ORIDISTRO

ORIDISTRO Your Criminal Partners

Media online yang menyajikan informasi seputar musik, acara, ulasan, bisnis, tempat usaha, tongkrongan, tips dan trik, serta berbagai artikel lainnya.

GABRIELLA MIRANDA RILIS SINGLE "TANGLED" LEWAT MONIKER GABSAVMusisi multitalenta Gabriella Miranda, yang kini aktif deng...
01/06/2026

GABRIELLA MIRANDA RILIS SINGLE "TANGLED" LEWAT MONIKER GABSAV

Musisi multitalenta Gabriella Miranda, yang kini aktif dengan moniker gabsav, kembali merilis karya terbaru berjudul "tangled". Single keempat ini menjadi lanjutan eksplorasi musikal Gaby, merangkum perjalanan panjangnya sekaligus merayakan rasa canggung yang penuh warna.

Selama 13 tahun berkarya, Gaby telah menjelajahi berbagai bentuk musik, yakni dari duo elektronik Jeslla, orkes Twilite, hingga mendampingi band lintas generasi seperti The Upstairs, Mocca, dan Lomba Sihir. Ia juga terlibat dalam proyek eksperimental Tanangan dan Ura-Ura, serta aktif sebagai mentor piano.

Semua pengalaman itu secara tidak sadar tercermin dalam "tangled", sebuah karya yang santai dan manis, namun penuh eksplorasi produksi kompleks.

Dengan aransemen jazzy yang upbeat namun tetap mellow, tangled mengisahkan fase awal kedekatan yang kusut. Rasa menyenangkan bercampur gugup, kerinduan akan kehangatan, hingga akhirnya menemukan ritme yang lebih tenang dan nyaman.

"Seperti ada kupu-kupu di perut. Campur aduk, gugup bercampur senang. Canggung tapi manis," ujar Gaby, menggambarkan inti dari lagu ini.

Dalam proses produksinya, Gaby berkolaborasi dengan Adra Karim, musisi jazz dan arranger dengan rekam jejak internasional yang pernah bekerja sama dengan SORE, Andien, Anji, Ermy Kullit, dan Dira Sugandi. Kolaborasi ini menghadirkan kesamaan visi musikal yang membuat eksplorasi terasa mengalir.

Selain itu, Gaby juga menggandeng Restha Wirananda sebagai vocal director sekaligus pengisi layer vokal, menandai pertama kalinya ada warna suara lain dalam proyek solonya.

"Kehadiran Restha terasa natural, karena kami sudah punya kedekatan dan selera musikal yang sama," tutur Gaby.

Inspirasi lain datang dari film Disney favoritnya, "Tangled". Kisah modern Rapunzel yang penuh nuansa playful dan berani turut memberi warna pada lagu ini.

"Aku merasa cerita Rapunzel itu relatable banget. Ada rasa gugup, ada keberanian, dan itu semua aku tuangkan di lagu ini," katanya.

Lewat single "tangled", Gaby berharap pendengar bisa merasakan kedekatan emosional sekaligus menikmati warna baru yang segar.

Saat ini, single "tangled" milik gabsav sudah bisa didengarkan di berbagai platform pemutar musik daring.

https://oridistro.com

https://music.youtube.com/watch?v=JTWlQ_rhxag




gabsav

SKYE NEWMAN RILIS “SE9 PART 2” - “MAN OF THE HOUSE”Penyanyi dan pencipta lagu asal London Selatan, Skye Newman, merilis ...
01/06/2026

SKYE NEWMAN RILIS “SE9 PART 2” - “MAN OF THE HOUSE”

Penyanyi dan pencipta lagu asal London Selatan, Skye Newman, merilis "SE9 Part 2," bab kedua yang sangat dinantikan dari dunia autobiografis yang pertama kali ia perkenalkan dalam proyek debutnya yang sukses, "SE9 Part 1," bersama dengan lagu andalan baru "Man of the House" dan visualizer yang menyertainya.

Dinamai berdasarkan kode pos di London Tenggara yang membentuk masa kecilnya, “SE9 Part 2” memperluas cakupan kisah yang diceritakan Skye jauh melampaui sekadar perjuangan bertahan hidup. Melalui delapan lagu, Skye mengeksplorasi trauma yang diwariskan, identitas, ketahanan emosional, hubungan, womanhood, dan harga diri, dengan kejujuran yang merupakan ciri khasnya.

Proyek ini diluncurkan menyusul perilisan dua single sebelumnya, "Walk" dan "Woman I Am," yang keduanya memperkenalkan para pendengar pada evolusi emosional dan tematik yang menjadi inti dari "SE9 Part 2." Sementara "Walk" menggambarkan momen ketika naluri bertahan hidup mengalahkan kelelahan emosional, “Woman I Am” mengangkat tema persahabatan antarperempuan, persatuan, dan kekuatan—tema-tema yang semakin mendefinisikan babak baru dalam karier seni Skye.

Perilisan ini juga disertai dengan lagu utama “Man of the House,” salah satu karya Skye yang paling terbuka secara emosional dan penuh pengamatan tajam hingga saat ini, disertai dengan visualizer yang telah dirilis. Dibangun di atas tema-tema tanggung jawab, maskulinitas, dan perjuangan emosional, lagu ini mengeksplorasi beban menjadi “tulang punggung keluarga,” sekaligus memperlihatkan kemampuan Skye dalam mengubah pengalaman pribadi yang mendalam menjadi sesuatu yang sangat universal.

