Barbareto

Barbareto Barbareto berita informatif menginspirasi adalah media siber yang menyajikan berita dan informasi aktual, faktual, serta berimbang bagi masyarakat Indonesia.

Kami berkomitmen menjalankan kegiatan jurnalistik secara profesional dengan mengedepankan prinsip akurasi, verifikasi, dan kepentingan publik. Barbareto menyajikan berbagai konten berita meliputi isu nasional, daerah, politik, ekonomi, hukum, sosial, budaya, teknologi, dan peristiwa aktual lainnya yang relevan dan berdampak bagi masyarakat. Dalam setiap proses pemberitaan, Barbareto menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik, Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999, serta Pedoman Pemberitaan Media Siber yang ditetapkan oleh Dewan Pers. Kami berkomitmen untuk menghadirkan informasi yang dapat dipercaya, independen, dan bertanggung jawab.

Tim AMDAL Kaji Dampak Rencana Bypass Lembar–Kayangan di Desa KorlekoLombok Timur, barbareto - Tim Analisis Mengenai Damp...
09/09/2026

Tim AMDAL Kaji Dampak Rencana Bypass Lembar–Kayangan di Desa Korleko

Lombok Timur, barbareto - Tim Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dari Mataram dan pemerintah pusat tiba di Desa Korleko, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 09.45 Wita.

Kedatangan tim tersebut untuk melakukan survei dan analisis lingkungan yang secara khusus mencakup wilayah Desa Korleko. Survei ini merupakan bagian dari tahapan persiapan pembangunan Jalan Bypass Port-to-Port Lembar–Kayangan.

Pj Kepala Desa Korleko, Athar, mengatakan kedatangan tim AMDAL tersebut menjadi bagian penting dalam proses kajian rencana pembangunan jalur bypass yang melintasi sejumlah wilayah di Lombok Timur.

Menurutnya, kajian tersebut tidak hanya melihat kondisi lingkungan, tetapi juga berbagai aspek yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat di wilayah yang nantinya berpotensi terdampak pembangunan.

"Yang dikaji bukan hanya kondisi fisik lingkungan, tetapi juga lahan masyarakat, mata pencaharian, kondisi sosial ekonomi dan dampak yang mungkin muncul dari pembangunan jalan tersebut," katanya.

Proyek Jalan Bypass Port-to-Port Lembar–Kayangan dirancang menghubungkan Pelabuhan Lembar di Kabupaten Lombok Barat dengan Pelabuhan Kayangan di Kabupaten Lombok Timur. Jalur tersebut ditargetkan dapat memangkas waktu tempuh angkutan logistik sekaligus mengurai kepadatan lalu lintas di jalur utama Pulau Lombok.

Penyusunan dokumen AMDAL dan Detail Engineering Design (DED) proyek tersebut saat ini masih berjalan.

Athar menjelaskan, salah satu perhatian utama dalam survei di wilayah Korleko adalah potensi dampak terhadap lahan produktif milik masyarakat.

"Kita berharap pendataan dan kajian terhadap lahan masyarakat dilakukan dengan baik, sehingga kalau nantinya ada pembebasan lahan, kepentingan masyarakat tetap diperhatikan," ungkapnya.

Rencana jalur bypass sepanjang sekitar 46 kilometer tersebut diproyeksikan memiliki lebar sekitar 25 hingga 30 meter. Jalurnya diarahkan melewati kawasan dengan tingkat permukiman yang relatif minim untuk menekan dampak terhadap permukiman warga.

Survei juga dilakukan untuk mengetahui kondisi geografis dan lingkungan di sepanjang jalur Labuhan Haji–Korleko. Salah satu infrastruktur yang menjadi perhatian adalah Jembatan Korleko.

"Korleko memiliki beberapa aset penting, termasuk Jembatan Korleko. Jadi, kondisi lingkungan dan infrastrukturnya perlu dikaji secara menyeluruh sebelum pembangunan dilaksanakan," jelas Athar.

Dalam survei AMDAL tersebut, tim ahli akan mengkaji sejumlah aspek fisik dan kimia lingkungan, termasuk kualitas udara dan tingkat kebisingan.

Selama tahap konstruksi, pembangunan jalan berpotensi menimbulkan debu. Sedangkan ketika beroperasi, meningkatnya kendaraan logistik bertonase besar diperkirakan dapat meningkatkan kebisingan di sekitar jalur.

