Messengers Media Ministry

Messengers Media Ministry Page ini berisi tayangan-tayangan dan postingan-postingan rohani yang diadakan di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Jemaat Dieng Malang

DAN SIAPA YANG MENGINGINKAN ADANYA ORGANISASI GEREJA?Renungan Harian Pagi12 Mei 2026_"...memaklumkan kebebasan di negeri...
11/05/2026

DAN SIAPA YANG MENGINGINKAN ADANYA ORGANISASI GEREJA?

Renungan Harian Pagi
12 Mei 2026

_"...memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya..." Imamat 25:10._

Dan siapa yang menginginkan adanya organisasi gereja? Tentu saja bukan James White dan Joseph Bates pada akhir tahun 1840an. Mereka berdua tergabung dalam Christian Connexion, sebuah kelompok keagamaan yang mengartikan bahwa gereja harus bebas dari struktur dan bentuk organisasi apa pun di atas jemaat setempat.

Salah seorang pendeta terkemuka menulis di awal tahun 1830-an bahwa Connexion telah muncul secara serentak di beberapa bagian Amerika Serikat di awal tahun 1800-an "bukan untuk menegakkan doktrin yang unik dan berbeda, tetapi untuk menegaskan, bagi individu dan gereja, bahwa lebih banyak kebebasan dan ketidakbergantungan dalam hal iman dan praktiknya, untuk menyingkirkan otoritas berdasarkan hierarki manusia dan belenggu atas cara dan bentuk yang ditentukan, lalu untuk menjadikan Alkitab sebagai satu-satunya panduan mereka, memberikan bagi setiap orang hak untuk menjadi penafsir bagi diri sendiri, untuk menilai apa saja doktrin dan persyaratan serta praktiknya untuk diri sendiri, serta untuk mengikuti dengan lebih ketat kesederhanaan para rasul dan Kekristenan primitif."

Seorang sejarawan gerakan tersebut pada tahun 1873 meringkas kemandirian yang kuat dari para penganut Connexion sebagai berikut: "Ketika ditanya, 'dari sekte apa mereka?' jawabannya adalah, 'Tidak ada,' 'Denominasi apa yang akan Anda ikuti?' 'Tidak ada,' 'Nama partai apa yang akan Anda pilih?' 'Tidak ada,' 'Apa yang akan Anda lak*kan?' 'Kami akan melanjutkan seperti yang telah kami mulai kami akan menjadi orang Kristen. Kristus adalah pemimpin kami, Alkitab adalah satu-satunya kepercayaan kami, dan kami akan melayani Tuhan tanpa belenggu sektarianisme."

Secara halus, kita dapat menyebut bahwa penganut Christian Connexionist mula-mula bersifat anti-organisasi. Mereka memang mengakui perlunya struktur di tingkat lokal, tetapi mereka menganggap "setiap gereja" atau jemaat sebagai "badan mandiri." Perekat yang menyatukan berbagai aliran penganut Connexion sebagian besar adalah terbitan berkala mereka. Oleh karena itu, sudah sepantasnya gerakan ini memberi judul terbitan berkala pertamanya Herald of Gospel Liberty (Pewarta Kebebasan Injil). Strategi kedua untuk menjaga persatuan menjadi longgar adalah dengan pertemuan berkala para penganut agama yang sepemikiran.

Jenis organisasi seperti itulah yang dibawa Bates dan White kepada para penganut Sabat mula-mula melalui terbitan berkala dan konferensi para penganut Sabat. Mereka tidak melihat perlunya struktur organisasi yang lebih lanjut.

Sekarang, kebebasan perlu ditegaskan bahwa itu adalah hal yang baik. Namun, seperti yang akan kita lihat, itu bukanlah gambaran Alkitab yang lengkap tentang topik tersebut. Umat Advent mula-mula menemukan bahwa Tuhan memimpin dalam semua usaha kita sesuai kebutuhan yang ada.

GEORGE R. KNIGHT - JANGAN KITA MELUPAKAN SEJARAH hal. 147.

Cermin AllahRenungan Harian Petang11 Mei 2026“... oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.” Roma 3:20.Hukum Allah adalah c...
11/05/2026

Cermin Allah

Renungan Harian Petang
11 Mei 2026

“... oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.” Roma 3:20.

Hukum Allah adalah cermin untuk menunjukkan kepada manusia cacat-cacat dalam karakter mereka. Tetapi tidak menyenangkan bagi mereka yang bersenang dalam ketidakbenaran untuk melihat keburukan moral mereka. Mereka tidak menghargai cermin yang setia ini karena cermin itu menyatakan dosa-dosa mereka kepada mereka. Oleh sebab itu, gantinya mengadakan peperangan melawan pikiran duniawi mereka, mereka justru berperang melawan cermin yang benar dan setia itu, yang diberikan kepada mereka oleh Yehovah justru dengan tujuan supaya mereka jangan tertipu, melainkan supaya cacat-cacat dalam karakter mereka dinyatakan kepada mereka. Haruskah penemuan cacat-cacat ini membuat mereka membenci cermin itu, atau membenci diri mereka sendiri? Haruskah mereka menyingkirkan cermin yang menyatakan cacat-cacat ini? Tidak. Dosa-dosa yang mereka pelihara, yang ditunjukkan oleh cermin yang setia itu sebagai ada dalam karakter mereka, akan menutup pintu-pintu surga di hadapan mereka kecuali dosa-dosa itu disingkirkan, dan mereka menjadi sempurna di hadapan Allah.

