BuzzNesia

BuzzNesia Dengung Suara Negeri

🌿✨ FAKTA ALAM YANG BIKIN MELONGO!TAHUKAH KAMU? Burung gagak β€” si cerdas penuh misteri β€” ternyata punya cara alami untuk ...
08/05/2025

🌿✨ FAKTA ALAM YANG BIKIN MELONGO!

TAHUKAH KAMU? Burung gagak β€” si cerdas penuh misteri β€” ternyata punya cara alami untuk "berobat"... dan pasiennya adalah semut! 😲🐦🐜

Fenomena unik ini disebut β€œanting”, saat burung sengaja berbaring di dekat sarang semut, membuka sayapnya lebar-lebar, dan membiarkan tubuhnya "diserbu". Tapi bukan tanpa alasan! Semut-semut ini menyemprotkan asam format, zat ajaib yang bisa membunuh kutu, jamur, dan parasit di tubuh burung β€” seperti spray antiseptik alami dari hutan!

Belum ada bukti ilmiah penuh bahwa ini benar-benar "pengobatan", tapi satu hal pasti: alam menyimpan kebijaksanaan luar biasa. Bahkan burung pun tahu cara menjaga kesehatannya β€” tanpa resep dokter, tanpa apotek. Hanya dengan naluri, dan sedikit bantuan dari... semut! πŸ”₯🌳

Tuai Pro dan Kontra, Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi Dinilai Mirip JokowiPengamat komunikasi politik dari Universitas Esa...
05/05/2025

Tuai Pro dan Kontra, Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi Dinilai Mirip Jokowi

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, menilai bahwa Gubernur Jawa Barat yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) mendapatkan respons beragam dari masyarakat terkait gaya kepemimpinannya.

Bagi kelompok masyarakat yang pro, KDM dianggap sebagai sosok pemimpin yang merakyat karena kerap hadir di tengah-tengah rakyat.

β€œBagi kelompok ini, pemimpin yang baik adalah yang mampu mengambil keputusan yang cepat. Hal ini mereka temukan pada sosok KDM yang mengambil kebijakan saat di lapangan. KDM dinilai mampu mendengarkan aspirasi masyarakat dan langsung mengambil keputusan di tempat,” kata Jamiluddin dalam keterangannya, Senin, 5 Mei 2025.

Dari sudut pandang mereka yang mendukung, lanjut Jamiluddin, keberadaan pemimpin di tengah masyarakat membuatnya lebih memahami permasalahan yang dihadapi rakyat. Dengan begitu, diharapkan kebijakan yang diambil bisa lebih tepat sasaran.

Namun, Jamiluddin menilai pola kepemimpinan seperti yang ditunjukkan oleh KDM bukanlah hal baru. Ia menyebut Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), sudah lebih dulu menerapkan gaya serupa sejak awal masa pemerintahannya.

β€œPola kerja seperti itulah yang ditunjukkan Jokowi di awal menjadi Presiden. Awalnya mendapat respons yang baik, tapi belakangan sebagian menilai pola kerja demikian hanya pencitraan,” kata Jamiluddin.

Sementara itu, dari kelompok yang kontra, gaya kepemimpinan KDM justru dinilai memiliki kelemahan. Menurut mereka, pengambilan keputusan langsung di lapangan sering kali bersifat parsial dan tidak dilandasi pemikiran yang komprehensif.

Padahal, menurut mereka, kebijakan idealnya dibangun atas dasar pemikiran menyeluruh, agar solusi yang diambil tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu menyelesaikan masalah dalam jangka panjang.

β€œDari sudut pandang ini, pemimpin yang mengambil kebijakan dengan berpikir parsial, kerap untuk mengatasi persoalan sesaat. Keputusan seperti ini memang dapat memuaskan masyarakat dalam jangka pendek,” jelas Jamiluddin.

