Pojok Makassar

Pojok Makassar Info Terkini dan Ter-Viral Pojok Makassar adalah media informasi dan hiburan

MAKASSAR – Kebakaran terjadi di Mal Nipah, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (9/8/2026). Kebakaran terseb...
09/08/2026

MAKASSAR – Kebakaran terjadi di Mal Nipah, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (9/8/2026). Kebakaran tersebut diduga dipicu korsleting atau arus pendek listrik pada neon box.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar, Fadli Wellang, mengatakan dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari korsleting lampu pada neon box.

«“Dugaan penyebab sementara ini korslet lampu. Iya, itu korslet lampu di situ, di neon box. Infonya sementara itu, tapi ini mesti dilakukan penyelidikan lagi,” kata Fadli Wellang kepada wartawan, Minggu (9/8/2026).»

Sebanyak 30 armada Damkarmat Makassar dikerahkan untuk menangani kebakaran di Mal Nipah. Petugas langsung melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas ke bagian gedung lainnya.

Meski sempat terjadi kebakaran, api berhasil dipadamkan dalam waktu relatif cepat. Pengelola gedung juga disebut telah melakukan penanganan awal sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Tidak Ada Korban Jiwa

Damkarmat Makassar memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran di Mal Nipah tersebut.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik yang terjadi pada bagian neon box.

----------

Karewa Interior Makassar

Mengerjakan:
Kitchen Set
Interior Rumah
Interior Kantor

Hubungi : 082123468811
Instagram: karewainterior_makassar

---------------

Makassar – Seorang remaja berinisial MR alias R (18) diamankan polisi setelah diduga mencuri dua unit handphone (HP) di ...
07/08/2026

Makassar – Seorang remaja berinisial MR alias R (18) diamankan polisi setelah diduga mencuri dua unit handphone (HP) di sebuah rumah di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Remaja tersebut sempat menjadi sasaran amukan massa setelah warga menduga dirinya sebagai pelaku pencurian. Beruntung, polisi tiba di lokasi dan mengamankan MR dari kerumunan warga.

Kanit Resmob Polda Sulsel Kompol Wawan Suryadinata mengatakan MR diamankan di Jalan Sultan Alauddin, Kelurahan Pa'baeng-baeng, Kecamatan Tamalate, Makassar, pada Selasa (4/8/2026) malam.

"Pelaku diamankan setelah anggota URC Resmob Polda Sulsel bersama Polsek Tamalate menerima informasi adanya terduga pelaku pencurian yang diamuk massa," kata Wawan kepada wartawan, Rabu (5/8/2026).

Menurut Wawan, polisi langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan dari warga. Setibanya di tempat kejadian, petugas menemukan MR telah diamankan warga.

"Anggota kemudian mendatangi lokasi dan mengamankan pelaku," ujarnya.

Diduga Curi Dua Handphone di Rumah Warga

MR sebelumnya diamankan warga setelah diduga melakukan pencurian di sebuah rumah yang berada di Jalan Andi Tonro Raya, Makassar.

Dua unit handphone disebut menjadi barang yang diduga dicuri oleh remaja tersebut. Setelah diamankan warga, MR sempat diamuk massa hingga mengalami luka-luka.

Polisi kemudian membawa MR untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna mendalami dugaan pencurian tersebut.

Polisi Lakukan Pemeriksaan

Saat ini, MR telah diamankan oleh pihak kepolisian. Penyidik masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui secara lengkap kronologi pencurian serta memastikan keterlibatan terduga pelaku.

Kasus dugaan pencurian dua unit handphone tersebut selanjutnya ditangani aparat kepolisian sesuai dengan proses hukum yang berlaku.

Barru – Jagat akademik Universitas Muhammadiyah Barru (Unmuh Barru), Sulawesi Selatan, menjadi sorotan setelah Ketua Pro...
02/08/2026

Barru – Jagat akademik Universitas Muhammadiyah Barru (Unmuh Barru), Sulawesi Selatan, menjadi sorotan setelah Ketua Program Studi (Kaprodi) Bimbingan dan Konseling (BK) sekaligus dosen tetap, Rukaya, resmi diberhentikan dari jabatan dan statusnya sebagai dosen tetap.

