Kabar Tulungagung

Kabar Tulungagung Informasi seputar Tulungagung
(Dilarang repost tanpa sumber dan logo Kabar Tulungagung)

Satreskirm Polres Tulungagung menangkap seorang pria berinisal EBK (29) warga Kecamatan Rejotangan akibat kasus pembakar...
10/09/2026

Satreskirm Polres Tulungagung menangkap seorang pria berinisal EBK (29) warga Kecamatan Rejotangan akibat kasus pembakaran mobil. Aksi nekat pelaku karena motif sakit hati setelah mengetahui istrinya selingkuh dengan pria lain, (10/09/2026).

Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nanang mengatakan, kasus pembakaran mobil terjadi pada Minggu 9 Agustus 2026 sekitar pukul 02.15 WIB. Mobil milik korban yang terparkir di rumah Desa Tegalrejo, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung tiba-tiba terbakar api.

“Dari hasil pemeriksaan mobil yang terbakar didapati unsur kesengajaan. Salah satunya, polisi menemukan botol bekas yang diduga menjadi wadah BBM untuk membakar mobil,” ujarnya.

Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan sejumlah sakai, polisi mendapatkan identitas terduga pelaku. Polisi segera bergerak melakukan penangkapan terduga pelaku di tempat kerja di wilayah Surabaya.

“Dari keterangan yang didapat, sebelum melakukan aksi pembakaran mobil, pelaku membeli bensin eceran. Setelah itu, pelaku membakar mobil yang terpakir di rumah korban,” terangnya.

Adapun motif pelaku melakukan pembakaran mobil korban karena sakit hati. Pelaku mengetahui hubungan gelap istrinya dengan korban yang berujung pada permasalahan rumah tangga dan perceraian.

“Motif sementara berkaitan dengan persoalan pribadi. Tapi seluruh keterangan dan barang bukti akan kami dalami dalam proses penyidikan,” jelasnya.

Adapun barang bukti yang telah diamankan polisi yakni mobil Toyota Avanza hangus terbakar milik korban, sepada motor Honda Vario 125 milik pelaku, serpihan abu mobil, botol bekas yang digunakan untuk menampung bensin, handphone dan flashdisk berisi rekaman CCTV di tempat kejadian perkara (TKP).

Baca selengkapnya di Kabar Tulungagung

Petugas gabungan melakukan razia parkir sembarangan di empat lokasi Tulungagung. Hasilnya, petugas melakukan tindakan ti...
09/09/2026

Petugas gabungan melakukan razia parkir sembarangan di empat lokasi Tulungagung. Hasilnya, petugas melakukan tindakan tilang terhadap mobil mewah hingga ratusan kendaraan parkir di atas trotoar, (09/09/2026).

Kabid Prasarana dan Parkir Dishub Tulungagung, Mahendra Sulistiawan mengatakan, razia dilakukan oleh petugas gabungan dari Dishub, Satpol PP, Polisi Militer dan Satlantas Polres Tulungagung. Razia menyasar empat lokasi titik keramaian di Tulungagung.

“Kami sudah melakukan sosialisasi agar parkir sesuai aturan. Razia ini rutin kami lakukan untuk menertibkan parkir sembarangan,” ujarnya.

Langkah tegas tersebut diambil untuk mengembalikan fungsi trotoar dan pengguna kendaraan tertib parkir di kawasan yang sudah ditentukan. Razia rutin dilakukan secara berkala oleh petugas gabungan.

“Penertiban berkala membuahkan hasil. Kawasan yang semula banyak didapati pelanggaran parkir kini relatif tertib,” terangnya.

Sementara itu, KBO Satlantas Polres Tulungagung, Iptu Zainudin menjelaskan, dalam razia tersebut petugas melakukan tindakan tilang terhadap kendaraan yang parkir di atas trotoar dan melanggar rambu larangan parkir.

“Tilang kami lakukan menggunakan ETLE Handheld. Cara ini lebih cepat dan mudah untuk penindakan pelanggaran,” jelasnya.

Petugas menilang mobil mewah Toyota Alphard yang parkir di atas trotoar Jalan Wahid Hasyim Tulungagung. Apabila ditotal, kendaraan yang terjaring tilang ETLE Handheld mencapai 120 unit.

“Ada 120 kendaraan baik roda dua dan roda empat yang kami tilang ETLE Handheld,” pungkasnya.

Baca selengkapnya di Kabar Tulungagung

09/09/2026

Petugas gabungan dari Dishub, Satpol PP, Polisi Miter dan Satlantas Polres Tulungagung menggelar razia parkir di empat lokasi pada Rabu 9 September 2026 malam.

Petugas menemukan mobil mewah hingga ratusan kendaraan parkir di larangan marka dan di atas trotoar Tulungagung. Kendaraan yang melanggar dilakukan tindakan tilang ETLE Handheld.

