NU Voices

NU Voices Official Fanspage of NU Voices (Suara Nahdlatul Ulama)

Saya pernah nyantri di pondok pesantren Al-Qur’an, tetapi saya gagal menjadi hafidzah atau hamilah. Setelah belajar memb...
17/09/2021

Saya pernah nyantri di pondok pesantren Al-Qur’an, tetapi saya gagal menjadi hafidzah atau hamilah. Setelah belajar membaca Al-Qur’an bin nadlor dan tahsin, saya mulai menghafal juz 30 dan 7 surah pilihan. Selesai. Lalu mulai surah al-Baqarah, eh baru beberapa ayat saya menyerah.

“Ngapunten Romoyai, dalem mboten bakat menghafal Al-Qur’an,” saya mewek. Romoyai nggujeng. Memberi semangat lagi. Saya mulai lagi. Dan, saya gagal lagi. Tepatnya, merasa gagal. Putus asa.

Memang berat, Gaes. NgapAl-Qur’an itu berat. Proses yang harus ditempuh panjang berliku. Memang, semua tergantung pertolongan Gusti Allah. Bisa lewat ikhtiar displin, tirakat dan faktor X. Ada yang sampai 10 tahun belum khatam. Ada yang baru 3 tahun, sudah mutqin.

Ceritanya juga macem-macem. Ada yang pas proses ngapal, eh kejatuhan cinta. Ada yang tiba-tiba s**a musik dan nonton. Ada yang lempeng ngapal nggak mau kepecah konsentrasi, bahkan menunda sekolah formal. Ada yang macet, berhenti di juz berapa dan menjaga hapalan yang ada saja. Saya inget banget salah satu saran dari Romoyai yang dipasang di dinding tengah pondok, “Dilarang melamar dan menerima lamaran sebelum mendapat syahadah.”

Ya, itu pilihan. Nafsi-nafsi. Niat, proses, ikhtiar dan hasilnya nggak sama tiap orang.

Simak artikel selengkapnya....

Oleh: Evi Ghozaly Saya pernah nyantri di pondok pesantren Al-Qur’an, tetapi saya gagal menjadi hafidzah […]

2 September 2021 lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) tentang Pendan...
17/09/2021

2 September 2021 lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren. Perpres Nomor 82 Tahun 2021 yang mengatur tentang dana abadi pesantren.

Namun, KH Achmad Shampton Masduqie, selaku ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU Kota Malang menilai, hadirnya dan abadi untuk pesanten bisa menjadi ‘bumerang’ untuk pesantren itu sendiri. Pasalnya, nantinya pesantren akan dituntut dengan laporan administrasi yang justru berpotensi ‘meribetkan’ para pengasuh. “Mau tidak mau pesantren juga dituntut untuk memperbaiki sistem,” terang gus Shampton.

Simak berita selengkapnya...

MALANG – 2 September 2021 lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) […]

Persoalan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) ramai diperbincangkan sejak Mas Menteri mengeluarkan kebijakan jumlah minima...
11/09/2021

Persoalan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) ramai diperbincangkan sejak Mas Menteri mengeluarkan kebijakan jumlah minimal siswa sebanyak 60 siswa di satuan pendidikan untuk mendapatkan BOS.

Paling keras menyuarakan adalah dari pihak Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama (LP Maarif NU). Perjuangan LP Maarif NU menuai hasil positif. Akhirnya kebijakan itu dianulir sendiri oleh Mas Menteri dengan pernyataan semua sekolah akan mendapatkan BOS dan persyaratan itu tidak berlaku di 2022.

Meskipun pemberitaan yang muncul dari Keputusan tersebut diambil Kemendikbud Ristek setelah melakukan kajian dan evaluasi dampak pandemi Covid-19, tetapi sejatinya ada protes besar yang disampaikan masyarakat kepada Komisi X DPR RI.

Inilah hebatnya DPR RI merespons masyarakat dan gerak cepatnya Mas Menteri menyikapi persoalan yang ada. Namun demikian masalah ini tentu harus dikawal terus jangan sampai 2022 kemudian muncul isu serupa dan menggilas sekolah-sekolah yang ada.

Simak berita selengkapnya...

