Sulawesi Online

Sulawesi Online Berita seputar Sulawesi dan Nusantara

KABARSINJAI.COM, Sinjai, – Masih ingatkah anda dengan kasus dugaan korupsi dana hibah PDAM Tirta Sinjai Bersatu?. Kini K...
26/08/2022

KABARSINJAI.COM, Sinjai, – Masih ingatkah anda dengan kasus dugaan korupsi dana hibah PDAM Tirta Sinjai Bersatu?. Kini Kejaksaan Negeri (Kejari) Sinjai telah menetapkan salah seorang tersangka, setelah bergulir kurang lebih 1 tahun.

Penetapan tersangka disampaikan Kepala Kejari (Kajari) Sinjai, Zulkarnaen pada press rilis yang digelar Kejari Sinjai, Senin (22/8) siang.

Zulkarnaen yang didampingi Kasi Pidsus, Joharca bersama Kasi Intel, Andi Sulkifli menjelaskan, jika salah seorang yang ditetapkan tersangka adalah mantan pejabat PDAM Tirta Sinjai Bersatu. Inisialnya adalah S.

S diduga kuat melakukan tindak pidana korupsi (Tipikor) dana hibah PDAM tahun 2017-2019. Total dana hibah PDAM berjumlah Rp. 8 Miliar. 2017 sebesar Rp. 2 Miliar dan 2018 – 2019 masing-masing Rp. 3 Miliar

“Hasil pemeriksaan kami telah tetapkan mantan pejabat PDAM berinisial S sebagai tersangka,” kata Zulkarnaen.

Menurut Zulkarnaen, dari hasil pemeriksaan sekitar 20 orang saksi. S diduga kuat melakukan penyimpangan. Dana hibah PDAM Sinjai diperuntukkan bagi pemasangan sambungan rumah berpenghasilan rendah, dan p**a jaringan distribusi.

“Fakta di lapangan terbukti tidak sesuai jumlah dan jenisnya. Dari tim ahli kerugian negara diperkirakan sebesar Rp.1 Miliar. Kita juga telah menyita dokumen yang dianggap penting dalam kasus ini,” sambungnya.

Adapun S dijerat dengan Undang-undang Tipikor pasal 2 dan 3, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. “Dikenakan pasal berlapis masing-masing 4 tahun dan 15 tahun penjara,” jelasnya.

Setelah penetapan tersangka, Kejari akan memanggil S untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan. Pihaknya juga membeberkan jika tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru dalam pemeriksaan.

“Untuk sementara baru satu tersangka, nanti kita lihat perkembangannya kedepan,” tutupnya.
Sekadar diketahui, Dana hibah PDAM tahun 2017 – 2019 bersumber dari Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian PUPR Republik Indonesia bergulir di Kejari Sinjai sejak tahun 2021 lalu. (Tim)

Menggali dan Mengabarkan

*Bertolak ke Sulawesi Selatan, Presiden Akan Resmikan Bendungan dan Tanam Jagung*Presiden Joko Widodo bertolak menuju Pr...
23/11/2021

*Bertolak ke Sulawesi Selatan, Presiden Akan Resmikan Bendungan dan Tanam Jagung*

Presiden Joko Widodo bertolak menuju Provinsi Sulawesi Selatan dalam rangka kunjungan kerja pada Selasa pagi, 23 November 2021. Melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Kepala Negara bersama rombongan lepas landas dengan menggunkan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 pada pukul 07.30 WIB.

Setibanya di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Presiden Jokowi dan rombongan langsung melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Gowa, dengan menggunakan Helikopter Super Puma TNI AU.

Di Kabupaten Gowa, Presiden Jokowi diagendakan untuk meresmikan Bendungan Karalloe, yang ada di Kecamatan Tompobulu. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi akan membuka tuas pintu air sekaligus menandatangani prasasti sebagai tanda diresmikannya Bendungan Karalloe.

Setelahnya, Presiden Jokowi akan menuju Kabupaten Jeneponto untuk melakukan penanaman jagung bersama para petani dan masyarakat sekitar. Usai menaman jagung, Presiden Jokowi bersama rombongan akan kembali menuju Kabupaten Maros dengan
Helikopter Super Puma TNI AU.

Sore harinya, Presiden Jokowi dijadwalkan kembali ke Jakarta dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros.

Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan menuju Provinsi Sulawesi Selatan adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI M. Tonny Harjono, Komandan Paspampres Mayjen TNI Tri Budi Utomo, serta Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin.

