Lunar D Solarius Ministry

Lunar D Solarius Ministry I'm just Nothing, None and Doesn't Exist

Memberitakan Kabar Keselamatan di Akhir Jaman

Akulah suara yang berseru-seru di padang gurun, "Persiapkan jalan bagi Tuhan...!!!"

私は荒野で「主の道を備えよ」と叫ぶ者の声です。

אנכי קול צועק במדבר: "פנו דרך ה'".

10/03/2026

Santapan Harian
Jejak Seorang Hamba yang Setia
Yosua 24:29-33

Banyak orang ingin meninggalkan jejak yang baik dalam hidupnya dan pada umumnya orang ingin dikenang sebagai orang sukses dan meninggalkan harta yang dapat menjamin kehidupan keturunannya. Apakah kita pernah berpikir untuk meninggalkan jejak iman dan spiritualitas yang menginspirasi generasi setelah kita?

Meski Yosua telah mengikut TUHAN dan melayani jauh sebelum menjadi pemimpin bangsa Israel, dapat dikatakan bahwa ia mulai menapaki jejak kepemimpinannya ketika ia dipilih TUHAN menggantikan Musa. Yosua memulai kepemimpinannya dalam situasi yang sangat mustahil untuk memimpin bangsa Israel memasuki tanah Kanaan. Dia harus menggantikan sosok yang sangat besar, Musa, dan harus memimpin bangsa Israel yang keras kepala dan tidak mudah diatur, serta harus menghadapi musuh yang begitu kuat yang ada di depan. Secara manusia, Yosua takut dan gentar sehingga berulang kali Tuhan memberikan kekuatan (lih. Yos 1:6, 7, 9).

Dengan menuruti firman Tuhan dalam kesetiaan yang teruji oleh waktu, Yosua memimpin bangsa Israel merebut tanah Kanaan melalui kemenangan-kemenangan dalam menghadapi musuh. Jejak kesetiaan Yosua ini diikuti oleh bangsa Israel yang berkomitmen untuk berpaut pada Tuhan dan tidak akan meninggalkan-Nya (lih. 24:16).

Jejak kesetiaan Yosua membuahkan hasil yang sangat luar biasa, yaitu bahwa "Orang Israel beribadah kepada TUHAN semasa hidup Yosua..." (31). Hal itu tidak hanya menunjukkan penghormatan kepada TUHAN, tetapi juga kepada Yosua, hamba-Nya yang setia. Yosua meninggalkan dunia ini dengan jejak yang baik, yaitu meletakkan dasar-dasar iman dan melayani hanya kepada TUHAN sampai akhir.

Sekarang, jejak apa yang akan kita tinggalkan kelak? Bagaimanapun kita memulai iman dan pelayanan kepada Tuhan, biarlah kita mengakhirinya sama seperti hamba-Nya, Yosua. Apa pun tantangannya, biarlah kita setia dan taat sampai akhir. Biarlah pada akhir hidup kita, Tuhan menyambut kita sebagai hamba yang baik dan setia. [ABL]

09/03/2026

Santapan Harian
Pilihlah pada Hari Ini
Yosua 24:1-28

Hidup ini penuh dengan pilihan, ada pilihan mengenai tempat tinggal, pendidikan, pekerjaan, pasangan hidup, dan pilihan yang lain. Berbagai pertimbangan kita pikirkan untuk menentukan pilihan kita. Namun, ada sebuah pilihan yang harus kita buat dengan penuh hikmat dan bijaksana, karena tidak hanya mempengaruhi hidup kita di dunia ini, tetapi juga hidup setelah kematian. Pilihan apakah itu?

Masih dalam konteks pada saat-saat Yosua akan segera meninggalkan dunia ini, kali ini ia menantang bangsa Israel untuk membuat pilihan dalam hidup mereka. Dengan mengingatkan kembali bangsa Israel terhadap perjanjian Allah kepada nenek moyang mereka dan bagaimana TUHAN telah setia kepada mereka (1-12), Yosua menantang komitmen mereka untuk mengikut TUHAN. Yosua meminta mereka untuk membuat pilihan hari itu, yaitu beribadah dan menyembah TUHAN yang layak untuk dipercaya atau beribadah kepada allah lain (14-15).