Ia menambahkan, keputusan yang diambil secara terburu-buru dan tanpa kajian mendalam berisiko menimbulkan masalah baru dalam jangka panjang. Situasi semacam ini, kata Jamiluddin, pernah dialami Jokowi.

β€œHal seperti ini juga terlihat pada kasus Jokowi ketika jadi Presiden. Awalnya dipuja-puja, belakangan justru banyak yang menghujatnya,” ujar Jamiluddin.

β€œJadi, dari sudut pandang ini, KDM dinilai lebih banyak mengambil kebijakan populis, tanpa kajian mendalam, dan itu dimaksudkan untuk mengatasi masalah jangka pendek,” sambungnya.

Presiden Prabowo Ingin Bangun Perkampungan Indonesia Dekat Masjidil Haram.JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengungkap...
04/05/2025

Presiden Prabowo Ingin Bangun Perkampungan Indonesia Dekat Masjidil Haram.

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rencananya untuk membangun perkampungan Indonesia di dekat Masjidil Haram, Makkah. Ia telah menyampaikan niat tersebut kepada Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), yang menyambutnya secara positif.

"Terakhir saya jumpa dengan beliau, saya ajukan niat Indonesia untuk membangun perkampungan di tanah suci sedekat-dekatnya dengan Masjidil Haram," ujar Prabowo saat meresmikan Terminal Khusus Haji dan Umrah di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (4/5/2025).

Presiden menyatakan telah meminta waktu untuk bertemu pimpinan Arab Saudi guna membahas rencana tersebut secara teknis. Ia juga berencana melakukan kunjungan kerja ke Arab Saudi, setelah Menteri Agama Nasaruddin Umar lebih dulu berkunjung.

"Insyaallah, kita akan punya perkampungan sendiri," katanya.

Selain itu, Prabowo menyoroti efisiensi penerbangan jemaah haji. Ia meminta Garuda Indonesia melakukan pembenahan agar ongkos haji bisa ditekan.

"Alhamdulillah, biaya haji bisa turun Rp4 juta tahun ini, tapi saya belum puas. Saya minta dikurangi lagi, bahkan kalau bisa lebih murah dari Malaysia," tegasnya.

14 Tahun Menunggu, Ibu Penjual Lontong Tahu Ini Gagal Berangkat Haji.Jombang, Jawa Timur - Umi Kulsum (52), penjual lont...
04/05/2025

14 Tahun Menunggu, Ibu Penjual Lontong Tahu Ini Gagal Berangkat Haji.

Jombang, Jawa Timur - Umi Kulsum (52), penjual lontong tahu di Dusun Payak Santren, Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Jombang, Jawa Timur, harus menunda impian berangkat haji setelah menunggu 14 tahun. Ibu tiga anak ini telah membayar setoran awal Rp25 juta sejak 2011, namun gagal melunasi biaya tambahan Rp35,9 juta pada 2025 ini.

"Ya insyaallah, tetap berusaha semoga Allah memberikan rezeki terbaik. Mungkin tahun depan insyaallah," ujarnya dengan keyakinan tak surut meski diliputi kekecewaan.

Umi bahkan rela mendatangi Kantor Kemenag Jombang untuk menandatangani surat penundaan, berharap bisa memenuhi syarat administrasi dan finansial tahun depan. Kisahnya menjadi salah satu dari 124 calon jemaah Jombang yang gagal berangkat akibat kendala ekonomi.

Sementara itu, 1.012 jemaah yang telah lunas akan diberangkatkan dalam tiga kloter via Embarkasi Juanda: kloter 18 dan 19 pada 6 Mei, serta kloter 48 pada 15 Mei 2025. Keberangkatan ini menunjukkan kesiapan pemerintah daerah dalam mengatur proses haji secara tertib, meski di baliknya ada cerita keteguhan seperti Umi yang terus berjuang melawan keterbatasan demi menuntaskan rukun Islam kelima.

Address

Makassar

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when BuzzNesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share