SRI RAIS UJAS TOUR

SRI RAIS UJAS TOUR Pengetahuan yang baik adalah yang memberikan manfaat

Smoga koper dan perlengkapan ini akan jadi milik kalian tahun ini, amiin Ya Rabbal Alamin 🤲🤲🤲✈️🕋💕Yuk nabung hari ini , i...
17/04/2026

Smoga koper dan perlengkapan ini akan jadi milik kalian tahun ini, amiin Ya Rabbal Alamin 🤲🤲🤲✈️🕋💕

Yuk nabung hari ini , insya Allah besok jadi tamu Allah
Hub: 085338820133

17/04/2026
21/03/2026

Kebahagiaan jamaah dikala pesawat di posisi menjelang Lending Jeddah. 🥰🥰🥰

Kisah Mengharukan: Sahabat yang Paling Jujur Setelah Nabi — Kisah Abu Dharr al-GhifariDi tengah padang pasir Arab, ada s...
15/03/2026

Kisah Mengharukan: Sahabat yang Paling Jujur Setelah Nabi — Kisah Abu Dharr al-Ghifari

Di tengah padang pasir Arab, ada seorang laki-laki dari suku Ghifar yang dikenal berani dan keras.
Namanya adalah Abu Dharr al-Ghifari.
Sejak muda, Abu Dharr sudah membenci penyembahan berhala.
Di saat kebanyakan orang Arab menyembah patung, ia justru mencari Tuhan yang sebenarnya.
Suatu hari ia mendengar kabar tentang seorang nabi baru di Makkah, yaitu Muhammad.
Tanpa ragu, Abu Dharr pergi ke Makkah untuk mencari kebenaran.
Di kota itu ia bertemu dengan Ali ibn Abi Talib yang diam-diam membawanya menemui Nabi.
Ketika Abu Dharr mendengar ajaran Islam langsung dari Nabi ﷺ, hatinya langsung yakin.
Tanpa ragu sedikit pun, ia segera mengucapkan syahadat.
Namun keberanian Abu Dharr membuat Nabi khawatir.
Nabi ﷺ berkata kepadanya agar ia menyembunyikan keislamannya terlebih dahulu, karena keadaan di Makkah sangat berbahaya bagi kaum Muslim.
Tetapi Abu Dharr memiliki sifat yang sangat jujur dan berani.
Keesokan harinya ia justru pergi ke depan Ka’bah, lalu dengan suara lantang ia berkata:
"Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah!"
Orang-orang Quraisy langsung marah.
Mereka memukul Abu Dharr hingga hampir mati.
Namun ia tidak menyesal.
Hari berikutnya, ia kembali melakukan hal yang sama.
Lagi-lagi ia dipukuli oleh orang-orang Quraisy.
Keberanian dan kejujurannya membuat Nabi ﷺ sangat kagum.
Nabi pernah bersabda bahwa langit tidak menaungi dan bumi tidak membawa seseorang yang lebih jujur daripada Abu Dharr.
Setelah masuk Islam, Abu Dharr dikenal sebagai sahabat yang hidup sangat sederhana.
Ia tidak menyukai kemewahan dunia.
Ia sering mengingatkan orang-orang agar tidak terlalu mencintai harta.
Bahkan di akhir hidupnya, Abu Dharr memilih hidup jauh dari keramaian dunia.
Ia wafat dalam keadaan sederhana di sebuah tempat sunyi di padang pasir, sebagaimana pernah diberitakan oleh Nabi ﷺ sebelumnya.
Kisah Abu Dharr al-Ghifari mengajarkan kepada kita satu pelajaran besar:
Kejujuran adalah keberanian terbesar.
Di saat banyak orang takut mengatakan kebenaran, Abu Dharr berdiri tegak menyampaikan iman kepada Allah — walaupun harus menghadapi siksaan dan bahaya.
Dan karena itulah namanya dikenang dalam sejarah sebagai sahabat yang paling jujur setelah para nabi.

05/03/2026

Alhamdulillah, jamaah Ujas Tour Grup 196 sudah tiba di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dengan selamat.

Allhamdulillah jamaah Ujas tour grup 196 sdh landing di Jakarta jam 09.45 WIB.  jamaah dalam keadaan sehat smua.. khusus...
05/03/2026

Allhamdulillah jamaah Ujas tour grup 196 sdh landing di Jakarta jam 09.45 WIB. jamaah dalam keadaan sehat smua.. khusus grup ini memang paketnya lending Jakarta krn kebanyakan rombongannya dr Gorontalo. 🙏🙏🙏

Jamaah Ujas Tour Grup 196, Pulang dgn rasa syukur yg luar biasa di tengah ketidakpastian situasi dunia,Allah beri Jalan ...
04/03/2026

Jamaah Ujas Tour Grup 196, Pulang dgn rasa syukur yg luar biasa di tengah ketidakpastian situasi dunia,Allah beri Jalan kelancaran bagi penebangan jamaah hari ini,Bukti bahwa penjagaan Allah jauh lebih besar dari kekhawatiran manusia…
Bismillah
Meluncur menuju tanah air bersama kel besar
family UJAS TOUR Group 196

Allhamdulillah . Semoga selamat tiba di tanah air 🤲🤲🤲
Safety flight
Jedah-CGK
🇸🇦✈️🇮🇩
GA 981

