Radar Madiun

Radar Madiun Media Resmi, Terbesar dan Terpercaya di eks Karesidenan Madiun Berita Madiun Raya

Erupsi gunung Anak Krakatau berdampak luar biasa pada aktivitas penerbangan dua hari belakangan.Menteri Koordinator Bida...
08/09/2026

Erupsi gunung Anak Krakatau berdampak luar biasa pada aktivitas penerbangan dua hari belakangan.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan, ada 2.961 penerbangan yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

"Ada 2.961 penerbangan yang terdampak, di antaranya adalah 2.339 penerbangan domestik dan 622 penerbangan internasional," ujar AHY usai meninjau Posko Penanganan di Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten, Senin (7/9) sebagaimana dilansir dari Antara.

Dari ribuan penerbangan yang terganggu tersebut, sebanyak 341.000 penumpang dipastikan batal terbang.

Sebaran **abu vulkanik** yang masif juga telah mengganggu operasional sejumlah bandara utama dan penyangga untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya hingga terpaksa ditutup sementara.

"Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang), Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta), Bandara Radin Inten II (Lampung), Bandara Taufiq Kiemas (Lampung Barat), Bandara Husein Sastranegara (Bandung), Bandara Budiarto (Curug), serta Bandara Pondok Cabe (Tangerang Selatan)," ungkapnya.

Sumber: jawapos.com

Creator: tgrkmn

Baca Informasi Terpercaya! Kunjungi Website Radar Madiun, KLIK LINK DI BIO!

08/09/2026

Satu unit mobil pikap Daihatsu Grand Max mengalami kerusakan parah usai tertabrak Kereta Api (KA) Majapahit di perlintasan tanpa palang pintu wilayah Dukuh Sentulan, Desa Kalimacan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Senin (7/9/2026) malam.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Sragen, AKP Joko Margo Utomo, menjelaskan bahwa insiden bermula ketika pengemudi diduga kurang konsentrasi saat menyeberangi jalur rel.

Beruntung, pengemudi bersama penumpang berhasil menyelamatkan diri dengan keluar dari kendaraan sesaat sebelum benturan keras terjadi karena jarak kereta yang sudah terlalu dekat. Tidak ada korban jiwa dilaporkan dalam peristiwa kecelakaan tersebut.

Creator: tgrkmn

Baca Informasi Terpercaya! Kunjungi Website Radar Madiun, KLIK LINK DI BIO!

Pemkot Surabaya baru saja memecat oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bernama Imam.Ia terbukti melakuka...
08/09/2026

Pemkot Surabaya baru saja memecat oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bernama Imam.

Ia terbukti melakukan pungutan liar (pungli) dalam proses rekrutmen pegawai Pemkot Surabaya.

Dugaan pungli itu terungkap setelah korban melapor ke Wali Kota Surabaya **Eri Cahyadi** melalui pesan langsung (DM) TikTok.

Dalam aduan tersebut, korban mengaku dijanjikan pekerjaan di lingkungan Pemkot Surabaya dengan imbalan sejumlah uang.

"Warga tersebut dijanjikan pekerjaan di pemkot. Jika ingin masuk Satpol PP, harus membayar Rp 25 juta, sedangkan jika ingin masuk Dishub (Dinas Perhubungan), harus membayar Rp 50 juta," ujar Eri, Senin (7/9).

Mendengar aduan itu, Eri meminta Plt Kasatpol PP Surabaya Irna Pawanti melakukan penelusuran.

Irna lalu memanggil Imam untuk melakukan klarifikasi. Hasilnya, Imam tak membantah tuduhan tersebut.

Dia mengakui meminta sejumlah uang kepada seseorang bernisial S pada tahun 2022 untuk memuluskan jalan agar diterima bekerja di Pemkot.

Dalam menjalankan aksinya, Imam ternyata tak sendiri. Dia dibantu oleh seorang staf kelurahan dan berujung pada pemecatan sejak tahun 2023.

"Pelakunya adalah anggota Satpol PP. Kemudian, dia bekerja sama dengan staf kelurahan. Staf tersebut sudah ditindak sebelumnya dan telah dipecat sejak tahun 2023 lalu," jelasnya.

Dalam pemeriksaan tersebut, Imam juga mengaku uang yang diterimanya telah dikembalikan kepada korban secara bertahap atau dicicil.

