Rahmawati

Rahmawati ibu rumah tangga

بسْـــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمالحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه ومن ولا...
04/09/2025

بسْـــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه ومن ولاه، ولاحول ولاقوة الابالله. أما بعد.

Mari kita awali aktivitas hari ini dengan membaca doa:

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْماً نَافِعاً، وَرِزْقاً طَيِّباً، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩𝘶𝘮𝘮𝘢 𝘪𝘯𝘯𝘪𝘪 𝘢𝘴-𝘢𝘭𝘶𝘬𝘢 ‘𝘪𝘭𝘮𝘢𝘯 𝘯𝘢𝘢𝘧𝘪’𝘢𝘢, 𝘸𝘢 𝘳𝘪𝘻𝘲𝘢𝘯 𝘵𝘩𝘢𝘺𝘺𝘪𝘣𝘢𝘢, 𝘸𝘢 ‘𝘢𝘮𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘮𝘶𝘵𝘢𝘲𝘢𝘣𝘣𝘢𝘭𝘢𝘢

“𝘠𝘢 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩, 𝘴𝘦𝘴𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘰𝘩𝘰𝘯 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢-𝘔𝘶 𝘪𝘭𝘮𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘮𝘢𝘯𝘧𝘢𝘢𝘵, 𝘳𝘦𝘻𝘦𝘬𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘥𝘢𝘯 𝘢𝘮𝘢𝘭 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘵𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢.” (𝘏𝘙. 𝘈𝘩𝘮𝘢𝘥, 𝘐𝘣𝘯𝘶 𝘔𝘢𝘫𝘢𝘩 𝘥𝘢𝘯 𝘐𝘣𝘯𝘶 𝘢𝘴-𝘚𝘶𝘯𝘯𝘪)

𝘈𝘢𝘮𝘪𝘪𝘯, 𝘠𝘢 𝘙𝘢𝘣𝘣𝘢𝘭 '𝘈𝘭𝘢𝘮𝘪𝘪𝘯.

﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏

𝗝𝗜𝗪𝗔 𝗬𝗔𝗡𝗚 𝗠𝗘𝗡𝗚𝗔𝗡𝗚𝗚𝗨𝗥 𝗔𝗞𝗔𝗡 𝗗𝗜𝗦𝗜𝗕𝗨𝗞𝗞𝗔𝗡 𝗗𝗘𝗡𝗚𝗔𝗡 𝗞𝗘𝗕𝗨𝗥𝗨𝗞𝗔𝗡

Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

“Ketika mereka tidak bergerak untuk kebaikan, maka mereka akan digerakkan kepada keburukan sebagai bentuk keadilan dari Allah bagi mereka. Sebagaimana pepatah mengatakan: jiwa, jika tidak disibukkan dengan kebaikan, maka kebatilanlah yang akan menyibukkannya.”

💖💖💖💖💖💖💖

🌸Bismillahirrahmanirrahim🌸Doa untuk indonesiaku
02/09/2025

🌸Bismillahirrahmanirrahim🌸
Doa untuk indonesiaku

﷽ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ┏ □■□ ━━━━━━━TENANGKANLAH HATIMU┗━━━━━━━━━━ ○○● PROLOGRoda kehid...
01/09/2025



ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

┏ □■□ ━━━━━━━
TENANGKANLAH HATIMU
┗━━━━━━━━━━ ○○●

PROLOG

Roda kehidupan terus menggelinding. Banyak cerita dan episode yang dilewati pada setiap putarannya. Ada sedih, ada senang. Ada derita, ada bahagia. Ada s**a, ada duka. Ada kesempitan, ada keluasan. Ada kesulitan, dan ada kemudahan. Tidak ada manusia yang tidak melewatinya. Hanya kadarnya saja yang mungkin tidak selalu sama. Maka, situasi apapun yang tengah engkau jalani saat ini, tenangkanlah hatimu ..

Manusia bukan pemilik kehidupan. Tidak ada manusia yang selalu berhasil meraih keinginannya. Hari ini bersorak merayakan kesuksesan, esok lusa bisa jadi menangis meratapi kegagalan. Saat ini bertemu, tidak lama kemudian berpisah. Detik ini bangga dengan apa yang dimilikinya, detik berikutnya sedih karena kehilangannya. Maka, episode apapun yang sedang engkau lalui pada detik ini, tenangkanlah hatimu ..