Aspek hidrologi dan struktur tanah juga menjadi perhatian. Tim akan melihat pola aliran air dan sistem drainase di sekitar rencana jalur bypass untuk mencegah munculnya persoalan banjir maupun genangan akibat perubahan tutupan lahan.

Athar berharap seluruh kajian dilakukan secara komprehensif sehingga berbagai kemungkinan dampak dapat diketahui sejak awal.

"Kita berharap semua dampak bisa dipetakan dari awal. Dengan begitu, kalau proyek ini nantinya berjalan, dampak terhadap masyarakat dan lingkungan bisa diminimalkan," ujarnya.

Selain aspek lingkungan, tim juga akan mengidentifikasi kondisi sosial, ekonomi dan budaya masyarakat Desa Korleko.

Kajian tersebut mencakup mata pencaharian warga, pola aktivitas ekonomi, akses masyarakat, hingga kemungkinan perubahan terhadap pasar dan kegiatan ekonomi lokal setelah jalur bypass beroperasi.

Menurut Athar, keterlibatan masyarakat menjadi hal penting dalam proses tersebut.

"Masyarakat harus diberikan ruang untuk menyampaikan kondisi dan aspirasinya. Karena masyarakat yang berada di sekitar jalur inilah yang nantinya akan merasakan langsung dampak pembangunan," pungkasnya. (*)

Pembangunan KDMP di Lotim Terkendala Lahan, Bupati Iron Janji Carikan SolusiLombok Timur, barbareto.com - Pemerintah Kab...
07/09/2026

Pembangunan KDMP di Lotim Terkendala Lahan, Bupati Iron Janji Carikan Solusi

Lombok Timur, barbareto.com - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menggelar rapat koordinasi penyiapan lahan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Kabupaten Lombok Timur pada, Senin 7 September 2026.

Bupati Lombok Timur Haerul Warisin menjelaskan, Pemda akan memaksimalkan penyelesaian persoalan lahan secara bertahap.

Ia juga berjanji akan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mencari solusi terhadap desa yang masih mengalami kendala dalam penyediaan lahan.

"Ini akan kita maksimalkan di tahap dua untuk yang belum. Kita ada beberapa perwakilan yang sudah menyampaikan aspirasinya. Jawabannya nanti melalui surat, kemudian kita diskusikan dengan BPKD dan Pak Sekda terkait langkah apa yang harus kita ambil," sebut Bupati Aula Rapat Kodim 1615 Lombok Timur.

Lebih lanjut, kata Bupati Iron, sejumlah desa telah menyerahkan lahan dan dinilai memenuhi ketentuan. Sementara desa yang belum memperoleh persetujuan akan dicarikan alternatif penyelesaian bersama.

"Banyak kepala desa yang takut melakukan tukar guling. Kita berikan penjelasan bahwa tidak usah takut, yang penting dilakukan sesuai aturan," jelasnya.

Ia menegaskan, penentuan harga dalam proses tukar guling tidak boleh dilakukan oleh pihak yang melakukan transaksi. Penilaian harus dilakukan oleh pihak yang berwenang melalui appraisal.

"Tidak boleh antara pihak satu dengan pihak lain yang menentukan. Tetapi appraisal yang menentukan," tegasnya.

Selain tukar guling, Pemkab Lombok Timur juga mengidentifikasi kemungkinan pemanfaatan lahan milik pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi yang berada di wilayah desa.

Menurut Bupati, apabila sebuah desa tidak memiliki lahan yang memadai, terdapat kemungkinan menggunakan lahan milik pemerintah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Bahkan, lahan milik badan negara yang tidak dimanfaatkan juga dapat menjadi salah satu alternatif sepanjang memenuhi aturan.

"Kita sedang mencari solusinya bersama Pak Dandim, kemudian Pak Kapolres, Pak Sekda dan yang lainnya. Kita adakan semacam penyamaan suara, supaya semuanya memiliki pemahaman yang sama," bebernya

Haerul menegaskan pemerintah tidak boleh ikut campur dalam menentukan harga maupun melakukan transaksi jual beli lahan.

