07/08/2026
Drs. TGH. Munajib Khalid: Sang Penengah Umat dan Mufasir Produktif dari Lombok Barat
Drs. TGH. Munajib Khalid merupakan sosok ulama pengayom yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk pendidikan Islam, kedamaian umat, dan literasi keagamaan di Nusa Tenggara Barat. Lahir di Dusun Kebon Indah, Desa Sesela, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat pada malam Jumat, 31 Desember 1960, beliau adalah putra dari pasangan TGH. Mohammad Khalid dan Darmasitara. Perjalanan keilmuannya ditempa dengan penuh keistiqamahan, mulai dari Madrasah An-Najah, Pondok Pesantren Al-Islahuddiniy di bawah bimbingan Syaikhul Allamah TGH. Ibrohim Al-Khalidiniy, hingga menamatkan pendidikan tinggi di IAIN Sunan Ampel Mataram. Meski di masa kecil beliau merasa kecerdasannya biasa saja, namun berkat ketekunan dan keistiqamahan yang luar biasa, beliau sukses menjelma menjadi lautan ilmu yang mengayomi masyarakat luas.
Kiprah Pengabdian dan Prinsip Silaturahmi
Pengalaman berorganisasi yang luas semasa mahasiswa membentuk TGH. Munajib menjadi figur pemersatu yang sangat bijaksana. Beliau amat menghindari konflik dan perpecahan, selalu hadir sebagai penetralisir keadaan dengan prinsip teguh bahwa perbedaan jalan atau kepentingan sama sekali tidak boleh memutus tali silaturahmi (qothiurrahmy). Bagi beliau, menyebarkan syiar Islam secara merata jauh lebih mulia daripada membesarkan kelompok sendiri demi keuntungan materi. Kesetiaannya dalam mengabdi dibuktikan dengan kiprah panjangnya sebagai Ketua Dewan Pelaksana Harian Pondok Pesantren Al-Halimy sejak 1984 dan Mudir Pondok Pesantren Banu Sanusi. Sempat menjajal perjuangan melalui jalur politik formal, TGH. Munajib akhirnya menyadari bahwa garis takdir yang Allah tetapkan untuknya adalah totalitas mengabdi di jalur pendidikan Islam.
Mahakarya Tafsir dan Sanad Keilmuan yang Kokoh
Di tengah kesibukannya hadir membersamai masyarakat dalam segala suasana, TGH. Munajib adalah seorang cendekiawan dan penulis yang teramat produktif. Beliau telah melahirkan puluhan karya tulis, mulai dari bahasa Arab, bahasa Indonesia, hingga bahasa lokal Sasak. Salah satu peninggalan intelektualnya yang paling monumental dan masih terus dikerjakan adalah Tafsir Darul Kholidin fi Tafsiri Quranil Mubin, yang ketebalannya telah melampaui empat ribu halaman. Kedalaman ilmu beliau tidak lepas dari kokohnya sanad yang bersambung kepada ulama-ulama besar dunia, termasuk ijazah Kutubussittah yang beliau terima langsung dari Musnid Dunia, Syekh Yasin Al-Padani pada tahun 1978. Hingga hari ini, beliau terus menebar pelita hidayah dengan mengkhatamkan puluhan kitab kuning di berbagai penjuru masjid dan majelis taklim di Pulau Seribu Masjid.
Potret 1000 Ulama Nusantara – Episode 285
Drs. TGH. Munajib Khalid (Gunungsari, Lombok Barat)
Satu demi satu, kepingan sejarah, keluasan akhlak, dan jejak keteladanan para paku bumi Nusantara ini sedang kami wujudkan ke dalam mahakarya Digital Art Portrait.
Lebih dari sekadar memanjakan mata melalui bingkai visual, ini adalah ikhtiar dakwah kami untuk merekam wajah teduh, keikhlasan mendidik, serta perjuangan tanpa lelah para ulama, agar kisahnya senantiasa hidup dan membumi di sanubari umat.
Langkah panjang merajut 1000 potret ulama Nusantara ini masih terus berlanjut, dan insyaallah galeri sejarah ini akan senantiasa bertambah.
📌 Ingin mengetahui sudah sejauh mana episode perjalanan kita hari ini?
Silakan singgah di profil kami, dan temukan untaian seri potret ulama penuh barokah selanjutnya!