Cerita tidak selalu sama. Episode terus berubah. Berganti dari satu situasi kepada situasi yang lain. Berbolak-balik. Bertukar-tukar. Kadang diatas, kadang dibawah. Kadang maju, kadang mundur. Itulah kehidupan. Namun, satu hal yang seharusnya tidak pernah berubah pada kita; yaitu, hati yang selalu tenang dan tetap teguh dalam kebenaran …

Saudaraku, ketenangan sangat kita butuhkan dalam menghadapi segala situasi dalam hidup ini. Terutama dalam situasi sulit dan ditimpa musibah. Jika hati dalam kondisi tenang, maka buahnya lisan dan anggota badan pun akan tenang. Tindakan akan tetap pada jalur yang dibenarkan dan jauh dari sikap membahayakan. Kata-kata akan tetap hikmah dan tidak keluar dari kesantunan, sesulit dan separah apa pun situasi yang sedang kita hadapi. Dan dengan itu lah kemudian –insya Allah- kita akan meraih keuntungan.

Ketenangan Milik Orang yang Beriman

Ketenangan adalah karunia Allah yang hanya diberikan kepada orang-orang yang beriman. Tentang hal ini Allah berfirman:

“Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al Fath [48]: 4)

Syaikh Abdurrahman As-Si’dy rahimahullah berkata, “Allah mengabarkan tentang karunia-Nya atas orang-orang yang beriman dengan diturunkan kepada hati mereka sakinah. Ia adalah ketenangan dan keteguhan dalam kondisi terhimpit cobaan dan kesulitan yang menggoyahkan hati, mengganggu pikiran dan melemahkan jiwa. Maka diantara nikmat Allah atas orang-orang yang beriman dalam situasi ini adalah, Allah meneguhkan dan menguatkan hati mereka, agar mereka senantiasa dapat menghadapi kondisi ini dengan jiwa yang tenang dan hati yang teguh, sehingga mereka tetap mampu menunaikan perintah Allah dalam kondisi sulit seperti ini pun. Maka bertambahlah keimanan mereka, semakin sempurnalah keteguhan mereka.” (Taisir al Karim: 791)

ثُمَّ أَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَى رَسُولِهِ وَعَلَى الْمُؤْمِنِينَ

“Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada RasulNya dan kepada orang-orang yang beriman.” (QS. Al Taubah [9]: 26)

لَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِي قُلُوبِهِمْ فَأَنْزَلَ السَّكِينَةَ عَلَيْهِمْ وَأَثَابَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا

“Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya).” (QS. Al Fath [48]: 18)

Senjata Orang Beriman

Jiwa yang tenang dan hati yang teguh adalah senjata orang-orang shaleh dari sejak dahulu dalam menghadapi kondisi sulit yang mereka temui dalam kehidupan mereka.

Ashabul Kahfi adalah diantaranya. Saat mereka mengumandangkan kebenaran tauhid dan orang-orang pun berusaha untuk menyakiti mereka, sehingga mereka terusir dari tempat mereka dengan meninggalkan keluarga dan kenyamanan hidup yang sedang mereka nikmati, serta tinggal di gua tanpa makanan dan minuman, ketenangan dan keteguhanlah yang membuat mereka mampu bertahan. Allah berfirman tentang mereka,

“Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah p**a untuk mereka petunjuk. Dan Kami meneguhkan hati mereka diwaktu mereka berdiri, lalu mereka pun berkata, “Tuhan kami adalah Tuhan seluruh langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran.” (QS. Al Kahfi [18]: 14)

Dalam perjalanan dakwah dan jihad Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kita tentu ingat kisah perjalanan hijrah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sahabatnya yang mulia Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu. Ketika mereka berdua masuk ke dalam gua, berlindung dari kejaran orang-orang musyrik yang saat itu tengah dalam kemarahan yang memuncak dan dengan pedang-pedang yang terhunus, hingga Abu Bakar berkata, “Jika salah satu mereka menundukkan pandangannya ke arah kedua sandalnya, niscaya ia akan melihat kita.” Dalam kondisi genting itu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan penuh ketenangan berkata, “Bagaimana menurutmu tentang dua orang, yang Allah ketiganya.” (Lihat Shahîh al Bukhâri no: 3653, Shahîh Muslim no: 2381)

Allah berfirman:

إِلَّا تَنْصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا فَأَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُ بِجُنُودٍ لَمْ تَرَوْهَا

“Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita.” Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya.” (QS. Al Taubah [9]: 40)

Kisah lain yang sangat menakjubkan adalah kisah pada hari perang badar. Musuh dalam kondisi sangat kuat dan digdaya, dengan persenjataan yang cukup lengkap di depan mata, menghadapi tentara Allah yang sedikit, persenjataan kurang dan tanpa persiapan untuk berperang. Akan tetapi ketenangan bersemayam dalam hati-hati mereka. Maka Allah memenangkan mereka dengan kemenangan yang jelas.