Berbicara mengenai proyek ini, Skye mengatakan: “SE9 Part 2 sepenuhnya tentang perjalanan hidup saya selama beberapa tahun terakhir… ini adalah wawasan mengenai kekuatan yang telah saya peroleh serta seberapa banyak saya telah tumbuh dan belajar melalui masa-masa menjadi seorang perempuan; penerimaan, bimbingan, dan kekuatannya dituangkan ke dalam musik.”

Jika "SE9 Part 1" memperkenalkan pendengar pada dunia Skye, "SE9 Part 2" terasa seperti momen ketika ia sepenuhnya menemukan jati dirinya, baik secara emosional maupun artistik. Lagu-lagu seperti "Walk" dan "Lost Myself To A Man" secara langsung menghadapi ketidakseimbangan emosional dan upaya mempertahankan diri, sementara "Woman I Am" merangkul persahabatan, dukungan, dan ketangguhan emosional antarperempuan dengan kehangatan dan kejujuran yang sangat beresonansi dengan para penggemar selama kampanye ini berlangsung.

Ditulis bersama kolaborator lamanya, Boo dan Luis Navidad, dengan kontribusi tambahan dari Chrissi, Ed Thomas, Jonah Stevens, dan Al Shux, “SE9 Part 2” melanjutkan komitmen Skye terhadap penulisan lagu yang secara emosional langsung berakar pada pengalaman hidup, bukan sekadar penampilan. Sepanjang album ini, ia bergerak dengan mulus antara kerapuhan, kemarahan, refleksi, dan humor, mendokumentasikan realitas tumbuh dewasa, menjalin hubungan, dan belajar bagaimana mendapatkan jati diri kembali.

Rilis ini menandai puncak dari perjalanan karier yang luar biasa bagi musisi asal London Selatan ini, yang dengan cepat menjadi salah satu suara baru yang menonjol dalam dunia musik Inggris. Sejak perilisan "SE9 Part 1," Skye telah memenangkan penghargaan Sound of 2026 dari BBC Radio 1, menerima dua nominasi BRIT Award untuk kategori Song of the Year dan Breakthrough Artist, meraih nominasi MOBO Award untuk kategori Best Newcomer, serta dinominasikan untuk Ivor Novello Award. Dia juga terpilih sebagai musisi Spotify RADAR UK dan dinobatkan oleh British Vogue dan ELLE UK sebagai salah satu musisi yang patut diperhatikan pada 2026. Awal tahun ini, The Telegraph memberikan empat bintang untuk penampilan utama Skye di O2 Forum Kentish Town, sambil bertanya kepada pembaca: “Apakah bintang pop muda karismatik ini merupakan Adele berikutnya?”

Secara komersial, kemunculan Skye tak kalah mengesankan. Katalog lagunya kini telah melampaui 260 juta streaming global, sementara single hitsnya "Family Matters" dan "Hairdresser" menempatkannya sebagai artis solo perempuan Inggris pertama dalam lebih dari satu dekade yang debut dua rilisan pertamanya masuk dalam 20 besar tangga lagu Inggris. "Family Matters" mencapai posisi No. 5 di UK Official Charts dan bertahan selama tujuh minggu di dalam Top 10, sementara "Hairdresser" tetap berada di UK Top 40 selama 14 minggu berturut-turut.

Selain di streaming platform dan tangga lagu, Skye dengan cepat membangun reputasi panggung yang mengesankan. Awal tahun ini, turnya yang bertajuk "The Woman I Am Tour" habis terjual dalam hitungan menit, sebelum kemudian menuai pujian luas di seluruh Inggris dan Eropa. Musim dingin ini, ia akan memulai "The Survival Tour," termasuk empat pertunjukan yang tiketnya habis terjual di O2 Academy Brixton, London—pertunjukan tunggal terbesarnya hingga saat ini. Pada bulan Desember, ia juga akan bergabung dengan Harry Styles di Sydney sebagai bagian dari tur “Together Together” miliknya.

Meskipun kariernya masih di tahap awal, “SE9 Part 2” mengukuhkan Skye Newman bukan hanya sebagai musisi pendatang baru yang menonjol, tetapi juga sebagai suara baru Inggris yang unik - tanpa rasa takut secara emosional, beresonansi secara budaya, dan sama sekali tanpa kompromi dalam cara ia menceritakan kisahnya.

Edisi fisik dari proyek ini juga akan menyertakan lagu “Blood” yang hanya tersedia dalam format vinyl.

“SE9 Part 2” telah rilis di semua streaming platform.

https://oridistro.com

https://www.jbhifi.com.au/products/cd-newman-skye-se9-part-2-cd




SE9 Part 2

DIPAAA HADIRKAN CERITA PALING PERSONAL LEWAT “TERAKHIR TUK SELAMANYA”Kepingan terbaru dari perjalanan musik Dipaaa yang ...
01/06/2026

DIPAAA HADIRKAN CERITA PALING PERSONAL LEWAT “TERAKHIR TUK SELAMANYA”

Kepingan terbaru dari perjalanan musik Dipaaa yang lebih dekat, lebih tulus, dan lahir dari rasa yang selama ini terlalu besar untuk dipendam sendiri.

Musisi dan produser asal Semarang, Dipaaa, akan merilis karya terbarunya berjudul “TERAKHIR TUK SELAMANYA” pada 28 Mei, bertepatan sebagai kado kejutan untuk sang kekasih, Dinda.

Lagu ini menjadi karya paling personal yang pernah Dipaaa tulis. Tentang rasa ingin bertahan, menunggu, dan mencintai seseorang yang terasa seperti rumah.