Baca selengkapnya di Kabar Tulungagung

Dinas Sosial (Dinsos) Tulungagung tengah mencari siswa yang berasal dari desil I dan II untuk Sekolah Rakyat. Saat ini s...
09/09/2026

Dinas Sosial (Dinsos) Tulungagung tengah mencari siswa yang berasal dari desil I dan II untuk Sekolah Rakyat. Saat ini sudah ada 700 calon siswa yang akan mengenyam pendidikan di bangku Sekolah Rakyat Tulungagung, (09/09/2026).

Kepala Dinsos Tulungagung, Reni Prasetiawati Ika Septiwulan mengatakan, pembangunan gedung Sekolah Rakyat Tulungagung masih terus berproses. Sembari menunggu proses pembangunan fisik, Dinsos Tulungagung telah menjaring calon siswa.

“Kapasitas Sekolah Rakyat Tulungagung bisa menampung 1.000 hingga 2.000 siswa,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinsos Tulungagung sudah ada 700 calon siswa Sekolah Rakyat. Ratusan calon siswa tersebut didapat dari penjaringan tahun 2025 lalu.

“Jumlah 700 calon siswa itu masih kurang untuk mengisi kapasitas Sekolah Rakyat Tulungagung,” terangnya.

Reni optimis mampu mencari kekurangan jumlah calon siswa Sekolah Rakyat Tulungagung. Dengan target tahun 2027 mendatang jumlah calon siswa sudah memenuhi kuota yang ditentukan.

“Memang dari Kementerian PU berharap tidak ada gedung Sekolah Rakyat yang kosong saat beroperasi,” jelasnya.

Pembangunan fisik gedung Sekolah Rakyat Tulungagung akan dilaksanakan pada Oktober 2026 mendatang. Seluruh pekerjaan fisik akan dilaksanakan Kementerian PU.

“Kemungkinan kawasan yang dekat dengan jalur Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) akan ada penyesuaian untuk tinggi bangunan. Rekomendasinya, bangunan di bawah SUTET tidak lebih dari dua lantai,” pungkasnya.

Lahan tebu di Kelurahan Panggungrejo Tulungagung mengalami kebakaran. Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami kerugi...
09/09/2026

Lahan tebu di Kelurahan Panggungrejo Tulungagung mengalami kebakaran. Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami kerugian mencapai puluhan juta, (09/09/2026).

Kasi Evakuasi dan Penyelamatan Damkar Tulungagung, Iwan Supriyono mengatakan, sekitar pukul 09.36 petugas mendapatkan laporan terjadi kebakaran lahan tebu milik Agus Triono di Kelurahan Panggungrejo.

“Setelah mendapat laporan, petugas menerjunkan tiga armada damkar, dua armada water suply dan satu mobil rescue ke lokasi kebakaran,” ujarnya.

Luas lahan tebu yang mengalami kebakaran mencapai 1 hektare. Petugas Damkar Tulungagung berupaya memadamkan api. Proses pemadam berlangsung sekitar 90 menit.

“Kebakaran yang terjadi di lahan tebu ini masuk dalam skala sedang,” terangnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, kebakaran bermula ketika seseorang tengah membakar daun tebu kering atau daduk. Namun api pemabakaran semakin membesar dan menjalar ke lahan tebu yang belum di panen akibat tiupan angin.

“Akibatnya lahan tebu yang belum dipanen ikut terbakar dan membuat korban mengalami kerugian material. Jika dihitung kerugian berkisar Rp24 juta,” jelasnya.

Untungnya tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Petugas Damkar Tulungagung mengimbau kepada masyarakat untuk lebih hati-hati terhadap potensi kebakaran. Terutama saat melakukan pembakaran daun tebu kering.

Baca selengkapnya di Kabar Tulungagung

Satuan Tugas (Satgas) Pangan Tulungagung menemukan beras premium dijual lebih mahal dari harga eceran tertinggi (HET). B...
09/09/2026

Satuan Tugas (Satgas) Pangan Tulungagung menemukan beras premium dijual lebih mahal dari harga eceran tertinggi (HET). Bahkan Satgas Pangan Tulungagung juga mendapati dugaan pelanggaran penjualan beras SPHP, (09/09/2026).

Asisten Manajer Penjualan Pasar Pemerintah, Cabang Perum Bulog Tulungagung, Cici Fauziah mengatakan, sidak dilakukan dengan menyasar komoditas beras yang dijual di pasar Tulungagung. Khususnya, penjualan beras premium dan beras SPHP.

“Sidak yang dilakukan Satgas Pangan Tulungagung kali ini fokus untuk komoditas beras di pasar,” ujarnya.

Dari hasil sidak, petugas menemukan pedagang yang menjual beras premium lebih mahal dari HET. Ada pedagang yang menjual beras premium di harga Rp81 ribu untuk kemasan 5 kilogram.