Oleh: Muhammad Yunus (Dosen Pendidikan Bahasa Inggris Pascasarjana Universitas Islam Malang. Kepala BAKAK Unisma dan Anggota Pengurus Wilayah LP Ma’arif Nahdlatul Ulama Jawa Timur)

H. Anas Fauzi, S.Ag. M.Pd atau biasa disapa kiai Anas belakangan menjadi topik pembicaraan hangat berkat viralnya vide b...
11/09/2021

H. Anas Fauzi, S.Ag. M.Pd atau biasa disapa kiai Anas belakangan menjadi topik pembicaraan hangat berkat viralnya vide beliau saat menjadi penghulu. Viralnya kiai Anas sampai membuat TV Nasional mengundang beliau untuk menjadi bintang tamu.

Selain menjadi penghulu, Kiai Anas juga menjabat sebagai kepala Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan Lowokwaru. Diantara tugas beliau adalah menjadi perantara penyaluran Wakaf.

H. Anas Fauzi, S.Ag. M.Pd atau biasa disapa kiai Anas belakangan menjadi topik pembicaraan hangat […]

Sempat ditunda, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah memutuskan akan menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas)...
11/09/2021

Sempat ditunda, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah memutuskan akan menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU, pada 25-26 September 2021 mendatang.

Putusan itu ditetapkan PBNU dalam rapat pengurus harian syuriyah dan tanfidziyah di Prigen, Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (7/9/2021) kemarin.

Simak berita selengkapnya...

PASURUAN-Sempat ditunda, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah memutuskan akan menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) Alim […]

Selama ini kebanyakan dari kita sering menyeduh kopi saat hendak, sedang, atau setelah bekerja. Tidak sedikit juga orang...
10/09/2021

Selama ini kebanyakan dari kita sering menyeduh kopi saat hendak, sedang, atau setelah bekerja. Tidak sedikit juga orang “ngopi” hanya sebagai teman bersantai, nongkrong, bahan status/story medsos, dan lain sebagainya.

Namun, pernahkah kita secara sengaja “ngopi” sebelum beribadah; tadarus, shalat, dzikir, dengan niat agar tidak malas, mengantuk, fokus, dan konsentrasi?

Selama ini kebanyakan dari kita sering menyeduh kopi saat hendak, sedang, atau setelah bekerja. Tidak […]

Banyak yang mengetahui bahwa K.H. Wahab Hasbulloh adalah salah satu pendiri dan penggerak Nahdlatul ulama’ (NU). Mbah Wa...
10/09/2021

Banyak yang mengetahui bahwa K.H. Wahab Hasbulloh adalah salah satu pendiri dan penggerak Nahdlatul ulama’ (NU). Mbah Wahb juga dikenal sebagai seorang pendekar tangguh. Seorang Kiai Khos dengan segudang ilmu, sepak terjang Mbah Wahab dalam kancah percaturan pegerakkan kemerdekaan Indonesia sudah tidak diragukan lagi.

Bahkan Mbah Wahab juga menjadi motor dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia melalui Resolusi Jihad Rais Akbar PBNU K.H. Hasyim ‘Asy’ary. Soal ilmu agama dan Politik, sosok kiai ini sudah tidak ragukan lagi. Tapi siapa sangka jika Mbah Wahab juga penggemar olah raga, terutama sepak bola. Hal ini dibuktikan bahwa Mbah Wahab adalah pendiri dan pemilik Club sepakbola ternama di Kabupaten Jombang.

Simka selengkapnya...

Oleh: Farid Alfarisi Banyak yang mengetahui bahwa K.H. Wahab Hasbulloh adalah salah satu pendiri dan […]

Beredar di Grup Whatsapp tentang foto sertifkat vaksin yang dianggap tertua di dunia. Foto itu Nampak seperti kertas kun...
10/09/2021

Beredar di Grup Whatsapp tentang foto sertifkat vaksin yang dianggap tertua di dunia. Foto itu Nampak seperti kertas kuno dengan tulisan arab dan Bahasa perancis Certificat du Vaccin dikeluarkan oleh Kesultanan Utsmaniyah. Apakah benar?

