16/01/2026
Sering disugesti sama orang lain buat kasihan sama orang lain, lah diri sendiri aja masih jauh lebih kasihan. Orang-orang ini mentang -mentang kita punya kerjaan seakan kita punya kewajiban Lo buat bantu orang lain, padahal kesusahannya tidak seberapa, dibanding kita yang tanggung jawabnya seabrek.
Pernah disuruh kasihan dan ngajak patungan biayain sekolah 2 anak, padahal orangtuanya masih lengkap, masih muda -muda juga. hanya lagi nggak akur aja tu orangtua, tapi transferan masih lancar dari ayahnya juga di rantauan hanya karena dia udah nggak sekolah di sekolah swasta yang bayarannya lumayan. Lah kan dia bisa pindah ke sekolah biasa dulu, atau beradaptasi dengan menurunkan standar hidup dalam banyak hal, misalkan kalau ekonomi lagi turun, padahal adekku aja sekolah, SPP nya yang tanggung Pamanku karena adekku Anak yatim, dan pamanku ngerasa tangung jawab sebagai pengganti ayahku walaupun tidak semuanya sih, setidaknya dalam hal pendidikan adekku.
Si keluarga anak itu juga bukan orang yang susah -susah amat. Rumahnya besar, dan mewah, lantainya marmer mahal, dan perabotannya mahal juga. Bukan rumah biasa lah intinya. Nah diriku, jangankan rumah, tanah tempat membangun saja belum ada. Kudu aku nabung bertahun-tahun untuk bisa bangun rumah, karena tidak ada sponsor dari orang tua kayak mereka. Masak dalam keadaan begitu aku harus lebih kasihan kemereka timbang diriku sendiri...?
Orang-orang makin kesini makin aneh. Masa kita harus bertanggung jawab atas kesusahan orang lain yang dibuat sendiri. Minta bantuan boleh aja, tapi jangan maksa orang lain harus nanggung kesusahanmu. Sampai dikatain tega lah,. Padahal kita juga lagi berjuang, sekuat-kuatnya untuk bisa mandiri dan punya ini itu.