Radar Madiun

Radar Madiun Media Resmi, Terbesar dan Terpercaya di eks Karesidenan Madiun Berita Madiun Raya

Madiun – Upaya balap liar di kawasan SPBU Teguhan, Kecamatan Jiwan, berhasil digagalkan aparat Satlantas Polres Madiun K...
09/05/2026

Madiun – Upaya balap liar di kawasan SPBU Teguhan, Kecamatan Jiwan, berhasil digagalkan aparat Satlantas Polres Madiun Kota pada Kamis dini hari (7/5).

Dua mobil pengangkut beserta dua unit motor Yamaha Jupiter modifikasi balap diamankan sebelum sempat digunakan untuk test drive di jalur nasional Madiun–Surabaya.

Penggerebekan bermula dari laporan anggota piket Polsek Jiwan terkait aktivitas mencurigakan di sekitar kanal Jiwan.

Regu patroli Satlantas yang dipimpin Aiptu Andik kemudian bergerak menuju lokasi.

Saat dilakukan pengecekan, petugas mendapati dua kendaraan roda empat membawa motor modifikasi balap yang diduga akan dipakai untuk aksi balap liar.

Kapolres Madiun Kota, AKBP Wiwin Junianto Supriyadi, mengatakan seluruh kendaraan langsung diamankan ke kantor Satlantas untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Petugas menemukan kendaraan yang membawa motor balap yang diduga akan dipakai untuk kegiatan balap liar,” ujarnya, kemarin (8/5).

Selain mengamankan kendaraan, polisi juga menindak sejumlah pelanggaran lalu lintas menggunakan tilang manual.

Pemeriksaan dilakukan terhadap pemilik kendaraan maupun kelengkapan surat-surat.

Wiwin menegaskan patroli malam bakal terus diperketat guna mengantisipasi maraknya balap liar yang meresahkan masyarakat dan membahayakan pengguna jalan lain.

“Patroli akan terus ditingkatkan pada jam-jam rawan untuk mencegah balap liar,” tegasnya.

Baca Informasi Terpercaya! Kunjungi Website Radar Madiun, KLIK LINK DI BIO!

Madiun – Kasus pencurian pelat tembaga dan accu gardu listrik yang dilakukan mantan tenaga outsourcing PLN ternyata berd...
09/05/2026

Madiun – Kasus pencurian pelat tembaga dan accu gardu listrik yang dilakukan mantan tenaga outsourcing PLN ternyata berdampak luas terhadap pelayanan pelanggan.

Selain merugikan material hingga Rp 179,25 juta, aksi pelaku juga menyebabkan gangguan distribusi listrik di sejumlah wilayah.

Manager PLN UP3 Madiun Purwanto mengatakan, komponen yang dicuri merupakan bagian vital gardu distribusi listrik.

Karena itu, saat material hilang, pasokan listrik ke pelanggan langsung terganggu.

“Yang paling terasa sebenarnya di sisi pelayanan. Ketika material itu diambil, listrik pelanggan langsung padam,” ujarnya, kemarin (8/5).

Purwanto menjelaskan, pelat tembaga dan kabel penghubung di gardu berfungsi menurunkan tegangan listrik dari 20 kiloVolt menjadi 400 Volt sebelum disalurkan ke rumah pelanggan.

Saat komponen tersebut dicuri, sistem distribusi tidak dapat bekerja normal.

“Kalau itu hilang, aliran listrik tidak bisa berjalan normal karena fungsi pembagi tegangannya terganggu,” katanya.

Menariknya, mayoritas kasus pencurian justru pertama kali diketahui dari laporan masyarakat melalui PLN Mobile.

Warga melaporkan listrik padam, lalu petugas melakukan pengecekan ke gardu dan menemukan adanya komponen yang hilang.

“Biasanya pelanggan langsung melapor karena listrik mati. Dari situ petugas kami cek ke lokasi dan diketahui ada material yang dicuri,” terangnya.

Berdasarkan catatan kepolisian, pelaku melakukan aksi di sedikitnya 28 titik.

