INDIE KENDARI

INDIE KENDARI Independent music media since 2016 based in Kendari, Indonesia
IG/Twitter : | Youtube : Indiekendari TV
Website : www.indiekendari.com

  Setelah satu tahun berlalu, Jahesanten akhirnya kembali merilis single terbaru mereka berjudul "Teras Langit". Lagu in...
10/08/2026

Setelah satu tahun berlalu, Jahesanten akhirnya kembali merilis single terbaru mereka berjudul "Teras Langit". Lagu ini diracik oleh Impossible Record Majene dan resmi rilis di platform musik digital mulai 1 Agustus 2026.

"Teras Langit" lahir dari kekaguman dan rasa terima kasih atas keindahan dataran tinggi Tanah Mandar. Mereka mengemas lirik cantik dengan balutan sound Rock/Heavy Metal yang menerjemahkan perjalanan menuju hamparan hijau bukit sabana, untuk kemudian terlarut dan menghilang dalam pesonanya. Lagu ini menjadi magis dengan harmoni antara alat musik tradisional (keke, gongga lawe, dan kacapi mandar) yang mengawali distorsi gitar, bass dan laju pedal drum yang berlari.

Salah satu ciri khas, Jahesanten menyisipkan lirik dalam Bahasa Mandar “Pole dzi langi na litaq mandar, Mattangngar sau loanna lino, Masannang dzi lalang matinggalang”. Sebuah bentuk dedikasi dalam upaya pelestarian alam dan budaya melalui musik. “ Bukan sekedar panorama terhampar. Ini teras langit dari tanah mandar ” Kalimat ini menjadi benang merah lagu yang mengajak pendengar larut dalam kemegahan dan keagungan alam Tanah Mandar.

“Kami mencoba mengabadikan kekaguman kami akan pesona agung Tanah Mandar dalam sebuah rock anthem, dengan harapan orang lain dapat ikut merasakannya dan bernyanyi bersama. Semoga lagu ini pun bisa menjadi pengingat bahwa Indonesia Timur selalu punya keindahan yang layak untuk dirayakan”. Teras Langit sudah bisa didengarkan di berbagai platform musik digital, dan selanjutnya mari kita rayakan bersama Jahesanten.


  Setelah lebih dari tiga dekade berkarya di industri musik Indonesia, Ian Teaser kembali memperkenalkan single terbarun...
08/08/2026

Setelah lebih dari tiga dekade berkarya di industri musik Indonesia, Ian Teaser kembali memperkenalkan single terbarunya berjudul “Digdaya.” Tetap berakar pada musik rock yang telah membentuk perjalanan kariernya, lagu ini menghadirkan pendekatan yang lebih sinematik dan reflektif—mengajak pendengar merenungkan makna kekuatan, ambisi, dan keterbatasan manusia.

Ian Teaser bukanlah nama baru di skena musik rock Indonesia. Kariernya mulai dikenal luas sebagai vokalis Teaser, band asal Magelang yang berhasil meraih Juara Festival Rock Indonesia VIII Log Zhelebour pada tahun 1996. Bersama Teaser, ia melahirkan sejumlah lagu yang dikenal penikmat musik rock, seperti “Si Bandel,” “Cari Muka,” dan “Bunda.” Pengalaman panjang tersebut membentuk karakter musikal Ian yang dikenal melalui vokal yang kuat, lirik yang jujur, dan energi khas musik rock Indonesia.

Di tengah berkembangnya generasi baru musisi independen dan semakin masifnya penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam proses kreatif, Ian Teaser memilih tetap setia pada proses penciptaan musik yang lahir dari pengalaman dan kolaborasi antarmanusia. Melalui “Digdaya,” ia ingin menunjukkan bahwa karya yang autentik akan selalu memiliki tempat di hati pendengarnya.

Ditulis oleh Leo Wintapraja, “Digdaya” memadukan karakter rock modern dengan sentuhan sinematik yang atmosferik. Proses produksinya turut melibatkan Galuh Pradita sebagai gitaris yang menghadirkan warna gitar penuh ruang dan emosi, serta Danang Adi Prastowo yang mengisi berbagai instrumen untuk memperkaya dinamika lagu. Proyek ini diproduseri dan diaransemen bersama oleh Ian Teaser dan Leo Wintapraja, kemudian disempurnakan melalui proses mastering oleh Fuad Semarpro.

