INFO GURU

INFO GURU Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from INFO GURU, Media/News Company, Makassar.
(5)

Menyajikan update terkini tentang:
✅ Kebijakan ASN & PPPK
✅ Info CPNS, PPPK, dan kepegawaian
✅ Regulasi guru & tenaga kependidikan
✅ Administrasi sekolah & madrasah
✅ Edukasi, tips, dan infografis kebijakan

Dilarang mengambil gambar tanpa ijin.

NANDA TIZAR SOROT NASIB KADER POSYANDU: "PENGABDIAN ATAU BEBAN YANG DIBUNGKUS RELAWAN?"Melalui unggahan di media sosial ...
10/08/2026

NANDA TIZAR SOROT NASIB KADER POSYANDU: "PENGABDIAN ATAU BEBAN YANG DIBUNGKUS RELAWAN?"

Melalui unggahan di media sosial Instagram, pengguna bernama Nanda Tizar menyampaikan pandangannya terkait keberadaan jutaan kader Posyandu di Indonesia.

Dalam tulisannya, Nanda menyoroti bahwa Posyandu selama ini digerakkan oleh lebih dari satu juta kader yang disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Namun, menurutnya, jika dilihat dari perspektif ketenagakerjaan, kondisi tersebut dapat dipandang sebagai bentuk kerja tanpa upah (unpaid labor) dalam skala besar.

Nanda menilai para kader Posyandu memikul tanggung jawab besar, mulai dari pendataan balita, penimbangan, pengukuran tumbuh kembang anak, pemberian edukasi kesehatan, hingga penyusunan laporan terkait stunting.

Meski memiliki peran penting dalam pelayanan kesehatan masyarakat, ia mempertanyakan kondisi para kader yang masih banyak berstatus sebagai "relawan" dengan imbalan yang disebutnya hanya berupa uang transport atau insentif yang tidak sebanding dengan beban pekerjaan.

"Ketika tuntutan administrasi semakin besar dan sistem kerja semakin digital, para kader tetap diminta menjalankan berbagai tugas dengan label pengabdian dan sukarela," tulis Nanda dalam unggahannya.

Ia juga menyampaikan pandangan bahwa apabila kader Posyandu secara resmi diakui sebagai pekerja kesehatan negara, maka pemerintah akan memiliki konsekuensi untuk memenuhi hak-hak ketenagakerjaan, seperti upah layak, perlindungan kerja, hingga jaminan sosial.

Menurut Nanda, istilah "pengabdian" dan "keikhlasan" tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan kesejahteraan para kader yang selama ini berada di garis depan pelayanan kesehatan masyarakat.

Unggahan tersebut memicu perbincangan publik mengenai posisi kader Posyandu: apakah mereka tetap dipandang sebagai relawan sosial, atau sudah saatnya mendapatkan pengakuan dan perlindungan yang lebih layak.

Bagaimana menurut Anda? Apakah kader Posyandu sudah seharusnya mendapatkan status dan hak seperti pekerja profesional?

Koperasi Desa Buka Cabang di Puncak Gunung, Hutan, Tempat Terpencil Sampai Saling Dempetan, Jawaban Menteri Zulhas Bikin...
10/08/2026

Koperasi Desa Buka Cabang di Puncak Gunung, Hutan, Tempat Terpencil Sampai Saling Dempetan, Jawaban Menteri Zulhas Bikin Netizen Senyum Tipis

Jagat media sosial belakangan ini lagi heboh menyoroti proyek Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Pasalnya, netizen bermata elang memergoki beberapa lokasi pembangunan koperasi ini yang konsepnya out of the box banget. Ada yang letaknya nyempil di kawasan pegunungan ala-ala hidden gem cafe, sampai ada yang posisinya sebelahan persis kayak minimarket waralaba yang lagi saingan promo.

Tentu saja, kolom komentar langsung banjir pertanyaan kocak: "Ini warga mau beli beras atau mau sekalian healing muncak?"

