Jejak Hujan

Jejak Hujan “menulis dan membaca
adalah keabsahan pola-pikir
untuk menjelajahi kata-kata dunia ”

SABDA JEJAK HUJANKU Biarpun ekspresi wajahku berbeda-beda, namun jejak hujan ini selalu eksis dan bercakap dengan kepedu...
07/08/2025

SABDA JEJAK HUJANKU

Biarpun ekspresi wajahku berbeda-beda, namun jejak hujan ini selalu eksis dan bercakap dengan kepedulianmu. Tuk menulis mimpinya di sajadah umur panjang kita.

Dan, walau ini malam wajah langit nampak muram dan berawan sendu: kita jangan takut!
Sudah pasti awan rahasia-Nya menyalami kerinduan angin dan hujan. Dan hanya kesadaran kita-lah, jiwa berkasih sayang ini yang selalu ada di dalam perjalanan pulangnya.

Aku dan kamu, menyimpan begitu banyak catatan hidup—dengan rasa penuh tanggung jawab, dan bermuara doa yang berlinang airmata, 'tuk melawan lupa yang selalu digubris oleh zaman. Oleh waktu yang diakali manusia.

Lombok, 30 Juli 2025
✍️ Ijenk Shevchenko 🌏

SORE DI PERSAWAHAN Anginnya begitu sejuk, kuharap tidak ada namanya perhitungan, dan bawa sertalah rasa ini ke ingatanmu...
07/07/2025

SORE DI PERSAWAHAN

Anginnya begitu sejuk, kuharap tidak ada namanya perhitungan, dan bawa sertalah rasa ini ke ingatanmu; agar hubungan kita semakin harmonis seperti sediakala.

Adalah soreku di persawahan, aku sendiri dan melihat betapa senangnya tanaman kita, saat arah angin hanya berhenti di dalam ceritaku, dan lalu kuajak ia berfoto, sesaat hujan turun membasahi wajah cerianya.

Dan yang aku tanam ini adalah sebenar-benarnya kesabaran hidup, harapan dan doa kita sepanjang waktu. Sebelum senja itu benar-benar menyapa, kau dan aku telah memilih dan memilah jalan yang terbaik di endapan sang waktu.

✍️ Ijenk Shevchenko 🌏

SAWAH IMPIAN KITA Di kening dan wajahmu, ia bermusimkan surga ketabahan hati. Yang bercakap dan berdoa bersama mentariny...
23/06/2025

SAWAH IMPIAN KITA

Di kening dan wajahmu, ia bermusimkan surga ketabahan hati. Yang bercakap dan berdoa bersama mentarinya, lalu berteduh di atapnya rembulan. Dengan balada kesaksian kita; airmata cinta yang selalu menyirami, anak-anak kata di dalam perjalanan hidup ini.

Dan kasihku, dengan angin aku ingin berusaha keras, tuk mencari kebahagiaanmu, dan meyakinkan hidupmu itu. Walau jalan yang aku tempuh—selalu berlubang dan berkelok cerita. Namun jiwa ini tulus ikhlas menemani, sebelum wajah langitku benar-benar bersedih dan berterimakasih diselimuti keranjangnya bumi. Oh sayang, sepasang mata kita kan tetap hidup dalam kedewasaan ingatannya, dan bersuluh mimpi bersama sang waktu. Percayalah!

Lombok, 23 Juni 2025
✍️ Ijenk Shevchenko 🌏

Empat belas hari, kita bercumbu di altarnya langit, dengan galaksi rindu yang berkabut tabah, dan cerita bumi yang mende...
22/06/2025

Empat belas hari, kita bercumbu di altarnya langit, dengan galaksi rindu yang berkabut tabah, dan cerita bumi yang mendekap sang awan, yang melebur janjiku di dalam keheningan malam. Lalu memenjarakan kita dengan kepuasan cinta, yang berantai air mata, yang menderas dalam sukma. Dan kita ini adalah sepasang mata, yang tenggelam lebih lama mewaktu bersama matahari.

Nikmati setiap momen yang ada, sebagaimana saya selalu mengekspresikan diri dengan sosial media. Dan betapa semangatnya ...
22/06/2025

Nikmati setiap momen yang ada, sebagaimana saya selalu mengekspresikan diri dengan sosial media. Dan betapa semangatnya saya dalam berkarya, dan jika sudah waktunya tiba; rezeki itu akan mengalir ikhlas, tersenyum dan bermuara kasih di halaman hidupku, Sayang.

ADAB DI BALIK SEPEDA TUAKesaksian alam, telah menyandarkan setiap mata batin ini, di antara sisi positifnya perjuangan. ...
20/06/2025

ADAB DI BALIK SEPEDA TUA

Kesaksian alam, telah menyandarkan setiap mata batin ini, di antara sisi positifnya perjuangan. Yang mengayuhkan hidupku, yang bercerita dengan ketabahan matahari, dan yang merindu pada ketetapan Ilahi.

Aku berusaha keras, meyakinkan diri bahwa hubungan persaudaraan: “tidak ada namanya perhitungan.” Jikalau ia saling mendukung, saling asih dan asuh. Dan menerima keadaan, jika salah satunya nanti; ada yang papa.