Menariknya adalah Yosua memberikan teladan sebagai pemimpin rohani dengan menentukan pilihan untuk tetap beribadah dan menyembah TUHAN, apa pun pilihan bangsa Israel (15). Selain untuk memberikan teladan rohani, sikap Yosua ini juga menunjukkan bahwa mengikut TUHAN dan menyembah-Nya bukanlah sikap ikut-ikutan tetapi komitmen dan pilihan pribadi masing-masing yang harus dijalankan dengan penuh kesadaran dan komitmen.

Oleh karena itu, setelah bangsa Israel memutuskan memilih beribadah kepada TUHAN, Yosua berulang-ulang mengingatkan dan menegaskan kepada mereka bahwa hal ini tidak mudah dan bahwa ada konsekuensi ketika tidak menjalankannya (19-22). Salah satu langkah konkret dalam memilih TUHAN adalah dengan menyingkirkan semua hal yang berpotensi menjadi berhala (23).

Lalu, apa pilihan kita hari ini, memilih Tuhan atau dunia ini? Sanggupkah kita meninggalkan hal-hal yang berpotensi menjadi berhala demi mengikut Tuhan? Pikirkanlah potensi-potensi tersebut dan putuskan untuk meninggalkannya! Ingatlah, pilihan kita hari ini menentukan kekekalan kita! [ABL]

08/03/2026

Santapan Harian
Wasiat Terakhir
Yosua 23

Jika kita adalah orang tua dan kita tahu akan segera meninggalkan dunia ini, kira-kira apa wasiat terakhir kita kepada anak-anak kita? Atau, jika kita sebagai anak, kira-kira wasiat apa yang kita harapkan? Di akhir hidupnya, Yosua pun memberikan wasiat kepada bangsa Israel. Apa wasiat terakhir Yosua kepada bangsa Israel?

Pada dasarnya wasiat terakhir Yosua dalam pasal 23 ini dapat disimpulkan dalam satu kalimat, "... kamu harus berpaut pada TUHAN, Allahmu..." (8). Sejarah bangsa Israel membuktikan bahwa godaan besar bagi mereka dalam perjalanan mengikut TUHAN adalah kecenderungan mereka untuk berpaut pada diri mereka sendiri, pada materi dan pada hal-hal yang kasat mata. Terlebih lagi setelah mereka hidup tenteram di tanah perjanjian yang berlimpah susu dan madunya itu, mereka bisa saja pada akhirnya berpaut pada semua itu dan bukan pada Allah.

Minimal ada dua kunci bagi bangsa Israel agar dapat terus berpaut pada Allah. Pertama, mengingat perbuatan Allah pada masa lampau. Itulah yang disampaikan Yosua dalam wasiatnya bahwa semua pencapaian mereka saat ini bukanlah usaha mereka sendiri, tetapi karena pertolongan, penyertaan, dan kasih setia TUHAN. Yosua berkata, "Kamu telah melihat ... Dialah yang telah berperang ..." (3); "Ingatlah ..." (4); "TUHAN telah menghalau ..." (9). Dengan mengingat perbuatan Tuhan di masa lampau, kita diharapkan sadar bahwa apa yang kita miliki dan capai saat ini semata-mata adalah karena Tuhan. Kita tidak mungkin hidup tanpa berpaut pada Tuhan.

Kedua, tidak terpengaruh oleh lingkungan yang buruk. Yosua mengingatkan mereka supaya tidak mengikuti cara hidup orang-orang yang tidak mengenal Allah di sekitar mereka (7). Mereka juga diperingatkan untuk tidak kawin-mawin dengan bangsa lain karena hal itu merupakan godaan besar untuk jatuh dalam penyembahan berhala (12).

