara baik. Tetapi karena jawabannya begitu, kemarahan publik makin meningkat," ujarnya.

Ia menduga faktor politik turut memengaruhi lambatnya evaluasi terhadap MBG. Sebagai program unggulan Presiden, MBG dinilai memiliki nilai politik besar.

Sehingga pemerintah cenderung berhati-hati melakukan koreksi besar meski persoalan terus bermunculan.

"Mereka memperhitungkan program ini untuk investasi Pemilu 2029," tuturnya.

Sebagai langkah awal, Gabriel mendorong pemerintah melakukan evaluasi total terhadap desain kelembagaan MBG. Mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, hingga mekanisme pertanggungjawaban.

Ia bahkan mengusulkan penghentian sementara program selama satu hingga dua bulan agar evaluasi bisa dilakukan secara independen dan komprehensif.

"Bukan hanya dievaluasi oleh birokrat dan tim sukses, tetapi perlu dievaluasi oleh orang-orang yang punya kapasitas, seperti ahli gizi, ahli tata kelola, dan ahli keuangan," tegasnya.

Massa mahasiswa mengaku kaget dengan kehadiran pasukan TNI AD yang ikut berjaga dalam unjuk rasa di sekitar Bundaran HI,...
12/06/2026

Massa mahasiswa mengaku kaget dengan kehadiran pasukan TNI AD yang ikut berjaga dalam unjuk rasa di sekitar Bundaran HI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026) sore. Salah satu peserta aksi, Gifar (20), mengatakan baru kali ini melihat banyak personel TNI AD ikut berjaga di titik aksi.

Menurut Gifar, kehadiran personel militer dalam aksi unjuk rasa merupakan kejanggalan yang patut dipertanyakan. Ia menilai tidak ada regulasi yang menjelaskan bahwa tugas pokok TNI adalah menjaga demonstrasi masyarakat sipil.

"Kalau kita lihat bahkan dari RUU TNI sendiri setahu saya tidak ada tupoksi mereka itu jagain demo. Mereka itu fungsinya pertahanan, bukan keamanan," ucap Gifar.

Senada, Dugi (21) khawatir keberadaan tentara di titik aksi merupakan bentuk intimidasi kepada masyarakat yang hendak menyampaikan pendapat. Ia menilai tanggung jawab dan tugas pengamanan unjuk rasa adalah bagian dari pekerjaan polisi, bukan TNI AD. Dugi juga menegaskan pasukan militer Indonesia seharusnya berfokus pada tugas-tugas pertahanan negara di tengah konflik global.

Dipublikasikan Kompascom pada 12 Juni 2026, 16.43 WIB.
Stay updated 24/7. Follow ✨

12/06/2026

Kocak ini😅😅tapi benar nya juga ni mbak ku😅

Address

Jakarta
Lhokseumawe
5678

Telephone

+628236350227

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Tan malaka posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Tan malaka:

Share