Berita Magetan

Berita Magetan Cerdas, Teliti berbagi informasi. menjalin silaturahmi dan peduli

Berbagi informasi seputar Magetan dan sekitarnya
(1)

Kaki itu ditekuk rapat di ambang pintu. Cikrak (70) bersandar pada kusen rumah sederhananya di Dusun Grumbul Malang RT 0...
07/09/2026

Kaki itu ditekuk rapat di ambang pintu. Cikrak (70) bersandar pada kusen rumah sederhananya di Dusun Grumbul Malang RT 03 RW 11 Desa Pupus, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Tatapannya menerawang. Matanya mulai rabun, sementara kedua tangannya sesekali mengusap wajah. Di usia senja, perempuan itu harus menjalani hidup seorang diri tanpa suami dan anak.

Kini, satu-satunya sandaran ekonominya ikut terganggu. Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang selama bertahun-tahun diterimanya mendadak tak lagi cair. Sudah dua kali pencairan, Cikrak tidak menerima bantuan tersebut. Ia pun bingung harus mencari jawaban ke mana.

Bagi Cikrak, PKH bukan sekadar bantuan pemerintah. Uang tersebut selama ini menjadi salah satu penopang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, belakangan bantuan itu berhenti. Cikrak mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebabnya.

Selengkapnya di kolom komentar

Satlantas Polres Ngawi mengingatkan pengemudi truk pengangkut tebu guna memastikan muatan tertutup terpal dengan baik. H...
07/09/2026

Satlantas Polres Ngawi mengingatkan pengemudi truk pengangkut tebu guna memastikan muatan tertutup terpal dengan baik. Hal ini dilakukan guna mencegah muatan tebu tercecer dan membahayakan pengguna jalan lainnya.

Imbauan tersebut disampaikan personel Satlantas Polres Ngawi kepada sejumlah sopir truk tebu yang melintas di Jalan Raya Solo, kawasan Mojorejo, Desa Grudo, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi pada Minggu (6/9/2026)

Dalam kegiatan itu, Kasat juga Polres Ngawi AKP Moh. Imam Reza bersama anggotanya membagikan brosur sekaligus memberikan edukasi kepada para pengemudi. Satlantas Ngawi sopir meminta memastikan muatan tebu telah tertata dengan aman dan ditutup menggunakan terpal sebelum kendaraan melanjutkan perjalanan.

"Pastikan muatan aman dan terpasang terpal dengan baik. Jangan sampai ada muatan yang jatuh atau berserakan di jalan karena dapat membahayakan pengguna jalan lainnya," kata AKP Imam dikutip Senin (7/9/2026).

Selengkapnya di kolom komentar

Angin kencang yang terjadi di Dukuh Sedayu, Desa Sendang, Kecamatan Jambon, Ponorogo, Minggu, 6 September 2026 sekitar p...
07/09/2026

Angin kencang yang terjadi di Dukuh Sedayu, Desa Sendang, Kecamatan Jambon, Ponorogo, Minggu, 6 September 2026 sekitar pukul 13.30 WIB, membuat atap teras rumah milik Fendy, warga setempat, roboh.

Atap teras yang terbuat dari galvalum tersebut porak-poranda setelah diterpa angin kencang. Sebagian material atap dan rangka berjatuhan di sekitar rumah. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp5 juta.

Kapolsek Jambon, AKP Sarwoto, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, wilayah Jambon pada Minggu siang memang dilanda angin yang cukup kencang. Berdasarkan laporan yang diterima, hanya satu rumah warga yang terdampak.

“Memang wilayah Jambon pada Minggu siang diterpa angin yang cukup kencang. Dari laporan yang masuk, hanya satu rumah warga yang terdampak, yakni atap teras yang terbuat dari galvalum rusak akibat diterjang angin,” ujar AKP Sarwoto.

Selengkapnya di kolom komentar

Sebuah kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua unit truk terjadi di Simpang Empat Ngujur, Desa Kedondong, Kecamatan K...
07/09/2026

Sebuah kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua unit truk terjadi di Simpang Empat Ngujur, Desa Kedondong, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, pada Senin (07/09/2026) dini hari, sekitar pukul 04.37 WIB. Akibat insiden tersebut, satu unit truk terperosok hingga masuk ke dalam gerai minimarket Indomaret yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Madiun, Ipda Andika Cahyono, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa kecelakaan melibatkan truk bermuatan kayu dengan nomor polisi AG 8412 YQ dan truk tanpa muatan bernomor polisi AE 9251 NF.