"Yang penting kita sebagai pemimpin tidak boleh ikut campur dalam menentukan harga jual beli dan sebagainya. Transaksi tidak boleh sama sekali. Silakan appraisal yang menentukan," terangnya. (gok)

Konsep Kesetaraan Gender Mengakar di Bayan, Putri Mahkota Swedia Dibuat KagumLombok Utara, barbareto.com - Duta Kehormat...
07/09/2026

Konsep Kesetaraan Gender Mengakar di Bayan, Putri Mahkota Swedia Dibuat Kagum

Lombok Utara, barbareto.com - Duta Kehormatan UNDP, Putri Mahkota Victoria dari Swedia, mengunjungi Masjid Adat Bayan dan berdialog dengan masyarakat adat di Desa Karang Bajo, Kabupaten Lombok Utara, pada Minggu (6/9) kemarin.

Kunjungan tersebut didampingi Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, dan Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri.

Turut hadir Sekretaris Negara untuk Perdagangan Internasional Swedia Diana Janse dan Resident Representative UNDP Indonesia Sara Ferrer Olivella.

Dialog berlangsung hangat. Salah satu pranata adat Karang Bajo, Raden Gedarib, menyapa Putri Mahkota menggunakan bahasa Swedia.

Kepala Bidang Kebudayaan Dikbudpora Lombok Utara, Raden Sawinggih, menjelaskan filosofi masyarakat Sasak terhadap lingkungan.

"Bumi adalah ibu. Untuk menghormati kelestarian alam, masyarakat adat Bayan menempatkan perangkat adat khusus yang bertanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan secara spiritual agar dampaknya terus memberi manfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Perwakilan perempuan adat, Denda Wensi, memaparkan konsep Gumi Inaq atau Bumi Ibu sebagai simbol kesuburan. Ia menegaskan nilai kesetaraan gender telah mengakar dalam adat Bayan.

"Perempuan memiliki peran strategis. Dalam ritual adat, perempuan memegang urusan internal, laki-laki di bagian eksternal. Tidak ada perempuan yang dimarginalkan. Dalam pengambilan keputusan, perempuan adat Bayan selalu dilibatkan, baik melalui forum adat maupun Musrenbang," tuturnya.

Kepala Desa Karang Bajo, Satradi, menyampaikan masyarakat menjaga empat hutan adat yang menyokong 37 titik mata air. Salah satunya Hutan Adat Pengempokan seluas 9,27 hektare yang kini direboisasi pada 2025-2026 melalui kolaborasi dengan pemerintah.

Tradisi "Selamat Mata Air" juga masih dipelihara. Petani baru menanam setelah ritual selesai dilaksanakan. Masjid Kuno Bayan tetap menjadi pusat ritual pada Idulfitri, Iduladha, dan Maulid Adat.

"Kami berharap kawasan ini ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Kebudayaan Nasional. Jika nilai adat ini hilang, apalah jadinya daerah kita. Tagline NTB Mendunia sejalan dengan cita-cita kami agar Bayan dikenal internasional," kata Satradi.

Putri Mahkota menyampaikan apresiasi. "Terima kasih atas keramahtamahan yang hangat. Ini pengalaman istimewa berkunjung ke hutan adat. Saya tersentuh melihat bagaimana masyarakat menurunkan pengetahuan dan kearifan lokal kepada generasi muda," ungkapnya.

"Saya merasa terhormat menjadi bagian dari interaksi budaya masyarakat adat di sini," tambahnya.

Usai dialog, rombongan menyaksikan prosesi "nyesek" atau tradisi menenun kain khas Sasak oleh perempuan adat.

Pemerintah Provinsi NTB menyambut positif kunjungan ini sebagai pengakuan internasional terhadap nilai budaya, pelestarian lingkungan, dan kesetaraan gender di NTB. (*)

Prosesi "Tanjek Teken" Dimulai, Desa Sade PemulihanLombok Tengah, barbareto.com - Prosesi "Nyemulak" atau "tanjek teken"...
03/09/2026

Prosesi "Tanjek Teken" Dimulai, Desa Sade Pemulihan

Lombok Tengah, barbareto.com - Prosesi "Nyemulak" atau "tanjek teken" menandai dimulainya pemulihan Kawasan Dusun Adat Sade 1, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, pada Kamis 3 September 2026.

"Tanjek teken" merupakan penanaman tiang pancang utama bangunan pertama kali dalam tradisi masyarakat Sasak.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan pemulihan Sade bukan sekadar membangun rumah, melainkan merekonstruksi sejarah dan peradaban.

