11/05/2026
DAN SIAPA YANG MENGINGINKAN ADANYA ORGANISASI GEREJA?
Renungan Harian Pagi
12 Mei 2026
_"...memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya..." Imamat 25:10._
Dan siapa yang menginginkan adanya organisasi gereja? Tentu saja bukan James White dan Joseph Bates pada akhir tahun 1840an. Mereka berdua tergabung dalam Christian Connexion, sebuah kelompok keagamaan yang mengartikan bahwa gereja harus bebas dari struktur dan bentuk organisasi apa pun di atas jemaat setempat.
Salah seorang pendeta terkemuka menulis di awal tahun 1830-an bahwa Connexion telah muncul secara serentak di beberapa bagian Amerika Serikat di awal tahun 1800-an "bukan untuk menegakkan doktrin yang unik dan berbeda, tetapi untuk menegaskan, bagi individu dan gereja, bahwa lebih banyak kebebasan dan ketidakbergantungan dalam hal iman dan praktiknya, untuk menyingkirkan otoritas berdasarkan hierarki manusia dan belenggu atas cara dan bentuk yang ditentukan, lalu untuk menjadikan Alkitab sebagai satu-satunya panduan mereka, memberikan bagi setiap orang hak untuk menjadi penafsir bagi diri sendiri, untuk menilai apa saja doktrin dan persyaratan serta praktiknya untuk diri sendiri, serta untuk mengikuti dengan lebih ketat kesederhanaan para rasul dan Kekristenan primitif."
Seorang sejarawan gerakan tersebut pada tahun 1873 meringkas kemandirian yang kuat dari para penganut Connexion sebagai berikut: "Ketika ditanya, 'dari sekte apa mereka?' jawabannya adalah, 'Tidak ada,' 'Denominasi apa yang akan Anda ikuti?' 'Tidak ada,' 'Nama partai apa yang akan Anda pilih?' 'Tidak ada,' 'Apa yang akan Anda lak*kan?' 'Kami akan melanjutkan seperti yang telah kami mulai kami akan menjadi orang Kristen. Kristus adalah pemimpin kami, Alkitab adalah satu-satunya kepercayaan kami, dan kami akan melayani Tuhan tanpa belenggu sektarianisme."
Secara halus, kita dapat menyebut bahwa penganut Christian Connexionist mula-mula bersifat anti-organisasi. Mereka memang mengakui perlunya struktur di tingkat lokal, tetapi mereka menganggap "setiap gereja" atau jemaat sebagai "badan mandiri." Perekat yang menyatukan berbagai aliran penganut Connexion sebagian besar adalah terbitan berkala mereka. Oleh karena itu, sudah sepantasnya gerakan ini memberi judul terbitan berkala pertamanya Herald of Gospel Liberty (Pewarta Kebebasan Injil). Strategi kedua untuk menjaga persatuan menjadi longgar adalah dengan pertemuan berkala para penganut agama yang sepemikiran.
Jenis organisasi seperti itulah yang dibawa Bates dan White kepada para penganut Sabat mula-mula melalui terbitan berkala dan konferensi para penganut Sabat. Mereka tidak melihat perlunya struktur organisasi yang lebih lanjut.
Sekarang, kebebasan perlu ditegaskan bahwa itu adalah hal yang baik. Namun, seperti yang akan kita lihat, itu bukanlah gambaran Alkitab yang lengkap tentang topik tersebut. Umat Advent mula-mula menemukan bahwa Tuhan memimpin dalam semua usaha kita sesuai kebutuhan yang ada.
GEORGE R. KNIGHT - JANGAN KITA MELUPAKAN SEJARAH hal. 147.