Meski demikian, sanksi pemecatan tetap diberlakukan. Kini, Imam tak lagi bekerja sebagai anggota Satpol PP Kota Surabaya.

Sumber: jawapos.com

Creator: tgrkmn

Baca Informasi Terpercaya! Kunjungi Website Radar Madiun, KLIK LINK DI BIO!

Kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Berastagi, Kabupaten Karo, kembali menjadi sorotan. Sejumlah siswa ...
08/09/2026

Kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Berastagi, Kabupaten Karo, kembali menjadi sorotan. Sejumlah siswa yang sempat menjalani perawatan dan pulang dari rumah sakit justru kembali mengalami gangguan kesehatan.

Salah satunya Feby br Purba. Menurut keterangan keluarganya, hasil pemeriksaan di RSUP H. Adam Malik Medan menemukan adanya paparan racun jamur yang berkaitan dengan saraf kepala. Feby pun diminta menjalani kontrol hingga enam bulan sampai satu tahun.

Kondisi serupa dialami Agnesia P br Silitonga. Setelah kesehatannya kembali memburuk, ia dibawa ke RS Efarina Berastagi. Dari pemeriksaan, dokter menyebut Agnesia mengalami gangguan ginjal dan menyarankan pemeriksaan lanjutan ke rumah sakit di Medan.

Sementara itu, Karissa Zefania br Aritonang disebut mengalami gangguan jantung. Keluarga mengatakan kondisi tersebut memang sudah ada sebelumnya, tetapi keluhannya memburuk setelah kejadian dugaan keracunan MBG.

Para orang tua korban kemudian didampingi kuasa hukum untuk menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Kabupaten Karo. Mereka berharap ada solusi untuk keberlanjutan pengobatan para siswa.

Di sisi lain, Polres Karo telah melakukan penyelidikan sejak awal kejadian. Polisi juga telah menerima pengaduan orang tua korban terkait dugaan kelalaian yang mengakibatkan orang luka.

Para keluarga korban berharap penyelidikan dapat mengungkap penyebab kejadian secara menyeluruh sekaligus memastikan penanganan kesehatan para siswa tetap berjalan.

Sumber jawapos.com

Creator: tgrkmn

Baca Informasi Terpercaya! Kunjungi Website Radar Madiun, KLIK LINK DI BIO!

08/09/2026

Suasana berbeda dan mencuri perhatian terjadi dalam agenda rapat terbatas penanganan bencana yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto secara virtual dari Istana Merdeka, Senin (7/9/2026). Di tengah jalannya sidang, sebuah momen tak biasa terekam tatkala Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya tampak memotong pembicaraan Kepala Negara.

Momen tersebut bermula ketika Presiden Prabowo tengah memaparkan serangkaian arahan strategis terkait penanganan darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di kawasan sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN).

Secara mengejutkan, Seskab Teddy menghentikan sementara pemaparan Presiden dan mengambil alih kendali forum rapat virtual tersebut. Aksi interupsi dalam pembahasan krusial ini sontak menjadi pusat perhatian para peserta rapat lainnya.

Creator: tgrkmn

Baca Informasi Terpercaya! Kunjungi Website Radar Madiun, KLIK LINK DI BIO!

Angin kencang yang melanda Pacitan dalam beberapa hari terakhir perlu diwaspadai.Tak hanya mengancam aktivitas nelayan d...
08/09/2026

Angin kencang yang melanda Pacitan dalam beberapa hari terakhir perlu diwaspadai.

Tak hanya mengancam aktivitas nelayan di perairan, kondisi tersebut juga berpotensi memicu pohon tumbang hingga kerusakan bangunan di daratan.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan Yagus Triarso meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan.

Terutama saat beraktivitas di luar ruangan maupun kawasan pesisir.

’’Masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika berada di luar ruangan. Nelayan juga perlu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut,’’ kata Yagus, Senin (7/9).

Potensi angin kencang masih membayangi sejumlah wilayah Pacitan di tengah dominasi musim kemarau.

Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah penguatan Monsun Timur-Tenggara yang membawa massa udara relatif kering dari Australia menuju Indonesia.

Perbedaan tekanan udara antara Australia dan kawasan Asia turut memengaruhi kecepatan angin.

Semakin kuat gradien tekanan, aliran udara menuju wilayah Indonesia bagian selatan dapat semakin kencang.