Sumber :
Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Terima Suap Rp13 Miliar, Nurdin Abdullah Dituntut 6 Tahun PenjaraKOREKSINEWS.id, MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan no...
15/11/2021

Terima Suap Rp13 Miliar, Nurdin Abdullah Dituntut 6 Tahun Penjara

KOREKSINEWS.id, MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan nonaktif, Nurdin Abdullah dituntut enam tahun penjara dan denda sebesar Rp500 juta subsidair enam bulan kurungan.

Nurdin dinilai terbukti menerima suap dan gratifikasi mencapai Rp13 miliar terkait proyek di wilayahnya

“Menuntut terdakwa Nurdin Abdullah pidana penjara selama enam tahun dan denda sebesar Rp 500 juta dengan subsidair enam bulan penjara,” kata Zainal Abidin di Pengadilan Tipikor Makassar, Senin (15/11/2021).

Selain itu, jaksa juga menuntut Nurdin membayar uang pengganti sebesar Rp3 miliar dan pencabutan hak politik selama lima tahun.

“Kalau seluruh harta bendanya tidak mencukupi maka akan diganti dengan pidana penjara selama satu tahun. Menjatuhkan hukuman tambahan mencabut hak dipilih selama lima tahun,” ujarnya.

Nurdin dianggap telah mencederai kepercayaan masyarakat. Apalagi politikus PDIP itu pernah meraih penghargaan B**g Hatta Anticorruption, yang seharusnya mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat maupun lingkungan keluarganya untuk pemberantasan korupsi.

Perbuatan Nurdin dinilai melanggar Pasal 12 huruf a Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Makassar, Ibrahim Palino memberikan kesempatan terhadap Nurdin bersama penasehat hukumnya untuk menyampaikan pledoi. Sidang selanjutnya digelar Selasa (23/11).

“Setelah tuntutan kami akan memberikan kesempatan untuk membacakan pembelaan pada Selasa pekan depan. Pak Nurdin bisa melakukan pembelaan sendiri atau dengan penasehat hukumnya,” kata Ibrahim.

Hari jadi Kota Makassar ke 414, diperingatiMakassar  -  Hari ini 9 November 2021 Kota Makassar yang kita cintai merayaka...
09/11/2021

Hari jadi Kota Makassar ke 414, diperingati

Makassar - Hari ini 9 November 2021 Kota Makassar yang kita cintai merayakan hari jadinya yang ke 414 tahun. Perayaan HUT di laksanakan di Anjungan Pantai Losari Makassar. Sejumlah rangkaian disuguhkan sebagai bentuk kecintaan pada kota daeng.
Di awali dengan pertunjukan perkusi yang mengawal langkah tamu kehormatan dan di sambut tunru pakkanjara yang di lanjutkan dengan tari kolosal, perayaan HUT Makassar berlangsung dengan penuh nuansa adat.
Walikota Danny Pomanto didampingi Ibu Wakil Wali Kota FatmawatiRusdi mengucapkan terima kasih kepada seluruh undangan dan masyarakat dan menyampaikan hasil pekerjaan yang telah di lakukan selama menjabat 9 bulan ini.

Kota Makassar memiliki banyak potensi yang bisa di manfaatkan dan menjadi kebangaan kita semua. Olehnya itu dengan dukungan semua pihak,izinkan kami mengawal pemerintahan ini sesuai visi misi yang kami usung, ungkap Walikota.

Pemerintah kota Makassar , akan segera menerapkan program tettere dan co’mo untuk mendukung fasilitas berkendara masyarakat Makassar. Keduanya ini adalah kendaraan listrik yang nyaman dan aman di manfaatkan warga tanpa harus menambah beban polusi. Mohon doa restunya agar program inspirasi ini bisa sukses.

Acara perayaan HUT Makassar 414 ini juga dihadiri oleh Bapak Plt. Gubernur .sulaiman dan Jajaran Forkopimda Sulsel dan Kota Makassar serta para mantan Wali Kota , Wakil Wali Kota dan Sekda.

Selain perayaan di Anjungan, dilakukan juga kegiatan di 1000 lorong dengan acara minum kopi dan makan kue taripang, dikesempatan ini saya bersama Ibu Wakil Walikota fatmawati rusdi meresmikan lorong wisata di jalan bambapuang dan menyempatkan bermain permainan tradisional bersama masyarakat di lorong tersebut.

KPK Tangkap Tangan Bupati ProbolinggoJakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dilaporkan melaporkan ...
31/08/2021

KPK Tangkap Tangan Bupati Probolinggo

Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dilaporkan melaporkan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap beberapa pihak diduga pelaku tindak pidana korupsi di Probolinggo, Jawa Timur.