Secara tematik, “Digdaya” mengangkat gagasan bahwa setiap manusia bebas bermimpi menjadi apa pun yang diinginkan—setinggi elang, seteguh pohon, seterang mentari, ataupun semulia mutiara. Namun di balik berbagai pencapaian tersebut, manusia tetap memiliki batas yang tidak dapat dilampaui.


Episode ke dua puluh satu (21) Indiekendari Radio sudah rilis 🤘Di episode kali ini kami membahas rilisan Indonesia album...
06/08/2026

Episode ke dua puluh satu (21) Indiekendari Radio sudah rilis 🤘

Di episode kali ini kami membahas rilisan Indonesia album & single dari Raditomo andee_project dan mike_verdy. Untuk luar Indo ada bahasan lagu dari Kygo dan Erling Braut Haaland. Lokal Kendari kita ada bahasan tentang Franxy Franxy Franxy dan CIS. Dan untuk rekomendasi musik ada dari SIDE•B.

Sekarang podcast kami rilis di Spotify saja yaa, kalian bisa search : Indiekendari Radio atau langsung klik link di bio kami.


  Jeans Roek & Dua Dimensi Buktikan Perbedaan Genre Bisa Bersinar Bareng di "Kembali Bersinar"Band rock n roll asal Bogo...
05/08/2026

Jeans Roek & Dua Dimensi Buktikan Perbedaan Genre Bisa Bersinar Bareng di "Kembali Bersinar"

Band rock n roll asal Bogor, Jeans Roek, resmi melepas single terbaru "Kembali Bersinar" pada 25 Juli 2026. Kali ini mereka menggandeng grup hip hop Dua Dimensi, menghadirkan kolaborasi yang memadukan riff rock n roll dengan energi rap dalam satu warna baru. Lewat "Kembali Bersinar", keduanya mengangkat cerita tentang bangkit dari titik terendah. Lagu ini jadi pengingat kalau keterpurukan bukan akhir perjalanan, dan bahwa dukungan serta kolaborasi bisa menjadi jalan untuk kembali menemukan harapan.

Menariknya, lagu ini juga membawa pesan soal keberagaman di dunia musik. Alih-alih menjadikan perbedaan genre sebagai sekat, Jeans Roek dan Dua Dimensi justru membuktikan kalau rock n roll dan hip hop bisa bertemu dalam karya yang terasa segar dan penuh semangat. "Ini jadi bukti kalau kita bisa gerak bareng walaupun asal-usulnya berbeda. Yang awalnya terasa mustahil, akhirnya bisa terwujud dan kita bisa bersinar bareng," ujar Sikoran, gitaris sekaligus vokalis Jeans Roek. Bersamaan dengan perilisan singlenya, video klip "Kembali Bersinar" juga resmi tayang. Digarap oleh rumah produksi asal Bogor, Ruang Kosong, visualnya memperkuat tema perjuangan, kebersamaan, dan semangat untuk bangkit.

"Kembali Bersinar" sudah bisa didengarkan di seluruh platform streaming digital, lengkap dengan video klip resminya di YouTube.


  Nama Maysha Jhuan kembali mencuri perhatian lewat single terbarunya, "Kamu Doang", sebuah lagu yang lahir dari kejujur...
04/08/2026

Nama Maysha Jhuan kembali mencuri perhatian lewat single terbarunya, "Kamu Doang", sebuah lagu yang lahir dari kejujuran paling personal, momen ketika seseorang yang keras kepala dan gengsian akhirnya menyerah pada cinta yang selama ini ia sangkal. Dirilis di bawah naungan My Music Records, lagu ini menandai pencapaian penting bagi Maysha Jhuan karena untuk kali pertama, ia menulis lagunya sendiri dari nol, sesuatu yang menurutnya mengubah total caranya memandang pada sebuah karya.