Kronologi bermula ketika truk nopol AE 9251 NF yang dikemudikan oleh Sugiharto (39), warga Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, melaju dari arah timur menuju barat melalui jalur utama. Pada saat yang bersamaan, truk bernomor polisi AG 8412 YQ yang dikemudikan oleh Suliono (55), warga Kabupaten Trenggalek, melaju dari arah selatan menuju utara. Sesampainya di persimpangan, kedua truk tersebut tidak dapat menghindari tabrakan.

Ipda Andika Cahyono menyampaikan bahwa ketiga korban yang terlibat dalam kecelakaan ini mengalami luka-luka dan saat ini tengah mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Dolopo, Kabupaten Madiun. Adapun identitas para korban meliputi Suliono, pengemudi truk AG 8412 YQ; Sugiharto, pengemudi truk AE 9251 NF; serta Sukarni (74), seorang penumpang truk AG 8412 YQ yang merupakan warga Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek.

"Ketiga korban mengalami luka dan saat ini mendapatkan perawatan di rumah sakit," jelas Ipda Andika.

Seorang bocah berinisial R (9) meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan tembok kamar mandi yang sudah lama tidak digu...
06/09/2026

Seorang bocah berinisial R (9) meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan tembok kamar mandi yang sudah lama tidak digunakan di Desa Ketonggo, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Minggu (6/9/2026) siang.

Peristiwa tr4915 itu terjadi ketika R bersama tiga temannya sedang bermain petak umpet. Saat permainan berlangsung, R berlari dan bersembunyi di belakang tembok kamar mandi yang kondisinya sudah lapuk.

Tanpa disadari korban, tembok tersebut tiba-tiba roboh dan menimpa tubuhnya.

Salah seorang warga, Nuryanto, mengatakan dirinya mendapat informasi dari cucunya bahwa ada seorang anak tertimpa tembok. Ia kemudian bersama cucunya bergegas menuju lokasi kejadian.

Saat tiba di lokasi, Nuryanto mendapati R sudah tertimpa reruntuhan tembok kamar mandi. Tidak lama kemudian, orang tua korban juga tiba dan bersama warga langsung melakukan evakuasi.

Nuryanto melihat korban mengalami lvka pada bagian belakang kepala dan diduga sudah tidak sadarkan diri.

Menurut Nuryanto, bangunan kamar mandi tersebut merupakan milik warga setempat dan sudah lama tidak digunakan. Rumah di lokasi itu juga diketahui telah lama kosong, sehingga kondisi tembok yang lapuk tidak diketahui pemiliknya.

Kanit Reskrim Polsek Bungkal, AIPDA Hermansyah, mengatakan pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi untuk memastikan kronologi kejadian.

Hermansyah menambahkan, keluarga korban juga telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan tidak menuntut pihak mana pun.

“Dari pihak keluarga tidak menuntut pihak mana pun dan sudah menerima kejadian tersebut yang dianggap sebagai musibah,” kata Hermansyah.

Kawasan hutan di lereng Gunung Lawu, tepatnya di wilayah Desa Pacalan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur,...
06/09/2026

Kawasan hutan di lereng Gunung Lawu, tepatnya di wilayah Desa Pacalan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, terbakar pada Sabtu (5/9/2026) siang.

Petugas gabungan dari TNI-Polri, Perhutani, dan BPBD Magetan dikerahkan untuk memadamkan api yang membakar sekitar satu hektare kawasan hutan.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Api terlihat melalap sejumlah tanaman kayu di kawasan tersebut, di antaranya kayu kaliptus, pinus, cemara, dan jenis tanaman lainnya.

Lokasi kebakaran berada di Petak 72 D, masuk wilayah RPH Sarangan, BKPH Lawu Selatan. Titik kebakaran berada di kawasan hutan dengan pengelolaan khusus (KHDPK), tepat di depan kawasan Lawu Green Forest (LGF) Magetan.