MALANG-Beredar di Grup Whatsapp tentang foto sertifkat vaksin yang dianggap tertua di dunia. Foto itu […]

Kita sering mendengar kata zero dalam bahasa Inggris, dan kata shifer dalam bahasa Arab, keduanya bermakna nol dalam bah...
10/09/2021

Kita sering mendengar kata zero dalam bahasa Inggris, dan kata shifer dalam bahasa Arab, keduanya bermakna nol dalam bahasa Indonesia.

Kata zero dalam bahasa Inggris diambil dari bahasa Prancis “zéro”, dan kata ini berasal dari bahasa Venetian (bahasa Roman, Italia) dan sepadan dengan kata “cypher” yang berasal dari bahasa Italia yaitu “zefiro”. Nah, asal kata zefiro ini adalah dari bahasa Arab ‘shifer’ (صفر). Kata zero pertama kali digunakan dalam bahasa Inggris pada tahun 1598 (lihat, Maudhu’, Aslh Lughah). Maka, kata Safar (juga Zero) secara umum bermakna Nol (kosong, farigh).

Bulan Shafar adalah nama bulan kedua dalam kalender Hijriah (Qamariyah), setelah bulan Muharam. Terdapat banyak pendapat terkait dengan sejarah penamaan “Shafar” demikian juga dengan asal muasalnya (derivasi). Dalam Al-Yaum yang mengutip dari Mu’jam Musthalahat wa Alqab al-Tarikhiyah bahwa kata ini berasal dari “Asfarat Dar” orang-orang Arab keluar rumah untuk berperang, sehingga rumah-rumah mereka menjadi sepi tanpa penghuni.

Simak artikel selengkapnya...

sumber gambar: harapanrakryat.com

Dengan Manut Kiai, artinya kita manut dengan pemahaman Al’Qur’an dan hadis dari Kiai yang jelas lebih alim, lebih pakar,...
09/09/2021

Dengan Manut Kiai, artinya kita manut dengan pemahaman Al’Qur’an dan hadis dari Kiai yang jelas lebih alim, lebih pakar, dan lebi terjamin kebenarannya. Kulo Febi Akbar, kulo nderek kiai Marzuki

Begitulah salah satu caption simpatisan Kiai Marzuki mustamar dalam postingan berbentuk twibon ‘kulo nderek Kiai Marzuki Mustamar’ yang viral belakangan ini.

Viralnya twibon ini ternyata buntut dari video KH Marzuki Mustamar yang membantah pandangan Ustadz Adi Hidayat yang mengusik bacaan doa iftitah selama ini. Karena video ini, berita seolah digoreng oleh orang-orang yang kontra dengan Kiai Marzuki melalui berita berjudul ‘Jangan percaya ustadz diluar NU termasuk ust Adi Hidayat, sesat?’

Hal ini menjadi mendapatkan reaksi pembelaan oleh KH Ma’ruf Khozin, Ketua Aswaja Center Jatim. Dalam postingan facebooknya, beliau mengaku mengikuti pengajian Kiai Marzuki sejak sebelum mengenal dan menjadi bagian khodim beliau di PWNU Jatim.

Beliau menilai, Kiai Marzuqi bukan sosok kiai yang “tiba-tiba jadi kiai”. Sudah sejak tahun 2000 beliau aktif di NU Kota Malang, di samping sebagai Kiai Pemangku Pesantren dan Pengajar di Kampus.

Simak artikel selengkapnya...

Dengan Manut Kiai, artinya kita manut dengan pemahaman Al’Qur’an dan hadis dari Kiai yang jelas […]

Buntut penolakan dari LP Ma’arif NU dan Pergunu tentang pemberlakukan Pasal 3 ayat (2) huruf d pada Peraturan Menteri No...
09/09/2021

Buntut penolakan dari LP Ma’arif NU dan Pergunu tentang pemberlakukan Pasal 3 ayat (2) huruf d pada Peraturan Menteri Nomor 6 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan dana BOS regular, membuahkan hasil.

Dalam rapat bersama Komisi Pendidikan DPR, Rabu, 8 September 2021, Nadiem Makarim menyatakan tidak memberlakukan aturan yang dianggap diskriminatif tersebut.“Kita memutuskan untuk tidak memberlakukan persyaratan ini di 2022,” terang Mas Menteri.