Beli Kebutuhan Sekalian Olahraga? Ini Kata Zulhas
Melihat keriuhan warganet yang kebingungan dengan tata letak geografis koperasi yang unik ini, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), akhirnya angkat bicara saat berada di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar (4/8/2026).

Alih-alih pusing dengan perdebatan lokasi, Zulhas menanggapi sorotan tersebut dengan cukup santai.

"Ada bilang kok ini di gunung, di desa sebelah-sebelahan. Koperasi lahir itu intinya untuk pemberdayaan masyarakat desa," ujar Zulhas.

Poinnya jelas: posisi bangunan mau di ujung tebing atau nempel dengan tetangga itu bukan persoalan utama. Fokusnya adalah agar koperasi tersebut tetap bisa beroperasi dan memberdayakan warga setempat. Jadi, mari kita berpikir positif, mungkin lokasinya yang di gunung sekalian untuk melatih kebugaran fisik warga. Belanja sekalian cardio!

Misi Besar di Balik Lokasi yang "Unik"
Ternyata, pembangunan di lokasi yang anti-mainstream ini adalah bagian dari target besar pemerintah, yaitu: Setiap desa harus punya koperasi.

Zulhas menjelaskan bahwa Kopdes Merah Putih ini nantinya akan menjadi "pintu masuk" segala program yang menyasar desa. Kehadiran Kopdes ini diharapkan membawa beberapa misi penting:

Membuka akses warga desa terhadap modal.

Menjadi pusat distribusi ke pusat produksi.

Menjadi jembatan antara warga desa dan kebijakan pemerintah pusat.

Dengan kata lain, Kopdes disiapkan sebagai garda terdepan perekonomian desa, di manapun titik koordinatnya berada.

Dari Desa, Oleh Desa, Untuk Desa
Banyak netizen yang penasaran, proyek sebesar ini pakai anggaran dari mana? Apakah menguras kantong kementerian?

Zulhas meluruskan bahwa Kopdes Merah Putih pada dasarnya adalah aset murni milik pemerintah desa. Meski pembangunannya diinisiasi oleh pemerintah melalui Agrinas, aliran dananya tetap berasal dari alokasi Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.

"Koperasi desa miliknya desa, bukan milik siapa-siapa karena uangnya desa, kopdes itu milik desa," tegasnya. Jadi, wajar jika letak dan posisinya juga menyesuaikan kondisi lahan yang dimiliki oleh masing-masing desa.

Dikebut Rampung Agustus 2026
Proyek ini tidak main-main. Pemerintah sedang mengebut pembangunan 35.872 unit Kopdes Merah Putih yang ditargetkan selesai pada bulan ini, Agustus 2026.

Nantinya, sisa target pembangunan untuk menggenapkan total sekitar 80.000 koperasi akan dilanjutkan tahun depan agar pengerjaannya tidak menumpuk. Kita doakan saja semoga koperasinya cepat selesai, laris manis, dan ibu-ibu desa tidak perlu buka Google Maps lagi buat nyari rute terdekat ke koperasi desa mereka! 🇮🇩✨

Bukan Cuma Tempat Beli Sembako! Terbongkar ‘Wujud Asli’ Koperasi Desa Merah Putih yang Siap Bikin Petani & Warga Makin C...
10/08/2026

Bukan Cuma Tempat Beli Sembako! Terbongkar ‘Wujud Asli’ Koperasi Desa Merah Putih yang Siap Bikin Petani & Warga Makin Cuan

Pernah dengar soal Koperasi Desa? Mungkin yang terlintas di pikiran kita cuma tempat buat kasbon atau sekadar warung beli beras dan gula. Eits tunggu dulu! Pemerintah baru saja memastikan kalau Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) jauh lebih besar dan canggih dari yang kita bayangkan.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), baru saja membongkar fungsi sebenarnya dari KDKMP. Ternyata, ini adalah senjata rahasia pemerintah untuk mendongkrak ekonomi dari akar rumput!

Apa Sebenarnya Fungsi KDKMP?