’’Ketika gradien tekanan menguat, aliran udara dari Australia menuju wilayah Indonesia bagian selatan dapat bertiup lebih kencang,’’ jelasnya.

Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan di perairan Pacitan. Gelombang laut diprakirakan berada pada kategori sedang dengan ketinggian berkisar 1,25 hingga 2,2 meter.

Sementara itu, angin dominan bertiup dari arah timur-tenggara dengan kecepatan mencapai 30 kilometer per jam.

Kondisi tersebut perlu menjadi pertimbangan nelayan sebelum memutuskan melaut.

’’Perairan Pantai Pacitan diprakirakan mengalami gelombang kategori sedang dengan ketinggian sekitar 1,25 hingga 2,2 meter,’’ ungkap Yagus.

BPBD Pacitan meminta nelayan tidak memaksakan diri melaut apabila kondisi cuaca dinilai tidak memungkinkan.

Keselamatan harus menjadi pertimbangan utama sebelum melakukan aktivitas di laut.

Ancaman angin kencang juga perlu diantisipasi warga di daratan. Terutama mereka yang tinggal di bangunan beratap seng, asbes, atau menggunakan material ringan lainnya.

’’Warga perlu memastikan kondisi atap rumah dalam keadaan aman dan terpasang kuat. Pohon-pohon besar di sekitar rumah juga perlu diwaspadai karena berpotensi tumbang saat diterjang angin,’’ imbaunya.

Reporter: Nur Cahyono/JPRM

Creator: tgrkmn

Baca Informasi Terpercaya! Kunjungi Website Radar Madiun, KLIK LINK DI BIO!

08/09/2026

Insiden kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas Jalan Tol Madiun-Ngawi, tepatnya di Kilometer (KM) 607, Selasa (8/9/2026). Peristiwa ini melibatkan satu unit kendaraan truk boks dan sebuah mobil pribadi jenis Toyota Innova Zenix.

Berdasarkan rekaman video amatir yang beredar di media sosial, mobil Toyota Innova Zenix tampak mengalami kerusakan parah dengan posisi kendaraan terguling di badan jalan tol.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penanganan di lokasi kejadian, dan belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti insiden tersebut maupun kepastian ada tidaknya korban jiwa.

Creator: tgrkmn

Baca Informasi Terpercaya! Kunjungi Website Radar Madiun, KLIK LINK DI BIO!

08/09/2026

Aksi pencurian hewan ternak yang meresahkan warga terjadi di Kampung Srengseng, RT 004/RW 002, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Kamis (3/9/2026) dini hari. Sebanyak 24 ekor ayam bersama sejumlah telur milik warga dilaporkan raib digondol maling.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa pencurian tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 00.00 WIB. Dari rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi, aksi kejahatan ini diduga kuat dilakukan oleh dua orang pelaku yang menyatroni area penyimpanan ternak korban. Keberadaan rekaman CCTV tersebut kini sangat diharapkan dapat membantu proses penyelidikan serta mengungkap identitas pelaku yang meresahkan warga sekitar.

Creator: tgrkmn

Baca Informasi Terpercaya! Kunjungi Website Radar Madiun, KLIK LINK DI BIO!

Pengelola dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) diminta tidak main-main dengan standar keamanan pangan.Kantor Staf Kepresiden...
08/09/2026

Pengelola dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) diminta tidak main-main dengan standar keamanan pangan.

Kantor Staf Kepresidenan (KSP) mengingatkan kelalaian dalam pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengandung unsur pidana dapat diproses hukum apabila berdampak pada keracunan penerima manfaat.

Tenaga Ahli Utama KSP Aby Ismawan mengatakan, pertanggungjawaban hukum dapat dilakukan apabila dalam kasus keracunan ditemukan kelalaian yang memenuhi unsur pidana.

’’Pak Sudaryono (Kepala Badan Gizi Nasional) sendiri kan sudah menyampaikan bahwa apabila itu ada kelalaian disengaja ataupun tidak disengaja, namanya kelalaian itu, selama masih mengandung unsur pidana, nanti akan diusut,’’ kata Aby di Yogyakarta, Senin (7/9).

