10/09/2026
Sejumlah gunung api mengalami erupsi atau meletus secara bersamaan pada awal September 2026. Lantas, apa penyebabnya?
Gunung yang erupsi dalam beberapa hari terakhir yakni Gunung Anak Krakatau, Gunung Semeru, Gunung Ili Lewotolok, Gunung Ibu, Gunung Lewotobi Laki-laki, dan Gunung Sinabung. Fenomena ini tergolong tidak biasa, karena kejadian serupa jarang ditemukan dalam beberapa dekade terakhir.
Dosen Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) Indranova Suhendro menjelaskan, setiap gunung api memiliki karakteristik dan siklus aktivitasnya masing-masing. Menurutnya, kesamaan waktu erupsi lebih tepat dilihat sebagai pertemuan siklus aktivitas yang berbeda.
Menurut Indranova, ketika siklus-siklus itu beririsan pada satu periode, sejumlah gunung api dapat terlihat aktif secara bersamaan.
“Menurut saya ini lebih ke masalah timing,” kata Indranova, melansir laman resmi UGM, Selasa (8/9).
Kesamaan jalur subduksi di Indonesia juga tak otomatis menunjukkan hubungan langsung antarsistem magma. Setiap gunung mempunyai sistem magma yang bekerja secara lokal, sehingga erupsi pada satu gunung tidak otomatis memicu gunung lainnya (sumber: CNN Indonesia).
Menurut Badan Geologi, Indonesia berada di kawasan Pacific Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik dan punya banyak gunung api aktif. Beberapa gunung api dapat erupsi pada hari yang sama secara alami.
Badan Geologi menjelaskan, masing-masing gunung api memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lain. Selain itu, erupsi juga merupakan aktivitas rutin gunung api, meski tidak selalu erupsi dengan skala besar.
Oleh karena itu, erupsi beberapa gunung api yang terjadi pada hari yang sama merupakan aktivitas vulkanis yang alami dan tidak saling memicu satu sama lain (sumber: Badan Geologi Indonesia).
Sementara itu khusus Gunung Rinjani saat ini status vulkaniknya masih berada di Level II Waspada. Sehingga masyarakat atau pendaki dilarang beraktifitas di radius 1.5 km.
Foto: ilustrasi/indoflashlight