Pemberhentian tersebut berlaku sejak Kamis, 31 Juli 2026, dan memicu perhatian publik karena disebut berawal dari teguran yang diberikan Rukaya kepada seorang mahasiswi terkait cara berpakaian di lingkungan kampus.

Rukaya diketahui telah berstatus sebagai dosen tetap Unmuh Barru sejak 16 September 2023. Selanjutnya, ia dipercaya menjabat sebagai Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) sejak 21 November 2023.

Keputusan pemberhentian itu menyisakan berbagai pertanyaan dan menjadi perbincangan di kalangan akademisi maupun masyarakat.

Berdasarkan data dan dokumen yang dihimpun, berikut kronologi awal yang mengawali polemik hingga berujung pada pemberhentian Rukaya dari lingkungan Universitas Muhammadiyah Barru.

Kronologi Awal: Teguran kepada Mahasiswi soal Cara Berpakaian

Perselisihan bermula pada 21 Juni 2026. Saat itu, Rukaya menegur seorang mahasiswi terkait cara berpakaian yang dinilai terlalu ketat saat berada di area kampus.

Peristiwa tersebut disebut terjadi di area parkir kampus dan kemudian berlanjut dalam pembahasan di sebuah grup WhatsApp (WAG), sehingga memicu dinamika internal di lingkungan kampus.

Insiden itu kemudian menjadi awal dari rangkaian peristiwa yang berujung pada keputusan pemberhentian Rukaya sebagai Kaprodi BK sekaligus dosen tetap Universitas Muhammadiyah Barru.

01/08/2026
Jakarta – Kebocoran data peserta  kembali menjadi sorotan publik. Kasus yang mencuat setelah data jutaan peserta diduga ...
01/08/2026

Jakarta – Kebocoran data peserta kembali menjadi sorotan publik. Kasus yang mencuat setelah data jutaan peserta diduga diperjualbelikan di forum daring dan dimanfaatlan oknum tidak bertanggung jawab memicu pertanyaan mengenai sejauh mana pertanggungjawaban terhadap insiden tersebut.

Saat kasus mencuat, data yang diduga bocor disebut mencakup informasi pribadi seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), nama, alamat, nomor telepon, hingga alamat email. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (kini Komdigi), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), serta BPJS Kesehatan menyatakan telah melakukan investigasi dan membentuk tim khusus untuk menelusuri dugaan kebocoran tersebut.

Meski demikian, hingga kini masih terdapat kritik dari berbagai kalangan yang menilai penanganan kasus tersebut belum memberikan efek jera. Sejumlah pihak mempertanyakan apakah telah ada sanksi yang benar-benar mampu meningkatkan akuntabilitas dan perlindungan data pribadi masyarakat.

Di sisi lain, pemerintah saat itu menegaskan bahwa pelayanan BPJS Kesehatan tetap berjalan normal dan masyarakat diminta tidak panik sembari proses penyelidikan berlangsung. Pemerintah juga melakukan pemblokiran terhadap forum dan tautan yang digunakan untuk menyebarkan data yang diduga bocor.

Kasus dugaan kebocoran data BPJS Kesehatan menjadi salah satu pengingat pentingnya penguatan sistem keamanan siber di lembaga publik. Perlindungan data pribadi dinilai harus menjadi prioritas agar informasi sensitif milik masyarakat tidak kembali disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Tana Toraja – Dugaan perlakuan diskriminatif terhadap tujuh siswi terjadi di SMP Negeri 2 Bonggakaradeng, Kabupaten Tana...
31/07/2026

Tana Toraja – Dugaan perlakuan diskriminatif terhadap tujuh siswi terjadi di SMP Negeri 2 Bonggakaradeng, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Para siswi diduga diminta melepas jilbab oleh kepala sekolah saat berada di lingkungan sekolah, sehingga memicu keberatan dari orang tua mereka.