Pernyataan tersebut disampaikan Aby seusai meninjau SPPG Sorosutan 3, Umbulharjo, Yogyakarta. Dia menekankan seluruh pengelola SPPG harus menjalankan standar operasional prosedur (SOP) dan ketentuan yang ditetapkan pemerintah maupun Badan Gizi Nasional (BGN).

Kepatuhan terhadap SOP menjadi penting untuk mencegah kasus keracunan MBG terulang.

Terhadap SPPG yang di wilayah operasionalnya terdapat laporan keracunan setelah penerima manfaat menyantap menu MBG, evaluasi juga akan terus dilakukan.

’’Untuk masalah terjadinya keracunan, sampai dengan saat ini kita kan selalu menyampaikan untuk dievaluasi sampai di mana perbaikannya. Kalau memang masih ada kekurangan nanti akan disempurnakan,’’ katanya.

Menurut Aby, persoalan higienitas maupun bentuk kelalaian lain yang berdampak terhadap kesehatan penerima manfaat tetap membutuhkan pertanggungjawaban.

Sebab, struktur pengelolaan SPPG telah dilengkapi personel dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

’’Karena kan di dalam SPPG ini sudah lengkap, sudah lengkap ada ahli gizinya, kemudian kepala SPPG-nya juga bertanggung jawab penuh,’’ ujarnya.

Pengawasan terhadap proses produksi makanan kini juga diperketat. Berdasarkan arahan terbaru pemerintah, kepala SPPG diwajibkan berada di dapur MBG selama proses pengolahan makanan berlangsung.

Keberadaan kepala SPPG diperlukan untuk memastikan seluruh tahapan pengolahan berjalan sesuai prosedur.

Dengan demikian, potensi pelanggaran SOP maupun persoalan yang dapat memengaruhi keamanan makanan bisa diawasi langsung.

’’Pada saat proses masak harus ada di tempat, harus ada di SPPG, dan itu juga akan mengawasi seluruh proses itu. Seandainya terjadi sesuatu, nah itu kan nanti akan ada evaluasi berikutnya,’’ kata Aby.

KSP juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dalam pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Salah satu instrumennya melalui satuan tugas yang telah dibentuk di daerah.

Satgas tersebut diharapkan dapat bergerak ketika ditemukan persoalan dalam penyelenggaraan program, termasuk melakukan pengawasan dan evaluasi jika terdapat dugaan kelalaian.

’’Kalau koordinasi dengan pemerintah daerah saat ini kan sudah ada Satgas. Sudah dibentuk Satgas, sehingga seandainya terjadi hal-hal yang mungkin di luar yang kita inginkan, saya rasa Satgas sudah lebih jauh tahu dan akan melangkah untuk evaluasi berikutnya,’’ terangnya.

Dengan pengawasan berlapis tersebut, kepatuhan terhadap SOP SPPG menjadi bagian penting dalam memastikan keamanan makanan yang diterima masyarakat. Evaluasi juga menjadi instrumen untuk mencegah persoalan serupa berulang dalam pelaksanaan program MBG.

Penulis: Mizan Ahsani/JPRM

Creator: tgrkmn

Baca Informasi Terpercaya! Kunjungi Website Radar Madiun, KLIK LINK DI BIO!

08/09/2026

Perjuangan para orang tua korban dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Berastagi, Kabupaten Karo, terus berlanjut di tengah kekhawatiran mendalam terhadap kesehatan anak-anak mereka. Salah satu orang tua korban meluapkan keluhannya lantaran sang anak masih lemas dan harus bolak-balik hingga tiga kali ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Dalam pernyataannya, pihak keluarga mempertanyakan bentuk pertanggungjawaban dari SPPG serta menuntut kejelasan mengenai jenis zat atau racun yang terkandung pada ikan yang dikonsumsi para siswa. Mereka juga meminta Dinas Kesehatan memberikan penjelasan terbuka terkait prosedur pengobatan medis yang diberikan. Mengingat persoalan ini menyangkut keselamatan jiwa dan masa depan anak-anak, Badan Gizi Nasional (BGN), SPPG, serta pemerintah didesak untuk tidak tinggal diam dan hadir memberikan solusi nyata.

Creator: tgrkmn

Baca Informasi Terpercaya! Kunjungi Website Radar Madiun, KLIK LINK DI BIO!

Address

Jalan DI Panjaitan 12
Madiun

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Radar Madiun posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Radar Madiun:

Shortcuts

Share