"Benar, informasi yang kami terima, tim KPK melakukan tangkap tangan terhadap beberapa pihak yang diduga sebagai pelaku tindak pidana korupsi di wilayah Jawa Timur," ujar Plt. Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri.

Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron, juga membenarkan giat tersebut.
"Sementara dapat saya sampaikan bahwa benar KPK telah melakukan giat penangkapan, selanjutnya nanti akan kami rilis," ungkap Ghufron.

Berdasarkan informasi beberapa sumber CNNIndonesia.com, kegiatan tangkap tangan itu menyasar Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dansuaminya yang merupakan mantan Bupati Probolinggo dua periode (2003-2008 dan 2008-2013) sekaligus anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) fraksi NasDem, Hasan Aminuddin.

"Ditangkap di kediaman," ujar sumber tersebut.

Kasus ini disinyalir terkait dengan jual beli jabatan penjabat kepala desa. Adapun tim penindakan KPK turut menangkap beberapa penjabat kepala desa dalam operasi senyap tersebut.

"Jual beli jabatan Pj Kades. Tiap calon Pj Kades dimintain duit. Bupatinya ini 'boneka', suaminya yang aktif. Soal kades, ada 252 kades, satu kades temuan awal dimintai Rp20 juta," ucap sumber lainnya.

Saat ini, para pihak yang ditangkap sedang menjalani pemeriksaan di Polda Jawa Timur.

Berdasarkan ketentuan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP),lembaga antirasuah memiliki waktu 1x24 jam guna menentukan status hukum para pihak yang ditangkap tersebut.

Apriyani Rahayu, Srikandi Bulutangkis Berdarah Tolaki, Sejak Usia 3 Tahun Sudah Pegang Raket Senin, 2 Agustus 2021 21:SU...
03/08/2021

Apriyani Rahayu, Srikandi Bulutangkis Berdarah Tolaki, Sejak Usia 3 Tahun Sudah Pegang Raket
Senin, 2 Agustus 2021 21:

SULTRA.FAJAR.CO.ID, KENDARI – Srikandi bulutangkis Indonesia berdarah Tolaki, Sulawesi Tenggara, Apriyani Rahayu sukses mengharumkan nama baik Indonesia di kancah dunia.

Bersama pasangannya di ganda putri, Greysia Polii, Apriyani Rahayu merebut medali emas usai mengalahkan wakil China, Chen Qingchen / Jia Yifan dengan dua set langsung pada final ganda putri badminton Olimpiade Tokyo 2020.

Kabar kemenangan Apriyani Rahayu/Greysia Polii disambut riang gembira dan syukur oleh Amiruddin, ayah Apriyani Rahayu dalam sebuah video amatir yang diterima oleh fajar.co.id, Senin (2/8/2021).

“Pertama, bersyukur atas apa yang telah kita cita-citakan, yang kedua, bersyukur dengan adanya dukungan-dukungan dari mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi dan pusat sehingga kita dapat juara,” ujarnya bangga

Wanita 42 Tahun dengan Wajah Bayi: Dia Lakukan Ini sebelum Tidur
INI METODENYA!
Lanjutnya, bahwa ia selalu optimisme bahwa Apriyani akan menjadi juara.

“Harapan saya tidak ada lain, karena anak-anak daerah itu, terus terang rata-rata dia punya prestasi, hanya dukungan yang kurang, karena anak-anak daerah terkendala secara ekonomi, yakni ekonomi sangat terbatas, jadi kalau tidak didukung dengan biaya, terus terang tidak akan berhasil,” ungkapnya.

Sambungnya, bayangkan saja, di Desa Kelurahan ini, atlit pengangkat berat itu juara terus, apalagi bulu tangkis.

“Yang mengesankan, selama saya antar Apri itu terlalu banyak hinaan,” bebernya.

Katanya lagi, tapi saya menjadikan hinaan itu menjadi dorongan motivasi buat saya untuk membina apri, bagimana supaya dia bagus prestasinya, karena saya lihat dia punya gerakan itu ia adalah calon-calon pemain dunia, terbukti dia jadi juaara dunia.

Pemkot Makassar menerima kunjungan kerja Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno  ke Kota Makassar di Cente...
18/06/2021

Pemkot Makassar menerima kunjungan kerja Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno ke Kota Makassar di Center Point of Indonesia (CPI).

