05/09/2026
Nasib peternak rakyat di Magetan, Jawa Timur, sedang tidak baik-baik saja. Mereka menjerit di tengah anjloknya harga telur, kelangkaan jagung, dan tekanan ekspansi peternakan skala besar. Aspirasi ini mencuat dalam audiensi perwakilan peternak dengan anggota DPRD Magetan dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/9).
Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS, Riyono, yang menerima audiensi tersebut menyoroti dalamnya persoalan yang dihadapi para peternak. Salah satu keluhan utama adalah harga telur yang tak kunjung membaik. Sejak 30 Maret 2026, harga telur disebut stagnan di kisaran Rp23 ribu hingga Rp24 ribu per kilogram.
Kondisi ini diperparah dengan biaya produksi yang terus merangkak naik, terutama untuk pakan ternak. Di sisi lain, para peternak mengaku kesulitan mendapatkan jagung sebagai bahan baku utama pakan ayam petelur.
"Persoalan ini tidak hanya terjadi di Magetan. Tekanan serupa juga dirasakan peternak rakyat di banyak daerah," ujar Riyono dalam keterangannya, Kamis (3/9/2026).
Riyono menilai, pemerintah sebenarnya sudah memiliki regulasi untuk melindungi peternak kecil, namun implementasinya di lapangan masih lemah. Ia menyoroti Undang-Undang Ketahanan Pangan yang dinilai belum sepenuhnya hadir melindungi para peternak gurem.
"Sebenarnya perlindungan terhadap peternak kecil sudah ada dalam UU Ketahanan Pangan, hanya saja implementasinya tidak mudah. Karena itu, yang harus kita dorong adalah bagaimana regulasi tersebut benar-benar hadir dan dirasakan oleh peternak di lapangan," tegas Riyono.
Legislator asal Daerah Pemilihan Jawa Timur VII ini juga menyoroti ekspansi peternakan besar yang semakin menekan peternak rakyat. Ia meminta pemerintah daerah tegas menertibkan pembukaan kandang baru yang tidak berizin. Menurutnya, keberadaan peternakan besar berkapasitas puluhan ribu ekor tidak boleh mengorbankan usaha rakyat kecil.
"Tidak boleh ada pembukaan kandang baru, apalagi tidak berizin, harus ditindak dan dihentikan. Jangan sampai peternak rakyat yang sudah bertahun-tahun menggantungkan hidupnya dari usaha ini justru semakin terdesak oleh ekspansi peternakan besar," tegasnya.