Rinciannya 24 lokasi di wilayah hukum Polres Madiun, satu titik di Bojonegoro, dan tiga titik di Ponorogo.

Di wilayah Kabupaten Madiun, titik pencurian tersebar di Kecamatan Balerejo, Pilangkenceng, Saradan, Wonoasri, Mejayan, hingga Kecamatan Madiun dengan total kerugian material mencapai Rp 179,25 juta.

Purwanto menyebut pelaku memiliki kemampuan teknis karena merupakan mantan tenaga pelayanan teknis PLN.

Pelaku memahami gardu mana yang menyimpan pelat tembaga dan accu bernilai jual tinggi.

“Untuk menangani perangkat seperti itu sebenarnya harus punya sertifikat kompetensi. Jadi memang perlu keahlian khusus,” ungkapnya.

Ke depan, PLN bakal memperketat pengawasan gardu listrik, terutama di lokasi sepi dan jauh dari permukiman warga.

Salah satu langkah yang dipertimbangkan adalah pemasangan CCTV di titik rawan pencurian.

PLN juga meminta masyarakat ikut mengawasi aktivitas mencurigakan di sekitar gardu listrik dan segera melapor apabila menemukan indikasi gangguan.

Baca Informasi Terpercaya! Kunjungi Website Radar Madiun, KLIK LINK DI BIO!

09/05/2026

Aksi konvoi berujung perusakan terjadi di Jalan Dadali, Nambangan Kidul, Kota Madiun, Rabu (6/5).

Sekitar 50 remaja diduga melakukan provokasi lalu melempari rumah warga dengan batu, paving, dan pot bunga.

Akibat kejadian tersebut, sejumlah rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan.

Polres Madiun Kota kini telah mengamankan sembilan terduga pelaku untuk proses hukum lebih lanjut.

Baca Informasi Terpercaya! Kunjungi Website Radar Madiun, KLIK LINK DI BIO!

Pacitan – Tingginya jumlah penderita gangguan jiwa di Pacitan menjadi perhatian serius pemerintah daerah.Sebab, tidak se...
09/05/2026

Pacitan – Tingginya jumlah penderita gangguan jiwa di Pacitan menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Sebab, tidak sedikit pasien mengalami kekambuhan hingga kembali dipasung keluarga karena dianggap membahayakan lingkungan sekitar.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Pacitan, Nur Farida, mengatakan gangguan jiwa dipicu banyak faktor.

Mulai tekanan ekonomi, persoalan sosial, faktor keturunan hingga trauma psikologis.

“Kasus gangguan jiwa memang multifaktor. Bisa karena tekanan ekonomi dan sosial, faktor genetik maupun trauma,” ujarnya, Sabtu (9/5).

Menurut Farida, penanganan pasien dilakukan sejak tingkat puskesmas.

Pasien yang terdata langsung mendapatkan pengobatan serta pendampingan rutin dari tenaga kesehatan.

Selain itu, dinkes juga membentuk sistem pengawasan minum obat dengan melibatkan keluarga hingga tetangga dekat pasien.

Langkah tersebut dilakukan agar pasien tidak putus pengobatan.

“Puskesmas membentuk pengawasan minum obat. Bisa dari keluarga maupun lingkungan sekitar supaya pasien rutin menjalani terapi,” katanya.

Farida menjelaskan, kepatuhan mengonsumsi obat menjadi faktor utama dalam proses pemulihan pasien gangguan jiwa.

Sebagian besar kasus kambuh terjadi karena pasien berhenti minum obat tanpa pengawasan tenaga kesehatan.

“Kalau tidak rutin sesuai petunjuk tenaga kesehatan ya bisa kambuh lagi,” jelasnya.

Dia menambahkan, pola terapi tiap pasien berbeda tergantung kondisi medis masing-masing.

Ada pasien yang wajib minum obat setiap hari, namun ada p**a yang cukup menjalani suntikan berkala.

Dinkes memastikan stok obat gangguan jiwa tersedia di seluruh puskesmas di Pacitan.

Jika kondisi pasien tidak dapat ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama, pasien akan dirujuk ke rumah sakit jiwa di Surakarta maupun Malang.