Oh sang pemberi jalan, dari waktu ke waktu: sesungguhnya dengan penyempurnaan kasih sayangmu itu, daku ingin terlelap dalam mimpi. Membasahi waktuku yang hampir pucat digusur oleh zaman. Dan menghitung bintang, di dalam doa sapu jagat kita. Lalu, kepadamu kekasih, berlian mata dalam perjumpaan Maharahmat-Nya; biarlah separuh bumiku ini bercerita lagi, dan lagi dalam cerminan diri.

Lombok, 20 Juni 2025
✍️ Ijenk Shevchenko 🌏

DIKAULAH SEGALANYA Jika tanpamu, aku bisa apa! Seluas daratan cinta ini, kita telah sanggup jelajahinya. Bermusim dan be...
17/06/2025

DIKAULAH SEGALANYA

Jika tanpamu, aku bisa apa! Seluas daratan cinta ini, kita telah sanggup jelajahinya. Bermusim dan berskala besar. Sebuah propaganda, dari cerita ketabahan bahkan suara hati yang menyayat jiwaku.

Dan dari yang sudah-sudah; yang menyadarkan disebalik lamunan waktumu.

Kini dan selamanya, pengalaman itu adalah nasihat hidupku. Agar kedepannya—kita mampu melihat dunia lagi. Satu hal dalam bayang-bayang rinduku: “Dia akan selalu ada, tersenyum, tertawa, dan ikhlas menjalani. Bersamamu tuk melewati semua rekam jejak ini di antara hujan air mata kita, Kekasih.”

Lombok, 16 Juni 2025
✍️ Ijenk Shevchenko 🌏

Tidak ada yang istimewa dalam diriku; tersebab aku hanyalah seorang anak laki-laki—yang sedari kecil sudah begini dan be...
15/06/2025

Tidak ada yang istimewa dalam diriku; tersebab aku hanyalah seorang anak laki-laki—yang sedari kecil sudah begini dan begitu. Pun keutamaan pergi ke sawah, adalah mencakup semua aspek kehidupanku dalam berumah tangga. Dan ini murni abjad puisiku sedari lahir. Sahabat iman.








MASIH TENTANGMU(menanak rindu di waktu subuh)“Segala uapan kasih, mengepullah bersama dosa.” Masih tentangmu, Sayang! Di...
07/06/2025

MASIH TENTANGMU
(menanak rindu di waktu subuh)

“Segala uapan kasih, mengepullah bersama dosa.” Masih tentangmu, Sayang! Dikala embun pagi menyapaku dengan bahasa cintanya: air wudhu ini akan terjaga dan tersenyum selalu. Tiada mengering, dan takkan mengusam semrawut. Ia memancar diri di antara ruang-ruang sujud, dan berkilauan dalam bola matanya.

Adalah rahmat dan kasih sayang-Nya; diriku setia menjaga, “walau wajahku kian berlumut terbengkalai oleh zaman.” Aku tidak perduli. Dan aku selalu merajutkan mimpi mereka. Dengan bahasa cintaku yang tertanam indah di lubuk hatimu.

Tak ada yang buruk, apalagi terpaksa. Setiap ujian itu, adalah kemampuan diri dalam menghadapi segala tantangan hidup. Dan, jiwa klasikku pun berusaha tegar. Dan menatap masa depannya. Menjadikan ia tumbuh beradab penuh harapan. Walau kerinduan ini selalu menghantuiku di dalam ruang imaji.

Sayang, yakinlah fajar kan selalu bersama kita. Yang mengitari bumi ini di antara jejak-jejaknya hujan. Dengan perenungan mendalam dan bertasbih lirih—dari waktu ke waktu.

Belitung, 07 Juni 2025
✍️ Ijenk Shevchenko 🌏

DOAKU SEPANJANG HIDUP (dari merangkak aku sudah merasakannya)Lihatlah tampang wajah ini! Ia serupa air yang mendidih dar...
06/06/2025

DOAKU SEPANJANG HIDUP
(dari merangkak aku sudah merasakannya)

Lihatlah tampang wajah ini! Ia serupa air yang mendidih dari perapian cinta, bagai ombak tenang dalam pantai ceritamu, dan telaga Al-Kautsar di dalam kitab-Nya. Bumi dan langit sudah pasti tahu itu semua. Bahkan, suara-suara burung pun juga tahu.

Tigapuluh lima tahun, aku terdiam dalam bayang kenang. Sejuta malu yang tumpah ruah dalam kesedihan orang tua. Dan senyuman sang guru yang selalu menasehati, kala aku membandel diri dan sering keluyuran.

“Maha disebalik gubuk tua, yang selalu aku dengar dari kisah nyatanya.” Sang anak puisi yang tidak terlahir dari rahimnya.

Tapi alhamdulilah, Tuhan menjagaku selalu. Dari bara api yang mengandung hujan. Dari bahasa hitam-putihnya kehidupan. Dan dari metafora—turbulensinya udara.





Belitung, 05 Mei 2025
✍️ Ijenk Shevchenko 🌏

Address

Lombok

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Jejak Hujan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share