09/06/2026
Kasus keberangkatan Yasinta Moiwend atau Mama Yasinta ke Jakarta memunculkan banyak pertanyaan. Aktivis adat Marind-Anim yang selama ini dikenal menolak Proyek Strategis Nasional (PSN) di Merauke itu tiba-tiba menghilang dari kampungnya di Wanam, Papua Selatan, lalu muncul di Jakarta dengan sikap yang berbeda.
Menurut keluarga, Mama Yasinta meninggalkan rumahnya di Kampung Wanam pada 23 Mei 2026 tanpa memberi kabar. Upaya menghubungi teleponnya tidak membuahkan hasil. Keluarga baru mengetahui keberadaannya setelah sejumlah video dirinya beredar di media sosial.
Kecurigaan keluarga muncul karena Yasinta selama ini hidup sederhana sebagai pedagang sayur di pasar. Mereka meragukan perempuan paruh baya itu mampu membiayai sendiri perjalanan dari wilayah terpencil Papua Selatan ke Jakarta, termasuk biaya penginapan dan kebutuhan selama berada di ibu kota.
Dalam penelusuran BBC News Indonesia, Yasinta terlihat beraktivitas di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Ia sempat beribadah di sebuah gereja Protestan dan kemudian makan di sebuah warung dekat Masjid Sunda Kelapa. Dalam sejumlah kesempatan, ia didampingi seorang perempuan asal Mimika bernama Eka Kora serta beberapa pria yang identitasnya menjadi sorotan publik.
Nama Eka Kora menjadi perhatian karena rekam jejaknya pernah dikaitkan dengan program Papua Muda Inspiratif yang dibina oleh Badan Intelijen Negara (BIN). Namun, Eka membantah memiliki keterkaitan dengan BIN maupun keterlibatan dalam membawa Yasinta ke Jakarta. Ia mengaku hanya menemani karena diminta bantuan oleh Yasinta.
Pada 29 Mei, Yasinta muncul di Polda Metro Jaya didampingi tiga pengacara untuk melaporkan pihak yang selama ini mendampinginya dalam advokasi penolakan PSN. Salah satu pengacara yang mendampinginya diketahui memiliki relasi profesional dengan firma hukum yang didirikan pengurus Partai Gerindra.
Keluarga Yasinta tetap meyakini ada pihak yang mengatur keberangkatannya. Mereka menilai perubahan sikap Yasinta terhadap PSN terjadi secara mendadak dan sulit dijelaskan. Di sisi lain, Yasinta berulang kali membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa dirinya berada di Jakarta atas kemauan sendiri serta tidak berada dalam tekanan siapa pun.