“Kalau memang tidak mencukupi di puskesmas baru dilakukan rujukan,” tandasnya.

Baca Informasi Terpercaya! Kunjungi Website Radar Madiun, KLIK LINK DI BIO!

Magetan – Proses penyidikan dugaan korupsi dana hibah program pokok-pokok pikiran (pokir) terus bergulir di Kejaksaan Ne...
09/05/2026

Magetan – Proses penyidikan dugaan korupsi dana hibah program pokok-pokok pikiran (pokir) terus bergulir di Kejaksaan Negeri Magetan.

Sejumlah nama legislator terseret dalam kasus tersebut, termasuk Suratno yang telah dinonaktifkan dari posisi Ketua DPRD Magetan.

Meski demikian, DPRD Magetan memastikan seluruh agenda kelembagaan tetap berjalan normal dan tidak terganggu oleh proses hukum yang sedang berlangsung.

Untuk menjaga stabilitas lembaga, Suyatno ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt) Ketua DPRD Magetan.

“Atas nama lembaga kami mohon maaf kepada seluruh masyarakat Magetan atas kejadian ini. Semoga menjadi pembelajaran bagi semua teman-teman di DPRD,” ungkap Suyatno, Sabtu (9/5).

Dia menegaskan seluruh aktivitas DPRD tetap berjalan sesuai agenda dan aturan yang berlaku.

Terlebih, perkara yang tengah disidik kejaksaan berkaitan dengan program kerja tahun anggaran 2020–2024, bukan program kerja saat ini.

“Kami menghormati dan mendukung penuh proses hukum yang berjalan di kejaksaan,” ujarnya.

Kasus yang kini disidik Kejari Magetan berkaitan dengan alokasi dana pokir periode 2020–2024.

Total rekomendasi anggaran disebut mencapai Rp 335 miliar dengan realisasi sekitar Rp 242 miliar.

Dana tersebut disalurkan melalui 13 organisasi perangkat daerah (OPD) guna mengakomodasi aspirasi 45 anggota DPRD Magetan periode sebelumnya.

Namun, Suyatno menegaskan angka tersebut bukan berarti seluruh anggota DPRD periode 2024–2029 terlibat dalam perkara hukum yang sedang diproses.

“Kami menyampaikan keprihatinan mendalam atas penetapan tersangka oleh Kejari Magetan. Harapan kami semoga teman-teman tabah, sabar menghadapi ujian ini serta mengikuti prosedur sesuai peraturan yang berlaku,” tandasnya.

Baca Informasi Terpercaya! Kunjungi Website Radar Madiun, KLIK LINK DI BIO!

09/05/2026

PACITAN - Joko Nuryanto, warga Gemaharjo, Kecamatan Tegalombo, Pacitan, yang sebelumnya mengalami gangguan kejiwaan kini dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan selama empat bulan di Lamongan.

Kemarin (7/5), Joko dip**angkan kembali ke keluarganya didampingi jajaran Polres Pacitan.

Joko menjadi pasien terakhir dari lima warga Pacitan yang sebelumnya dibawa menjalani rehabilitasi mental di pesantren milik Purnomo.

Dari seluruh pasien, kondisi Joko disebut paling berat.

Kini, pria tersebut tampak sudah mampu berkomunikasi normal dan menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak kepolisian yang membantu proses pengobatannya.

“Selama dirawat saya senang, makannya enak,” kata Joko.

Kapolres Pacitan, Ayub Diponegoro Azhar, mengatakan perkembangan kondisi Joko sangat signifikan dibanding sebelumnya.

Menurut dia, sebelum menjalani perawatan, Joko kerap mengamuk hingga harus dipasung dan diborgol demi keselamatan dirinya maupun warga sekitar.

“Saya berharap warga dapat menerima kembali Joko dan membantu proses pemulihan di lingkungan sosial,” ungkapnya.

Sementara itu, Purnomo mengungkapkan Joko merupakan pasien dengan penanganan paling sulit selama rehabilitasi berlangsung.