Diproduksi secara mandiri oleh Dipaaa sendiri di bilik kecil , lagu ini lahir dari ruang sederhana yang dipenuhi isi kepala, rasa, dan cerita yang akhirnya dipilih untuk dijadikan musik. “Ini bukan cuma lagu. Ini perasaan yang akhirnya aku berani kasih bentuk, dan jangan pergi. Tetap di sini. Karena engkau cinta terakhirku, yang terakhir, dan untuk selamanya,” ujar Dipaa.

Dan untuk pacarku, Dinda

Semoga selalu sehat, panjang umur, dan tetap kuat menjalani semuanya. Aku bakal selalu ada di sampingmu, nemenin setiap langkah, mengarungi semua cerita yang nanti kita lewatin bersama. Love you. Dan biar pesan ini tersebar oleh “media”, biar semua orang tahu — kalau aku bangga punya kamu.

Lagu “TERAKHIR TUK SELAMANYA” sudah tersedia di seluruh platform musik digital pada tanggal 28 Mei 2026.

https://oridistro.com

https://music.youtube.com/watch?v=XpIRR0Dd41Y




Dipaaa & Kamardiparecords

𝗥𝗜𝗦𝗔𝗟𝗔𝗛 𝗦𝗘𝗠𝗘𝗦𝗧𝗔: 𝗠𝗘𝗥𝗘𝗡𝗨𝗡𝗚 𝗛𝗨𝗧𝗔𝗡 𝗛𝗨𝗝𝗔𝗡 𝗗𝗔𝗡 𝗜𝗦𝗬𝗔𝗥𝗔𝗧 𝗟𝗘𝗟𝗨𝗛𝗨𝗥𝗕𝗮𝗯 𝗜: 𝗗𝘂𝗮 𝗝𝗲𝗻𝗱𝗲𝗹𝗮 𝗝𝗶𝘄𝗮 — 𝗔𝗻𝘁𝗮𝗿𝗮 𝗡𝗲𝘁𝗿𝗮 𝗟𝗮𝗵𝗶𝗿 𝗱𝗮𝗻 𝗠𝗮𝘁𝗮 𝗕𝗮𝘁𝗶𝗻Alan...
31/05/2026

𝗥𝗜𝗦𝗔𝗟𝗔𝗛 𝗦𝗘𝗠𝗘𝗦𝗧𝗔: 𝗠𝗘𝗥𝗘𝗡𝗨𝗡𝗚 𝗛𝗨𝗧𝗔𝗡 𝗛𝗨𝗝𝗔𝗡 𝗗𝗔𝗡 𝗜𝗦𝗬𝗔𝗥𝗔𝗧 𝗟𝗘𝗟𝗨𝗛𝗨𝗥

𝗕𝗮𝗯 𝗜: 𝗗𝘂𝗮 𝗝𝗲𝗻𝗱𝗲𝗹𝗮 𝗝𝗶𝘄𝗮 — 𝗔𝗻𝘁𝗮𝗿𝗮 𝗡𝗲𝘁𝗿𝗮 𝗟𝗮𝗵𝗶𝗿 𝗱𝗮𝗻 𝗠𝗮𝘁𝗮 𝗕𝗮𝘁𝗶𝗻

Alangkah fana kiranya jasad manusia jikalau ia hanya bersandar pada apa yang tampak oleh indra semata. Alur kehidupan bermula ketika manusia membuka netra lahirnya, menatap dunia yang terhampar luas penuh rona. Namun, lirik tersebut menggugah sebuah tanya yang purba: dengan apa sejatinya kita memandang dunia ini?

Manusia sering kali teperdaya oleh silau jagat raya. Mereka menatap cakrawala, namun kerap alpa bahwa di balik megahnya sang surya yang benderang, ada rahasia-rahasia gaib yang tak terjangkau oleh nalar makhluk. Kita tak pernah benar-benar tahu apa yang tersembunyi di balik matahari. Ketidaktahuan ini sejatinya adalah maklumat agar manusia rendah hati, tidak pongah dengan secuil pengetahuan yang dimilikinya.

Maka, ketika netra lahir mulai lelah dan tersesat oleh fatamorgana dunia, manusia diimbau untuk kembali berkaca pada mata batin—lentera suci yang tersisa di relung dada. Jika mata lahir digunakan untuk melihat yang tersurat, maka mata batin ditititpkan untuk merenungkan yang tersirat. Dengan mata batin inilah manusia merasakan hakikat keberadaannya, menginsafi bahwa waktu bergerak laksana anak panah yang melesat menuju batas akhir yang tak seorang pun tahu kapan ujungnya akan tiba.

𝗕𝗮𝗯 𝗜𝗜: 𝗞𝗲𝗹𝗮𝗹𝗮𝗶𝗮𝗻 𝗠𝗮𝗻𝘂𝘀𝗶𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗦𝗮𝘆𝘂𝗽 𝗧𝘂𝘁𝘂𝗿 𝗠𝗮𝘀𝗮 𝗟𝗮𝗹𝘂

"𝙈𝙪𝙣𝙜𝙠𝙞𝙣 𝙠𝙞𝙩𝙖 𝙡𝙪𝙥𝙖 𝙥𝙚𝙨𝙖𝙣 𝙩𝙪𝙩𝙪𝙧 𝙢𝙖𝙨𝙖 𝙡𝙖𝙡𝙪..."

Kalimat tersebut bagai sebuah lonceng peringatan yang berdenting di tengah kesunyian zaman modern. Pada masa ketika manusia sibuk memahat peradaban baru yang bising dan penuh ketergesaan, ada sesuatu yang agung yang telah ditinggalkan: petuah-petuah lama.

