Aida alfarizqy

Aida alfarizqy Konten sehari-hari
(1)

25/08/2026

Sebutkan keinginan mu
Doa' terbaik mu
Semoga segala hajat hidup kita semua diijabah aamiin 🤲🏻

Ya Allah... baru mau buka warung, pintu udah dig3dor-g3dor ker4s pagi-pagi. 😭😭😭😭Aku langsung buru-buru keluar karena kup...
02/08/2026

Ya Allah... baru mau buka warung, pintu udah dig3dor-g3dor ker4s pagi-pagi. 😭😭😭😭
Aku langsung buru-buru keluar karena kupikir ada keperluan penting. Ternyata ada ibu-ibu yang mau beli gas.
🗣️ "Kak... gasnya ada?"
👩 "Ada, Bu."
🗣️ "Berapa harganya?"
👩 "23 ribu, Bu."
🗣️ "Hah? Kok mahal banget! Di sana aja 20 ribu."
👩 "Maaf ya, Bu. Saya bukan pangkalan. Saya juga ambil gas dari sana, jadi wajar kalau saya ambil sedikit keuntungan buat biaya angkut, tenaga, dan risik0."
🗣️ "Tetap aja kemahalan. Untungnya kebanyakan."
Jujur, rasanya nyesek. Warung kecil selalu dijadikan bahan perbandingan. Padahal kami juga beli pakai modal, angkut sendiri, dan berharap ada sedikit keuntungan untuk menyambung hidup.
Kalau memang di tempat lain lebih murah, aku sama sekali nggak marah kalau beli di sana. Tapi rasanya sedih kalau warung kecil selalu dibilang mahal hanya karena mencari untung sedikit.
Akhirnya ibu itu pergi sambil masih ng0mel-ng0mel, dan aku cuma bisa mengh3la napas. 😔
Menurut kalian, ambil untung Rp2.000 untuk ju4l gas itu masih wajar atau kemahalan?

Tadi di jalan tengah tengah jalan Uang pada berhamburan Ada 5 Rban , 2 Rbn 2  50 RbnKata suami Uang orang naik motor tad...
01/08/2026

Tadi di jalan tengah tengah jalan Uang pada berhamburan Ada 5 Rban , 2 Rbn 2 50 Rbn
Kata suami Uang orang naik motor tadi lewat bawa tas entah jatuh gak sengaja atau sengaja di jatuhin , Tadinya mah mau di ambil tp udah takut duluan ,,ini uangnya ga aku ambil yaa soalnyaa takuttt😭😭😭

Tomat nya sih bagus ,buah nya lebat Dan tidak ada yg cacat 🫰Sayang nya harga nya cuma 2rbu🥹Kalah sama harga pupuk
31/07/2026

Tomat nya sih bagus ,buah nya lebat
Dan tidak ada yg cacat 🫰
Sayang nya harga nya cuma 2rbu🥹
Kalah sama harga pupuk

Seneng banget hari ini, ceritanya aku beli 4 pack permen big babol ini nggk nyampe 2 jam ludes. Tapi aku pikir agak hera...
27/07/2026

Seneng banget hari ini, ceritanya aku beli 4 pack permen big babol ini nggk nyampe 2 jam ludes. Tapi aku pikir agak heran juga nggk biasanya bocah bolak balik cuma beli permen ini.

Aku jual 1000 4, apa iya kemurahen guyss soalnya aku samain sama harga permen lain. Soalnya udah lama aku nggk jual permen ini dan di notapun harganya digabung.

Kalian jual permen big babol ini 1000nya dapet berapa guyss..

Barusan ada ibuk"  beli pulsa 10rb, aku bilang bayarnya 13.000 ya Bu...,Katanya si ibuk kok kemahalan, disana cuma 12rb😔...
16/07/2026

Barusan ada ibuk" beli pulsa 10rb, aku bilang bayarnya 13.000 ya Bu...,
Katanya si ibuk kok kemahalan, disana cuma 12rb😔

Serius nanya guys...
Emang masih ada yang jual pulsa 10rb bayar 12ribu.
Padahal modalnya sekarang udah naik😌

Di tempat kalian pada jual berapa guys....???



