23/08/2026
AMANAT PEMBINA UPACARA
“AIR KOTOR TIDAK MENJADI JERNIH DALAM SEKEJAP”
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Yang saya hormati Bapak/Ibu Guru dan tenaga kependidikan, serta anak-anakku siswa-siswi yang saya banggakan.
Anak-anakku yang hebat,
Pernahkah kalian melihat air yang keruh?
Ketika air kotor kita masukkan ke dalam sebuah wadah, kita tidak bisa langsung membuatnya menjadi jernih hanya dengan satu kali usaha.
Kita harus membiarkannya mengendap, menyaringnya, membersihkannya sedikit demi sedikit. Setelah melalui proses, barulah air itu menjadi lebih jernih.
Begitu juga dengan diri kita.
Kalau hari ini kalian masih sering melakukan kesalahan, jangan merasa bahwa kalian adalah anak yang tidak baik.
Kalau hari ini kalian belum pandai, jangan merasa bahwa kalian tidak akan pernah berhasil.
Kalau hari ini kalian masih sulit disiplin, jangan berpikir bahwa kalian tidak bisa berubah.
Karena perubahan membutuhkan proses.
Air yang keruh tidak menjadi jernih dalam sekejap.
Begitu p**a manusia tidak menjadi baik hanya dalam satu malam.
Yang penting adalah mau belajar, mau memperbaiki diri, dan tidak menyerah ketika melakukan kesalahan.
Anak-anakku,
Jangan takut menjadi anak yang sedang belajar.
Jika hari ini kalian melakukan kesalahan, besok perbaiki.
Jika hari ini kalian belum mampu, besok coba lagi.
Jika hari ini kalian gagal, jangan berhenti.
Karena yang membuat seseorang menjadi hebat bukan karena ia tidak pernah melakukan kesalahan, tetapi karena ia mau belajar dari kesalahan dan terus berusaha menjadi lebih baik.
Guru dan orang tua mungkin terkadang menegur kalian.
Bukan karena kami membenci kalian.
Justru karena kami ingin melihat kalian tumbuh menjadi anak yang baik, bertanggung jawab, sopan, disiplin, dan memiliki masa depan yang cerah.
Jadi, jangan marah ketika dinasihati.
Jangan menyerah ketika ditegur.
Jadikan nasihat sebagai bagian dari proses untuk membuat diri kalian menjadi lebih baik.
Ingatlah satu hal:
“Air kotor tidak menjadi jernih dalam sekejap. Begitu p**a diri kita. Perubahan membutuhkan waktu, kesabaran, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri.”
Demikian amanat yang dapat saya sampaikan.
Semoga bermanfaat dan menjadi pengingat bagi kita semua.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.