28/02/2026

Masya Allah, puasa Ramadhan di mesjidil Haram, yang dirindukan oleh umat Islam di seluruh dunia

Sri Rais Ujastour

25/02/2026

Mari berbuka puasa dengan yang manis-manis di Hotel Maden

Sri Rais Ujastour

23/02/2026

Kultum (Kuliah Terserah Antum)
*RAMADHAN BERSAMA BAZNAS (3)*

*Sedekah Itu Investasi Akhirat, Bukan Sisa Uang Jajan*

Ada kebiasaan kecil yang sering kita anggap wajar: sedekah dari sisa.
Kalau uang jajan masih ada, kita berbagi. Kalau tidak ada sisa, kita bilang, “Niatnya ada.” Padahal niat tanpa aksi itu cuma rencana yang tidak jadi-jadi.

Sedekah sering diposisikan sebagai pengeluaran paling belakang. Setelah makan, setelah ngopi, setelah cicilan, setelah keinginan. Kalau masih ada receh, baru ingat kotak amal. Kalau tidak, kita hibur diri dengan kalimat sakti: “Allah Maha Tahu.”

Padahal, sedekah dalam Islam itu bukan urusan recehan. Ia urusan prioritas iman. Bukan soal berapa yang diberikan, tapi kapan dan dari mana ia dikeluarkan.

Rasulullah SAW pernah bersabda:
“Harta tidak akan berkurang karena sedekah.”
(HR. Muslim)

Hadits ini singkat, tapi bikin banyak orang tidak tenang.
Karena logika kita berkata sebaliknya. Memberi ya berkurang. Itu hitungan matematika. Tapi hadits ini mengajak kita naik kelas: berhenti menghitung dengan kalkulator, mulai percaya pada Allah.

Masalahnya, banyak dari kita masih pakai logika kasir saat beribadah. Semua dihitung, ditimbang, dipikirkan untung-ruginya. Kalau terasa rugi, ditunda. Kalau terasa aman, baru jalan. Padahal iman tidak pernah tumbuh dari rasa aman, tapi dari keberanian percaya.

Sedekah itu bukan sisa uang jajan. Ia adalah investasi jangka panjang. Bedanya dengan investasi dunia, hasilnya tidak selalu langsung terlihat. Tapi justru di situlah ujiannya. Kita diminta percaya sebelum melihat, memberi sebelum merasa cukup.

Untuk urusan dunia, kita berani ambil risiko. Modal usaha dikeluarkan, saham dibeli, cicilan disetujui. Tapi untuk sedekah, kita ingin serba pasti. Padahal yang menjamin keuntungan dunia belum tentu Allah, tapi yang menjamin pahala sedekah itu Allah sendiri.

Ada orang rajin bersedekah tapi hidupnya sederhana. Ada juga yang jarang bersedekah tapi hidupnya tampak mewah. Lalu orang bertanya, “Katanya sedekah bikin kaya?” Pertanyaannya keliru. Sedekah itu membuat cukup, bukan selalu membuat berlebih.

Orang yang cukup itu tenang.
Orang yang tenang itu bahagia.
Dan itu kekayaan yang tidak bisa dibeli.

Sedekah mengajarkan kita satu hal penting: melepaskan sebelum dipaksa. Karena kalau tidak dilepas dengan ikhlas, bisa jadi nanti dilepas lewat jalan yang tidak kita s**a. Sakit, musibah, kehilangan—semuanya bisa menjadi cara Allah mengambil harta yang tidak kita titipkan di jalan-Nya.

Banyak orang menunda sedekah karena takut masa depan. Padahal, sedekah justru cara paling aman mengirim harta ke masa depan. Kita tidak tahu apa yang menunggu kita nanti, tapi kita tahu satu hal: apa yang kita titipkan di sisi Allah tidak akan pernah hilang.

Rasulullah SAW tidak pernah menunggu kaya untuk bersedekah. Para sahabat pun tidak menunggu mapan untuk berbagi. Yang ada justru sebaliknya: mereka berbagi, lalu Allah mencukupkan.

Sedekah tidak meminta kita memberi sampai kosong. Ia hanya meminta kita jujur: mana kebutuhan, mana keinginan. Karena seringkali yang kita jaga mati-matian itu bukan kebutuhan, tapi gengsi.

Kalau sedekah selalu menunggu sisa, biasanya yang tersisa bukan uang, tapi alasan. Dan alasan tidak pernah mengenyangkan siapa pun.

Sedekah itu latihan iman. Semakin sering dilakukan, semakin kuat rasa percaya. Semakin jarang, semakin dominan rasa takut. Maka jangan tunggu sisa. Sisihkan di awal. Kecil tidak apa-apa. Yang penting sadar.

Karena di hadapan Allah, sedekah bukan dinilai dari besar kecilnya nominal, tapi dari keberanian melawan cinta dunia.
Sedekah bukan soal kaya atau miskin.
Ia soal: siapa yang menguasai hati kita—harta, atau Allah.

Dan pada akhirnya, kita semua akan sadar:
uang jajan habis hari ini,
sedekah hidup selamanya.
Wallahu A'lam

23/02/2026

Kedatangan jamaah Ujas tour grup 196 di Jeddah
Sri Rais Ujastour

Address

Makassar
90224

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when SRI RAIS UJAS TOUR posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share