Berita Sulsel

Berita Sulsel Spirit Baru Sulawesi Selatan

BPOM Makassar Gebrak Layanan Digital, Gandeng Kemenperin Gejot Sertifikasi PanganMAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM — Balai Bes...
09/08/2026

BPOM Makassar Gebrak Layanan Digital, Gandeng Kemenperin Gejot Sertifikasi Pangan

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM — Balai Besar POM di Makassar terus menunjukkan komitmen kuat dalam memperluas jangkauan keamanan pangan olahan. Terbaru, BBPOM Makassar berkolaborasi dengan Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim (BBSPJIHPMM) Kementerian Perindustrian menggelar pelatihan khusus pada Rabu (5/8/2026).

Pelatihan yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 2 BBSPJIHPMM Makassar ini menyasar para pegawai internal sebagai calon pendamping industri. BBPOM Makassar hadir langsung membagikan materi strategi mendampingi pelaku usaha dalam menerapkan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) sekaligus mengurus izin edar.

Ketua Tim Fungsi Sertifikasi BBPOM di Makassar, Ana Adriyani, tampil sebagai narasumber utama. Ia menegaskan bahwa penerapan CPPOB menjadi fondasi paling krusial bagi setiap produsen pangan.

"CPPOB menjamin konsistensi proses produksi. Tanpa penerapan standar ini, produsen akan sulit menghasilkan produk pangan yang aman, bermutu, dan bergizi," ujar Ana di hadapan para peserta.

Selain memaparkan syarat administratif dan teknis registrasi produk via sistem elektronik BPOM, Ana juga memperkenalkan inovasi unggulan bernama STARLING Online (Sertifikasi Keliling Online). Inovasi ini merupakan wujud nyata transformasi digital BBPOM Makassar yang mengembangkan inovasi terdahulu, Pedang Puang Basok.

Lewat STARLING Online, para pelaku usaha dan pendamping industri kini bisa mengakses konsultasi, pendampingan CPPOB, hingga pengajuan izin edar secara cepat, efisien, dan tanpa batas wilayah. Langkah ini memangkas birokrasi dan mempercepat produk lokal mengantongi legalitas resmi.

Peserta pelatihan menyambut antusias kehadiran inovasi digital ini. Sesi diskusi pun berlangsung interaktif saat para peserta membedah berbagai tantangan riil di lapangan, mulai dari penataan sarana produksi hingga pendaftaran merek pada label kemasan.

Melalui sinergi lintas sektoral ini, BBPOM Makassar optimistis kapasitas para pendamping industri akan meningkat pesat. Hasilnya, semakin banyak produk pangan olahan lokal yang memenuhi standar legalitas, aman dikonsumsi, serta siap bersaing di pasar nasional.

125 Apoteker Bulukumba Siap Perangi Resistensi Antibiotik, BBPOM Makassar Bongkar Temuan PelanggaranBULUKUMBA, BERITA-SU...
09/08/2026

125 Apoteker Bulukumba Siap Perangi Resistensi Antibiotik, BBPOM Makassar Bongkar Temuan Pelanggaran

BULUKUMBA, BERITA-SULSEL.COM – Penyalahgunaan antibiotik tanpa resep dokter memicu ancaman serius resistensi antimikroba (Antimicrobial Resistance/AMR). Oleh karena itu, BBPOM di Makassar bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba langsung menyatukan langkah untuk memperketat pengawasan. Kedua pihak menggelar Bimbingan Teknis bagi Petugas Pengelola Fasilitas Kefarmasian di Hotel Agri Bulukumba pada Kamis (6/8/2026).

Sebanyak 125 apoteker dan tenaga teknis kefarmasian dari rumah sakit, puskesmas, apotek, hingga toko obat se-Kabupaten Bulukumba menghadiri acara ini. Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinas Kesehatan Bulukumba, Ilham Nur Hamzah, membuka langsung kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Ilham mengajak seluruh tenaga kefarmasian agar menjalankan praktik secara profesional dan taat regulasi. Sebab, kepatuhan terhadap aturan menjadi kunci utama dalam melindungi keselamatan pasien.

Selanjutnya, Pengawas Farmasi dan Makanan (PFM) Ahli Madya BBPOM di Makassar, Ahmad Lalo, memaparkan materi Kebijakan Nasional Pengendalian AMR. Ahmad menegaskan bahwa apoteker memegang peranan kunci di garis terdepan dalam mencegah kekebalan bakteri akibat salah guna antibiotik.

Oleh sebab itu, Ahmad meminta setiap fasilitas kefarmasian selalu memastikan pasokan antibiotik berasal dari distributor resmi. Selain itu, petugas wajib menyimpan obat sesuai standar serta hanya menyerahkan antibiotik berdasarkan resep dokter. Petugas juga harus memusnahkan sisa antibiotik secara benar dan memberikan Pelayanan Informasi Obat (PIO) yang jelas kepada pasien.