Salah seorang orang tua siswi berinisial MS mengungkapkan bahwa persoalan tersebut telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Menurutnya, puncak kejadian terjadi pada Senin (27/7/2026) ketika tujuh siswi yang tetap mengenakan jilbab kembali diminta melepas jilbab usai mengikuti upacara bendera.

Permintaan tersebut membuat para siswi merasa keberatan. Mereka kemudian mengadukan kejadian yang dialami kepada orang tua masing-masing.

Tak hanya itu, para orang tua juga mengaku anak-anak mereka diancam tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler gerak jalan dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada Agustus 2026 apabila tetap mengenakan jilbab.

Merasa tidak menerima perlakuan tersebut, sejumlah orang tua mendatangi SMP Negeri 2 Bonggakaradeng pada Selasa (28/7/2026) untuk meminta klarifikasi kepada pihak sekolah.

Dalam pertemuan itu, kepala sekolah disebut menyampaikan bahwa SMP Negeri 2 Bonggakaradeng merupakan sekolah negeri, bukan madrasah.

Kasus dugaan larangan penggunaan jilbab di lingkungan sekolah ini pun menuai perhatian dan menjadi sorotan publik. Hingga kini, para orang tua berharap ada penyelesaian yang adil serta kejelasan terkait kebijakan penggunaan jilbab bagi siswi di sekolah tersebut.

Makassar – Nasib pilu dialami seorang balita berusia 2 tahun yang menjadi korban penculikan di Kota Makassar, Sulawesi S...
31/07/2026

Makassar – Nasib pilu dialami seorang balita berusia 2 tahun yang menjadi korban penculikan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Polisi mengungkap dugaan sementara bahwa kasus tersebut berkaitan dengan utang arisan online yang menjerat ibu korban hingga mencapai Rp300 juta.

Peristiwa penculikan itu terjadi di rumah korban yang berada di salah satu perumahan di Kecamatan Tamalate, Makassar, pada Minggu (5/7/2026). Setelah menerima laporan, jajaran Satreskrim Polrestabes Makassar langsung melakukan penyelidikan intensif untuk melacak keberadaan korban.

Upaya tersebut membuahkan hasil setelah polisi berhasil menemukan balita tersebut di wilayah Kabupaten Pangkep pada Selasa (14/7/2026). Korban ditemukan dalam kondisi bersama para pelaku yang diduga terlibat dalam aksi penculikan.

"Kami melakukan serangkaian penyelidikan hingga akhirnya menemukan korban bersama para pelaku di suatu tempat di wilayah Pangkep," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Devi Sujana, kepada wartawan, Rabu (29/7/2026) malam.

Polisi masih terus mendalami motif dan peran masing-masing pelaku dalam kasus penculikan balita di Makassar tersebut. Sementara itu, dugaan keterkaitan dengan utang arisan online senilai Rp300 juta yang dialami ibu korban juga masih menjadi bagian dari penyelidikan lebih lanjut.

Kasus ini menjadi perhatian publik dan kembali mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap risiko arisan online yang dapat memicu persoalan serius hingga berujung pada tindak kriminal.

Mobil Terobos Kerumunan Parade Gay Pride di Berlin, 1 Tewas dan 16 Luka, Polisi Buru PelakuBerlin – Sebuah mobil menerob...
27/07/2026

Mobil Terobos Kerumunan Parade Gay Pride di Berlin, 1 Tewas dan 16 Luka, Polisi Buru Pelaku

Berlin – Sebuah mobil menerobos kerumunan peserta parade Gay Pride di kawasan Taman Tiergarten, Berlin, Jerman, pada Sabtu (25/7/2026). Insiden tragis tersebut menewaskan satu orang dan melukai sedikitnya 16 lainnya. Hingga kini, kepolisian masih memburu pelaku yang diduga melarikan diri usai kejadian.

Berdasarkan laporan AFP, Minggu (26/7/2026), peristiwa itu memicu kepanikan di lokasi parade. Ribuan peserta berhamburan meninggalkan kawasan taman di pusat Kota Berlin setelah sebuah kendaraan menerobos kerumunan.

