15/04/2026
Tradisi unik bernama Timba Laor masih terus dijaga masyarakat pesisir Pulau Ambon, Maluku. Tradisi ini dilakukan dengan berburu laor, yaitu cacing laut (Lyde oele) yang muncul ke permukaan saat air laut surut atau meti.
Timba Laor biasanya berlangsung setahun sekali, umumnya pada pekan kedua bulan Maret atau April. Warga akan turun ke pantai pada malam hari membawa alat seperti saringan, ember, loyang, hingga obor atau lampu petromaks untuk menangkap laor yang tertarik pada cahaya.
Selain menjadi bagian penting dari budaya pesisir Ambon, tradisi ini juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga karena laor dapat dijual maupun diolah menjadi berbagai makanan khas Maluku yang terkenal gurih dan kaya protein.
Timba Laor pun kini menjadi daya tarik wisata budaya, sekaligus bukti kuatnya kearifan lokal yang masih hidup di tengah masyarakat Maluku.
---
source: mongabay.co.id, antaranews.com, titastory.id