MAKASSAR - Diatas phinisi, Walikota Danny Pomanto memaparkan perkembangan potensial pariwisata di Kota Makassar.
Ada 8 program unggulan Diantaranya, agenda mice bulanan, destinasi wisata, skill kompetensi pariwisata, destinasi unggulan kep**auan supermonde, pengembangan kampung Lakkang, kampung budaya Paropo, 5000 lorong wisata dan yang terpenting penyelenggaraan kembali F8.

Mendapat dukungan penuh dari Kemenparekraf rencananya pihak F8 akan mempersiapkan pelaksanaan F8 secara hybrid.

Menteri Sandiaga uno melihat kebangkitan pemulihan Kota Makassar terutama sebagai barometer Indonesia timur, Makassar bersiap siap dengan penerapan protokol Kesehatan yang ketat dan disiplin.

Beliau mengatakan Event yang dirancang seperti F8 maupun Makassar jazz festival sebagai contoh menggeliatkan roda penyelenggaraan event yang membuka peluang kerja dan ini adalah program program yang tepat sasaran di tengah pandemi terutama kepada sektor yang sangat membutuhkan.

Menparekraf menyebut penyelenggaraan F8 nanti sebagai awal kebangkitan pariwisata dari timur.

Sandiaga menyatakan akan mensupport dan berkaloborasi secara penuh kegiatan-kegiatan kepariwisataan di Kota Makassar.

Beliau berpesan kita harus perhatikan prokes, kita harus lihat keadaan covid setelah itu pak menteri akan koordinasi dengan pemerintah Kota Makassar bagaimana bentuk daripada kolaborasi yang akan dilakukan sekarang kita perlu beradaptasi dengan mengikuti protokol kesehatan.

Tak ketinggalan The King of Youtubers, turut hadir tampak sangat terpesona dengan keindahan Kota Makassar. Atta sangat menikmati kuliner khas Makassar yang di sajikan di atas kapal phinisi sembari mengelilingi laut losari dan diiringi musik jazz berkolaborasi dengan musik tradisional yang dimainkan oleh maestro gendang kita Dg Serang.

Mengenang Sang Maestro Tari Sulawesi Selatan Hj. Andi Siti Nurhani SapadaHj. Andi Siti Nurhani Sapada, lahir di Parepare...
09/06/2021

Mengenang Sang Maestro Tari Sulawesi Selatan Hj. Andi Siti Nurhani Sapada

Hj. Andi Siti Nurhani Sapada, lahir di Parepare, Sulawesi Selatan 25 Juni 1929. Nani panggilan akrabnya dilahirkan dari keturunan bangsawan, kedua orang tuanya adalah raja di kampungnya masing-masing.

Ayahnya adalah seorang bangsawan Bugis bernama Andi Makkasau Parenrengi Lawawo, bergelar Datu Suppa Toa, yang juga seorang Pahlawan Nasional. Sementara ibunya Rachmatiah Daeng Baji, adalah bangsawan Makassar, putri dari Karaeng Sonda Raja Bontonompo, sebuah kecamatan di wilayah Kabupaten Gowa.

Tentu Nani kecil saat itu tergolong perempuan yang sangat beruntung, karena terlahir dari keluarga bagsawan yang tidak feodal. Selain ia diajari banyak tentang etika kebangsawanan, ia juga diberi kesempatan besar untuk menempuh pendidikan di sekolah yang saat itu masih sangat jarang dirasakan oleh perempuan sebayanya.

Saat usianya masih 13 tahun, ia diboyong oleh kakeknya Karaeng Sonda dari 'Tana Ugi' atau Tanah Bugis ke Maluku, karena Karaeng Sonda ditugaskan sebagai Jaksa Tinggi di sana.

Kakeknya yang juga dari kalangan bangsawan inilah yang menjadi salah seorang pendorong bagi cucunya untuk berkiprah dalam bidang kesenian. Ia jugalah yang tampil membela ketika orang-orang meremehkannya pada saat belajar menjadi Pa'joge (penari), sebab pada waktu itu menjadi Pa'joge dipandang rendah di kalangan orang terpandang.

Pendidikan formal ditempuhnya adalah ELS (1934-1941), Mulo (1946-1948) dan AMS (1948-1950). Sempat berkuliah selama dua tahun di Fakultas Sastra dan Seni IKIP Makassar (1971-1973), ia tidak memilih jurusan seni, melainkan jurusan Bahasa Inggris.

Tahun 1949, ia pernah bergabung dalam Orkes Daerah Baji Minasa pimpinan Bora Daeng Irate, pencipta lagu Anging Mammiri. Ia jugalah pelantun pertama lagu tersebut. Pada tahun 1950 terjadi peristiwa yang mendorongnya kian memacu semangatnya untuk terus menekuni seni tari.