Dalam video yang didokumentasikan petugas, terlihat kobaran api membakar vegetasi hutan. Sejumlah petugas gabungan kemudian bergerak menuju titik api dan melakukan pemadaman menggunakan peralatan yang tersedia.

Api berhasil dipadamkan sekitar dua jam setelah pertama kali diketahui. Petugas memastikan kondisi di lokasi aman sebelum meninggalkan kawasan hutan yang terbakar.

Asper BKPH Lawu Selatan, Mulyadi, mengatakan kebakaran diketahui setelah petugas Perhutani yang tengah melakukan patroli melihat kepulan asap dari kawasan hutan tersebut.

“Awalnya saya melihat kepulan asap muncul di kawasan hutan penyebab diduga dari pengarapan lahan luasan yang terbakar satu hektar,” ujar Mulyadi.

Menurut dugaan sementara, kebakaran tersebut berkaitan dengan aktivitas pembukaan atau penggarapan lahan di kawasan KHDPK dengan cara dibakar. Api kemudian membakar tanaman yang berada di sekitar lahan sehingga meluas hingga sekitar satu hektare.

Begitu mengetahui adanya kepulan asap, petugas Perhutani bersama unsur gabungan langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Upaya pemadaman dilakukan agar api tidak semakin meluas ke kawasan hutan lainnya.

Selengkapnya di kolom komentar

Bocah berinisial R (9), asal Desa Tempuran, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, meninggal dunia setelah tenggelam saat ber...
06/09/2026

Bocah berinisial R (9), asal Desa Tempuran, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, meninggal dunia setelah tenggelam saat berenang di Taman Wisata Tawun, Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Minggu (6/9/2026) pagi.

Korban diduga masuk ke kolam renang dewasa dengan kedalaman sekitar 1,5 meter ketika sang ibu sedang membeli makanan tidak jauh dari lokasi kejadian.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, R datang ke Taman Wisata Tawun bersama ibunya, Sukati (45), dan seorang tetangga menggunakan kereta mini. Setelah tiba di lokasi wisata, korban kemudian berenang di kolam khusus anak-anak.

Namun, situasi berubah ketika Sukati meninggalkan korban untuk membeli makanan. Korban diduga berpindah dari kolam anak-anak menuju kolam renang dewasa. Tidak lama kemudian, korban ditemukan dalam kondisi tenggelam.

Warga bersama petugas langsung melakukan evakuasi dan membawa korban ke Puskesmas Kasreman untuk mendapatkan pertolongan. Namun, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan. Petugas memastikan korban telah meninggal dunia saat tiba di fasilitas kesehatan tersebut.

Tangis keluarga pecah di Puskesmas Kasreman setelah korban dievakuasi dari lokasi kejadian. Sukati hanya bisa menangis melihat anak keduanya dari dua bersaudara itu sudah tidak bernyawa.

Ayah korban, Katimun (50), juga tiba di Puskesmas Kasreman. Ia tampak tidak kuasa menahan kesedihan saat memberikan ciuman terakhir kepada putranya yang meninggal ketika sedang berwisata bersama sang ibu.

Nasib peternak rakyat di Magetan, Jawa Timur, sedang tidak baik-baik saja. Mereka menjerit di tengah anjloknya harga tel...
05/09/2026

Nasib peternak rakyat di Magetan, Jawa Timur, sedang tidak baik-baik saja. Mereka menjerit di tengah anjloknya harga telur, kelangkaan jagung, dan tekanan ekspansi peternakan skala besar. Aspirasi ini mencuat dalam audiensi perwakilan peternak dengan anggota DPRD Magetan dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/9).

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS, Riyono, yang menerima audiensi tersebut menyoroti dalamnya persoalan yang dihadapi para peternak. Salah satu keluhan utama adalah harga telur yang tak kunjung membaik. Sejak 30 Maret 2026, harga telur disebut stagnan di kisaran Rp23 ribu hingga Rp24 ribu per kilogram.

Kondisi ini diperparah dengan biaya produksi yang terus merangkak naik, terutama untuk pakan ternak. Di sisi lain, para peternak mengaku kesulitan mendapatkan jagung sebagai bahan baku utama pakan ayam petelur.