Pada kesempatan tersebut, BBPOM Makassar membeberkan temuan mengejutkan dari data pengawasan tahun 2025. BBPOM Makassar mencatat seluruh dari 13 apotek yang diperiksa di wilayah kerja ternyata masih menyerahkan antibiotik tanpa resep dokter. Temuan ini menandakan bahwa kepatuhan sarana pelayanan kefarmasian masih memerlukan pembenahan mendasar.

Maka dari itu, BBPOM Makassar menegaskan sikap tidak akan tinggal diam. BBPOM Makassar siap menjatuhkan sanksi administratif tegas bagi apotek yang membandel, mulai dari Peringatan, Peringatan Keras, Penghentian Sementara Kegiatan, hingga Rekomendasi Pencabutan Izin.

Namun demikian, langkah penindakan ini bertindak sebagai upaya perlindungan masyarakat agar tidak mengonsumsi obat secara sembarangan. Penggunaan antibiotik tanpa arahan medis jelas mempercepat terjadinya resistensi antimikroba yang membahayakan kesehatan publik.

Akhirnya, melalui bimbingan teknis ini, para apoteker dan tenaga teknis kefarmasian di Bulukumba menyatakan kesiapan penuh untuk berkolaborasi. Sinergi antara BBPOM Makassar, Dinas Kesehatan, dan para apoteker di lapangan bakal menjaga efektivitas antibiotik demi menyelamatkan generasi mendatang.

Keroyokan Cegah Stunting, BBPOM Makassar dan BKKBN Sulsel Satukan KekuatanMAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Kepala Balai Bes...
09/08/2026

Keroyokan Cegah Stunting, BBPOM Makassar dan BKKBN Sulsel Satukan Kekuatan

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar, Yosef Dwi Irwan Setiawan, langsung bergerak cepat membangun sinergi lintas sektor. Yosef menemui Kepala Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Fatmawati, di kantor BKKBN Sulsel pada Senin (3/8/2026). Pertemuan strategis ini bertujuan untuk mempercepat penurunan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Sulawesi Selatan.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pimpinan lembaga menyelaraskan berbagai program prioritas. BBPOM Makassar membawa fokus utama pada edukasi keamanan pangan dan pengawasan obat, sementara BKKBN Sulsel memperkuat dari sisi ketahanan keluarga serta pembinaan remaja.

Yosef Dwi Irwan Setiawan menegaskan komitmen penuh BBPOM di Makassar untuk mendukung pembentukan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas. Oleh karena itu, BBPOM Makassar merancang sejumlah langkah konkret bersama BKKBN.

Pertama, BBPOM Makassar akan memperkuat Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) terkait pencegahan stunting serta perlindungan kelompok rentan. Kedua, BBPOM Makassar siap menggelar edukasi keamanan pangan dan obat di lingkungan sekolah yang mencakup uji cepat (rapid test). Ketiga, kedua pihak bakal menggalakkan upaya pencegahan penyalahgunaan obat di tingkat remaja.

Oleh sebab itu, BBPOM Makassar bersama BKKBN Sulsel langsung menyusun rencana kerja bersama sebagai landasan operasional di lapangan. Dalam kunjungan ini, Yosef hadir mendampingi Ketua Tim Informasi dan Komunikasi (Infokom), Ahmad Lalo, serta Kepala Loka POM di Kabupaten Bone, Handri Burhan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Fatmawati, menyambut hangat kolaborasi ini. Fatmawati menawarkan beberapa program unggulan BKKBN yang sangat potensial untuk berpadu dengan BBPOM.

Di antaranya, BKKBN Sulsel mendorong penguatan edukasi remaja melalui Program Generasi Berencana (GENRE) dan ajang kompetensi tahunan. Selain itu, BKKBN Sulsel terus mengampanyekan Salam GENRE guna mencegah pernikahan dini, penyalahgunaan narkoba, serta memberikan edukasi kesehatan reproduksi.

Selanjutnya, Fatmawati menekankan pentingnya implementasi Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri yang melibatkan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, dan BPOM. Maka dari itu, kedua instansi sepakat menggelar koordinasi berkala demi menjamin mutu pelayanan obat dan alat kontrasepsi dalam program Keluarga Berencana (KB).

Tidak hanya itu, pembahasan juga menyasar Program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting). BKKBN Sulsel meyakini bahwa edukasi keamanan pangan dari BBPOM Makassar akan memperkuat dampak positif Program GENTING di tengah masyarakat.

Akhirnya, melalui koordinasi intensif ini, BBPOM Makassar dan BKKBN Sulsel optimistis mampu menghadirkan aksi nyata yang berdampak langsung bagi warga. Sinergi kuat ini diproyeksikan bakal meningkatkan efektivitas pencegahan stunting, menjamin penggunaan obat yang aman, dan mencetak generasi Sulawesi Selatan yang unggul serta berdaya saing tinggi.

Address

Jalan Landak Baru, Lr 3 Nomor 34
Makassar

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Berita Sulsel posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Berita Sulsel:

Shortcuts

Share