Serius tanyaDitinggal mudik hampir 1 minggu daging sapi mahal sekitar 2 kg an busuk di frezer karna kontak kulkas nya di...
16/07/2026

Serius tanya

Ditinggal mudik hampir 1 minggu daging sapi mahal sekitar 2 kg an busuk di frezer karna kontak kulkas nya dicabut.direbus dan keluar semua ulat bel4tung nya.

Kira-kira masih bagus dikonsumsi gak ya?

Apa kasih sama orang yang mau aja ya.ini udah direbus daging nya keras cuma agak bau busuk.

Karna belatung nya aja sebanyak ini

Cuma sayang yakan kalau dibuang.uang nya aja sekitar 300 rb an.mubazir kalau dibuang.mana tau ada orang mau yakan.

Tapi kira-kira kalian pernah gak ya konsumsi daging sapi kayak gini?

Kena pr4nk pagi-pagi,Seorang ibu2 mau beli token yg 20 rb,aku bilang yg 20 lg kosong bu, adanya yg 50 ,gimana,,Si ibu la...
03/07/2026

Kena pr4nk pagi-pagi,
Seorang ibu2 mau beli token yg 20 rb,aku bilang yg 20 lg kosong bu, adanya yg 50 ,gimana,,
Si ibu langsung menyetujui “ya udah mbak yg 50 aja sekalian, biar awet”
Setelah transaksi selesai dan nomer token udah aku tulis,si ibu baru bilang “mbak tapi aku bayar 25 dulu ya,sisanya entar”
Yahh,mau nggak mau harus mau,karena token sudah dikirim😂😂
Padahal baru buka,udah dapat pr4nk 😂😂


02/07/2026

TERUS JUALAN
Gak usah mikirin siapa yang bakal beli,ALLAH dengan caranya yang akan menggerakkanhati para pembeli

32 Tahun Menghilang, Denah Itu yang Mengantar PulangKereta itu meraung, dan dalam hitungan detik, hidup seorang anak ber...
04/01/2026

32 Tahun Menghilang, Denah Itu yang Mengantar Pulang

Kereta itu meraung, dan dalam hitungan detik, hidup seorang anak bernama Zainuddin berubah selamanya.

Ia masih bocah—tak sampai tujuh tahun—ketika kakinya terpeleset masuk ke gerbong yang hendak berangkat dari sebuah stasiun kecil di Cilacap. Tak ada keluarga yang melihat. Tak ada tangan yang sempat menariknya kembali. Hanya suara pintu yang menutup rapat… dan jeritan kecil yang tenggelam oleh deru mesin.

Di rumah, ibunya panik. Ia berlari sepanjang desa, memanggil-manggil nama anak bungsunya itu. Hari berubah malam. Malam berubah menjadi minggu. Tidak ada kabar. Tidak ada jejak.

Harapan ibu itu mulai retak, tapi tidak pernah padam.

Selama 32 tahun, setiap suara kereta yang lewat membuat dadanya sesak, seolah masih ada kemungkinan anak itu turun di salah satu peron.

---

Sementara itu, ratusan kilometer dari sana, Zainuddin tumbuh sebagai laki-laki tanpa asal-usul. Ia dibesarkan di sebuah panti asuhan di Jakarta—bukan karena dititipkan, tetapi karena ditemukan seorang warga setelah terombang-ambing di kota besar tanpa identitas.

Ia mengingat kereta. Ia mengingat tangis. Ia mengingat dirinya kecil di peron yang dingin. Tapi ingatan tentang rumah? kabur. Wajah ibu? hilang. Nama ayah? kosong.

Yang tersisa hanya denah stasiun yang terus menempel di benaknya seperti bayangan yang tidak mau pergi. Tidak jelas… tapi tidak pernah hilang.

Waktu berlalu.
Ia bersekolah.
Ia bekerja.
Ia menikah.
Ia punya anak.

Namun setiap kali menutup mata pada malam hari, satu pertanyaan menvsuk dada:

“Siapa aku sebenarnya? Darimana aku datang?”