Peristiwa paling berkesan itu, ketika Presiden Soekarno berkunjung di Kantor Gubernuran Makassar. Pada suatu kesempatan Presiden Soekarno tiba-tiba bangkit dari tempat duduknya dan bertanya “Adakah tari daerah yang bisa saya nikmati?”. Mendengar pertanyaan itu dengan cepat dan tanpa persiapan sama sekali ia meminjam pakaian adat Mandar, lalu menyuguhkan tari Pattuddu yang berasal dari daerah Mandar, kini Provinsi Sulawesi Barat. Presiden Soekarno terkesan dan mengharapkan agar kiprahnya diteruskan dalam membina dan mengembangkan tari-tarian Sulawesi Selatan.

Sejak tahun 1950 hingga tahun 1965, setiap tahun ia selalu tampil di Istana Negara memimpin tim kesenian/tari dari Sulawesi Selatan pada setiap rangkaian acara peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI. Antara tahun 1952 dan tahun 1985, ia telah mengolah, membina, dan menciptakan seni tari Sulawesi Selatan, antara lain Pakkarena, Pattuddu, Padendang, Bosara, Pabbekkenna Majjina, Pattennung, Dendang-dendang, Pasuloi, Angina Mamiri dan Tomassenga.

Adapun fragmen tari yang diciptakannya antara lain Sultan Hasanuddin, Pajjonga, Wetadampali Masala Olie, Saleppang Sampu dan Anak Rara. Ia juga pernah menggarap tari Pakduppa (tari menjemput tamu) yang dimainkan 300-an orang tatkala pembukaan Pekan Olahraga Mahasiswa tahun 1968 di Makassar.

Menurutnya, tujuan menggeluti seni tari, sebagai sarana propaganda untuk memberantas buta huruf. Sebab pada tahun 1947, buta huruf merupakan penyakit masyarakat yang harus segera diberantas di Sulawesi Selatan. Penyakit ini terutama melanda kaum hawa. Sebab, hanya wanita tertentu saja yang dapat mengenyam pendidikan memadai. Salah satu cara untuk memberantasnya melalui kegiatan kesenian

Menyadari pentingnya seni sebagai wadah pembinaan nilai-nilai budaya bangsa, berbekal pengalaman berkesenian yang cukup matang, tahun 1962, ia mendirikan Institut Kesenian Sulawesi (IKS). Tujuannya adalah menawarkan pendidikan seni kepada putra-putri Indonesia untuk lebih mengenal seni tari empat kelompok etnis di Sulawesi Selatan (Makassar, Bugis, Toraja, Mandar) serta mengatur dan menggelar beragam pertunjukan, khususnya tari dan musik daerah.

Melalui lembaga ini p**a, Nani mencipta dan menggali tari-tari tradisional. Banyak tari yang semula sudah terkubur, lantaran bubarnya kerajaan-kerajaan, digali dan digubah sampai menjadi tari yang berestetika tinggi. Belasan tari tradisional Sulawesi Selatan yang sarat makna, lahir dari kerja keras dan perenungannya yang dalam.

Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, ketika pemerintah mengirim tim kesenian ke Australia (1975), dua karyanya, tari Bosara dan Patten Nung ikut ditampilkan. Pada awal tahun 1970-an ia menggarap karya besar dalam bidang musik dengan menampilkan tidak kurang dari 90 pemain kecapi dan suling yang ia namakan Simfoni Kecapi. Selain itu ia juga pernah memodifikasi sebuah instrumen kecapi menggunakan enam grip yang kini di Sulawesi Selatan dikenal sebagai Kecapi Anida (singkatan dari Andi Nurhani Sapada). Kecapi ini mampu memainkan lagu-lagu berskala nada diatonis.

Tahun 1991, ia diundang ke Inggris dan Belanda untuk memberi ceramah tentang kostum tari dari Sulawesi Selatan. Ia juga pernah memberi ceramah pada Lembaga Kebudayaan Indonesia di Moskow, Rusia (1996). Selain itu ia juga pernah membuat VCD tari empat kelompok etnis di Sulawesi Selatan (2001). pernah p**a menjadi penulis naskah sandiwara radio ‘Majulah Puteriku’.

Selain itu ia juga menulis delapan buku tentang kesenian dan kebudayaan empat etnis di Sulawesi Selatan pada tahun 1975-2002, antara lain : ‘Tari Kreasi Baru Sulawesi Selatan’, ‘Dasar Tari Sulawesi Selatan Metode Anida’, ‘Tata Rias Pengantin & Tata Cara Adat Perkawinan Bugis Makassar’, ‘Nuansa Pelangi’, ‘Tata Rias Pengantin & Tata Cara Adat Perkawinan Bugis Makassar’, ‘Pelajaran Dasar Tari Sulawesi Selatan Metode Anida’ dan ‘Tari Tradisi/Kreasi 4 Etnis Budaya Sulawesi Selatan’.