Masa lalu bukan sekadar deretan tarikh yang mati. Ia adalah samudera kearifan yang dialirkan oleh para leluhur melalui tutur kata, mitos, dan falsafah hidup. Pesan-pesan purba itu sejatinya mengajari manusia bagaimana cara berjalan di atas bumi tanpa harus mengoyak dadanya. Namun, manusia hari ini kerap mengidap amnesia sejarah. Mereka berjalan dengan dada membusung, melupakan amanat orang-orang tua terdahulu, seolah-olah mereka adalah makhluk pertama yang menjejakkan kaki di atas bumi ini. Kelalaian inilah yang menjadi hulu dari segala ketimpangan dan kegelisahan jiwa modern.

𝗕𝗮𝗯 𝗜𝗜𝗜: 𝗛𝘂𝘁𝗮𝗻 𝗛𝘂𝗷𝗮𝗻 — 𝗢𝗮𝘀𝗶𝘀 𝗞𝗲𝗱𝗮𝗺𝗮𝗶𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝗥𝗲𝗳𝗹𝗲𝗸𝘀𝗶 𝗔𝗹𝗮𝗺 𝗦𝘂𝗿𝗴𝗮

Di tengah kebingungan jiwa yang melupakan sejarahnya, lirik ini membawa kita kembali ke sebuah tempat suci yang disediakan oleh alam: Hutan Hujan. Hutan hujan bukanlah sekadar kumpulan tegakan pohon dan rimbun dedaunan, melainkan sebuah simfoni kehidupan yang megah.

𝙈𝙖𝙧𝙞 𝙠𝙞𝙩𝙖 𝙠𝙝𝙞𝙙𝙢𝙖𝙩𝙞 𝙗𝙖𝙜𝙖𝙞𝙢𝙖𝙣𝙖 𝙗𝙖𝙞𝙩-𝙗𝙖𝙞𝙩 𝙡𝙞𝙧𝙞𝙠 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙖𝙜𝙪𝙣𝙜𝙠𝙖𝙣 𝙚𝙣𝙩𝙞𝙩𝙖𝙨 𝙞𝙣𝙞:

* Menghaturkan Ketenangan: Di bawah naungan kanopi hijau, riuh rendah ambisi duniawi seketika senyap. Hutan hujan menawarkan keheningan yang menyembuhkan jiwa-jiwa yang gundah.

* Menyampaikan Keteduhan: Ia melindungi yang rapuh dari terik matahari yang membakar, menjadi peneduh bagi raga yang kepayahan.

* Menuturkan Kedamaian: Dalam sunyinya, ada kedamaian batin yang tidak dapat dibeli dengan kepingan emas peradaban materi.

Lebih jauh lagi, hutan hujan adalah perwujudan dari cerita mimpi tentang alam surga yang diturunkan ke bumi. Keanekaragaman hayati yang harmonis, gemercik air yang jernih, dan bau tanah yang basah adalah replika dari keindahan surgawi. Hutan hujan adalah kitab suci yang terbuka, menuturkan dongeng tentang keabadian dan keseimbangan yang mutlak.

𝗕𝗮𝗯 𝗜𝗩: 𝗥𝗶𝘂𝗵 𝗦𝗲𝗺𝗲𝘀𝘁𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗮𝗻𝗴𝗴𝗶𝗹𝗮𝗻 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗲𝗿𝘁𝗶

Pada bagian akhir perenungan ini, manusia dipanggil untuk pulang ke dalam kesadaran yang paripurna. "Harusnya kita mengerti petuah-petuah masa lalu," demikianlah sebuah sesal sekaligus harapan yang disuarakan. Petuah purba itu selalu meminta kita untuk selaras dengan alam, bukan menguasai atau menghancurkannya.

Ketika manusia berhasil menyatukan pandangan mata lahir dan rasa mata batinnya, ia akan mulai mendengar sebuah orkestra yang luar biasa. Di sana, di dalam kesunyian hutan yang lebat, terdengar riuh nada semesta yang mengiringi rasa. Itu adalah suara angin yang bergesek dengan daun, nyanyian satwa yang bertasbih, dan detak jantung bumi yang bergerak seirama dengan napas manusia.

Mendengar nada semesta berarti menemukan kembali jati diri kita yang hilang. Bahwa kita bukanlah penguasa alam, melainkan bagian kecil dari harmoni agung yang diciptakan oleh Sang Khalik. Menjaga hutan hujan dan mengingat tutur masa lalu adalah satu-satunya jalan agar manusia tidak hancur oleh kelalaiannya sendiri.

Hutan Hujan - Hutan Hujan (Promo Version)

https://youtu.be/vNKxlDYNyj8










Coba fitur PaperPay Out di https://www.paper.id & dapatkan Free Paper Plus 3 Bulan (senilai Rp300rb)!Gunakan kode referr...
30/05/2026

Coba fitur PaperPay Out di https://www.paper.id & dapatkan Free Paper Plus 3 Bulan (senilai Rp300rb)!

Gunakan kode referral beikut saat mendaftar: 6KFS7T9VF2

Daftar sekarang: get.paper.id/Pxn8r56

cc Sembrani Production




Atur tempo pembayaran bisnis serta kirim & terima pembayaran dengan kartu kredit, invoice juga langsung sah dengan e-Meterai. Coba Sekarang!

“SING IT LOUD” DARI GENERATIONS KEMBALI 11 TAHUN KEMUDIAN UNTUK MENDOMINASI TANGGA LAGUSesuatu yang tak terduga terjadi ...
30/05/2026

“SING IT LOUD” DARI GENERATIONS KEMBALI 11 TAHUN KEMUDIAN UNTUK MENDOMINASI TANGGA LAGU

Sesuatu yang tak terduga terjadi di sekitar GENERATIONS.