Hingga suatu malam, setelah bertahun-tahun mencoba melupakan tapi gagal, ia mengambil secarik kertas. Dengan tangan gemetar, ia menggambar denah stasiun yang menghantui ingatannya sejak kecil—peron, belokan, jalan kecil, rumah dekat tikungan rel. Hanya itu yang ia punya.

Ia memotret gambarnya.
Ia unggah ke media sosial.
Ia tulis satu kalimat:

“Saya hilang sejak kecil. Ada yang tahu stasiun ini?”

Ia tidak berharap banyak.
Tapi harapan tidak butuh banyak—cukup satu orang yang tepat.

Komentar itu datang tak lama kemudian:

> “Bang, ini mirip Stasiun Sitinggil, Cilacap.”

Jantung Zainuddin seperti dipvkul ker4s. Kata Cilacap terasa familiar, seolah jiwa kecilnya berteriak dari masa lalu.

Lalu komentar lain mengalir.
Satu menyebut dusun tertentu.
Satu lagi menyebut nama keluarga.
Dan seseorang berkata pelan:

“Di sana ada seorang ibu yang kehilangan anaknya puluhan tahun lalu. Ceritanya mirip sekali.”

Dunia Zainuddin berhenti.

Ia akhirnya tersambung melalui video call dengan keluarga yang disebut oleh netizen itu.
Ketika kamera menyala, seorang perempuan tua muncul di layar—wajahnya penuh keriput, matanya sembab seperti orang yang sudah terlalu sering menangis.

Begitu melihat wajah Zainuddin, perempuan itu menutup mulutnya. Tubuhnya bergetar keras.
Ia memegang layar seolah takut anak itu menghilang lagi.

“Nak… Zainuddin… itu kamu?”

Suara itu… entah kenapa terasa paling dikenalnya sepanjang hidup.

Zainuddin tak bisa menjawab. Air matanya jatuh duluan.

“Ibu… saya… saya nggak ingat apa-apa. Tapi… kalau benar, saya pulang…”

Perempuan tua itu menangis keras. Bukan tangis sedih—tapi tangis seseorang yang akhirnya menemukan kembali separuh jiwanya.

---

Beberapa hari kemudian, Zainuddin berdiri di depan rumah kecil di Cilacap yang terasa asing tapi hangat. Ketika pintu terbuka, ibunya langsung memeluknya. Pelukan yang tertunda 32 tahun.

Tidak ada kalimat puitis.
Tidak ada dialog panjang.

Yang ada hanya dua manusia yang saling kehilangan terlalu lama—menangis dalam pelukan pertama yang seharusnya terjadi ketika ia masih anak-anak.

“Maafkan Ibu, Nak…” suara ibunya pecah, “Ibu nggak kuat waktu kamu hilang. Tapi Ibu nggak pernah berhenti nunggu…”

Zainuddin menggenggam tangan ibunya yang keriput tapi hangat.
“Saya yang hilang, Bu… Tapi Tuhan masih kasih jalan untuk pulang.”

Di halaman rumah itu, kedua kakaknya ikut menangis. Tetangga berkerumun, sebagian tak percaya bocah yang hilang puluhan tahun lalu kini berdiri di depan mereka sebagai laki-laki dewasa.

Namun pada hari itu… semua keraguan runtuh.
Karena mata seorang ibu tidak pernah salah dalam mengenali darah dagingnya sendiri.

Malam itu, untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Zainuddin tidur di rumah yang seharusnya menjadi tempat pertamanya dulu.
Ia menatap langit-langit sambil memeluk bantal. Air matanya turun pelan.

Bukan air mata sedih—tapi lega.
Lega karena ia akhirnya punya jawaban untuk pertanyaan hidupnya.
Lega karena ia akhirnya tahu kemana ia pulang.
Lega karena kasih ibu… bisa men3mbus waktu selama itu.

Dan semua itu…
dimulai dari denah stasiun sederhana yang tersimpan di kepalanya selama 32 tahun.


Address

Lombok

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Aida alfarizqy posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share