Sirene kendaraan darurat terus terdengar sepanjang malam ketika tim penyelamat dan aparat keamanan dikerahkan untuk menangani situasi.

Polisi mengungkapkan kendaraan yang diduga digunakan pelaku ditemukan dalam kondisi ditinggalkan sekitar beberapa ratus meter dari pusat perayaan di kawasan Tiergarten.

Juru bicara Kepolisian Berlin, Nath, mengatakan penyidik telah mengidentifikasi seorang tersangka. Namun hingga saat ini, pelaku belum berhasil ditangkap.

Operasi pencarian masih berlangsung dengan melibatkan helikopter serta personel kepolisian dari sejumlah negara bagian di Jerman. Area pencarian bahkan telah diperluas hingga mencakup seluruh wilayah Berlin.

Menurut Nath, kendaraan yang digunakan pelaku memiliki ciri-ciri menyerupai minivan atau SUV berukuran kecil.

Seorang saksi mata yang berada di dekat panggung utama parade di Gerbang Brandenburg mengungkapkan acara mendadak dihentikan. Polisi meminta seluruh peserta segera meninggalkan lokasi demi alasan keamanan.

«"Pulanglah, silakan," kata seorang petugas kepada peserta parade saat proses evakuasi berlangsung.»

Sementara itu, tim medis langsung memberikan pertolongan kepada para korban di lokasi kejadian.

Juru bicara Departemen Pemadam Kebakaran Berlin, Dominik Pretz, mengatakan satu orang meninggal dunia akibat insiden tersebut. Sebanyak 16 orang mengalami luka-luka, termasuk tiga korban yang mengalami cedera kritis dan mengancam jiwa.

Selain itu, sekitar 30 orang lainnya mendapatkan perawatan medis karena mengalami syok setelah menyaksikan insiden tersebut.

Makassar – Bentrokan antara dua kelompok warga kembali terjadi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Minggu ...
26/07/2026

Makassar – Bentrokan antara dua kelompok warga kembali terjadi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Minggu (26/7/2026) sore. Perang kelompok yang diduga dipicu sengketa lahan tersebut mengakibatkan akses di Jembatan Jalan Abdul Daeng Sirua (Abdesir), Kecamatan Panakkukang, sempat ditutup karena menjadi lokasi aksi saling serang.

Insiden bermula ketika salah satu kelompok yang bersengketa memasang pagar seng sebagai pembatas lahan yang menjadi objek perselisihan. Tindakan tersebut memicu reaksi dari kelompok lain hingga bentrokan tak terhindarkan.
Kanit Reskrim Polsek Panakkukang, Iptu Uji Mughni, mengatakan konflik dipicu oleh perebutan penguasaan lahan antara kedua belah pihak.

"Masalah lahan. Salah satu pihak sudah kuasai tidak mau keluar, satunya memagar dan akhirnya memancing," ujar Iptu Uji Mughni kepada wartawan, Minggu (26/7/2026).

Akibat bentrokan tersebut, aparat kepolisian turun ke lokasi untuk mengendalikan situasi dan mengantisipasi bentrokan susulan.

Arus lalu lintas di sekitar Jembatan Jalan Abdul Daeng Sirua juga sempat terganggu karena lokasi menjadi titik konflik.

26/07/2026

Grace Tahir menyoroti polemik klub lari di Bali yang viral usai muncul dugaan adanya diskriminasi terhadap warga negara Indonesia dalam proses pendaftaran peserta.

Menurutnya, praktik yang membeda-bedakan peserta berdasarkan kewarganegaraan tidak seharusnya terjadi di Indonesia. Sementara itu, pihak penyelenggara telah menyampaikan permintaan maaf dan mengklaim insiden tersebut terjadi akibat kesalahan sistem. Kegiatan komunitas pun untuk sementara dihentikan.

Bagaimana menurut Anda, apakah alasan "kesalahan sistem" sudah cukup menjelaskan kejadian ini?

💬 Tulis pendapat Anda di kolom komentar.

Address

Makassar

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pojok Makassar posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Pojok Makassar:

Shortcuts

Share

Category