Zulhas menegaskan bahwa KDKMP bukan sekadar toko sembako biasa. Koperasi ini dirancang untuk menjadi "jantung" ekonomi desa dengan fungsi super vital:

*Penyerap Hasil Panen (Offtaker): Petani dan nelayan tidak perlu bingung lagi jual hasil bumi ke mana.
* Pusat Logistik Desa: Menjamin kelancaran distribusi barang dari dan ke desa.
* Penyalur Subsidi Tepat Sasaran: Memastikan bantuan pemerintah sampai ke tangan yang berhak.
* Motor Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Menjadi tulang punggung kelancaran program andalan nasional.

Fasilitas Lengkap Bak Mini-Kota!

Bukan cuma urusan pangan, di tingkat desa KDKMP juga akan menghadirkan unit usaha yang bikin warga tidak perlu jauh-jauh ke kota, seperti:

* Toko Sembako & Simpan Pinjam
* Klinik Desa & Apotek
* Gudang Penyimpanan & Cold Storage yang langsung terhubung dengan BUMN dan mitra strategis!

Rantai Distribusi Terpotong, Warga Makin Untung!

Kenapa proyek ini terus digencarkan? Jawabannya simpel: Kemandirian.

Dengan adanya KDKMP, para petani dan nelayan punya daya tawar yang jauh lebih kuat. Rantai distribusi yang panjang dan bikin harga hancur di tingkat petani kini bisa dipangkas habis. Hasilnya? Harga lebih stabil, distribusi lebih efisien, dan dompet warga desa makin tebal!

🚀 Pembangunan Dikebut, Puluhan Ribu Desa Sudah Bergabung!

Antusiasme terhadap koperasi ini bukan isapan jempol belaka. Berdasarkan data nasional, pergerakan KDKMP sudah sangat masif:

Kabar Baiknya: Di bulan Agustus ini, pemerintah secara resmi mempercepat pembangunan 35.000 unit koperasi baru di seluruh pelosok Indonesia!

Siap-siap, desa kamu mungkin jadi salah satu target percepatan selanjutnya. Koperasi ini siap menjadi motor penggerak ekonomi yang bikin warga desa makin mandiri dan sejahtera! Desa kamu sudah punya KDKMP belum?

🔥 BGN TEGASKAN: GURU TAK BOLEH DIREPOTKAN URUS OMPRENG MBG!Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan, guru t...
10/08/2026

🔥 BGN TEGASKAN: GURU TAK BOLEH DIREPOTKAN URUS OMPRENG MBG!

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan, guru tidak seharusnya terbebani urusan teknis pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Keluhan sejumlah guru yang mengaku kegiatan MBG mengganggu proses belajar mengajar sebelumnya bahkan disampaikan dalam sidang uji materi UU APBN 2026 dan UU Sisdiknas di Mahkamah Konstitusi (MK).

Menanggapi hal tersebut, Sudaryono menyebut urusan distribusi makanan hingga pengelolaan ompreng bukan tugas guru.

BGN memastikan setiap sekolah memiliki dua petugas penanggung jawab (PIC) yang mendapat insentif dari BGN untuk membantu distribusi makanan ke setiap kelas.

Lalu, apa tugas guru?

Guru lebih diarahkan untuk mendampingi dan mengedukasi siswa saat makan, seperti mengajarkan kebersihan, antre, berdoa, hingga memahami kandungan gizi makanan.

Guru juga diminta mengingatkan siswa agar makanan MBG tidak dibawa p**ang, karena dikhawatirkan kualitas makanan menurun dan dapat meningkatkan risiko masalah keamanan pangan.

Jadi, guru mengajar. Petugas mengurus distribusi MBG.

Pertanyaannya, apakah pelaksanaan di lapangan sudah benar-benar sesuai dengan ketentuan tersebut?