Ibnu Qayyim Al Jauziyyah mengatakan, “Oleh karena itu, Allah mengabarkan tentang turunnya ketenangan kepada Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam dan orang-orang yang beriman dalam situasi-situasi sulit.” (Madâriju al Sâlikîn: 4/392 cet. Dâr al Thîbah)

Meraih Ketenangan

Jika demikian penting ketenangan dalam hidup kita, karena kesuksesan juga sangat bergantung kepadanya, maka bagaimanakah cara untuk meraih ketenangan itu? Sebagian orang mencari ketenangan dengan perbuatan sia-sia, sebagian mereka bahkan mencari ketenangan di tempat-tempat kemaksiatan. Semua itu keliru dan fatal akibatnya. Alih-alih ketenangan, semua itu justru akan semakin membuat hati diliputi kesedihan. Jika pun ketenangan didapatkannya, namun ia adalah ketenangan yang palsu dan sesaat.

Syaikh Dr. Sa’ad bin Nashir al Syatsry –semoga Allah menjaganya- dalam kitabnya “Hayâtu al Qulûb” menyebutkan arahan-arahan yang terdapat dalam al Qur`an dan sunnah untuk meraih ketenangan tersebut:

1. Berkumpul dalam rangka mencari ilmu.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabada:

« مَا اجتمعَ قَوم في بيت من بُيُوتِ الله تباركَ وتعالى يَتْلُونَ كتابَ الله عزَّ وجلَّ ، ويَتَدَارَسُونَهُ بينهم ، إِلا نزلت عليهم السكينةُ ، وَغَشِيَتْهم الرحمةُ ، وحَفَّتْهم الملائكة ، وذكرهم الله فيمن عنده »

“Tidaklah suatu kaum berkumpul sebuah rumah Allah tabaraka wa ta’ala, mereka membaca Kitabullah azza wa jalla, mempelajarinya sesama mereka, melainkan akan turun kepada mereka sakinah, rahmat akan meliputi mereka, para malaikan akan mengelilingi mereka dan Allah senantiasa menyebut-nyebut mereka dihadapan malaikan yang berada di sisi-Nya.” (HR Muslim no. 2699)

2. Berdoa.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya pernah mengulang-ulang kalimat doa berikut dalam perang ahzab:

فَأَنْزِلَنَّ سَكِيْنَةً عَلَيْنَا وَثَبِّتِ الأَقْدَامِ إِنْ لَاقِينَا

“Maka turunkanlah ketenangan kepada kami

Serta teguhkan lah kaki-kaki kami saat kami bertemu (musuh)”

Maka Allah memberikan mereka kemenangan dan meneguhkan mereka.

3. Membaca al Qur`an.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

« تِلْكَ السَّكِينَةُ تَنَزَّلَتْ بِالْقُرْآنِ »

“Ia adalah ketenangan yang turun karena al Qur`an.” (HR Bukhari: 4839, Muslim: 795)

4. Memperbanyak dzikrullah.

Allah berfirman:

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Al Ra’du [13]: 28)

5. Bersikap wara’ (hati-hati) dari perkara syubhat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الْبِرُّ مَا سَكَنَتْ إِلَيْهِ النَّفْسُ وَاطْمَأَنَّ إِلَيْهِ الْقَلْبُ وَالإِثْمُ مَا لَمْ تَسْكُنْ إِلَيْهِ النَّفْسُ وَلَمْ يَطْمَئِنَّ إِلَيْهِ الْقَلْبُ وَإِنْ أَفْتَاكَ الْمُفْتُونَ

“Kebaikan itu adalah yang jiwa merasa tenang dan hati merasa tentram kepadanya. Sementara dosa adalah yang jiwa meresa tidak tenang dan hati merasa tidak tentram kepadanya, walaupun orang-orang mememberimu fatwa (mejadikan untukmu keringanan).” (HR Ahmad no. 17894, dishahihkan al Albani dalam Shahîh al Jâmi no: 2881)