“Kalau sesuai ketentuan HET, harga beras premium itu tidak boleh lebih dari Rp75 ribu per 5 kilogram atau Rp15 ribu per kilogram,” terangnya.

Pedagang yang menjual beras premium di atas HET disebabkan karena beras yang kelur dari penggilingan sudah tinggi harganya. Bulog berencana melakukan intervensi untuk menyetabilkan harga beras premium.

Selain itu, Satgas Pangan Tulungagung juga mendapati dugaan pelanggaran penjualan beras SPHP. Dalam aturan, setiap orang hanya boleh membeli 5 pack beras SPHP.

“Kami menemukan ada beras SPHP yang dijual lebih dari 5 pack untuk satu orang. Padahal secara aturan itu tidak diperbolehkan,” jelasnya.

Kanit Pidsus Satreskrim Polres Tulungagung, Ipda Aiman Dzaky Rahadian akan memperingatkan kepada distributor dan pedagang yang menjual beras premium di atas ketentuan HET. Tujuannya untuk memastikan harga beras yang dijual tetap stabil.

“Kami akan lakukan pengecekan secara berkala di pasar-pasar untuk mencari informasi terkait harga jual komiditas beras dan minyak goreng,” pungkasnya.

Puluhan warga datangi kantor DPRD Tulungagung meminta kepastian nasib perbaikan jalur lingkar Waduk Wonorejo. Apabila da...
08/09/2026

Puluhan warga datangi kantor DPRD Tulungagung meminta kepastian nasib perbaikan jalur lingkar Waduk Wonorejo. Apabila dalam waktu yang ditentukan tidak ada kepastian soal pembangunan, warga mengancam blokade akses menuju Waduk Wonorejo, (08/09/2026).

Ketua 212 Loro Siji Loro Tulungagung, Rahmat Putra Perdana mengatakan, kewenangan jalan lingkar Waduk Wonorejo berada di BBWS, PJT dan Perhutani. Dalam audiensi yang dilakukan di DPRD Tulungagung telah disepakati untuk percepatan pembangunan jalan lingkar Waduk Wonorejo.

“Intinya kami meminta kejelasan dalam minggu ini,” ujarnya.

Apabila dalam waktu yang ditentukan tidak ada kepastian terkait perbaikan jalan, warga akan melakukan gerakan blokade jalan akses menuju Waduk Wonorejo.

“Jalan masih rusak itu sepanjang 6,4 kilometer,” terangnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Tulungagung Marsono menambahkan, dalam pertemuan bersama warga dan instansi terkait disepakati untuk mencari solusi perbaikan jalan lingkar Waduk Wonorejo. Pasalnya, untuk pembangunan jalan tersebut harus memenuhi regulasi agar tidak menyalahi aturan.

“Untuk pembangunan jalan itu harus memenuhi regulasi. Kawasan itu yang mengampu adalah BBWS, PJT dan Perhutani. Maka harus dibangun skema,” jelasnya.

Disisi lain, warga Wonorejo sudah lama menunggu realisasi perbaikan jalan. Marsono memberikan opsi agar tahun ini, minimal ada perbaikan minor untuk mengobati warga.

“Saya tadi memberikan opsi agar mengobati rasa batin warga. Tahun ini ra ketan semen sak sak g*e nembel jalan (tahun ini minimal semen satu karung untuk menembel jalan, red),” paparnya.

Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bersama DPRD Tulungagung akan mendatangi Komisi IV DPR RI dan Kementerian Kehutanan untuk konsultasi. Dengan harapan regulasi dapat dilakukan percepatan.

“Tanggal 24 sampai 26 September 2026, TAPD bersama DPRD akan berkegiatan di Komisi IV DPR RI dan Kementerian Kehutanan untuk mengakselerasi regulasi tersebut. Jadi kami konseling agar tidak salah menggunakan anggaran,” pungkasnya.

Baca selengkapnya di Kabar Tulungagung

08/09/2026

Puluhan warga mendatangi kantor DPRD Tulungagung, Selasa 8 September 2026.

Mereka meminta kejelasan soal nasib jalan lingkar Waduk Wonorejo yang masih rusak sepanjang 6,4 km.

Ketua 212 Loro Siji Loro Tulungagung, Rahmat Putra Perdana mengatakan, warga cuma minta kejelasan dalam minggu ini. Kalau tidak ada kepastian, warga bakal blokade akses ke Waduk Wonorejo jadi opsi terakhir.

Masalahnya nggak sesimpel itu kewenangan jalan ini “dipegang” beberapa instansi sekaligus yakni BBWS, PJT, dan Perhutani. Alhasil pembangunan harus lewat skema regulasi biar nggak menyalahi aturan.