AKSES SULIT, MBG BELUM SAMPAI. GURU-GURU INI PILIH TURUN TANGAN MASAK UNTUK SISWA!Di tengah keterbatasan akses menuju se...
10/08/2026

AKSES SULIT, MBG BELUM SAMPAI. GURU-GURU INI PILIH TURUN TANGAN MASAK UNTUK SISWA!

Di tengah keterbatasan akses menuju sekolah, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG belum dapat menjangkau langsung para siswa di SD Kecil Terpencil Ogolau, Sulawesi Tengah.

Namun, para guru tidak tinggal diam.

Dengan segala keterbatasan yang ada, mereka memilih turun tangan menyiapkan makanan untuk anak-anak didiknya.

Makanannya mungkin sederhana. Tapi kepeduliannya luar biasa. ❤️

Terlihat para siswa menikmati makanan dengan lahap dan penuh kebahagiaan. Bagi mereka, sepiring makanan bukan sekadar soal kenyang, tetapi juga bentuk perhatian dari guru yang setiap hari mendampingi mereka belajar.

Di balik sepiring makanan itu, ada perjuangan, kepedulian, dan ketulusan para guru untuk memastikan anak-anak tetap mendapatkan makanan yang layak meski berada di wilayah terpencil.

SD Kecil Terpencil Ogolau Dusun IV Terpencil Ogolau, Desa Tibu, Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

🎥 Video diunggah oleh akun Instagram .

Salut untuk para guru yang tak hanya mengajar, tetapi juga memastikan anak-anaknya tetap terurus. 🙏❤️

WARNING KERAS DARI MUI: Laki-Laki Berdaster Saat Karnaval 17-an Hukumnya HARAM! Sering melihat bapak-bapak atau pemuda m...
10/08/2026

WARNING KERAS DARI MUI: Laki-Laki Berdaster Saat Karnaval 17-an Hukumnya HARAM!

Sering melihat bapak-bapak atau pemuda memakai daster dan atribut perempuan saat karnaval 17 Agustusan demi lucu-lucuan? Hati-hati, kebiasaan viral yang dianggap hiburan ini justru mendapat peringatan sangat tegas!

Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) resmi menyoroti maraknya aksi nyeleneh di pawai Kemerdekaan RI. MUI menegaskan bahwa pria yang memakai pakaian wanita saat mengikuti perayaan Agustusan hukumnya HARAM dalam syariat Islam.

Mengapa Dilarang Keras?
Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI, KH Abdul Muiz Ali, menjelaskan bahwa tindakan sengaja berbusana menyerupai lawan jenis (dikenal dengan istilah tasyabbuh) adalah hal yang dilarang keras dalam agama.

"Haram hukumnya bagi laki-laki untuk berpenampilan atau menggunakan busana yang biasa dipakai oleh perempuan. Begitu p**a sebaliknya, hukum perempuan yang berpenampilan atau berbusana yang biasa dipakai laki-laki adalah haram." — KH Abdul Muiz Ali.

MUI Sayangkan Hilangnya Etika di Lapangan
Kiai Muiz sangat menyayangkan fakta di lapangan saat ini. Demi sebuah pawai atau karnaval, banyak masyarakat yang mulai abai terhadap batasan etika dan norma agama.

Menurut pihak MUI, momentum bersejarah peringatan Kemerdekaan Indonesia semestinya diisi dengan kegiatan positif yang mencerminkan rasa syukur yang sesungguhnya, di antaranya:
* Mempererat silaturahmi antar warga.
* Menggelar lomba kreatif yang mendidik dan bermanfaat.
* Memanjatkan doa serta zikir untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa.
Mari kita kembalikan muruah perayaan Hari Kemerdekaan dengan kegiatan yang lebih bermakna, positif, dan tentunya tidak melanggar norma-norma agama yang berlaku! 🇮🇩✨

(Berdasarkan keterangan KH Abdul Muiz Ali yang dikutip dari laman MUI, Jumat 7/8/2026)

Penanggung Jawab MBG Wajib Cium & Cicipi Makanan Siswa, Katanya Sih Gak Nambah Beban Kerja... Siap-siap, Bapak/Ibu Guru!...
09/08/2026

Penanggung Jawab MBG Wajib Cium & Cicipi Makanan Siswa, Katanya Sih Gak Nambah Beban Kerja...