Atas kesetiaannya pada bidang seni tari, tercatat beberapa kali menerima penghargaan, seperti, Anugerah Seni dari Pemerintah RI (1972), Cultural Award (1975) dari pemerintah Australia, gelar Warga Teladan (1976) pada era pemerintahan Wali Kota Makassar HM. Daeng Patompo. Gelar yang sama dan dalam tahun yang sama ia terima dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, Anugerah Satya Lencana Kebudayaan dan Hadiah Seni atas dharma baktinya dalam membina dan mengembangkan kesenian Indonesia, khususnya seni tari Sulawesi Selatan (2007), serta penghargaan Satya Lencana Bintang Budaya Parana Dharma dari Pemerintah Indonesia atas jasa-jasanya mengembangkan budaya di Sulawesi Selatan (2009).

Pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Kesenian Kota Besar Makassar (1952-1954). Menjadi Anggota DPRD Propinsi Sulawesi Selatan (1971-1974). Menikah dengan Andi Sapada Mappangile (alm), mantan Bupati Sidrap di awal tahun 1960-an, di karuniai delapan anak. Maestro tari Pakarena dan istri mantan Bupati Sidrap Andi Sapada Mappangile itu, wafat di rumahnya, Jl. Hertasning E2, Nomor 21, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis, 8 Juli 2010, pukul 12 55 wita, akibat penyakit jantung.

Diolah dari berbagai sumber

Dilaporkan 75 Pegawai ke ORI, Pimpinan KPK Siap Ikuti ProsedurKamis, 20 Mei 2021 | 07:47 wibSuara.com - Wakil Ketua Komi...
20/05/2021

Dilaporkan 75 Pegawai ke ORI, Pimpinan KPK Siap Ikuti Prosedur

Kamis, 20 Mei 2021 | 07:47 wib

Suara.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nurul Ghufron mengaku menghargai sikap 75 pegawai KPK yang melakukan pelaporan dugaan maladministrasi yang dilakukan oleh lima pimpinan KPK.

"Pimpinan KPK menghargai hak setiap warga negara termasuk pegawai KPK yang akan menggunakan hak hukumnya untuk melaporkan ke ORI jika menemukan pelayanan publik atau administrasi yang diduga terjadi maladminiatrasi, termasuk jika kami yang diadukan," ucap Ghufron saat dikonfirmasi, Kamis (20/5/2021).

Ghufron mengatakan, pimpinan KPK nantinya akan mengikuti semua prosedur yang dilaksanakan oleh Ombudsman RI, terkait pelaporan tersebut.

"Kami akan memenuhi prosedur dan ketentuan hukum yang akan dilaksanakan oleh ORI," ucap Ghufron.

Sebelumnya, Direktur Pembinaan Jaringan kerja antar Komisi dan Instansi KPK Sujanarko yang mewakili 75 pegawai KPK meyakini pimpinan KPK melakukan dugaan maladministrasi.

Adapun dugaan itu, bahwa pimpinan KPK yang menginisisasi terkait tes wawasan kebangsaan (TWK) untuk para pegawai KPK untuk beralih menjadi aparatur sipil negara (ASN) yang ternyata penuh dengan kejanggalan.

Apalagi, kata Sujanarko, imbasnya ternyata 75 pegawai KPK juga mendapatkan surat keputusan (SK) atas keputusan pimpinan KPK dengan menonaktifkan jabatannya untuk diserahkan kepada masing -masing atasannya.

"Banyak sekali maladministrasi yang sudah dilakukan KPK baik penerbitan SK-nya, prosesnya, dari sisi wawancara hampir ada 6 indikasi yang kami sampaikan pimpinan KPK telah melakukan maladministrasi," ungkap Sujanarko di Gedung Ombudsman RI, Jakarta Selatan, Rabu (19/5/2021).

"Termasuk penonaktifan karena itu nggak ada dasarnya," imbuhnya Sujanarko.

Pengumuman Penting dari KPK untuk Seluruh Rakyat IndonesiaMinggu, 09 Mei 2021 – 10:01 WIBJAKARTA - Komisi Pemberantasan ...
09/05/2021

Pengumuman Penting dari KPK untuk Seluruh Rakyat Indonesia

Minggu, 09 Mei 2021 – 10:01 WIB

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi mengaku mendapat informasi ada pihak yang mengatasnamakan KPK meminta sumbangan berkedok wakaf Lailatul Qadar melalui rekening salah satu bank.