“Kita sedang merekonstruksi, bukan rekonstruksi bangunan, tetapi kita sedang merekonstruksi sejarah dan peradaban. Karena itu Satgas ini harus multidisipliner. Butuh arsitek, teknik sipil, kehutanan, kesehatan masyarakat, hingga desain interior,” ujarnya.

“Karena kita membangun ini tidak tiap tahun. Yang kita bangun sekarang inilah yang akan kita wariskan 30-40 tahun ke depan. Jadi sekali membangun, ayo kita bangun yang benar sekalian,” tegasnya.

Prosesi "tanjek teken" untuk pembangunan kembali rumah dan fasilitas Sade digelar khidmat pada 21 Rabiul Awal pukul 08.00 - 10.00 Wita. Pemilihan waktu mengacu pada hitungan urige dan permintaan para penglingsir agar pembangunan dimulai di bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri menyebut keputusan itu memiliki makna mendalam.

“Itulah sebabnya ada Maulidin Nabi. Para penglingsir tidak mau kalau bukan bulan ini. Tujuan kita menyiapkan ini untuk generasi berikut yang akan datang,” ungkapnya.

Rekonstruksi 75 Rumah Adat dan Fasilitas Ekonomi

Berdasarkan laporan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB Lalu M. Faozal, musibah di Sade 1 merusak 75 rumah adat, 8 berugak, 6 sekenam, 1 masjid besar, 1 museum, 2 toilet, dan 69 tempat usaha. Kaidah pembangunan akan mengacu pada tradisi turun-temurun.

Pembangunan dimulai dari Bale Beleq. Masjid dibantu MIM Foundation. Museum semi-permanen disokong PT Otsuka, dan buku rekonstruksi dari UNRAM. Sekenam ditargetkan rampung sebelum MotoGP 9-11 Oktober agar wisatawan dapat berkunjung.

Fasilitas penunjang seperti penataan toilet, sanitasi air, parkir, dan kelistrikan disiapkan bersama UNRAM dan CSR PT PLN. Bantuan mitra lain seperti PT STM dan Bluebird juga diserahkan.

Gubernur mengarahkan pembentukan Satgas khusus dengan satu rekening bersama yang transparan. Prioritas lain adalah percepatan fasilitas ekonomi seperti museum semi-permanen, anjungan pantau, dan sentra tenun agar roda ekonomi warga tetap berjalan.

“Momentum ini juga menjadi proyek kebudayaan besar pertama NTB. Setelah memiliki BPK sendiri, Pemprov mendorong penetapan Sade sebagai desa adat dan situs budaya, tidak lagi sebatas desa wisata,” pungkasnya. (*)

Kampus TGB Perpanjang Pendaftaran Mahasiswa Baru 2026Lombok Timur, barbareto.com - Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH...
03/09/2026

Kampus TGB Perpanjang Pendaftaran Mahasiswa Baru 2026

Lombok Timur, barbareto.com - Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor memperpanjang masa pendaftaran mahasiswa dan mahasiswi baru. Kampus yang dipimpin oleh Tuan Guru Bajang (TGB) Dr. Muhammad Zainul Majdi itu memperpanjang pendaftaran dimulai dari tanggal 1 hingga 30 September 2026.

Wakil Rektor III IAIH Pancor, Dr. Ahmad Muzayyin, MA, mengatakan perpanjangan masa pendaftaran tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan lebih luas kepada masyarakat, khususnya calon mahasiswa yang belum sempat melakukan pendaftaran.

"Kami berharap perpanjangan ini dapat memberikan ruang yang lebih luas kepada masyarakat, khususnya calon mahasiswa yang belum sempat melakukan pendaftaran, agar tidak kehilangan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi," ucapnya. (3/9/2026)

Menurutnya, kesempatan tersebut diharapkan dapat mendorong semakin banyak generasi muda untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Selain itu, IAIH Pancor berkomitmen untuk terus menghadirkan pendidikan yang berkualitas, relevan, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Senada, Wakil Rektor I IAIH Pancor, Dr. H. Abdul Hayyi Akrom, mengatakan perpanjangan pendaftaran selama satu bulan ini merupakan momentum penting bagi masyarakat untuk bergabung menjadi bagian dari civitas akademika IAI Hamzanwadi Pancor.