Ditulis bersama Roommate Project (Raymond Aditya dan Aldi Fachrobby), "Kamu Doang" membalut cerita patah hati dan penyangkalan cinta dengan warna musik yang justru ceria yaitu Japanese city pop yang groovy, upbeat, easy listening dan gampang nempel di kepala sejak pertama kali didengarkan. Menurut Maysha, "Kamu Doang" menggambarkan sosok perempuan yang sudah lelah berharap pada cinta karena pengalaman masa lalunya, hingga akhirnya bertemu seseorang yang perlahan membuktikan bahwa cinta itu nyata.

Masalahnya, sang perempuan masih dalam mode “dental” alias denial total. "Cewek ini masih denial. Dia overwhelmed sama semua keadaan yang ada, bingung apakah perasaan ini beneran ada atau enggak, karena dia sudah bertekad tidak mau jatuh cinta lagi. Tapi orang ini terus-menerus bikin dia makin yakin, wait, dia agak beda.” Ujar Maysha Jhuan.

Indiekendari platform
Youtube : Indiekendari TV
Spotify : Indiekendari Media
Facebook : Indie Kendari
Tiktok : Indiekendari
Blog : Indiekendarizine.blogspot.com


  Selama 12 tahun terakhir, nama Lafa Pratomo lebih sering hadir di balik karya musisi lain. Deretan lagu hit lahir dari...
03/08/2026

Selama 12 tahun terakhir, nama Lafa Pratomo lebih sering hadir di balik karya musisi lain. Deretan lagu hit lahir dari tangan dingin seorang Lafa, menjadikan dia sebagai sebagai salah satu arsitek pop Indonesia paling diperhitungkan hari ini. Kini, setelah 12 tahun berkarya, Lafa untuk pertama kalinya menempatkan namanya di sampul sebuah proyek kolaboratif bertajuk Garis Tegak. Sebuah EP yang menjadi penanda perjalanan kreatifnya sekaligus refleksi atas kegelisahan hidup di tengah dunia yang penuh ketidakpastian.

Diproduksi bersama KithLabo –- mitra strategis dalam pengembangan artis bagi musisi independen urban di Indonesia, Garis Tegak sekaligus merayakan dua tonggak perjalanan: 12 tahun Lafa Pratomo berkarya sebagai produser dan 6 tahun KithLabo membangun ruang kolaborasi bagi musisi. Momentum tersebut diwujudkan melalui sebuah EP berisi enam lagu yang mempertemukan 12 musisi dalam enam pasang kolaborasi: Feby Putri × Matter Mos, Nadhif Basalamah × Hursa, Bilal Indrajaya × The Jansen, Ari Lesmana × White Chorus, Isyana Sarasvati × Jason Ranti, serta Hindia × Banda Neira.

Seluruh proses kreatif dipimpin langsung oleh Lafa sebagai produser sekaligus kolaborator dalam penulisan setiap lagu. Perjalanan menuju perilisan EP akan dimulai melalui single pembuka "Seperti Angka 8", kolaborasi Lafa Pratomo, Feby Putri, dan Matter Mos, yang akan dirilis di seluruh platform digital pada 4 Agustus 2026. Bagi Lafa, Garis Tegak bukanlah album solo dalam pengertian konvensional. Proyek ini justru lahir dari keinginannya untuk merayakan perjalanan selama 12 tahun sebagai produser dengan mengajak musisi lain berjalan bersama.

Indiekendari platform
Youtube : Indiekendari TV
Spotify : Indiekendari Media
Facebook : Indie Kendari
Tiktok : Indiekendari
Blog : Indiekendarizine.blogspot.com


  Setelah memperkenalkan identitas musikal mereka melalui tiga single, Kekasih Mimpi(2023), 09/10 (2024), dan Aku Mau (2...
30/07/2026

Setelah memperkenalkan identitas musikal mereka melalui tiga single, Kekasih Mimpi(2023), 09/10 (2024), dan Aku Mau (2025), band alternative asal Mojokerto, SUNKITH, kinimembuka babak baru lewat debut mini album (EP) bertajuk in Wisteria. Mengusung konsepnaratif yang utuh, EP ini menjadikan "Usai" sebagai focus track, sekaligus menjadi titikemosional terdalam dari keseluruhan perjalanan cerita.