Nadiem mengungkapkan bahwa aturan tersebut sebetulnya sudah ada sejak 2019, sebelum ia menjabat sebagai Menteri. Namun, aturan tersebut belum diberlakukan karena ada tenggang waktu hingga tiga tahun.

Mengingat masih adanya pandemi yang berdampak besar pada jumlah siswa, Nadiem pun memutuskan untuk tidak memberlakukan syarat tersebut pada tahun depan. Ia berharap keputusan itu bisa menenangkan masyarakat.

Simak berita selengkapnya...

JAKARTA-Buntut penolakan dari LP Ma’arif NU dan Pergunu tentang pemberlakukan Pasal 3 ayat (2) huruf […]

Bisakah Anda membayangkan organisasi dengan madzhab Islam seperti NU menjadi radikal dan jihadis?Nyatanya bisa, seperti ...
08/09/2021

Bisakah Anda membayangkan organisasi dengan madzhab Islam seperti NU menjadi radikal dan jihadis?

Nyatanya bisa, seperti terjadi dengan Taliban. Kaum salafi, termasuk salafi jihadi, umumnya mengikuti madzhab Hanbali yang cenderung tekstualis. Konsep tauhidnya mengikuti Ibn Taimiyah yang menolak takwil. Tashih hadisnya mengidolakan Nashiruddin al-Albani.

Namun, Taliban ini unik. Fikihnya ikut Hanafi. Tauhidnya ikut al-Maturidi. Kita tahu, Hanafi madzhab rasionalis dalam Islam. Ia representasi ‘madrasah ahli ra’y’ atau rationalist school dalam fikih. Maturidi juga rasionalis. Pandangannya mirip al-Asy’ari yang menengahi wahyu dan rasio.

Akar madzhab Taliban berasal dari madrasah Darul Uloom Haqqania, Peshawar. Ini madrasah filial dari Darul Uloom Deobandi, sekolah Islam tertua dan paling berpengaruh di India. Darul Uloom Deobandi didirikan oleh Muhammad Qasim Nanautavi dan Rashid Ahmad Gangohi serta beberapa ulama lain pada 1866. Sekolah ini gratis. Siswa miskinnya diberi uang saku. Kurikulumnya mengajarkan fikih madzhab Hanafi dan tauhid Maturidi. Para pemukanya moderat dan nasionalis. Mereka tergabung dalam Jamiat Ulema-i Hindi yang mendukung Kongres Nasional India. Mereka menolak ide dua negara (India-Pakistan) yang disuarakan oleh Liga Muslim. Alumni Deobandi ribuan, sebagian menjadi tokoh politik. Mahmud Hasan Deobandi, pejuang kemerdekaan India, alumni sini. Begitu juga Nik Aziz Nik Mat, tokoh legendaris pendiri PAS Malaysia. Pada 1966, Darul Uloom mengklaim mempunyai 9.000 cabang.

Ketika Pakistan merdeka dari India pada 1947, salah satu alumninya, Abdul Haq Akorwi, mendirikan filial Deobandi di Pakistan. Namanya Darul Uloom Haqqania. Lokasinya di Provinsi Perbatasan Barat Laut (NWFP), sekarang namanya Provinsi Khyber Pakhtunkhwat (KPK). Ibu kotanya Peshawar. Abdul Haq aktif di Jamiat Ulama-e-Islam, salah satu partai politik Islam di Pakistan. Santri-santri Abdul Haq melek politik. Mereka, antara lain, Mullah Omar, Jalaluddin Haqqani, Akhtar Mansoor, Sirajuddin Haqqani, dan Mohammad Yunus Khalis.

Dari mana radikalisme Taliban muncul?
Simak artikel selengkapnya...

Oleh: M Kholid Syeirazi Bisakah Anda membayangkan organisasi dengan madzhab Islam seperti NU menjadi radikal […]

Address

Jalan Candi Panggung No. 56
Malang
65142

Opening Hours

Monday 08:00 - 16:00
Tuesday 08:00 - 16:00
Wednesday 08:00 - 16:00
Thursday 08:00 - 16:00
Friday 08:00 - 11:00
Saturday 08:00 - 16:00
Sunday 08:00 - 16:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when NU Voices posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share