Sudahkah Saudara berpaut pada Tuhan? Kenalilah godaan yang dapat membuat Saudara rentan berpaling dari Tuhan? Akui di hadapan-Nya dan mohon pertolongan dari Tuhan. [ABL]

07/03/2026

Santapan Harian
Konfilk dan Komunikasi Efektif
Yosua 22:9-34

Konflik adalah ketegangan yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan kita. Selama kita masih berinteraksi dengan orang lain, konflik merupakan sebuah keniscayaan. Namun, hal yang sangat disayangkan adalah konflik acapkali terjadi bukan karena sebuah masalah yang riil, tetapi karena hambatan komunikasi. Komunikasi yang buruk membuat masalah berujung pada konflik. Sebaliknya, komunikasi efektif membuat konflik berakhir dengan saling pengertian.

Sebagaimana kita ketahui bahwa bani Ruben, Gad, dan Manasye dipisahkan oleh Sungai Yordan dengan suku-suku lainnya. Kondisi ini membuat mereka berpikir bahwa pada kemudian hari bisa saja terjadi konflik antara generasi berikutnya dari dua sisi Sungai Yordan. Oleh karena itu, mereka berpikir bahwa konflik itu bisa dihindarkan jika ada tanda pemersatu yang kelihatan.

Karena itu, mereka mendirikan sebuah mazbah sebagai tanda dan pengingat bagi generasi berikutnya dari kedua belah pihak bahwa mereka menyembah Allah yang sama dan bahwa mereka adalah satu sebagai umat Allah (26-28).

Semula suku-suku Israel lainnya salah paham; mereka mengira mazbah itu untuk menyembah allah lain. Pengalaman sebelumnya membuat mereka waspada karena penyembahan asing pernah membawa hukuman bagi seluruh bangsa (17, 20). Dalam kasus ini, langkah yang diambil bangsa Israel sangat bijak. Mereka membangun komunikasi efektif dengan mengutus delegasi yang dipimpin oleh Pinehas (13). Ada dua kunci komunikasi efektif yang terlihat dalam percakapan antara delegasi dengan bani Ruben, Gad, dan Manasye.

Pertama, bertanya tanpa menuduh atau menghakimi (16-20). Kedua, para delegasi mendengarkan alasan mereka mendirikan mazbah sehingga percakapan berakhir dengan pengertian dan konflik pun dapat dihindari (30).

Dalam menghadapi suatu masalah, sangat bijaksana jika kita mau bertanya tanpa menuduh atau menghakimi, dan mau mendengarkan dengan empati. Mari kita belajar agar dapat berkomunikasi secara efektif. [ABL]

06/03/2026

Santapan Harian
Jangan Lupakan Tuhan
Yosua 22:1-8

Salah satu godaan besar dalam perjalanan iman orang Kristen adalah ketika kita mengalami kesuksesan, sering kali kita tergoda untuk melupakan Tuhan dan mengandalkan diri sendiri. Sewaktu kita bergumul dalam kekurangan, mungkin kita selalu datang kepada Tuhan memohon pertolongan-Nya. Tetapi, setelah Tuhan menjawab doa-doa kita dan memberi kelimpahan, apakah kita tetap ingat Tuhan dan bersandar pada-Nya?

Setelah bangsa Israel memasuki tanah Kanaan, TUHAN memenuhi janji-Nya kepada mereka untuk menikmati kelimpahan, kenyamanan, dan yang paling penting, ketenteraman hidup (lih. 21:43-45). Sesuai dengan janji TUHAN, Yosua telah membagikan seluruh tanah perjanjian itu kepada suku-suku Israel. Demikian juga orang Ruben, Gad, dan Manasye yang setengah itu, telah menerima bagian mereka masing-masing seperti yang telah dijanjikan TUHAN melalui Musa (1-4, 7).

Akan tetapi, hal yang menarik adalah di tengah-tengah berkat secara materi yang sedang mereka nikmati

ini, Yosua mengingatkan mereka untuk tetap ingat dan tidak melupakan Tuhan. Yosua kembali mengingatkan orang Ruben, Gad, suku Manasye dan seluruh orang Israel untuk berpegang pada pesan penting Musa kepada mereka. Pesan penting tersebut adalah bahwa mereka harus tetap setia kepada Allah yang dilandaskan pada kasih kepada TUHAN (5).