6. Jujur dalam berkata dan berbuat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

فَإِنَّ الصِّدْقَ طُمَأْنِينَةٌ وَإِنَّ الْكَذِبَ رِيبَةٌ

“Sesungguhnya jujur itu ketenangan dan dusta itu keragu-raguan.” (HR Tirmidzi no: 2518)

Begitu pun semua ketaatan kepada Allah dan sikap senantiasa bersegera kepada amal shaleh adalah diantara faktor yang akan mendatangkan ketenangan kepada hati seorang mukmin. Jika kita selalu mendengar dan berusaha untuk mentaati Allah dan rasul-Nya, maka hati kita akan kian tenang dan teguh. Allah berfirman:

“…Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka), dan kalau demikian, pasti Kami berikan kepada mereka pahala yang besar dari sisi Kami, dan pasti Kami tunjuki mereka kepada jalan yang lurus.” (QS. An Nisâ [4]: 68)

Saudaraku, jika kita dapat mempertahankan ketenangan hati sehingga senantiasa teguh berada dalam jalan Allah, apa pun yang terjadi kepada kita, maka bergembiralah, karena kelak saat kita meninggalkan dunia yang fana ini, akan ada yang berseru kepada kita dengan seruan ini:

“Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku.” (QS. Al Fajr [89]: 27-30) (Lihat Hayâtu al Qulûb: 90-91)

Wallâhu ‘alam, wa shallallâhu ‘alâ nabiyyinâ Muhammad.

💖💖💖💖💖💖💖

بِسْــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ**اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِ...
01/09/2025

بِسْــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ*

*اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً*

𝑨𝒍𝒍𝒂𝒉𝒖𝒎𝒎𝒂 𝒊𝒏𝒏𝒊 𝒂𝒔 𝒂𝒍𝒖𝒌𝒂 ‘𝒊𝒍𝒎𝒂𝒏 𝒏𝒂𝒂𝒇𝒊’𝒂𝒂 𝒘𝒂 𝒓𝒊𝒛𝒒𝒂𝒏 𝒕𝒐𝒚𝒚𝒊𝒃𝒂𝒂 𝒘𝒂 ‘𝒂𝒎𝒂𝒍𝒂𝒏 𝒎𝒖𝒕𝒂𝒒𝒂𝒃𝒃𝒂𝒍𝒂𝒂

𝒀𝒂 𝑨𝒍𝒍𝒂𝒉, 𝒔𝒖𝒏𝒈𝒈𝒖𝒉 𝒂𝒌𝒖 𝒎𝒆𝒎𝒐𝒉𝒐𝒏 𝒌𝒆𝒑𝒂𝒅𝒂𝑴𝒖 𝒊𝒍𝒎𝒖 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒎𝒂𝒏𝒇𝒂𝒂𝒕, 𝒓𝒊𝒛𝒌𝒊 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒃𝒂𝒊𝒌 𝒅𝒂𝒏 𝒂𝒎𝒂𝒍 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒊𝒕𝒆𝒓𝒊𝒎𝒂.
(HR. Ibnu As-Sunni dan Ibnu Majah)

𝑺𝒆𝒎𝒐𝒈𝒂 𝑨𝒍𝒍𝒂𝒉 𝒔𝒆𝒍𝒂𝒍𝒖 𝒎𝒖𝒅𝒂𝒉𝒌𝒂𝒏 𝒌𝒊𝒕𝒂 𝑰𝒔𝒕𝒊𝒒𝒐𝒎𝒂𝒉 𝒅𝒊𝒋𝒂𝒍𝒂𝒏N𝒚𝒂

Bismillahirrahmanirrahim...🌸LIBATKAN NEGERIMU DALAM DOA BAIKMU… SEMOGA DOAMU MUSTAJAB…اللَّهُمَّ آمِنَّا فِي أَوْطَانِنَ...
30/08/2025