“Sing it Loud,” sebuah single yang awalnya dirilis 11 tahun lalu oleh GENERATIONS, grup tari dan vokal yang juga dikenal karena kontribusi lagu tema mereka untuk anime TV ONE PIECE, tiba-tiba kembali masuk tangga lagu, memicu gelombang perhatian baru yang telah mendorong beberapa rilisan lama kembali ke tangga lagu di Jepang.

Pada Peringkat Video RecoChoku (Harian) tertanggal 18 Mei 2026, “Sing it Loud,” yang awalnya dirilis pada tahun 2015, secara tak terduga masuk tangga lagu di posisi No. 5. Anggota Hayato Komori dengan cepat bereaksi terhadap berita mengejutkan tersebut di media sosial, menarik lebih banyak perhatian pada kebangkitan misterius tersebut.

Seiring momentum tumbuh secara online, GENERATIONS segera mendominasi Peringkat Video LINE MUSIC, menduduki semua lima posisi teratas pada satu tahap. Pada tangga lagu real-time, total 40 lagu dari grup tersebut secara bersamaan muncul di Top 100, menandai kebangkitan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk katalog grup tersebut.

Para anggota sendiri juga ikut merasakan kegembiraan tersebut. Alan Shirahama melihat kembali rekaman latihan dan foto-foto dari era itu, sementara Hayato Komori bereaksi dengan, “Ini dari kapan? lol.” Reo Sano memposting, “Aku tidak percaya lagu dari 11 tahun yang lalu masuk peringkat… Oh, aku masih 18 tahun saat itu.” Ryota Katayose juga berbagi keterkejutannya, menulis, “Apa yang terjadi!? Aku sangat bersyukur…”

Yuta Nakatsuka juga berkomentar selama siaran langsung Instagram, mengatakan, “Aku akan merekam versi solo dance baru dari ‘Sing it Loud’! Mohon tunggu!”

Para penggemar juga ikut terbawa dalam kebangkitan mendadak ini, berbagi kenangan masa muda mereka dari 11 tahun yang lalu sambil juga mencoba mencari tahu di mana tepatnya lagu itu mulai viral. Situasi yang tidak biasa ini telah memicu spekulasi luas, dengan banyak yang bertanya, “Di mana ini menjadi viral?”

Sebagai tanggapan, akun resmi GENERATIONS telah aktif memposting di bawah tagar “ ” / “ #ジェネ急上昇中.”

Platform streaming kemudian meluncurkan “ #ジェネ急上昇中 Playlist,” yang menampilkan 15 lagu termasuk “Sing it Loud,” sementara grup tersebut juga merilis video penampilan yang diedit ulang berjudul “Sing it Loud -LIVE MIX-” di YouTube, yang dikompilasi dari cuplikan tur dan konser sebelumnya.

Dalam beberapa jam setelah dirilis, video tersebut melampaui 1.500 komentar dan naik ke peringkat No. 4 di Hype Ranking YouTube.

Daftar Putar https://generations.lnk.to/genejyosyotyuplaylist

Di media sosial dan kolom komentar, para penggemar bereaksi dengan penuh semangat:

“Jujur, saya tidak tahu dari mana atau bagaimana ini dimulai, tetapi saya sangat senang ini menjadi viral!”

“GENERATIONS adalah seluruh masa muda saya. Saya kembali setelah mendengar mereka kembali menjadi trending, dan semua kenangan kembali menyerbu. Saya tidak bisa berhenti menangis…”

“Saya benar-benar ingin melihat mereka di dome lagi!”

“Ini terlalu emosional… GENERATIONS dari setiap era adalah yang terbaik!! Mari kita sebarkan ini ke mana-mana!!!!”

Jadi apa sebenarnya yang memicu kebangkitan mendadak “Sing it Loud”?

Sepertinya belum ada yang tahu pasti — tetapi fenomena misterius “ #ジェネ急上昇中” dengan cepat menjadi salah satu kisah musik yang paling banyak dibicarakan di Jepang saat ini.

Informasi LIVE

GENERATIONS akan menggelar tur nasional “GENERATIONS PARALLEL POST 2026” mulai bulan Agustus, diikuti oleh “GENERATIONS LIVE TOUR 2026 ‘PARALLEL QUEST’” mulai bulan Oktober.

Tentang GENERATIONS

GENERATIONS memulai debutnya pada November 2012 dengan album “BRAVE IT OUT.”

Grup ini terdiri dari enam anggota: Alan Shirahama, Ryota Katayose, Ryuto Kazuhara, Hayato Komori, Reo Sano, dan Yuta Nakatsuka.

Mereka telah mengadakan dua tur dunia hingga saat ini. Pada tahun 2018, mereka memulai tur dome pertama mereka, diikuti oleh tur lima dome nasional pertama mereka sebagai sebuah grup pada tahun 2019, yang menarik total 460.000 penonton.

Pada akhir tahun 2019, GENERATIONS tampil pertama kali di acara “Kohaku Uta Gassen” NHK dan terus tampil di acara tersebut selama tiga tahun berturut-turut. Grup ini juga telah tampil di berbagai festival musik di seluruh Jepang.

Pada tahun 2026, GENERATIONS dijadwalkan untuk menggelar tur nasional “GENERATIONS PARALLEL POST 2026” dan “GENERATIONS LIVE TOUR 2026 ‘PARALLEL QUEST.’”

Selain aktivitas grup mereka, para anggota terus memperluas kehadiran mereka di berbagai proyek solo, termasuk drama, film, variety show, dan aktivitas DJ.