Siap-siap, Bapak/Ibu Guru! Ada tugas baru nih di sekolah. Badan Gizi Nasional (BGN) baru saja memperketat aturan pemeriksaan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelum makanannya sampai ke tangan siswa.

Sekarang, setiap Person In Charge (PIC) MBG sekolah harus memeriksa dulu makanan dalam Ompreng MBG.

Nah, cara pemeriksaannya ini yang bikin ramai! BGN menetapkan pemeriksaan harus dilakukan secara organoleptik. Artinya, guru atau tenaga pendidik yang ditunjuk wajib melihat, mencium, hingga mencicipi makanan tersebut untuk memastikan keamanannya.

Tanggung jawabnya juga besar, lho. Kalau makanannya dinilai tidak memenuhi standar, PIC wajib menahan makanan itu dan dilarang keras memberikannya kepada siswa. Belum lagi, guru juga bisa dilibatkan untuk mendampingi siswa saat makan sekaligus memberikan edukasi tentang gizi dan hidup sehat.

Menariknya, di tengah tumpukan tugas mengajar dan administrasi, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa keterlibatan guru dalam program ini tidak dimaksudkan untuk menambah beban tugas guru.

Pernyataan ini tentu saja langsung memancing reaksi netizen. Harus cicipi makanan puluhan porsi tiap hari, nemenin makan, plus edukasi gizi... masa sih nggak nambah beban kerja?

Kira-kira gimana pendapat Anda soal aturan baru ini? Wajar demi kebaikan siswa, atau malah makin bikin guru kewalahan? Tulis di kolom komentar, ya!

🚨 MULAI PEKAN DEPAN! OMPRENG MBG WAJIB DITEMPELI BATAS WAKTU KONSUMSIBadan Gizi Nasional (BGN) akan memberlakukan aturan...
09/08/2026

🚨 MULAI PEKAN DEPAN! OMPRENG MBG WAJIB DITEMPELI BATAS WAKTU KONSUMSI

Badan Gizi Nasional (BGN) akan memberlakukan aturan baru dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Mulai pekan depan, setiap ompreng MBG wajib ditempeli informasi batas aman konsumsi. Aturan ini akan diterapkan di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, batas waktu tersebut menjadi penanda bagi guru dan siswa agar makanan dikonsumsi dalam kondisi aman.

⚠️ Jika sudah melewati batas waktu yang tertera, makanan diminta tidak lagi dikonsumsi.

Alasannya, makanan MBG tidak menggunakan bahan pengawet dan disiapkan sebagai makanan segar.

Menurut Sudaryono, secara umum makanan MBG maksimal dikonsumsi empat jam setelah matang. Karena itu, ada waktu atau window tertentu yang harus diperhatikan sejak makanan selesai dimasak hingga dikonsumsi.

Yang juga menjadi perhatian: siswa diminta tidak membawa p**ang makanan MBG.

BGN menyebut praktik membawa p**ang makanan menjadi salah satu faktor yang dikaitkan dengan kasus keracunan di sejumlah daerah. Bahkan, orang tua juga dilaporkan mengalami masalah setelah mengonsumsi makanan MBG yang dibawa p**ang.

Saat ini, BGN menyebut ada 27.489 SPPG yang beroperasi dan diwajibkan menggunakan sistem monitoring produksi.

Sistem tersebut mencatat seluruh proses, mulai dari persiapan bahan, memasak, makanan matang, pengemasan hingga pengiriman ke sekolah.

Dengan sistem ini, waktu produksi, makanan matang hingga makanan disajikan kepada siswa dapat dipantau.

BGN juga menetapkan petugas penanggung jawab (PIC) di setiap sekolah untuk ikut memastikan pelaksanaan MBG berjalan sesuai ketentuan.