Yosua mengingatkan bangsa Israel perihal tanggung jawab rohani mereka. Allah telah membuktikan kesetiaan dan kasih-Nya kepada bangsa Israel, kini Yosua menuntut mereka untuk menunjukkan kesetiaan dan kasih mereka dengan melakukan firman dan kehendak-Nya.

Renungkanlah betapa besar kasih dan kesetiaan Tuhan dalam kehidupan kita. Tuhan telah memberikan berkat rohani terbesar dengan mati untuk kita. Ia juga memberikan berkat jasmani dengan terus memelihara hidup kita sehingga kita bisa tetap hidup sebagaimana adanya kita hari ini. Karena itu, marilah kita juga setia dan mengasihi-Nya. Jangan melupakan Tuhan apa pun keadaan kita. [ABL]

Baca Gali Alkitab 10

Yosua 22:1-8

Setelah penderitaan panjang di padang gurun dan sengketa perebutan tanah, Yosua menghimpun suku Ruben, Gad, dan setengah Manasye di Sikhem untuk mengingatkan satu hal pokok: meski mereka sudah menerima warisan tanah di seberang Yordan, tugas utama mereka-memelihara hukum Musa dan setia kepada TUHAN-tidak boleh kendur.

Dengan tabut perjanjian di antara imam-imam, Yosua menegaskan pentingnya ketaatan dan kasih ("mengasihi TUHAN Allahmu dan berjalan di segala jalan-Nya"), memberi berkat, lalu mengutus mereka pulang dengan sukacita. Pesan ini menegaskan bahwa rest time bukan alasan untuk lalai, melainkan momen berharga untuk memperdalam komitmen akan panggilan terbesar.

Apa saja yang Anda baca?
1. Siapa yang Yosua panggil dan apa yang ia katakan kepada mereka? (1-5)
2. Apa yang Yosua lakukan kemudian? (6-8)

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Dari kisah ini, pelajaran apa yang dapat membantu Anda mengelola potensi konflik internal di tengah pekerjaan bersama?
2. Dalam melayani, langkah apa yang bisa Anda ambil agar tetap berfokus pada pekerjaan Tuhan, tanpa tergoda "jalan lain"?
3. Bagaimana keyakinan bahwa "Tuhan menyertai kita" memberi pengharapan konkret dalam pelayanan kita hari ini?

Apa respons Anda?
1. Untuk hal apa saja Anda ingin mengucap syukur kepada Tuhan hari ini?
2. Apa yang perlu Anda akui dan mohon ampun lewat pengakuan dosa?

Pokok Doa:
Meneguhkan visi jemaat untuk menjaga nilai kebenaran dan kasih Allah di dalam hidup bersama umat yang berbeda iman.

05/03/2026

Santapan Harian
Pemeliharan Allah bagi Hamba-Nya
Yosua 21

Setelah Lewi menjadi suku yang melayani Allah, maka mereka tidak akan mendapat tanah pusaka seperti suku-suku lain. Mereka diberi 48 kota (termasuk 6 kota perlindungan) untuk tempat tinggal mereka.

Saat itu kepala-kepala kaum keluarga Lewi datang menghadap Imam Eleazar dan Yosua untuk meminta kota-kota seperti yang diperintahkan TUHAN (1-2). Orang Israel pun memberikan kota-kota milik pusaka mereka serta tanah penggembalaan kepada orang Lewi (3). Perhatikan bahwa keturunan imam Harun dari kaum Kehat mendapat 13 kota dari suku Yehuda, Simeon, dan Benyamin (4). Keturunan Kehat lainnya mendapat 10 kota dari suku Efraim, Dan, dan setengah Manasye (5). Kaum Gerson mendapat 13 kota dari Isakhar, Asyer, Naftali, dan setengah Manasye (6). Sedangkan keturunan Merari mendapat 12 kota dari Ruben, Gad, dan Zebulon.