Terbentuk pada tahun 2023, SUNKITH beranggotakan Efan Adi (Vokal), Firman Adi (Bass),Elang Erl (Gitar), dan S. Hariadi (Drum). Musik mereka memadukan nuansa Post PopAlternative dengan inspirasi dari band-band seperti Coldplay, LANY, U2, The Script, The1975, hingga Sheila On 7, Nidji, Noah, dan Good Morning Everyone, menghasilkan karaktermusik yang emosional namun tetap modern.Melalui in Wisteria, SUNKITH mengangkat tema kehilangan yang dibangun berdasarkankonsep Five Stages of Grief karya Elisabeth Kübler-Ross. Kelima lagu dalam EP ini
merepresentasikan tahapan emosi manusia ketika menghadapi kehilangan, mulai dariDenial, Anger, Bargaining, Depression, hingga Acceptance. Inspirasi tersebut jugadiwujudkan melalui simbol bunga wisteria, yang melambangkan cinta abadi, pengorbanan,kesedihan, sekaligus harapan untuk tetap bertahan di tengah kehilangan.

Sebagai focus track, "Usai" hadir mewakili fase Depression, sebuah momen ketikapenolakan dan perlawanan mulai kehilangan tenaga, lalu berganti menjadi keheningan yangdipenuhi kesedihan. Lagu ini menggambarkan saat seseorang menyadari bahwa tidak adalagi yang bisa diperbaiki. Kehilangan mencapai puncaknya, namun di balik keheningan
tersebut tersimpan kejujuran atas luka, serta kesadaran bahwa kesedihan merupakan bagianyang tak terpisahkan dari cinta itu sendiri.

Indiekendari platform
Youtube : Indiekendari TV
Spotify : Indiekendari Media
Facebook : Indie Kendari
Tiktok : Indiekendari
Blog : Indiekendarizine.blogspot.com


  LVNE band modern hardcore asal bandung resmi memperkenalkan single terbarunya yang berjudul "OUTTA SIGHT". Berangkat d...
29/07/2026

LVNE band modern hardcore asal bandung resmi memperkenalkan single terbarunya yang berjudul "OUTTA SIGHT". Berangkat dari hobi yang sempat tertunda LVNE beranggotakan 5 personil yaitu : Riyan alpiyan (vokal) , Geri septian (gitar) , Giri dwi bagja (gitar) , palito rasaki (bass) & Angvi hadratullah (drum). Mulai memupuk atas dasar ketertarikan dengan genre modern hardcore di akhir tahun 2023.

"OUTTA SIGHT" bercerita tentang pengkhianatan yang datang dari orang yg kita percaya , bukan dari orang asing , sakitnya bukan karena kehilangan mereka tapi karena kehilangan kepercayaan yg pernah kita berikan sepenuhnya. Amarah itu ada , kata kata lantang itu masih tertahan tapi tidak semua hal harus diucapkan , ingin dihargai tapi tak bisa menghargai kadang mengalah dan pergi adalah jawaban paling keras , memilih untuk menjauh , meninggalkan semua kepalsuan dan melangkah tanpa menoleh lagi untuk jadi pribadi yang lebih baik.

Dibawah naungan Sunflow records (selaku produser mixing & mastering) , "OUTTA SIGHT" dengan warna baru ini berharap menjadi gebrakan pada ruang lingkup skena selanjutnya , untuk membiat kesan dan suasana yang baru dalam dunia musik indie khususnya dalam negeri dan skena musik keras. Dengan lirik yg emosional , riff gitar yang kuat dan vokal penuh amarah LVNE menyampaikan bahwa tidak semua kemarahan harus diungkapkan secara langsung , memilih pergi menjadi bentuk perlawanan paling tegas sekaligus langkah untuk menjadi pribadi lebih baik.

Indiekendari platform
Youtube : Indiekendari TV
Spotify : Indiekendari Media
Facebook : Indie Kendari
Tiktok : Indiekendari
Blog : Indiekendarizine.blogspot.com


  Seiren unit modern metal asal Jakarta selatan kembali dengan single terbaru berjudul "HPTT" (Hilang Pudar Tanpa Tersis...
28/07/2026

Seiren unit modern metal asal Jakarta selatan kembali dengan single terbaru berjudul "HPTT" (Hilang Pudar Tanpa Tersisa), sebuah lagu tentang luka yang seharusnya sudah sembuh, namun entah mengapa masih terasa nyata.