Selama hampir tiga bulan awal perawatan, Joko disebut menolak mengenakan pakaian dan kondisi kesehatannya sempat terus menurun.

“Setelah kami komunikasi dengan orang tuanya, ternyata kalau sulit makan harus diganti roti. Setelah itu kondisinya mulai kuat dan stabil sampai sekarang,” jelasnya.

Baca Informasi Terpercaya! Kunjungi Website Radar Madiun, KLIK LINK DI BIO!

PONOROGO - Nasib guru tidak tetap (GTT) di Ponorogo masih memprihatinkan.Ribuan tenaga pendidik yang telah lama mengajar...
09/05/2026

PONOROGO - Nasib guru tidak tetap (GTT) di Ponorogo masih memprihatinkan.

Ribuan tenaga pendidik yang telah lama mengajar di sekolah negeri hingga kini belum tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Akibatnya, mereka kesulitan mendapatkan akses menjadi ASN maupun mengikuti berbagai program pemerintah untuk guru.

Salah satunya dialami Esti Setyaningrum.

Dia mengaku mulai mengajar sejak 2018 di sekolah swasta dan sempat tercatat dalam Sistem Informasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Simpatika).

Namun setelah pindah ke SDN Kepatihan pada 2020, datanya tidak lagi bisa masuk Dapodik.

“Akhirnya sampai sekarang bertahan mengajar tanpa masuk Dapodik,” katanya, kemarin (7/5).

Esti memperkirakan sedikitnya seribu GTT di Ponorogo mengalami kondisi serupa.

Mereka tetap mengajar dengan honor berkisar Rp200 ribu hingga Rp800 ribu per bulan.

Bahkan, sebagian sudah mengabdi bertahun-tahun tanpa kejelasan status.

“Kami tidak bisa daftar PPPK, tidak bisa ikut PPG dalam jabatan, dan tidak mendapat fasilitas pemerintah untuk guru,” bebernya.

Meski demikian, Esti mengaku tetap bertahan karena kecintaannya terhadap dunia pendidikan.

Dia berharap pemerintah daerah memberi perhatian terhadap nasib guru honorer yang belum masuk Dapodik.

“Sebenarnya ini masalah nasional, tapi beberapa daerah masih bisa membuka Dapodik sampai 2024 lalu. Harapan kami Ponorogo juga bisa,” ungkapnya.

Nasib serupa juga dirasakan Any Suwaiba. Sejak 2013, dia mengabdi sebagai guru honorer di SDN 2 Kauman.

Saat pertama mengajar, honor yang diterima hanya Rp250 ribu per bulan.

Kini jumlahnya naik menjadi sekitar Rp500 ribu karena dipercaya menjadi guru kelas sekaligus mengajar ekstrakurikuler.

“Awalnya menerima honor Rp250 ribu per bulan. Kini naik menjadi sekitar Rp500 ribu,” ujarnya.

Baca Informasi Terpercaya! Kunjungi Website Radar Madiun, KLIK LINK DI BIO!

Madiun - PT PLN (Persero) terus menunjukkan komitmennya mendukung program pemerintah di sektor ketenagalistrikan.Melalui...
09/05/2026

Madiun - PT PLN (Persero) terus menunjukkan komitmennya mendukung program pemerintah di sektor ketenagalistrikan.

Melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), sebanyak 513 rumah tangga di Kabupaten Madiun kini telah menikmati sambungan listrik baru.

Program tersebut direalisasikan melalui PLN UP3 Madiun sepanjang 2025.

Bantuan yang diberikan meliputi pemasangan instalasi rumah, penyambungan listrik, hingga proses penyalaan sesuai standar keselamatan dan mutu layanan PLN.

Sebagai simbol pelaksanaan program, dilakukan penyalaan perdana bantuan listrik di Desa Pacinan, Kabupaten Madiun.

Peresmian dilakukan langsung oleh Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian ESDM, Sri Suparni Bahlil.

