04/07/2021
Wolfpack adalah taktik serbuan kapal selam yang dilakukan secara mendadak kepada konvoi lawan, nah biasanya taktik ini dilancarkan di malam hari. Yang mencetuskan ide ini untuk pertama kali ialah Perwira Tinggi U-Boat Herman Bauer, ia mengusulkan bahwa garis patroli U-Boat secara terkoordinir dan didukung dengan kapal logistik Kriegsmarine di Atlantik Utara dengan tujuan menerkam konvoi Sekutu.
📌 Taktik Wolfpack : Strategi Kriegsmarine Dalam Merontokkan Konvoi Kapal Sekutu
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Hail Historian!
Kembali lagi dengan admin Wildan, disini admin akan membahas superioritas dari Angkatan Laut Jerman (Kriegsmarine). Yang dimana Kriegsmarine ini pernah menjadi teror para Sekutu dalam pertempuran laut khususnya di Pertempuran Laut Atlantik. Penasaran sama kisahnya? Yuk ah langsung saja cekidot. 👇😁
Wolfpack adalah taktik serbuan kapal selam yang dilakukan secara mendadak kepada konvoi lawan, nah biasanya taktik ini dilancarkan di malam hari. Yang mencetuskan ide ini untuk pertama kali ialah Perwira Tinggi U-Boat Herman Bauer, ia mengusulkan bahwa garis patroli U-Boat secara terkoordinir dan didukung dengan kapal logistik Kriegsmarine di Atlantik Utara dengan tujuan menerkam konvoi Sekutu.
Percobaan pertamanya pada bulan Mei 1918 gagal. Banyak dari enam U-Boat dalam operasi perdana di Selat Inggris itu malah tumbang dan tertabrak kapal-kapal tempur dalam konvoi Sekutu. Penyebab utamanya adalah soal komunikasi yang kurang antara kru yang bertugas di lapangan dengan komandan strategi.
Setelah Adolf Hi**er naik tahta sebagai Kanselir Jerman pada tahun 1933, Hi**er memperkuat kembali semua sektor pertahanan dari militer termasuk dengan angkatan lautnya. Kriegsmarine mendapatkan pembaharuannya di tahun 1935, dan disitu banyak taktik – taktik eksperimental yang sedang digarap, salah satunya taktik dari Herman Bauer ini. Rencana Wolfpack ini direvisi dan disempurnakan oleh Karl Donitz, waktu itu dirinya menjabat sebagai Komandan Armada Kapal Torpedo.
Pokok dari revisi Donitz itu ialah, mengelola secara mikro operasi di laut dari kantor pusatnya di Perancis, serta mengandalkan Kode Enigma sebagai alat komunikasi yang tidak mudah dipecahkan, dan melalui kode tersebut segala perintah masuk ataupun keluar. Konsep penyerangannya itu dimulai dari salah satu U-boat berpatroli sendiri ke garis yang telah dikoordinasikan, sembari melihat berapa jumlah mereka, seberapa kuat konvoi yang akan di serang, setelah mendapatkan semua syarat tersebut si U-boat yang pertama memberikan kode terhadap kawanan U-boat yang lainnya untuk bersiap menyerang target tersebut. Sembari menunggu kumpulnya kawanan U-Boat lainnya, U-Boat pertama dianjurkan untuk memberikan teror terlebih dahulu kepada sasarannya. Setelah semua berkumpul dan menyerang secara dadakan. Layaknya Taktik Blitzkrieg, Taktik Wolfpack ini membutuhkan kecepatan serta kecakapan dalam menyerang targetnya.
Tetapi yang membedakan Wolfpack ini lebih ke operasi serbu sergap, menyerang di waktu malam hari dan membelakangi cahaya bulan lalu menyerang targetnya. Target dari operasi ini biasanya konvoi suplai sekutu dan kapal dagang yang hanya dikawal oleh kapal penjelajah ringan yang sudah tua dan merupakan warisan dari Perang Dunia ke 1.
Taktik ini menjadi momok yang sangat menakutkan bagi para sekutu, apalagi ketika melewati Samudera Atlantik. Seperti yang di ungkapkan Perdana Menteri dari Kerajaan Inggris Winston Churcill “Satu-satunya yang membuat saya benar-benar ketakutan selama perang adalah bahaya U-Boat. Saya merasa lebih gelisah terkait pertempuran ini ketimbang Battle of Britain (pertempuran udara Inggris, 10 Juli-31 Oktober 1940),” dikutip Jonathan Dimbleby dalam The Battle of the Atlantic: How the Allies Won the War.
Kekurangan dari taktik ini ialah cepat tertangkapnya frekuensi radio oleh para sekutu, karena taktik ini sangat memerlukan gelombang radio dengan radius yang luas, dengan begitu taktik ini sangat rentan sekali terhadap benda yang disebut High Frequency Direction Finder (HF/DF atau "Huff-Duff"), yang memungkinkan pasukan angkatan laut Sekutu untuk menentukan lokasi kapal musuh yang mengirimkan sinyal tersebut dan menyerang mereka.
Selain itu, penanggulangan dari momok Wolfpack ini ialah menambah pasukan pengawal dengan cara menambah kapal destroyer serta mempersenjatai kapal – kapal suplai/dagang mereka, dan diperkuat oleh perlindungan udara.
Yahhh mungkin cukup sekian dari episode Wolfpack ini, menurut teman – teman samakah efektifitasnya dengan taktik Blitzkrieg? Silahkan beri pendapat kalian di kolom komentar, dan jangan lupa like & share supaya para admin disini bisa lebih semangat dalam memberikan artikel yang mencerahkan dan menyegarkan, so stay santuy and see you next time. 👋🤙
_________________________________________
Yuk Ikuti dan jangan lupa share ke teman-teman kalian juga agar dapat belajar sejarah bersama di Look At History. Karena belajar sejarah itu penting!
ℹ️Instagram : https://instagram.com/lookathistory
ℹ️ Facebook : Look at History
🖌️ PENULIS : Wildan
🖥️ EDITING : Arjun
_______________________________________
📚 Referensi :
1. Wikipedia.org. 2020. Wolfpack (naval tactic). Wikipedia.org Dalam https://en.wikipedia.org/wiki/Wolfpack_(naval_tactic) diakses pada 06 September 2020, pukul 10.30 WIB
2. Wirayudha, Randy. 2020. Kawanan Serigala Berburu Mangsa. Historia.id Dalam https://historia.id/militer/articles/kawanan-serigala-berburu-mangsa-6jMVJ diakses pada 06 September 2020, pukul 11.00 WIB
3. Channel Youtube https://youtu.be/p2kcGtvzFxY
4. Channel Youtube https://youtu.be/skVypBSsU2A