"Persoalan ini tidak hanya terjadi di Magetan. Tekanan serupa juga dirasakan peternak rakyat di banyak daerah," ujar Riyono dalam keterangannya, Kamis (3/9/2026).

Riyono menilai, pemerintah sebenarnya sudah memiliki regulasi untuk melindungi peternak kecil, namun implementasinya di lapangan masih lemah. Ia menyoroti Undang-Undang Ketahanan Pangan yang dinilai belum sepenuhnya hadir melindungi para peternak gurem.

"Sebenarnya perlindungan terhadap peternak kecil sudah ada dalam UU Ketahanan Pangan, hanya saja implementasinya tidak mudah. Karena itu, yang harus kita dorong adalah bagaimana regulasi tersebut benar-benar hadir dan dirasakan oleh peternak di lapangan," tegas Riyono.

Legislator asal Daerah Pemilihan Jawa Timur VII ini juga menyoroti ekspansi peternakan besar yang semakin menekan peternak rakyat. Ia meminta pemerintah daerah tegas menertibkan pembukaan kandang baru yang tidak berizin. Menurutnya, keberadaan peternakan besar berkapasitas puluhan ribu ekor tidak boleh mengorbankan usaha rakyat kecil.

"Tidak boleh ada pembukaan kandang baru, apalagi tidak berizin, harus ditindak dan dihentikan. Jangan sampai peternak rakyat yang sudah bertahun-tahun menggantungkan hidupnya dari usaha ini justru semakin terdesak oleh ekspansi peternakan besar," tegasnya.

Warga Desa Sumbersawit, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, dikejutkan dengan penemuan seorang bayi laki-laki di ping...
04/09/2026

Warga Desa Sumbersawit, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, dikejutkan dengan penemuan seorang bayi laki-laki di pinggir jalan, tepatnya di bawah pohon randu sekitar 50 meter dari rumah ibunya. Bayi tersebut ditemukan setelah Puskesmas Sidorejo menerima informasi mengenai seorang perempuan yang baru saja melahirkan, namun bayinya tidak berada bersamanya.

Kapolsubsektor Sidorejo, Ipda Bakoh Agus Purwoko, mengatakan, informasi awal diterima dari Puskesmas Sidorejo. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan pihak puskesmas untuk memastikan kondisi ibu sekaligus mencari keberadaan bayi.

“Oke, jadi gini rekan-rekan eh awal awal tadi ada informasi dari Puskesmas Sidorejo bahwa ada seseorang yang selesai melahirkan. Namun demikian bayi tidak ada. Dari laporan itu selanjutnya kita melakukan penyelidikan, koordinasi dengan Puskesmas Sidorejo,” kata Bakoh, Jumat (4/9/2026)

Petugas kemudian mendatangi rumah ibu bayi di wilayah Tanjung. Dari penelusuran tersebut, bayi akhirnya ditemukan berada di pinggir jalan, di bawah pohon randu dengan jarak sekitar 50 meter dari rumah.

“Ternyata bayi ditemukan di pinggir jalan, di bawah pohon randu, sekitar 50 meter dari rumah si ibu bayi,” ujarnya.

Bayi tersebut selanjutnya langsung dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis. Petugas membawanya ke Puskesmas Sidorejo untuk mendapat penanganan awal dari bidan desa. Setelah itu, bayi dirujuk ke RSUD dr. Sayidiman Magetan guna memperoleh perawatan lebih lanjut.

Selengkapnya di kolom komentar

Nahas menimpa dua pengendara sepeda motor di Jalan Provinsi penghubung Ponorogo–Trenggalek. Sebatang pohon akasia berdia...
04/09/2026

Nahas menimpa dua pengendara sepeda motor di Jalan Provinsi penghubung Ponorogo–Trenggalek. Sebatang pohon akasia berdiameter sekitar satu meter tiba-tiba tumbang dan menimpa dua pemotor di Desa Winong, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Kamis (3/9/2026) sore.

Akibat kejadian tersebut, satu pengendara meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan di RSUD dr. Harjono Ponorogo, sementara satu pengendara lain mengalami luka ringan.

Selengkapnya di kolom komentar

Address

Magetan
63319

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Berita Magetan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Berita Magetan:

Shortcuts

Share