Reportase Malang

Reportase Malang Citizen Journalist Media Malang Raya

10/09/2026

Dosen Program Studi UPW Polinema, Eri Widiyanto, S.Pd., M.Sc., mengatakan permainan tersebut diprakarsai mahasiswa dengan bimbingan dosen sebagai upaya menghadirkan pengalaman perjalanan wisata dalam bentuk yang lebih interaktif.

Menurutnya, konsep permainan disesuaikan dengan keilmuan mahasiswa UPW yang berkaitan langsung dengan perjalanan wisata.

“Karena prodinya Usaha Perjalanan Wisata, kita akan memberikan sesuatu yang menarik bagi pengunjung booth kami. Salah satunya adalah Jelajah Malang ini yang terkait dengan perjalanan,” ujarnya.

Dalam permainan tersebut, pemain seolah-olah memulai perjalanan dari Graha Polinema menuju sejumlah destinasi wisata. Pemain kemudian harus menentukan jalur perjalanan yang dinilai paling tepat dan optimal.

Game Jelajah Malang menghadirkan empat destinasi sebagai titik perjalanan, yakni Kayutangan Heritage, Alun-Alun Malang, Kampung Warna-Warni Jodipan, dan Museum Brawijaya.

Setiap titik destinasi memiliki nilai 100 poin. Dengan empat titik yang harus dituju, pemain dapat memperoleh nilai maksimal hingga 400 poin.

Eri menjelaskan, permainan tersebut masih berada dalam tahap pengembangan dan uji coba. Saat ini, Game Jelajah Malang baru dapat dimainkan di booth UPW Polinema.

Meski demikian, antusiasme pengunjung terhadap permainan tersebut cukup tinggi. Berdasarkan data absensi, sekitar 300 siswa dari Malang Raya mengunjungi booth UPW Polinema dan mencoba permainan itu.

08/09/2026

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujo Waskito, mengatakan perubahan ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan publik menjadikan pengalaman peserta sebagai salah satu faktor penting dalam membangun reputasi dan kepercayaan publik.

Di tengah keterbukaan informasi dan perkembangan layanan digital, menurutnya, kualitas pengalaman peserta menjadi salah satu pilar utama dalam membangun kepercayaan terhadap penyelenggaraan Program JKN.

“Oleh karena itu, kita harus adaptif dalam memahami ekspektasi peserta serta tanggap memberikan solusi. Peserta tidak hanya membutuhkan layanan yang dapat diakses, tetapi juga kepastian informasi dan kualitas pelayanan yang konsisten, baik ketika berinteraksi melalui Kantor Cabang maupun kanal layanan seperti Care Center 165, Mobile JKN, PANDAWA, dan kanal digital lainnya,” kata Pujo, Jumat (4/9/2026).

Melalui CX126, BPJS Kesehatan mendorong terbangunnya standar pelayanan yang berorientasi pada prinsip Mudah, Cepat, Setara, dan Solutif.

Pujo menegaskan, program tersebut tidak semata-mata mencari Kantor Cabang dengan performa terbaik. Lebih dari itu, CX126 diarahkan untuk mengetahui faktor-faktor yang membentuk keunggulan pelayanan sehingga dapat diterapkan di Kantor Cabang lainnya.

“Keberhasilan di satu Kantor Cabang harus menjadi inspirasi bagi Kantor Cabang lainnya. Best practice yang telah teruji harus kita replikasi, sehingga pelayanan terbaik menjadi standar kolektif kita bersama,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, CX126 menggunakan pendekatan penilaian komprehensif melalui delapan pilar, yakni Customer Experience, Operational Performance, Digital Maturity, Governance, Risk Management, Stakeholder Engagement, People Excellence, dan Organizational Culture.

Selain itu, penilaian juga melibatkan Voice of Customer untuk memastikan pengalaman peserta menjadi bagian penting dalam pengukuran kualitas pelayanan.

Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Stevanus Adrianto Passat, mengatakan kualitas pelayanan merupakan bentuk nyata kehadiran Program JKN yang secara langsung dirasakan peserta.

Address

Malang

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Reportase Malang posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share