Karena itu, KPK meminta masyarakat untuk mewaspadai hal tersebut.

"KPK menerima informasi tentang adanya pihak yang mengatasnamakan KPK dan pejabat KPK untuk meminta sumbangan dengan berkedok wakaf Lailatul Qadar melalui rekening sebuah bank," kata Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (9/5).

KPK, kata Ali, memastikan bahwa secara kelembagaan maupun individu pimpinan, dewan pengawas (dewas), dan pegawai KPK tidak pernah meminta sumbangan.

Ali juga mengatakan bahwa KPK juga tidak bekerja sama dengan pihak-pihak lain dalam rangka penggalangan dana untuk keperluan apa pun.

KPK lantas mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan melakukan verifikasi berulang kepada pihak-pihak yang mengaku sebagai KPK atau pimpinan, dewas, dan pegawai komisi.

"KPK mengimbau masyarakat selalu waspada. Bila mendapatkan informasi sejenis, dapat mengonfirmasi melalui call center 198 atau e-mail [email protected]," ucap Ali. (antara/jpnn)

Tiga Kementerian Akan Dilebur Jadi Satu, PKB Yakin dalam Waktu Dekat Ada Reshuffle Kabinet2021/04/10 04:04Jakarta  -  DP...
10/04/2021

Tiga Kementerian Akan Dilebur Jadi Satu, PKB Yakin dalam Waktu Dekat Ada Reshuffle Kabinet

2021/04/10 04:04

Jakarta - DPR telah menyepakati penggabungan Kemenristek dengan Kemendikbud dan Kementerian Investasi. Dampak itu, perombakan kabinet atau Reshuffle yang tidak terelakkan.

Politikus PKB Syaiful Huda mengatakan, reshuffle wajar terjadi karena ada pergeseran. Ada kursi kosong Menteri Investasi.

“Logikanya memang begitu, Ketika ada kementerian yang ditambah harus ada yang” kata Huda ketika dihubungi, Jumat (9/4).

Kemenristek saat ini dipimpin Bambang Brodjonegoro. Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan dipimpin Nadiem Makarim. Belum diketahui siapa yang akan memimpin nomenklatur Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek.

Huda mengatakan, wajar saja Ristek digabung ke Kemendikbud. Sebagai dampak penambahan nomenklatur baru yaitu Kementerian Investasi. Dia mengingatkan hal ini bakal membebani Kemendikbud.

“Dalam nomenklatur presiden minta ada nomenklatur baru ya memang harus ada yang dilikuidasi dan nampaknya pilihannya BRIN, maaf akhirnya BRIN yang dijadikan pilihan untuk dilikuidasi,” kata Ketua Komisi X DPR itu.

Huda pembangunan perlu ada pos baru wakil menteri yang mengatur bidang Ristek. Jadi calonnya, dia mengaku tak ingin menduga-duga.

“Perlu ditambah pos, wakil menteri untuk khusus ngurus Ristek-BRIN,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPP PPP Achmad Baidowi mengaku belum mendengar siapa yang akan mengisi kursi kosong Menteri Investasi.

“Belum tahu,” ucapnya singkat.

Sebelumnya diberitakan, DPR pemberitaan dan pesanan kementerian baru. Yaitu penggabungan sebagian tugas Kementerian Riset dan Teknologi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sehingga menjadi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek. Serta Pemesanan Kementerian baru yaitu Kementerian Investasi dan Penciptaan Lapangan Kerja.

Dalam rapat paripurna, seluruh fraksi persetujuan persetujuan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek, serta Kementerian Investasi dan Penciptaan Lapangan Kerja.

“Kami selaku pimpinan rapat akan menanyakan kepada sidang dewan yang terhormat, apakah hasil keputusan rapat Bamus konsultasi rapat konsultasi terhadap pertimbangan penggabungan dan pesanan kementerian dapat disetujui,” ujar Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dalam rapat paripurna di DPR, Jumat (9/4).

“Setuju,” jawab anggota dewan yang hadir.

Sebelumnya DPR telah menerima surat presiden Nomor R-14 / Pres / 03/2021 perihal Pertimbangan Pengubahan Kementerian. Serta telah ditindaklanjuti melalui rapat konsultasi pertemuan Bamus pada 8 April 2021 yang menyepakati penggabungan dan Pemesanan Kementerian tersebut.