"Kami sangat mengharapkan masyarakat umum, khususnya yang putra-putrinya telah atau sedang menyelesaikan pendidikan di SMA, Madrasah Aliyah maupun SMK, untuk bergabung menjadi mahasiswa baru di IAI Hamzanwadi Pancor," katanya.
Ia menjelaskan, IAI Hamzanwadi Pancor menyediakan 10 program studi yang tersebar di tiga fakultas.

Di Fakultas Tarbiyah, terdapat Program Studi Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Pendidikan Bahasa Arab, serta Pendidikan Islam Anak Usia Dini.

Sementara di Fakultas Syariah, tersedia Program Studi Perbankan Syariah, Ekonomi Syariah, dan Hukum Ekonomi Syariah.

Sedangkan di Fakultas Dakwah, terdapat Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Manajemen Dakwah, serta Bimbingan dan Konseling Islam.

Abdul Hayyi menegaskan, seluruh program studi yang tersedia telah terakreditasi. Ia berharap perpanjangan masa pendaftaran ini dapat dimanfaatkan masyarakat dari berbagai daerah untuk bergabung menjadi mahasiswa baru IAI Hamzanwadi Pancor.

"Semoga pada masa perpanjangan ini banyak masyarakat kita dari berbagai penjuru yang ikut mendaftar sebagai mahasiswa-mahasiswi baru IAI Hamzanwadi Pancor tahun 2026," harapnya.

Pihak kampus pun mengajak para calon mahasiswa untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dan segera melakukan pendaftaran sebelum masa perpanjangan berakhir pada 30 September 2026.

Mari manfaatkan kesempatan ini untuk maju bersama dan meraih masa depan melalui pendidikan tinggi di IAI Hamzanwadi Pancor. (*)

TGB Sebut Lombok Timur Punya Modal Menuju Daerah MajuLombok Timur, barbareto.com - Ketua Umum (Ketum) NWDI, Tuan Guru Ba...
31/08/2026

TGB Sebut Lombok Timur Punya Modal Menuju Daerah Maju

Lombok Timur, barbareto.com - Ketua Umum (Ketum) NWDI, Tuan Guru Bajang (TGB) Dr. H. Muhammad Zainul Majdi pada hari ini, Senin 31 Agustus 2026 mengisi acara Tabligh Akbar dalam rangka memperingati hari jadi Lombok Timur ke 131 tahun di Taman Tugu Selong.

Pada kesempatan itu, TGB menjelaskan terdapat empat poin yang menjadi barometer majunya suatu daerah. Menurutnya, Lombok Timur sudah memiliki modal tersebut untuk berkembang dan menjadi daerah yang maju.
‎
‎Pertama ialah cinta kepada ilmu. Menurutnya, kecintaan warga Lombok Timur terhadap pendidikan terlihat dari banyaknya putra-putri daerah yang menempuh pendidikan hingga ke berbagai daerah, bahkan banyak yang melanjutkan studi ke luar negeri.
‎
‎“Ketika saya sampai di Mesir, saya lihat dan berjumpa dengan mahasiswa Al Azhar yang berasal dari NTB, ternyata paling banyak asalnya dari Lombok Timur,” katanya.
‎
Kemudian yang ‎kedua, masyarakat Lombok Timur memiliki keberanian untuk merantau. Kata TGB, keberanian meninggalkan kampung halaman bukan sekadar untuk mencari penghidupan, tetapi juga untuk belajar.
‎
‎“Anak-anak Lombok Timur harus pergi ke tempat-tempat yang jauh, belajar. Nanti pulang, bangun Lombok Timur,” tandasnya.
‎
Poin ketiga, yaitu masyarakat Lombok Timur memiliki sifat terbuka terhadap orang lain. Karakter terbuka tersebut membuat masyarakat Lombok Timur mampu menerima siapa pun yang datang dan ikut berkontribusi membangun daerah.
‎
‎“Siapa pun yang datang ke Lombok Timur, kita terima sebagai tamu. Walaupun dia tidak lahir di Lombok Timur, hakikatnya dia bagian dari kita sebagai masyarakat Lombok Timur,” sebutnya.
‎
‎Keempat, masyarakat Lombok Timur memiliki keberanian untuk membela kebenaran. Sifat tersebut juga tercermin dari sejarah perjuangan masyarakat Lombok Timur dalam menghadapi penjajahan.
‎
‎“Orang Lombok Timur juga punya sifat berani membela kebenaran,” ujarnya. (gok)

Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin menghadiri perayaan hari jadi Lombok Timur ke 131 tahun. (31/8/2026)Perayaan HUT ...
31/08/2026

Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin menghadiri perayaan hari jadi Lombok Timur ke 131 tahun. (31/8/2026)

Perayaan HUT Lombok Timur kali ini dilaksanakan secara sederhana, berlokasi di taman tugu selong.