Kehat, Gerson, dan Merari adalah 3 orang anak Lewi. Sekali lagi perhatikan bahwa kaum Kehat mendapat paling banyak kota. Hal itu adalah karena Harun berasal dari kaum Kehat. Para imam diberi 13 kota, sedangkan kaum Kehat yang lain diberi 10 kota, sehingga total ada 23 kota untuk kaum Kehat. Setiap kota diberikan dengan tanah penggembalaan supaya para imam dan Lewi dapat menggembalakan ternak yang diberikan sebagai persepuluhan oleh suku-suku yang lain.

Dengan demikian, jelas bahwa Allah mengerti akan kebutuhan umat-Nya dan memberikan pemeliharaan supaya mereka dapat memiliki tempat tinggal di kota-kota mereka sendiri. Kepada imam, yang pelayanannya sangat khusus, Allah memberikan pemeliharaan yang khusus.

Pemeliharaan Tuhan di sini menunjukkan cara Tuhan memelihara kebutuhan hidup hamba-hamba-Nya secara istimewa. Kepada yang diberi tugas yang lebih, Tuhan juga akan memberikan perhatian khusus. Oleh karena itu, janganlah khawatir jika Tuhan memberikan tugas kepada kita, yang sepertinya lebih berat daripada tugas orang lain, karena Tuhan pasti juga akan memelihara kita secara khusus. [INT]

04/03/2026
04/03/2026

Santapan Harian
Kota-kota Perlindungan
Yosua 20

Seperti namanya, kota perlindungan adalah kota di mana seseorang bisa mendapatkan perlindungan. Perlindungan dari apa? Mari kita lihat nas hari ini.

Yosua diperintahkan untuk menentukan kota-kota perlindungan, seperti yang telah TUHAN sampaikan melalui Musa (2). Kota-kota itu merupakan perlindungan bagi orang yang membunuh seseorang tanpa sengaja atau tidak direncanakan supaya tidak dibunuh penuntut utang darah (3). Setelah orang tersebut sampai di salah satu kota itu, ia harus berdiri di depan pintu gerbang kota untuk memberitahukan perkaranya kepada para tua-tua kota, dan ia harus diterima untuk tinggal di antara mereka (4).

Orang kota itu tidak boleh menyerahkan dia kepada penuntut utang darah sebab pembunuhan yang terjadi tidak direncanakannya dan tidak ada dendam sebelumnya (5). Ada enam kota perlindungan yang ditentukan, yaitu tiga di Kanaan dan tiga di sebelah timur Sungai Yordan (7-9).

Seseorang yang membunuh tanpa sengaja harus melarikan diri ke kota perlindungan. Hal ini karena keluarga korban bisa menuntut balas tanpa menyelidiki kejadian yang sebenarnya. Di kota perlindungan, ia akan diadili. Jika terbukti tidak disengaja, ia tidak diserahkan kepada penuntut darah dan harus tetap tinggal di kota perlindungan sampai imam besar meninggal.

Darah orang yang terbunuh mencemarkan tanah atau negeri yang dikuduskan bagi Allah. Dan tidak ada pendamaian yang dapat dilakukan bagi tanah itu. Oleh karena itu, darah orang yang sengaja membunuh harus dicurahkan untuk menjadikan tanah tersebut tahir (lih. Bil 35:33). Apabila pembunuhan terjadi tanpa sengaja, pelaku tidak dihukum mati, tetapi tanah tetap tercemar oleh darah yang tertumpah. Kematian imam besar membawa penyucian bagi tanah itu. Oleh karena itu, orang yang sebelumnya berlindung boleh kembali ke kota asalnya.

Kota perlindungan merupakan bayang-bayang yang menunjuk kepada Yesus Kristus sebagai pelindung kita, 'kota perlindungan' bagi anak-anak-Nya. [INT]

03/03/2026

Santapan Harian
Allah Menghargai Hamba-Nya yang Setia
Yosua 19

Tentara generasi pertama yang keluar dari Mesir Allah hukum untuk berkelana dan mati di padang gurun karena mereka tidak mau berperang dengan Kanaan. Dari keseluruhan tentara, hanya Yosua dan Kaleb yang setia yang diizinkan Allah masuk ke Kanaan.