Ketua DPRD Tulungagung, Marsono menawarkan opsi darurat, tahun ini minimal ada tambal sulam pakai semen buat “mengobati” rasa warga yang udah lama nunggu.

Sementara itu TAPD barsama DPRD bakal mendatangi Komisi IV DPR RI dan Kementerian Kehutanan tanggal 24-26 September nanti buat percepat regulasi.

Baca selengkapnya di Kabar Tulungagung

Puluhan agenda di Gor Lembu Peteng Tulungagung harus dibatalkan. Pasalnya, selama tiga bulan ke depan, Gor Lembu Peteng ...
08/09/2026

Puluhan agenda di Gor Lembu Peteng Tulungagung harus dibatalkan. Pasalnya, selama tiga bulan ke depan, Gor Lembu Peteng Tulungagung akan direhab. Adapun besaran anggaran rehabilitasi mencapai Rp350 juta, (08/09/2026).

Kapala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Tulungagung, Achmad Mugiyono mengatakan, fasilitas indoor Gor Lembu Peteng Tulungagung akan ditutup untuk kegiatan masyarakat selama tiga bulan ke depan.

"Rehabilitasi akan memperbaiki lantai, lorong hingga lampu penerangan indoor Gor Lembu Peteng Tulungagung. Proses rehabilitas berlangsung sejak bulan September hingga November mendatang," ujarnya.

Proyek rehabilitasi indoor Gor Lembu Peteng Tulungagung bersumber dari APBD. Adapun nominal anggaran yang dialokasikan mencapai Rp350 juta.

"Sebenarnya kami mengusulkan rehabilitasi Gor Lembu Peteng mencapai Rp2 miliar untuk outdoor dan indoor. Tapi anggaran yang disetujui hanya Rp350 juta untuk rehabilitasi indoor," terangnya.

Proyek rehabilitasi Gor Lembu Peteng Tulungagung berdampak pada pembatalan 21 agenda kegiatan yang sebelumnya sudah terjadwal pada periode Agustus hingga November 2026. Dispora Tulungagung memastikan semua pembatalan agenda telah dikomunikasikan.

"Kami sudah mengkomunikasikan soal pembatalan agenda kepada pihak penyelenggara untuk mencari venue alternatif," jelasnya.

Meski indoor Gor Lembu Peteng Tulungagung ditutup selama tiga bulan tidak mempengaruhi realisasi pendapatan asli daerah (PAD). Pasalnya, Dispora Tulungagung telah mencapai target realisasi PAD 100 persen pada September.

"Target PAD di Goor Lembu Peteng itu sekitar Rp100 juta dan sudah tercapai 100 persen pada September ini," pungkasnya.

Baca selengkapnya di Kabar Tulungagung

Keberadaan pemakaman elite Shangrila Memorial Park di Desa Ngepoh, Kecamatan Tanggunggunung, Tulungagung masih menyisaka...
08/09/2026

Keberadaan pemakaman elite Shangrila Memorial Park di Desa Ngepoh, Kecamatan Tanggunggunung, Tulungagung masih menyisakan konflik. Pemkab Tulungagung telah melakukan identifikasi dan memastikan perizinan pemakaman elit lengkap sesuai prosedur, (08/09/2026).

Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin telah melakukan koordinasi bersama seluruh instansi dan kepolisian untuk menelusuri kelengkapan izin dan status lahan pemakaman elit Shangrila Memorial Park. Selain itu, juga mengidentifikasi permasalahan masyarakat yang menolak keberadaan pemakaman elit tersebut.

"Rapat ini memang untuk internal. Selanjutnya kami akan menghadirkan pengelola makam dan masyarakat," ujarnya.

Dari hasil penelusuran dan informasi setiap instansi, pemakaman elit Shangrila Memorial Park telah memiliki izin lengkap sesuai prosedur. Namun pihaknya belum mengetahui secara detal persoalan warga menolak keberadaan pemakaman elit tersebut.

"Kalah dilihat dari perizinan sudah lengkap. Tapi kami harus mengedepankan kondusifitas," terangnya.

Sementara itu, Camat Tanggunggunung Deddy Eka Purnama menambahkan, penolakan keberadaan makam elit di Desa Ngepoh sudah lama terjadi. Konflik muncul karena masalah hak pengelolaan lahan tersebut.

"Bukan sengketa lahan, tapi konflik masalah hak untuk mengelola lahan," jelasnya.

Konfik sempat kembali terjadi beberapa waktu lalu, saat pengelola makam akan menguburkan salah satu anggota keluarganya. Namun hal itu urung terjadi karena ada penolakan dari warga.

"Karena ada penolakan dari warga proses pemakaman tidak jadi. Akhirnya pemakaman dilakukan di Malang," pungkasnya.

Baca selengkapnya di Kabar Tulungagung

Address

Dusun Duwet Wates Sumbergempol
Malang
66291

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kabar Tulungagung posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share