11/07/2026
Magelang - Sosialisasi terkait kesehatan kejiwaan dan Tuberkulosis menjadi konsentrasi dari Balai Kesehatan Masyarakat (Balkesmas) Wilayah Magelang. Dengan menghadirkan Narasumber dari Wakil Pimpinan Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah dan Kepala Balai Balkesmas, acara berlangsung di aula Balkesmas Wilayah Magelang Jalan Jend. Sudirman, Magersari, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang, Jum'at (10/7).
Dalam kesempatan tersebut dihadirkan stakeholder, Elemen masyarakat, Pengurus Pondok Pesantren, Mitra kerjasama, Mitra media, Puskesmas serta Dinas Kesehatan.
Hadir sebagai narasumber Wakil Pimpinan Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Yudi Indras Wiendarto, SE. Memaparkan penting nya akan kesadaran dari masyarakat terhadap kondisi kesehatan nya agar tidak terlambat dalam penanganan nya.
"Kita perlu mensosialisasikan kepada masyarakat keberadaan dari Balkesmas. Kami dari DPRD Provinsi sedang galakan sosialisasi tentang TB, sekarang ada speling atau dokter spesialis keliling yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat," Ujarnya.
Yudi juga berharap masyarakat tidak abai terhadap pola hidup yang lebih sehat. Masyarakat agar bisa memahami kondisi kesehatan nya dengan tidak takut memeriksakan diri. Paradigma jika periksa akan ketahuan seluruh penyakit nya adalah hal yang tidak tepat menurut nya. Semakin cepat diketahui, maka semakin bisa ditangani.
"Hipertensi, jantung dan kanker saat ini masih menduduki peringkat teratas dalam penanganan di sebuah Rumah Sakit," Tambahnya.
Sementara itu dr. Erlina Rumanti, M. Kes, Selaku Kepala Balai Kesehatan Masyarakat Wilayah Magelang menekankan jika saat ini layanan SOP GABUS (Strategi Operasional Pemberdayaan Warga Masyarakat Bergerak Untuk Stop TBC) masih menjadi poin utama dari pelayanan nya. "Inovasi ini berfokus pada pencegahan dan penanganan Tuberkulosis (TB) yang mencakup edukasi, deteksi dini/skrining aktif, upaya berhenti merokok, serta cek kesehatan gratis. Layanan ini diintegrasikan dengan Komunitas pondok pesantren disekitar wilayah kerja Balkesmas Magelang. Bahkan saat ini sudah melakukan skrining kejiwaan ke SMK yang berbasis Pondok Pesantren," Jelasnya.