Nas kita menceritakan tentang pembagian tanah untuk enam suku yang masih tertinggal, yaitu Simeon, Zebulon, Isakhar, Asyer, Naftali, dan Dan (1-48). Namun, ternyata ada sesuatu yang dicatat setelah itu, yaitu milik pusaka yang diberikan kepada Yosua. Setelah orang Israel selesai membagikan negeri itu menjadi milik pusaka mereka menurut wilayah-wilayahnya, mereka memberikan kepada Yosua bin Nun milik pusaka di antara mereka (49). Karena Yosua adalah dari suku Efraim, sesuai dengan titah TUHAN, mereka memberikan kepadanya kota yang dimintanya, yakni Timnat-Serah di Pegunungan Efraim. Ia membangun kota itu dan menetap di sana (50).

Jika kita melihat pembagian tanah Kanaan, yang dibagi untuk 9, 5 suku (karena 2, 5 suku sudah mendapat tanah di timur Sungai Yordan), maka catatan pembagian tanah Kanaan dimulai dengan tanah yang diberikan kepada Kaleb (lih. Yos 14:6-15), dan berakhir dengan tanah yang diberikan kepada Yosua (49-50). Hanya dua orang inilah yang secara pribadi disebutkan mendapat milik pusaka mereka. Pembagian tanah lainnya hanya disebutkan batasan-batasan daerahnya dan kota-kota yang ada dalam wilayah tersebut.

Ini berarti Allah memberikan perhatian khusus kepada kedua hamba-Nya yang setia. Hal itu menunjukkan betapa Allah menghargai kesetiaan mereka, meskipun sebenarnya kesetiaan adalah kewajiban setiap hamba-Nya. Kita seharusnya setia kepada Allah tanpa mengharapkan imbalan karena kesetiaan kita adalah hasil dari anugerah-Nya yang melimpah. Namun, nas hari ini menunjukkan bahwa ternyata Allah sangat menghargai ketika kita melakukan kewajiban kita untuk setia dan taat kepada-Nya.

Bersyukurlah karena kita memiliki Allah yang sangat menghargai hamba-hamba-Nya yang setia. [INT]

02/03/2026

Santapan Harian
Kecil tetapi Berkualitas
Yosua 18:11-28

Ada pepatah Inggris "good things come in small packages" (barang-barang berkualitas ada dalam kemasan kecil). Hal ini ternyata berlaku untuk wilayah Benyamin.

Jika kita melihat dalam peta tentang tanah warisan suku-suku Israel, maka daerah Benyamin merupakan daerah yang relatif kecil dibandingkan dengan daerah suku-suku yang lain. Walaupun kecil, daerah Benyamin merupakan daerah yang strategis karena terletak di antara dua suku yang paling penting, yaitu suku Yusuf (Efraim dan Manasye) di sebelah utara dan Yehuda di sebelah selatan (11). Efraim adalah suku yang paling penting dalam Kerajaan Utara nantinya, dan Yehuda merupakan suku yang paling penting dalam Kerajaan Selatan nantinya.

Bukan saja tempatnya yang strategis, tetapi beberapa kota yang sangat penting di Israel berada di daerah Benyamin. Tiga kota terakhir yang dicatat dalam nas hari ini adalah Yebus, yaitu Yerusalem, serta Gibea dan Kiryat-Yearim (28). Kota-kota itu sangat penting. Yerusalem masih disebut Yebus karena saat itu kota ini masih diduduki oleh orang Yebus. Di kemudian hari Daud akan merebut kota ini dan menjadikannya sebagai ibu kota seluruh Israel setelah dia menjadi raja atas seluruh Israel (lih. 2Sam 6-10). Yerusalam merupakan kota yang paling penting dalam sepanjang sejarah Israel karena di kota inilah nanti Bait Allah didirikan.

Gibea adalah kota asal Saul dan ibu kota pemerintahan Saul. Di kemudian hari kota ini disebut dengan nama Gibea-Saul (bdk. 1Sam 11:4) karena ada kota Gibea lainnya yang terletak di Yehuda (lih. Yos 15:57). Di kemudian hari Gibea-Saul menjadi ibu kota Kerajaan Israel yang pertama.