Dasco menjelaskan, pengambilan keputusan tentang penggabungan dan Reservasi Kementerian itu berdasarkan Pasal 19 ayat 1 UU 39/2008 tentang Kementerian Negara.

“Yang menyatakan bahwa pengubahan sebagai akibat pemisahan atau penggabungan kementerian dilakukan dengan pertimbangan DPR,” kata Dasco.(Din)

4 Saksi Diperiksa, KPK Ungkap Nilai Suap yang Diterima Nurdin Abdullah2021/04/03 09:39PIKIRAN RAKYAT – Komisi Pemberanta...
03/04/2021

4 Saksi Diperiksa, KPK Ungkap Nilai Suap yang Diterima Nurdin Abdullah

2021/04/03 09:39

PIKIRAN RAKYAT – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan sejumlah informasi terkait mega proyek yang menyeret nama Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) nonaktif Nurdin Abdullah (NA) usai memeriksa empat saksi pada Kamis, 1 April 2021.

KPK mendalami sejumlah proyek yang ditangani Agung Sucipto (AS) selaku kontraktor.

Diduga Agung Sucipto (AS) terlibat lantaran rekomendasi Gubernur Sulawesi Selatan nonaktif Nurdin Abdullah (NA).

KPK telah memeriksa empat saksi untuk tersangka Nurdin Abdullah dan kawan-kawan dalam penyidikan dugaan perkara suap perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020-2021.

“Para saksi didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan berbagai proyek yang dikerjakan oleh tersangka AS yang diduga atas rekomendasi tersangka NA melalui tersangka ER (Edy Rahmat),” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri yang dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara, Sabtu, 3 April 2021.

Empat saksi yang diperiksa, yakni mantan Bupati Bulukumba Sulawesi Selatan AM Sukri A Sappewali; Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Sulsel Rudy Djamaluddin; Plt Sekretaris Dewan DPRD Bulukumba Andi Buyung Saputra; dan ajudan Gubernur Sulsel Syamsul Bahri.

Pemeriksaan empat saksi tersebut digelar di Kantor Polda Sulsel, Kota Makassar.

Sementara seorang saksi tidak menghadiri panggilan dan mengonfirmasi untuk dijadwalkan kembali pemanggilannya, yaitu Abdul Rahman dari pihak swasta.

KPK telah menetapkan dua tersangka lainnya, yaitu Sekretaris Dinas PUTR Provinsi Sulsel Edy Rahmat sebagai orang kepercayaan Nurdin Abdullah dan Agung Sucipto selaku kontraktor/Direktur PT Agung Perdana Bulukumba (APB).

Diduga Nurdin Abdullah menerima suap senilai Rp5,4 miliar. Ia menerima suap senilai Rp2 miliar yang diserahkan melalui Edy Rahmat dari Agung Sucipto pada 26 Februari 2021.

Bahkan Nurdin Abdullah diduga menerima uang dari kontraktor lain pada akhir 2020. Ia menerima uang senilai Rp200 juta.

Sementara itu, pada pertengahan Februari 2021, Nurdin Abdullah menerima Rp1 miliar melalui ajudannya, Syamsul Bahri dan pada awal Februari 2021, Nurdin menerima uang Rp2,2 miliar melalui Syamsul Bahri.

Dalam konstruksi perkara menyebutkan bahwa tersangka Agung mengerjakan sejumlah proyek seperti peningkatan Jalan Ruas Palampang-Munte-Bontolempangan di Kabupaten Sinjai/Bulukumba (DAK Penugasan) TA 2019 dengan anggaran mencapai Rp28,9 miliar. Sementara itu, pembangunan Jalan Ruas Palampang-Munthe-Bontolempangan (DAK) TA 2020 menelan dana mencapai Rp15,7 miliar.

Proyek selanjutnya adalah pembangunan Jalan Ruas Palampang-Munthe-Bontolempangan (APBD Provinsi) yang menelan biaya mencapai Rp19 miliar.

Kemudian, pembangunan jalan, pedestrian, dan penerangan Jalan Kawasan Wisata Bira (Bantuan Keuangan Provinsi Sulsel 2020 ke Kabupaten Bulukumba) TA 2020 dengan nilai proyek Rp20,8 miliar.

Sementara itu, untuk rehabilitasi Jalan Parkiran 1 dan pembangunan Jalan Parkiran 2 Kawasan Wisata Bira (Bantuan Keuangan Provinsi Sulsel 2020 ke Kabupaten Bulukumba) TA 2020 menghabiskan dana mencapai Rp7,1 miliar.***

Address

Makassar
90111

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sulawesi Online posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share