Ticket https://www.ldh-liveschedule.jp/sys/tour/41677/

https://oridistro.com

https://music.amazon.co.jp/tracks/B00T9MIABQ




Amazon Music

AINA THE END MENAMPILKAN DUA KEPRIBADIAN DALAM VIDEO MUSIK BARU YANG KELAM BERJUDUL “NO EPILOGUE”AiNA THE END telah meri...
30/05/2026

AINA THE END MENAMPILKAN DUA KEPRIBADIAN DALAM VIDEO MUSIK BARU YANG KELAM BERJUDUL “NO EPILOGUE”

AiNA THE END telah merilis single barunya “No Epilogue” bersamaan dengan video musik baru yang memukau secara visual, di mana sang artis memerankan dua kepribadian yang bertentangan yang terjebak dalam pikiran yang sama yang retak.

Dirilis secara digital pada 29 Mei, “No Epilogue” menjadi lagu tema untuk Mononoke The Movie: Chapter III – Snake God, menandai installment ketiga berturut-turut dalam trilogi film Mononoke di mana AiNA THE END menyediakan lagu tema utama setelah “Love Sick” dan “Hanamusou.”

Disutradarai oleh G2 YUKI TSUJIMOTO, video musik ini mengeksplorasi konsep “cinta yang menolak epilog” melalui narasi psikologis surealis yang mengaburkan batas antara pengabdian dan kehancuran.

Berlatar di dunia seperti mimpi, AiNA THE END mengambil dua persona yang kontras: seorang gadis gothic lo**ta yang diliputi cinta obsesif dan perlahan-lahan hancur secara emosional, dan “Dewa Ular” yang dingin dan tanpa emosi yang ada di dalam pikirannya sebagai penjaga realitas yang tanpa ampun.

Saat lagu berputar melalui tema keputusasaan emosional dan keterikatan, ketegangan antara kedua persona semakin intens — satu semakin tenggelam dalam kegilaan sementara yang lain diam-diam mengamati dengan pengekangan yang mengerikan. Penampilan dalam video musik ini menampilkan beberapa penceritaan paling dramatis dan penuh emosi dari AiNA THE END hingga saat ini.

Rilis ini menyusul kesuksesan tur luar negeri perdana AiNA THE END LIVE TOUR 2026 - PICNIC -, yang dimulai April lalu di Seoul, Bangkok, dan Taipei. Setelah menyelesaikan rangkaian konser di Asia dengan sambutan antusias dari penonton di seluruh wilayah, tur ini akan berlanjut dengan pertunjukan mendatang di seluruh Jepang, semakin memperkuat kehadiran internasional AiNA THE END yang terus berkembang.

Tentang AiNA THE END

AiNA THE END memulai kariernya pada tahun 2015 sebagai anggota BiSH, band punk yang tidak konvensional yang tampil tanpa instrumen. Setelah debut besar mereka pada tahun berikutnya, ia kemudian merilis album solo pertamanya “THE END” pada tahun 2021, yang menampilkan lagu-lagu yang ia tulis dan ciptakan sendiri, menandai transisi seriusnya ke karya solo. Pada Juni 2023, BiSH bubar, yang membuat para penggemar patah hati, dan sejak itu ia aktif sebagai artis solo.

Pada Januari 2024, ia menulis lagu tema “Treasure” untuk drama Minggu TBS “Sayonara Maestro: Chichi to Watashi no Appassionato”, diikuti oleh serangkaian rilis baru termasuk “Frail,” lagu tema untuk film “Henna Ie”, dan “Love Sick,” lagu tema untuk film teater “Mononoke The Movie: The Phantom in the Rain.”

Musiknya secara konsisten dipilih untuk penggunaan komersial, termasuk “Heart to Heart” (Glico Pocky), “Kaze to Kuchizuke to” (NIVEA), “Poppin’ Run” (Volkswagen T-Cross), dan “Christmas Card” (Pasar Natal Tokyo 2024).

Selain musik, ia memerankan peran utama sebagai Janis Joplin dalam pemutaran perdana musikal Broadway “Janis” di Jepang pada tahun 2022. Pada Oktober 2023, ia membintangi film pertamanya, “Kyrie’s Song”, yang disutradarai oleh Shunji Iwai, dan meraih beberapa penghargaan bergengsi atas penampilannya.

Tur solonya “Grow The Sunset” dan konser utama pertamanya di Nippon Budokan yang ikonik, “ENDROLL”, keduanya diadakan pada Maret 2024, terjual habis sepenuhnya.

Pada 27 November 2024, ia akan merilis “RUBY POP”, album solo ketiganya dan yang pertama dalam tiga tahun. Pada bulan Desember, ia akan menggelar konser solo pertamanya di luar negeri, diikuti dengan selesainya tur nasionalnya "Harinezumi Smile" di delapan kota pada Januari 2025. Mulai Oktober, ia akan memulai tur nasional lainnya yang berjudul "Kakumei Dōchū", meliputi sembilan kota di seluruh Jepang.