Selanjutnya, Kiryat-Yearim, kota di mana Tabut Allah disimpan selama puluhan tahun sejak kembali dari Filistin sampai nanti Daud membawanya ke Yerusalem (bdk. 1Sam 7:1). Dalam 2 Samuel 6:2, Kiryat-Yearim disebut Ba'ale-Yehuda (artinya, 'kiranya Tuhan dipuji').

Belajar dari kecilnya wilayah Benyamin, jangan memandang remeh sesuatu yang kecil karena sesuatu yang kecil bisa sangat berkualitas. [INT]

02/03/2026

Santapan Harian
Mengupayakan Keadilan bagi Semua
Yosua 18:1-10

Tanah Kanaan akan dibagikan untuk 9, 5 suku karena 2, 5 suku sudah mendapatkan tanah di sebelah timur Sungai Yordan. Nas hari ini menunjukkan cara Allah yang bijaksana dalam membagikan tanah Kanaan.

Keturunan Yehuda dan Yusuf merupakan suku-suku yang paling penting. Karenanya Allah sudah menentukan bahwa tanah Yehuda ada di sebelah selatan dan tanah keturunan Yusuf akan ada di sebelah utara (5). Ini dikarenakan ketika kerajaan terpecah nantinya, keturunan Yehuda dan Yusuf akan menjadi suku-suku terpenting di Kerajaan Selatan dan Utara.

Berarti sekarang ada tujuh suku yang perlu ditentukan letak tanahnya. Supaya pembagian tanah tidak menimbulkan sengketa, maka Allah memerintahkan setiap suku mengirim tiga utusan untuk pergi menjelajah negeri, dan membuat catatan untuk melihat bakal milik pusaka mereka (4).

Kemudian mereka semua kembali ke Yosua, dan bersama-sama membagi negeri itu menjadi tujuh bagian (5). Setelah pembagian itu disetujui, Allah akan mengundi suku-suku

sehingga memperoleh suku apa mendapat bagian yang mana (6). Seperti yang diperintahkan Yosua, mereka menjelajah Kanaan, membuat catatan mengenai tujuh bagian negeri itu, kota demi kota, dalam satu kitab (9). Kemudian, mereka kembali kepada Yosua di Silo, lalu Yosua membuang undi bagi mereka di hadapan TUHAN (10). Pembagian tanah untuk tujuh suku pun terlaksana.

Menarik bahwa TUHAN tidak menentukan batasan setiap wilayah dengan begitu saja, tetapi memakai cara yang bijaksana ini. Pembagian untuk tujuh bagian sudah disepakati bersama, sedangkan penentuan lokasi masing-masing suku adalah melalui undian, berarti ditentukan oleh Allah. Akhirnya, pembagian berjalan dengan baik dan tidak ada yang protes.

Cara Allah ini mengajar kita supaya bertindak dengan bijak dan adil ketika kita harus memperhatikan kepentingan kelompok-kelompok yang berbeda. Cari cara supaya semua kelompok merasa dilibatkan dan diperlakukan dengan adil. Kiranya kita belajar dari cara Allah ini dalam kepemimpinan kita. [INT]

27/02/2026

Santapan Harian
Pencatatan yang Jujur
Yosua 15:20-63

Ketika menceritakan kebesaran seseorang, sering kali fokusnya hanya tentang hal-hal positif orang itu. Kegagalan yang dialami, kesalahan yang pernah dilakukan, kelemahan yang dimilikinya, atau cela kecil dalam tindakannya tidak mendapatkan perhatian, diabaikan, bahkan dianggap tidak ada. Tidak demikian dengan catatan tentang kota-kota suku Yehuda.

Di antara banyaknya kota yang menjadi milik suku Yehuda (20-62), dicatat juga bahwa satu kota, yaitu Yerusalem, masih diduduki orang Yebus. Hanya satu kota yang belum berhasil dikuasai oleh suku Yehuda.

