26/03/2022
Meminjam istilah Jack Welch, salah satu pemimpin legendaris General Electric (1981-2001) menyebut ketika Anda menjadi pemimpin, Anda tidak diberi mahkota, melainkan Anda diberi tanggung jawab untuk mengeluarkan yang terbaik dalam diri orang lain.
Untuk mengeluarkan potensi terbaik orang lain tentu butuh refrensi yang beragam dan banyak belajar ke pendahulu.
Sama halnya dengan tanggung jawab yang diemban saat ini, bisa dibilang saya bau kencur, dan harus banyak belajar dengan para pimpinan Perguruan Tinggi Swasta di NTB, salah satunya dengan tokoh-tokoh dalam dokumentasi ini. Ada mentor saya, Rektor Institut Pendidikan Nusantara Global, B**g Muhsinun Ketua STIE 45 Mataram, Pak Kyai Arsyad A Gani Rektor Univ Muhammadiyah Mataram, Pak Muhyi Abidin Rektor Univ Nahdhatul Wathan, Mantan Bupati KSB Pak Kyai Zulkifli Muhadli yang saat ini sebagai Rektor Univ Cordoba Sumbawa, Pak Chairun Nasirin Ketua STIKES Mataram, dan tentunya partner saya Rizwan Ikromi Rektor Institut Teknologi dan Kesehatan Aspirasi.
Banyak hal kami perbincangkan, namun tidak bisa dideskripsikan satu persatu. Pada poinnya kami bersepakat untuk terus bersinergi dan berkolaborasi membangun SDM Indonesia, terutama di wilayah NTB.
Saya sebagai anak muda bau kencur sangat antusias menyerap ilmu dan pengalaman mereka, terutama dalam pengelolaan Perguruan Tinggi, insya Allah dengan modal menjadi aktivis kampus baik intra dan ekstra bisa menjadi salah satu modal utama berimprovisasi dengan lingkungan baru.
Dokumentasi ini diambil selepas acara "Rakerda LLDIKTI Wilayah VIII Bali-NTB" pada beberapa waktu yang lalu. Forum tersebut menjadi ajang silaturrahmi dan aspirasi tahunan para pimpinan Perguruan Tinggi wilayah VIII.
Momen ini tentu dimanfaatkan sebaik-baiknya, terutama bisa silaturrahmi dengan yang lainnya. Sebagai generasi muda, belajar dan silaturrahmi adalah keharusan yang harus dibiasakan sejak dini. Ibarat kata "silaturrahmi" itu bisa mendatangkan semua hal; ilmu, rezeki, dan sebagainya.
Kalau istilah Syeikh Siti Jenar dalam "Suluk Sang Pembaharu Perjuangan dan Ajaran" karangan Agus Sunyoto menyebutkan sesungguhnya tidak ada manusia yang sebatangkara di dunia ini. Kesebatangkaraan, nyatanya, hanya ada akibat ketidaktahuan seseorang akan keberadaan jati dirinya sebagai bagian dari keturunan Adam. Hal juga terjadi akibat enggan bersilaturrahmi.
Dalam kesempatan yang sama juga berjumpa dengan senior saya di Ikatan Alumni Darul Abror (IKADAR) Gunung Rajak, B**g Zainul Fahmi. Wajahnya begitu familiar, meskipun saya jauh dibawah beliau.