Bismillahirrahmanirrahim...🌸

LIBATKAN NEGERIMU DALAM DOA BAIKMU… SEMOGA DOAMU MUSTAJAB…

اللَّهُمَّ آمِنَّا فِي أَوْطَانِنَا، وَأَدِمْ عَلَيْنَا نِعْمَةَ الأَمْنِ وَالاِسْتِقْرَارِ فِي بِلادِنَا وَسَائِرِ بِلادِ الْمُسْلِمِينَ، اللَّهُمَّ مَنْ أَرَادَنَا وَبِلادَنَا بِسُوءٍ فَاشْغَلْهُ بِنَفْسِهِ، وَرُدَّ كَيْدَهُ فِي نَحْرِهِ

“Ya Allah, berilah kami keamanan di negeri-negeri kami. Kekalkanlah atas kami nikmat keamanan dan ketenteraman di negeri kami dan di seluruh negeri kaum Muslimin. Ya Allah, siapa saja yang berniat jahat terhadap kami dan negeri kami, sibukkanlah ia dengan urusannya sendiri, dan kembalikanlah tipu dayanya ke dalam dirinya.”

💖💖💖💖💖💖💖



Bismillahirrahmanirrahim...🌸Hidup bukan soal untung rugi, bukan p**a soal menang kalah, bahkan bukan tentang tangis dan ...
29/08/2025

Bismillahirrahmanirrahim...🌸

Hidup bukan soal untung rugi,
bukan p**a soal menang kalah,
bahkan bukan tentang tangis dan tawa.

Hidup adalah persoalan
mempersembahkan jiwa dan raga kepada Pemiliknya,
hidup adalah perjuangan mencari keridhoan-Nya...

💖💖💖💖💖💖💖


بسْـــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمالحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه ومن ولا...
29/08/2025

بسْـــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه ومن ولاه، ولاحول ولاقوة الابالله. أما بعد.

Mari kita awali aktivitas hari ini dengan membaca doa:

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْماً نَافِعاً، وَرِزْقاً طَيِّباً، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩𝘶𝘮𝘮𝘢 𝘪𝘯𝘯𝘪𝘪 𝘢𝘴-𝘢𝘭𝘶𝘬𝘢 ‘𝘪𝘭𝘮𝘢𝘯 𝘯𝘢𝘢𝘧𝘪’𝘢𝘢, 𝘸𝘢 𝘳𝘪𝘻𝘲𝘢𝘯 𝘵𝘩𝘢𝘺𝘺𝘪𝘣𝘢𝘢, 𝘸𝘢 ‘𝘢𝘮𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘮𝘶𝘵𝘢𝘲𝘢𝘣𝘣𝘢𝘭𝘢𝘢

“𝘠𝘢 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩, 𝘴𝘦𝘴𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘰𝘩𝘰𝘯 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢-𝘔𝘶 𝘪𝘭𝘮𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘮𝘢𝘯𝘧𝘢𝘢𝘵, 𝘳𝘦𝘻𝘦𝘬𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘥𝘢𝘯 𝘢𝘮𝘢𝘭 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘵𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢.” (𝘏𝘙. 𝘈𝘩𝘮𝘢𝘥, 𝘐𝘣𝘯𝘶 𝘔𝘢𝘫𝘢𝘩 𝘥𝘢𝘯 𝘐𝘣𝘯𝘶 𝘢𝘴-𝘚𝘶𝘯𝘯𝘪)

𝘈𝘢𝘮𝘪𝘪𝘯, 𝘠𝘢 𝘙𝘢𝘣𝘣𝘢𝘭 '𝘈𝘭𝘢𝘮𝘪𝘪𝘯.

﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏

𝗦𝗘𝗗𝗘𝗞𝗔𝗛 𝗗𝗔𝗣𝗔𝗧 𝗠𝗘𝗡𝗚𝗛𝗔𝗣𝗨𝗦 𝗞𝗘𝗦𝗔𝗟𝗔𝗛𝗔𝗡

Allah 'azza wa jalla berfirman:

“Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

(QS. Al-Baqarah: 271)

💖💖💖💖💖💖💖

*بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ   الرَّحِيْـــــم*  السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُUMUR KIT...
28/08/2025

*بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم*

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

UMUR KITA LEBIH LAMA DI ALAM KUBUR DARI PADA DI DUNIA INI.

Wahai orang-orang yang sebentar lagi dalam barisan orang yang mati, kenapa berleha-leha tanpa taubat & intropeksi...?!

Bisa jadi saat ini Malaikat Maut sudah bersiap-siap untuk mencabut nyawamu. Mengapa diri tidak juga menangis atas sisa-sisa umur dari kehidupan fana ini...?!