Baca Juga: 5 Sepeda Polygon Paling Murah 2026, Harga Rp2 Jutaan tapi Nyaman Buat Harian

Dalam sambutannya, Sri Suparni menyebut listrik bukan sekadar penerangan, melainkan bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Listrik bukan hanya soal lampu yang menyala, tetapi tentang anak-anak yang bisa belajar lebih lama, usaha kecil masyarakat yang terus berjalan, dan kehidupan yang menjadi lebih baik,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Madiun Hari Wuryanto beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Madiun.

Dia mengapresiasi sinergi seluruh pihak dalam menghadirkan akses listrik mandiri bagi masyarakat.

“Program ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kami. Kehadiran listrik mandiri tentu akan meningkatkan kualitas hidup, mendukung aktivitas ekonomi keluarga, serta menjadi bagian dari pemerataan pembangunan di Kabupaten Madiun,” ungkap Hari Wuryanto.

PLN UP3 Madiun menyambungkan listrik baru untuk 513 rumah tangga di Kabupaten Madiun melalui program BPBL 2025.
Manager PLN UP3 Madiun Purwanto menambahkan, PLN tidak hanya fokus pada penyambungan listrik, tetapi juga memastikan masyarakat mendapatkan layanan yang aman dan nyaman.

Baca Informasi Terpercaya! Kunjungi Website Radar Madiun, KLIK LINK DI BIO!

NGAWI - Pasar murah yang digelar Pemprov Jawa Timur di halaman Kantor Kelurahan Margomulyo, Ngawi, kemarin (7/5), menuai...
09/05/2026

NGAWI - Pasar murah yang digelar Pemprov Jawa Timur di halaman Kantor Kelurahan Margomulyo, Ngawi, kemarin (7/5), menuai kekecewaan warga.

Puluhan masyarakat yang mengantre sejak pagi tidak menemukan minyak goreng subsidi MinyaKita yang menjadi komoditas paling diburu.

Warga hanya mendapati minyak goreng kemasan merek Sovia ukuran 800 mililiter dengan harga Rp15 ribu per kemasan.

Padahal, sebagian besar pembeli datang dengan harapan mendapatkan MinyaKita yang belakangan sulit ditemukan di pasaran.

Salah seorang warga, Anik Prasetyowati, mengaku kecewa karena minyak goreng subsidi tidak tersedia dalam pasar murah tersebut.

“Minyaknya yang langka, kalaupun ada harganya mahal. MinyaKita tadi tidak ketemu, jadi ya kecewa,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Ani.

Menurut dia, masyarakat berharap pasar murah menyediakan MinyaKita karena harganya lebih terjangkau dibanding minyak goreng lain.

“Warga ya kecewa karena MinyaKita tidak disediakan, karena murah,” ujarnya.

Dalam kegiatan stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang Iduladha itu, sejumlah komoditas lain tetap tersedia.

Mulai gula pasir, telur ayam, tepung, cabai, bawang merah, bawang putih, hingga produk UMKM.

Selain itu, beras SPHP juga dijual seharga Rp55 ribu per kemasan.

Ketua Tim Kerja Distribusi Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim, Endah Nora Susanti, mengatakan pihaknya memang membawa minyak goreng dalam pasar murah tersebut, namun bukan MinyaKita.

“Kami membawa minyak goreng, hanya memang bukan MinyaKita. Untuk MinyaKita kewenangan penugasannya ada di Bulog,” katanya.

Baca Informasi Terpercaya! Kunjungi Website Radar Madiun, KLIK LINK DI BIO!

MADIUN - Manajemen Madiun Umbul Square harus merelakan ratusan satwa dilindungi yang selama ini menjadi koleksi kebun bi...
08/05/2026

MADIUN - Manajemen Madiun Umbul Square harus merelakan ratusan satwa dilindungi yang selama ini menjadi koleksi kebun binatang tersebut ditarik kembali oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur.

Pengembalian satwa dilakukan sebagai tindak lanjut sanksi terhadap MUS sebagai lembaga konservasi (LK).

Direktur MUS, Agus Mahendra, mengatakan proses pengembalian satwa merupakan konsekuensi dari surat peringatan yang sebelumnya diterima pengelola.