Sejak April 2026, AiNA THE END telah melakukan tur di delapan kota dalam tur Asia pertamanya, AiNA THE END LIVE TOUR 2026 - PICNIC -. Pertunjukan di Taipei terjual habis hanya dalam empat jam setelah penjualan tiket dibuka, sehingga pertunjukan tambahan pun ditambahkan. Karena semua tanggal di Jepang juga terjual habis sepenuhnya, pertunjukan tambahan juga telah diumumkan di dalam negeri.

https://oridistro.com

https://mora.jp/package/43000002/ANTCD-A0000020097/




KHIFNU RILIS SINGLE “TAK PERLU KHAWATIR BERLEBIHAN”, TENTANG PERJUANGAN, PENGORBANAN, DAN JANJI UNTUK PULANGKhifnu, sete...
30/05/2026

KHIFNU RILIS SINGLE “TAK PERLU KHAWATIR BERLEBIHAN”, TENTANG PERJUANGAN, PENGORBANAN, DAN JANJI UNTUK PULANG

Khifnu, setelah viral dengan lagu “Merindumu Lagi” dengan total Stream 82 juta streams serta 4.2 juta Monthly Listener saat ini kembali merilis single terbarunya berjudul “Tak Perlu Khawatir Berlebihan”, sebuah lagu yang lahir dari keresahan sederhana tentang perjuangan hidup, pengorbanan, dan keinginan untuk terus pulang kepada seseorang yang menunggu dengan penuh harapan.

Melalui pendekatan yang hangat dan personal, lagu ini menggambarkan perjalanan seseorang yang sedang berusaha menghadapi kerasnya kehidupan di tengah kota. Ada jarak yang harus ditempuh, ada keadaan yang memaksa untuk berjalan sendiri, namun dibalik itu semua tetap tersimpan satu tujuan yang sama: pulang dengan membawa sesuatu yang layak diperjuangkan.

“Tak Perlu Khawatir Berlebihan” menangkap sudut pandang banyak orang yang tengah berada di fase memperjuangkan hidupnya masing-masing. Tentang mereka yang harus menahan lelah, menyembunyikan takut, dan tetap terlihat baik-baik saja demi orang-orang yang mereka sayangi.

Di balik tema perjuangannya, lagu ini juga berbicara tentang bentuk cinta yang sederhana namun sering kali terasa paling tulus — menenangkan seseorang di tengah ketidakpastian. Bukan dengan janji besar, melainkan melalui keyakinan kecil bahwa semuanya akan baik-baik saja, dan bahwa sejauh apapun langkah yang ditempuh, akan selalu ada jalan untuk kembali.

Nuansa emosional dalam lagu ini dibangun dengan pendekatan yang intim dan jujur, membuat “Tak Perlu Khawatir Berlebihan” terasa dekat dengan realita banyak orang hari ini, khususnya mereka yang sedang mengadu nasib di tengah hiruk-pikuk kota dan tekanan kehidupan dewasa.

Lebih dari sekadar lagu tentang rindu, single ini menjadi refleksi tentang bagaimana seseorang tetap bertahan demi mimpi yang sedang diperjuangkan, sambil terus membawa satu kalimat sederhana di dalam kepalanya: “tenang, aku akan pulang.”

Melalui “Tak Perlu Khawatir Berlebihan”, Khifnu mencoba menghadirkan karya yang tidak hanya dapat didengar, tetapi juga dirasakan sebagai teman bagi mereka yang sedang berjuang dalam diam.

Single “Tak Perlu Khawatir Berlebihan” kini telah tersedia dan dapat dinikmati di berbagai platform musik digital dan media pada tanggal 29 Mei 2026.

https://oridistro.com

https://music.youtube.com/watch?v=MGFb77hgiPU




Khifnu

SUNYIRURI DAN FIGURA RENATA RESMI RILIS EP “MENYANYIKAN USMAN ARRUMY”, HIDUPKAN PUISI MENJADI MUSIK POP FOLK YANG HANGAT...
30/05/2026

SUNYIRURI DAN FIGURA RENATA RESMI RILIS EP “MENYANYIKAN USMAN ARRUMY”, HIDUPKAN PUISI MENJADI MUSIK POP FOLK YANG HANGAT

Setelah merilis dua single pembuka “Sembahyang” dan “Hunian” dalam beberapa minggu terakhir, Sunyiruri dan Figura Renata akhirnya resmi merilis EP kolaboratif mereka yang berjudul “Menyanyikan Usman Arrumy” pada 26 Mei silam di seluruh digital streaming platform.

Proyek ini menjadi ruang pertemuan antara musik dan sastra, ketika puisi-puisi karya penyair Indonesia Usman Arrumy dihidupkan kembali dalam bentuk lagu-lagu bernuansa pop folk yang hangat dan intim. Melalui EP ini, Sunyiruri dan Figura Renata mencoba membawa puisi lebih dekat kepada banyak orang, bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga untuk dirasakan melalui nada dan suara.

EP “Menyanyikan Usman Arrumy” terdiri dari lima lagu, dibuka oleh “Sembahyang” yang telah lebih dulu dirilis sebagai pengantar perjalanan emosional proyek ini. Lagu kedua, “Hunian”, menyusul pada 9 Mei lalu dengan cerita tentang menemukan rasa aman dan ketenangan dalam diri seseorang. Tiga lagu lainnya yang melengkapi EP ini adalah “Gandrung”, “Memaknai Rumah”, dan “Tugas Pintu”, di mana lagu terakhir turut melibatkan Prass dan Kanal Pras sebagai kolaborator.

Dari kelima lagu tersebut, Sunyiruri dan Figura Renata memilih “Gandrung” sebagai focus track dari EP ini. Lagu tersebut dipilih karena terasa paling ringan dan mudah dinikmati, namun tetap menyimpan makna yang dalam melalui lirik-lirik sederhana khas puisi Usman Arrumy.