Anyaman Bambu Loyok Siap Kembali MenduniaLombok Timur, barbareto.com - Pemuda pemerhati budaya yang tergabung dalam seju...
30/08/2026

Anyaman Bambu Loyok Siap Kembali Mendunia

Lombok Timur, barbareto.com - Pemuda pemerhati budaya yang tergabung dalam sejumlah organisasi pemuda Desa Loyok, mulai dari Karang Taruna, Bajang Loyok Mentangi, Bajang Drex, Daster, hingga Praja bersama Pemerintah Desa Loyok kembali bersiap menggelar event budaya Gawe Adat Inan Dowe II pada 8 hingga 9 September 2026.

"Kegiatan ini merupakan langkah nyata pemuda dan pemerintah desa dalam melestarikan warisan leluhur," kata Ketua Panitia Event Gawe Adat Inan Dowe II, Lalu Arya Minggu (30/08/2026).

Penyelenggaraan acara tahun ini dirancang lebih meriah dibanding gelaran sebelumnya karena melibatkan sinergi dari berbagai pihak. Panitia menggandeng jajaran Pemkab Lombok Timur hingga Pemprov NTB guna mendukung kesuksesan agenda perayaan seni budaya lokal tersebut.

"Inan Dowe ini berasal dari kata inan yang berarti ibu atau pusat yang utama, dan dowe yang berarti harta atau milik kekayaan," terangnya.

Nama acara tersebut membawa makna filosofis yang sangat mendalam bagi seluruh masyarakat Desa Loyok. Istilah ini merujuk pada identitas desa sebagai pusat kerajinan dan muara utama dari tradisi kriya bambu di kawasan NTB.

"Kami menegaskan di event ini bahwa seni anyaman bambu memang milik nenek moyang kami karena banyak pihak yang mengklaimnya," tegas Arya.

Langkah penegasan klaim historis ini menjadi fokus utama gerakan para pemuda desa dalam festival budaya kali ini. Rangkaian acara sengaja disusun untuk memperkuat pemahaman publik mengenai asal-usul asli karya seni bambu setempat.

"Acara ini direncanakan akan dihadiri langsung oleh Gubernur NTB, Bupati Lombok Timur, dan sejumlah pejabat lainnya," ungkapnya.

Kehadiran para pemangku kebijakan daerah diharapkan membawa dampak positif bagi perkembangan sektor industri kreatif warga. Panitia berupaya menjadikan momentum perayaan ini sebagai panggung publikasi berskala internasional.

"Kami berharap melalui event ini produk anyaman bambu Desa Loyok bisa kembali mendunia," katanya.

Dukungan penuh terhadap inisiatif pemuda desa ini juga mengalir deras dari Kepala Desa Loyok, Lalu Bahaidin. Pihaknya menilai kolaborasi lintas generasi menjadi kunci utama keberhasilan pelestarian tradisi daerah.

"Pemerintah desa memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas semangat para pemuda yang terus merawat warisan budaya," ujar Lalu Bahaidin.

Pihak desa berkomitmen menyediakan fasilitasi maksimal demi kelancaran seluruh tahapan gelaran perayaan tradisi. Langkah ini diambil guna memastikan warisan leluhur tetap lestari dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.

"Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang melestarikan tradisi, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi warga lokal," tambahnya.

Sinergi antara pemuda dan pemerintah desa diproyeksikan mampu menyedot perhatian ribuan pengunjung dari berbagai daerah. Festival ini siap menjadi agenda tahunan unggulan yang memperkokoh posisi Desa Loyok sebagai sentra kerajinan bambu utama.

"Semoga seluruh rangkaian acara berjalan sukses dan membawa kebanggaan bagi daerah," pungkasnya. (*)

Address

BTN La Vida Desa Telagawaru Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat
Lombok
83361

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Barbareto posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Barbareto:

Shortcuts

Share