Wahai orang-orang yg senantiasa sibuk dengan dunianya, janganlah engkau itu tertipu oleh angan² mu sendiri. Karena kematian akan datang secara tiba-tiba, dan kubur pun menjadi tempat kembali...

Ketahuilah, bahwa tatkala diri ini asyik melakukan kesia-siaan, oh....ternyata di antara penghuni kubur ada yang sedang berteriak di dalam kuburnya seraya dia berkata : "Wahai Tuhanku, kembalikanlah aku ke alam dunia niscaya aku pun akan beramal shalih", tapi semuanya sudah terlambat, dan berada di alam akhirat...

Semenit yang telah terlewatkan adalah angan-angannya berjuta-juta ruh, supaya mereka dapat beramal serta bertaubat. Maka jangan kita sekali-kali terperdaya dengan diamnya penghuni kubur, karena banyak jiwa yang berduka di dalamnya...

Imam Ibnul Qayyim رحمه الله berkata :

كان أكثر أصحاب القبور معذَّبين، و الفائزُ منهم قليل، فظواهر القبور تراب، و بواطنها حسرات و عذاب، ظواهرُها بالتراب و الحجارة المنقوشة مَبْنِيَّات، و في باطنها الدواهي و البَلِيَّات

Kebanyakan penghuni kubur itu disiksa, sedang yang selamat darinya sangatlah sedikit. Maka yang tampak dari kuburan adalah tanah,

sedang yang di dalamnya adalah kerugian (penyesalan) dan juga siksaan. Tampak dari luar adalah tanah serta batu-batu yang diukir, sedangkan di dalamnya musibah dan bencana" (Ar-Ruh hal 229)

✍ Ustadz Najmi Umar Bakkar Hafidzhahullah

💖💖💖💖💖💖💖

بسْـــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمالحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه ومن ولا...
27/08/2025

بسْـــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه ومن ولاه، ولاحول ولاقوة الابالله. أما بعد.

Mari kita awali aktivitas hari ini dengan membaca doa:

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْماً نَافِعاً، وَرِزْقاً طَيِّباً، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩𝘶𝘮𝘮𝘢 𝘪𝘯𝘯𝘪𝘪 𝘢𝘴-𝘢𝘭𝘶𝘬𝘢 ‘𝘪𝘭𝘮𝘢𝘯 𝘯𝘢𝘢𝘧𝘪’𝘢𝘢, 𝘸𝘢 𝘳𝘪𝘻𝘲𝘢𝘯 𝘵𝘩𝘢𝘺𝘺𝘪𝘣𝘢𝘢, 𝘸𝘢 ‘𝘢𝘮𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘮𝘶𝘵𝘢𝘲𝘢𝘣𝘣𝘢𝘭𝘢𝘢

“𝘠𝘢 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩, 𝘴𝘦𝘴𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘰𝘩𝘰𝘯 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢-𝘔𝘶 𝘪𝘭𝘮𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘮𝘢𝘯𝘧𝘢𝘢𝘵, 𝘳𝘦𝘻𝘦𝘬𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘥𝘢𝘯 𝘢𝘮𝘢𝘭 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘵𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢.” (𝘏𝘙. 𝘈𝘩𝘮𝘢𝘥, 𝘐𝘣𝘯𝘶 𝘔𝘢𝘫𝘢𝘩 𝘥𝘢𝘯 𝘐𝘣𝘯𝘶 𝘢𝘴-𝘚𝘶𝘯𝘯𝘪)

𝘈𝘢𝘮𝘪𝘪𝘯, 𝘠𝘢 𝘙𝘢𝘣𝘣𝘢𝘭 '𝘈𝘭𝘢𝘮𝘪𝘪𝘯.

﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏

𝗢𝗕𝗔𝗧 𝗕𝗔𝗚𝗜 𝗝𝗜𝗪𝗔

Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

“Istigfar termasuk perbuatan baik yang paling besar dan babnya pun luas. Maka siapa yang merasa ada kealpaan pada ucapan, amalan, keadaan, rezeki atau kondisi hati, hendaklah ia menjaga tauhid dan istigfar. Karena pada keduanya ada kesembuhan, apabila keduanya dilakukan dengan tulus dan ikhlas.”

(Majmu' al-Fatawa, 11/698)

💖💖💖💖💖💖💖

Address

Jalan Bontoduri 5
Makassar
90224

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Rahmawati posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share