“Ombak adalah puisi
Yang ditulis laut pada pantai
Hujan adalah puisi
Yang ditulis langit pada tanah
Nafas adalah puisi
Yang ditulis udara pada kehidupan
Kau adalah puisi
Yang ditulis Tuhan pada diriku”

Melalui lirik tersebut, “Gandrung” mencoba mengajak pendengarnya menyadari bahwa segala hal dalam kehidupan seolah telah dituliskan dengan caranya masing-masing. Ada keterhubungan antara manusia, alam, cinta, dan Tuhan yang hadir secara sederhana namun begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Perjalanan proyek “Menyanyikan Usman Arrumy” sendiri telah dimulai sejak 2021–2022 ketika Sunyiruri dipertemukan dengan Usman Arrumy untuk menggubah puisi-puisinya menjadi lagu. Dalam proses produksinya, sejumlah musisi turut membantu membangun warna musik di proyek ini, di antaranya Sugeng Riyadi pada rhythm drum, Adjik dan Kemal pada keys, serta Satria yang mengisi bass di beberapa lagu.

Kolaborasi ini kemudian berkembang ketika Sunyiruri bertemu Figura Renata pada tahun 2025 dan mengajak proyek solo tersebut menjadi kolaborator vokal untuk keseluruhan karya melalui EP ini. Hasilnya adalah lima lagu yang terasa personal, hangat, dan hidup, dengan pendekatan pop folk yang telah menjadi identitas kuat keduanya.

EP “Menyanyikan Usman Arrumy” kini sudah dapat dinikmati di seluruh digital streaming platform kesukaan kalian.

https://oridistro.com

https://open.spotify.com/album/6tEld0VLku7QkCxL8vrUIL





Sunyiruri · EP · 2026 · 5 songs

TOXICDEV! RILIS ALBUM “OH THIS IS ‘HOUSE MUSIC’?” DAN MERAYAKAN AKAR INDO HOUSE MUSIC SEBAGAI RUANG AMAN EKSPRESI DIRIMu...
30/05/2026

TOXICDEV! RILIS ALBUM “OH THIS IS ‘HOUSE MUSIC’?” DAN MERAYAKAN AKAR INDO HOUSE MUSIC SEBAGAI RUANG AMAN EKSPRESI DIRI

Musisi elektronik Indonesia toxicdev! resmi merilis album terbarunya bertajuk “Oh This Is ‘House Music’?”, sebuah proyek yang tidak sekadar menghadirkan musik dance elektronik, tapi juga menjadi refleksi perjalanan kultur musik elektronik Indonesia dari masa ke masa.

Menghidupkan Kembali Makna “House Music”

Istilah House Music atau yang lebih dikenal sebagai Indo House Music merupakan sebutan yang populer di Indonesia pada era 90-an hingga awal 2000-an, jauh sebelum istilah seperti EDM, hyperpop, atau berbagai label genre modern dikenal luas.

Melalui album ini, toxicdev! mengajak pendengar kembali memahami esensi awal house music, yang berakar dari kultur klub di Chicago yaitu bukan sebagai label genre yang membatasi, melainkan sebagai rumah, sebuah safe space bagi siapa pun yang merasa berbeda.

Judul “Oh This Is ‘House Music’?” merepresentasikan pertanyaan sekaligus pengingat akan-akar tersebut “musik sebagai ruang inklusif tempat individu bebas menjadi dirinya sendiri tanpa rasa takut dihakimi”

Kompilasi Memori Dance Indonesia

Album ini menghadirkan perjalanan sonik yang merangkum evolusi musik dance Indonesia dari era CD, warnet, hingga lanskap digital masa kini. Setiap track menjadi potongan memori kolektif tentang bagaimana musik elektronik berkembang bersama generasi pendengarnya.

Dibandingkan rilisan sebelumnya, album ini tampil sebagai kompilasi pengalaman dan menggabungkan nostalgia masa lalu dengan interpretasi modern terhadap sound elektronik lokal.

Sebuah Kompilasi Mood

Secara keseluruhan, album ini tidak terikat pada satu emosi tertentu. Pendengar akan menemukan berbagai spektrum rasa dalam satu perjalanan musik yang nostalgic, happy, playful, rebellious, melancholic, hingga energetic.

Alih-alih menjadi satu narasi linear, album ini hadir sebagai kompilasi mood, mencerminkan dinamika emosi manusia yang terus berubah.

Spirit Filosofis dalam Lirik

Seluruh lirik dalam album ditulis secara organik berdasarkan momen personal yang dialami sang musisi, tanpa pendekatan konseptual yang kaku.

Salah satu highlight hadir pada track pembuka “MUSIKRUMAH (INTRO)”, yaitu:
Buka matamu
Buka kupingmu
Goyangkan badanmu
Sekarang angkat tanganmu

Lirik tersebut terinspirasi dari konsep Buddhis Ehipassiko, yang berarti “come and see”, sebuah ajakan untuk mengalami dan membuktikan kebenaran secara personal sebelum mempercayainya.

Pesan dan Harapan

Melalui rilisan ini, toxicdev! berharap para pendengar dapat lebih menerima dan merangkul diri mereka sendiri—baik dari sisi budaya, identitas, maupun pilihan hidup.

Album ini menjadi pengingat bahwa pada akhirnya, kebenaran paling autentik bukanlah apa yang diharapkan orang lain, melainkan siapa diri kita sebenarnya.

“Oh This Is ‘House Music’?” bukan sekadar album elektronik, tetapi ia adalah ruang, pengalaman, dan perayaan kebebasan menjadi diri sendiri.

https://oridistro.com

https://tidal.com/artist/36428235




See the releases of toxicdev! on TIDAL

Address

Tebo Selatan 222
Malang
65147

Opening Hours

Monday 09:00 - 19:00
Tuesday 09:00 - 19:00
Wednesday 09:00 - 19:00
Thursday 09:00 - 19:00
Friday 09:00 - 19:00
Saturday 09:00 - 19:00

Telephone

+628991289197

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when ORIDISTRO posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to ORIDISTRO:

Share