Berbeda dengan dua rilisan sebelumnya "Jerat" dan "Bakti ke-IV" yang banyak dipenuhi ledakan amarah dan dinamika metalcore, "HPTT" hadir dengan pendekatan yang lebih melankolis, emosional, dan reflektif. Sebuah eksplorasi baru bagi SEIREN yang memadukan elemen modern metal dengan nuansa kesedihan yang lebih dalam.

"HPTT" berbicara tentang momen ketika waktu terus berjalan , kehidupan terus berubah, dan orang orang yang pernah menjadi bagian besar dari hidup kita telah melanjutkan perjalanan mereka. Namun di sisi lain ada perasaan yang masih tertinggal, masih hidup, masih terasa.

Dan tentang pertanyaan yang tak kunjung menemukan jawaban : "bagaimana caramu bisa sembuh begitu mudah?"

"Lagu ini kami tulis untuk siapa pun yang pernah merasa tertinggal oleh waktu, ketika semua orang terlihat sudah melanjutkan hidup, sementara sebagian dari diri kita masih berada di masa lalu, kadang yang paling sulit bukan kehilangan seseorang, melainkan menerima bahwa sebuah masa telah benar benar usai" ungkap Seiren.

Hanif Ramadhana vokalis seiren menambahkan: "Kalau ada satu hal yang ingin disampaikan lewat lagu ini, mungkin sederhana: setiap orang punya waktunya masing masing buat sembuh, dan kalo sampai hari ini rasa itu masih terasa nyata, mungkin itu karena pernah ada sesuatu yang benar benar berarti".

Indiekendari platform
Youtube : Indiekendari TV
Spotify : Indiekendari Media
Facebook : Indie Kendari
Tiktok : Indiekendari
Blog : Indiekendarizine.blogspot.com


  Maestro produser dan hitmaker papan atas Indonesia, Eka Gustiwana, kembali menunjukkan kejeliannya dalam mengorbitkan ...
27/07/2026

Maestro produser dan hitmaker papan atas Indonesia, Eka Gustiwana, kembali menunjukkan kejeliannya dalam mengorbitkan talenta bersinar di industri musik tanah air. Melalui proyek terbaru di bawah naungan Kolektif Introvrt, sang arsitek musik tersebut resmi memperkenalkan Jessy Alexa atau yang akrab disapa Chika sebagai base inspirasi (music muse) terbarunya. Keduanya bersinergi melahirkan lagu pop galau premium berjudul “DELULU” yang siap dilepas ke publik pada 17 Juli 2026 mendatang.

Kehadiran Jessy Alexa (Chika), gadis kelahiran Baturaja, 10 Juli 2001, membawa angin segar sekaligus warna baru yang sangat dinamis di tengah maraknya solois wanita muda yang mendominasi pasar saat ini. Jika Bernadya kuat dengan narasi patah hati yang kelam, Naura Ayu dengan pesona pop-star yang glamor, dan Naykilla dengan karakter Hipdut yang ekspresif, Chika bersama Introvrt memilih jalur yang sangat kontras. Ia memposisikan dirinya sebagai ikon the sweet & vulnerable girl next door dengan mempertahankan persona cewek innocent yang apa adanya. Karakter kemurnian, kelembutan, dan vokal manisnya yang tulus inilah yang langsung memikat perhatian seorang Eka Gustiwana untuk mengelevasi potensinya ke permukaan industri.

Lagu “DELULU” sendiri berputar penuh pada kekuatan interpretasi emosi Chika yang jujur mengenai dinamika hubungan modern anak muda. Mengangkat fenomena psikologis seputar situationship atau Hubungan Tanpa Status (HTS), gadis berzodiak Cancer ini menyuarakan isi hati perempuan tulus yang terjebak dalam delusi romantis akibat harapan palsu. Keunikan lagu ini lahir dari kontras yang dihadirkan oleh karakter innocent Chika; curahan hatinya yang sarat akan kecemasan dibalut secara apik oleh aransemen upbeat pop elektronik megah khas Eka Gustiwana. Formula ini melahirkan sebuah lagu galau dengan estetika segar yang siap bersaing di peta musik pop hari ini.


Address

Majene
91415

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when INDIE KENDARI posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to INDIE KENDARI:

Shortcuts

Share

Category