“Pada waktu direkturnya masih Pak Afri Handoko, kita sudah dapat surat peringatan satu dan dua. Sehingga pengembalian satwa ini bagian dari tindak lanjut sanksi itu,” ujarnya, kemarin (7/5).

Menurut Agus, pihak pengelola merasa sudah tidak mampu lagi menjalankan fungsi lembaga konservasi sehingga memilih mengembalikan seluruh satwa dilindungi yang berstatus titipan BKSDA Jatim.

“ Kami merasa sudah tidak mampu lagi sebagai lembaga konservasi di Madiun, akhirnya satwa harus dikembalikan,” imbuhnya.

Seluruh satwa koleksi MUS selama ini diketahui berstatus titipan dari BKSDA Jatim.

Karena status lembaga konservasi nantinya dihentikan, seluruh satwa dilindungi wajib dikembalikan.

Jumlah satwa yang dievakuasi diperkirakan lebih dari 100 ekor. Data masih terus diperbarui karena adanya kelahiran maupun kematian satwa.

“Kalau tepatnya saya belum hafal, tapi seratus lebih ada,” jelas Agus.

Satwa yang dikembalikan meliputi kelompok aves, mamalia, hingga reptil. Di antaranya burung merak, binturung, ular, iguana, hingga buaya.

Tahap pertama evakuasi didominasi jenis burung. Proses pemindahan dilakukan langsung oleh tim BKSDA dengan penanganan khusus.

“Tidak bisa langsung sekaligus karena banyak tahapan dan penanganannya khusus,” katanya.

Agus memperkirakan proses evakuasi akan berlangsung dalam empat hingga lima tahap.

Tahap kedua dijadwalkan sekitar dua pekan setelah pemindahan pertama.

Setelah sebagian besar satwa dipindahkan, pengelola MUS berencana fokus melakukan pembenahan kandang dan lingkungan kebun binatang untuk satwa non-dilindungi yang tersisa.

Baca Informasi Terpercaya! Kunjungi Website Radar Madiun, KLIK LINK DI BIO!

KOTA MADIUN - Persoalan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kot...
08/05/2026

KOTA MADIUN - Persoalan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Madiun kembali menjadi sorotan.

Plt Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun, menemukan IPAL di SPPG Ngegong, Jalan Laos, Kecamatan Manguharjo, masih belum memenuhi standar saat inspeksi lapangan, kemarin (7/5).

Sidak dilakukan untuk menindaklanjuti hasil evaluasi pengelolaan limbah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sebelumnya telah dibahas pemkot.

“Ternyata masih ada yang IPAL-nya belum standar. Sudah kami ingatkan untuk segera diperbaiki,” ujar Bagus.

Dalam inspeksi tersebut, Bagus didampingi Sekda Kota Madiun, Soeko Dwi Handiarto.

Selain mengecek fasilitas IPAL, rombongan juga memantau pelaksanaan program MBG di TK Dharma Wanita, SDN Ngegong, hingga Puskesmas Ngegong.

Menurut Bagus, persoalan IPAL tidak bisa dianggap sepele karena berkaitan langsung dengan dampak lingkungan.

Apalagi, pemerintah kota mengaku sudah berulang kali memberikan peringatan kepada pengelola SPPG agar segera melakukan pembenahan.

“Sudah berbulan-bulan kami ingatkan, tapi kondisinya masih sama,” ungkapnya.

Karena itu, pemkot memastikan akan melaporkan persoalan tersebut kepada Badan Gizi Nasional apabila pengelola tidak segera memperbaiki fasilitas pengolahan limbah.

“Kalau tidak diganti, akan kami laporkan ke BGN untuk ditindaklanjuti,” tegas Bagus.

Meski demikian, terkait kemungkinan sanksi maupun tindak lanjut terhadap SPPG, pihaknya menegaskan hal tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan BGN.

“Perkara nanti BGN mengambil sikap bagaimana kan itu kewenangannya BGN,” katanya.

Baca Informasi Terpercaya! Kunjungi Website Radar Madiun, KLIK LINK DI BIO!

Address

Jalan DI Panjaitan 12
Madiun

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Radar Madiun posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Radar Madiun:

Share