📌 Intinya: MBG harus dikonsumsi sesuai waktu yang ditentukan. Jangan sampai makanan sudah melewati batas aman, tetapi tetap dimakan.

BUKU SEKOLAH DIANGGAP TAK LAYAK, PRABOWO PERINTAHKAN PEMBARUAN TOTAL!Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menj...
09/08/2026

BUKU SEKOLAH DIANGGAP TAK LAYAK, PRABOWO PERINTAHKAN PEMBARUAN TOTAL!

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan evaluasi total dan pembaruan buku pelajaran dari tingkat SD hingga SMA.

Menurut Teddy, instruksi tersebut muncul setelah Presiden menemukan sejumlah persoalan pada buku pelajaran yang digunakan di lapangan. Bahan buku dinilai terlalu tipis dan mudah rusak, sementara ukuran hurufnya terlalu kecil sehingga anak-anak harus membaca dengan jarak yang terlalu dekat.

Pertanyaannya: kok bisa buku yang digunakan jutaan anak Indonesia masih menghadapi persoalan mendasar seperti ini?

Pemerintah bahkan membandingkan kualitas buku pelajaran nasional dengan sejumlah negara tetangga di kawasan ASEAN.

Target pembaruannya bukan sekadar mengganti buku, tetapi meningkatkan kualitas secara menyeluruh:

📚 Kertas lebih awet dan tidak mudah rusak.
🔠 Ukuran huruf lebih besar dan nyaman dibaca.
🧠 Materi diperkuat, terutama karakter kebangsaan, sains, matematika, teknologi, dan bahasa asing.

Teddy juga menyampaikan bahwa pemerintah telah membentuk tim gabungan yang melibatkan Kemendikdasmen, Kementerian Dikti Saintek, Bappenas, hingga BRIN untuk mematangkan pembaruan buku pelajaran tersebut.

Namun, kebijakan ini juga memunculkan pertanyaan kritis dari masyarakat:

Kalau kualitas buku pelajaran sedang dievaluasi karena dianggap tidak layak, bagaimana dengan kesejahteraan guru yang menjadi ujung tombak pendidikan?

Buku yang bagus memang penting.

Tapi pendidikan berkualitas juga membutuhkan guru yang dihargai dan disejahterakan.

Jangan sampai kita sibuk memperbaiki buku yang dibaca anak, tetapi lupa memperhatikan guru yang mengajarkan isinya.

AYAH DI PAPUA GERAM! ANAK KERACUNAN MBG, MINTA PROGRAM DITUTUPSeorang ayah di Papua mengungkapkan kemarahannya setelah a...
09/08/2026

AYAH DI PAPUA GERAM! ANAK KERACUNAN MBG, MINTA PROGRAM DITUTUP

Seorang ayah di Papua mengungkapkan kemarahannya setelah anaknya diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis atau MBG.

Dengan nada tegas, sang ayah meminta pemerintah mengevaluasi secara serius pelaksanaan MBG. Bahkan, ia menyuarakan agar program tersebut dihentikan apabila keselamatan anak-anak tidak bisa dijamin.

Menurutnya, pendidikan seharusnya menjadi prioritas. Ia berharap pemerintah lebih dulu memastikan sekolah benar-benar gratis, sehingga orang tua tidak semakin terbebani dengan berbagai biaya pendidikan.

Peristiwa ini kembali memunculkan pertanyaan besar: apakah pelaksanaan MBG sudah benar-benar menjamin keamanan dan kesehatan anak-anak di seluruh daerah, termasuk Papua?

Suara sang ayah bukan sekadar kritik. Ini adalah bentuk kekhawatiran orang tua yang menginginkan satu hal sederhana: anak-anak bisa belajar dengan aman, sehat, dan mendapatkan pendidikan yang layak.

Kini, perhatian publik tertuju kepada pemerintah. Akankah tuntutan orang tua ini mendapat jawaban?

Video di komentar

Address

Makassar
75765

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when INFO GURU posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share