Bayangkan, kota yang sudah dikuasai oleh suku Yehuda ada 101 (jumlah dari kota-kota yang disebutkan di ayat 32, 36, 41, 44, 54, 57, 59, 60, 62). Hanya satu kota yang belum dikuasai, namun itu tidak ada artinya dan sungguh tak sebanding! Kalaupun misalnya satu kota itu tidak dicatat, rasa-rasanya orang tidak terlalu mempermasalahkannya. Namun, nyatanya, kekurangan itu tetap dicatat dengan jujur.

Cara mencatat secara jujur ini bukan sekadar mengatakan suatu kebenaran, tetapi juga tidak menyembunyikannya. Kesuksesan dicatat, tetapi kegagalan juga tidak disembunyikan.

Kita perlu meneladan sikap semacam itu. Bukan hanya tentang mencatat fakta, tetapi juga menerima diri apa adanya. Kekuatan, kelebihan, dan keberhasilan adalah hal yang membanggakan. Namun, kelemahan, kekurangan, dan kegagalan bukanlah aib, melainkan bagian dari hidup. Tidak perlu disembunyikan. Justru dengan jujur mengakuinya, kita menunjukkan bahwa hal-hal negatif tidak mengalahkan kita, tetapi membuat kita lebih kuat untuk bangkit dan berusaha lagi.

Sejarah hidup kita perlu dicatat, baik secara harfiah dalam bentuk tulisan atau dalam bentuk ingatan. Namun, catatan itu mesti jujur. Dengan kejujuran itu kita bisa melihat diri kita seutuhnya. Kita tidak hanya dibentuk dari kekuatan, kelebihan, dan keberhasilan. Kita juga dibentuk dari kelemahan, kekurangan, dan kegagalan. Jujur atas catatan hidup membuat kita menghargai hidup yang telah, sedang, dan akan kita jalani. [KRS]

Baca Gali Alkitab 9

Yosua 15:20-63

Yosua 15:20-63 mencatat pembagian tanah bagi suku Yehuda, yang menunjukkan bagaimana TUHAN menggenapi janji-Nya kepada umat-Nya. Setiap kota dan wilayah yang diberikan bukan sekadar pembagian geografis, tetapi juga simbol pemeliharaan dan kesetiaan TUHAN terhadap janji-Nya.

Hal ini mengajarkan kepada jemaat bahwa Tuhan selalu setia dalam melakukan firman-Nya, dan setiap berkat yang diterima harus disyukuri serta digunakan untuk kemuliaan-Nya. Seperti suku Yehuda yang menerima tanah pusaka, jemaat juga dipanggil untuk mengelola dan menggunakan berkat Tuhan dengan bijaksana, serta tetap percaya bahwa janji Tuhan akan digenapi pada waktu-Nya.

Apa saja yang Anda baca?
1. Bagaimana pembagian tanah bagi suku Yehuda dijelaskan, dan kota-kota apa saja yang termasuk milik pusaka mereka? (20-62)
2. Apa yang terjadi pada orang Yebus sampai saat itu? (63)

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Apa yang dapat Anda pelajari tentang kesetiaan dan kebaikan TUHAN dalam memberikan milik pusaka kepada umat-Nya, yaitu suku Yehuda?
2. Seberapa besarkah milik pusaka suku Yehuda yang diberikan TUHAN kepada mereka?

Apa respons Anda?
1. Bagaimana Anda akan mengungkapkan rasa syukur atas kesetiaan Tuhan dalam membimbing hidup Anda?
2. Apa yang akan Anda doakan agar Anda tetap taat kepada perintah Tuhan, seperti suku Yehuda yang menerima kasih karunia Allah berupa tanah pusaka?
3. Bagaimana Anda dapat mengakui dan bertobat dari sikap yang kurang bersyukur atas berkat Tuhan?

Pokok Doa:
Memohon agar Tuhan memberkati keluarga-keluarga dengan kelimpahan dan perlindungan seperti Yehuda.

Address

Jln. Pioang No. 85-87
Madiun
63128

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Lunar D Solarius Ministry posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share