Dengarkan perkataan rasul yang setia itu, “Oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.” Orang-orang ini yang begitu bersemangat untuk meniadakan hukum itu seharusnya lebih baik menunjukkan semangat mereka dalam meniadakan dosa-dosa mereka....

Tuhan menciptakan manusia dalam keadaan lurus, tetapi kita telah jatuh dan menjadi hina karena kita menolak untuk memberikan ketaatan kepada tuntutan kudus yang diberikan hukum Allah kepada kita. Semua hawa nafsu kita, jika dikendalikan dengan benar dan diarahkan dengan tepat, akan memberikan sumbangan kepada kesehatan jasmani dan moral kita serta menjamin bagi kita sejumlah besar kebahagiaan. Pezina, orang cabul, dan orang yang hidup dalam hawa nafsu tidak menikmati hidup. Tidak ada kenikmatan sejati bagi pelanggar hukum Allah. Tuhan mengetahui hal ini; sebab itu Ia membatasi kita. Ia mengarahkan, memerintahkan, dan dengan tegas melarang....

Dosa tidak tampak sebagai dosa kecuali dilihat dalam cermin yang benar yang Allah telah berikan kepada kita sebagai ujian karakter. Ketika pria dan wanita mengakui tuntutan hukum Allah dan menempatkan kaki mereka di atas landasan kebenaran kekal, mereka akan berdiri di tempat di mana Tuhan dapat memberikan kepada mereka kuasa moral untuk membiarkan terang mereka bercahaya di hadapan manusia supaya orang melihat perbuatan mereka yang baik dan memuliakan Bapa kita yang di surga.

Jalan hidup mereka akan ditandai dengan ketekunan dan keselarasan. Mereka tidak akan pantas menerima tuduhan munafik dan hidup dalam nafsu keduniawian. Mereka dapat memberitakan Kristus dengan kuasa, karena dipenuhi dengan Roh-Nya. Mereka dapat menyampaikan kebenaran-kebenaran yang akan meluluhkan dan membakar jalannya ke dalam hati orang-orang.—The Review and Herald, 8 Maret 1870.

EGW - DARI HATI hal. 143.

Seorang Penebus DijanjikanRenungan Harian Petang10 Mei 2026“Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan i...
10/05/2026

Seorang Penebus Dijanjikan

Renungan Harian Petang
10 Mei 2026

“Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” Kejadian 3:15.

Adam dan Hawa seharusnya merasa benar-benar puas dengan pengetahuan tentang Allah melalui karya-karya ciptaan-Nya, dan melalui pengajaran malaikat-malaikat kudus.... Tingkat pengetahuan yang tinggi yang mereka pikir dapat mereka capai dengan memakan buah yang terlarang itu justru menjerumuskan mereka ke dalam kehinaan dosa dan rasa bersalah.

Malaikat-malaikat yang telah ditugaskan untuk menjaga Adam dan Hawa di rumah Eden mereka sebelum pelanggaran dan pengusiran mereka dari firdaus, sekarang ditugaskan untuk menjaga pintu-pintu firdaus dan jalan menuju pohon kehidupan, supaya mereka tidak kembali dan memperoleh jalan kepada pohon kehidupan sehingga dosa menjadi kekal.

Dosa mengusir Adam dan Hawa dari firdaus. Dan dosa adalah penyebab firdaus diangkat dari bumi. Sebagai akibat pelanggaran terhadap hukum Allah, mereka kehilangan firdaus. Dalam ketaatan kepada hukum Bapa dan melalui iman kepada darah pendamaian Anak-Nya, firdaus dapat diperoleh kembali....

Setan menyampaikan kesombongan kemenangannya kepada Kristus dan kepada malaikat-malaikat yang setia bahwa ia telah berhasil mendapatkan sebagian malaikat di surga untuk bersatu dengannya dalam pemberontakannya yang berani. Dan sekarang setelah ia berhasil mengalahkan Adam dan Hawa, ia mengklaim bahwa rumah Eden mereka adalah miliknya. Dengan sombong ia membanggakan bahwa dunia yang telah Allah ciptakan adalah wilayah kekuasaannya. Setelah menaklukkan Adam, penguasa dunia, ia telah memperoleh umat manusia sebagai rakyatnya, dan sekarang ia akan memiliki Eden dan menjadikannya markas besarnya. Dan di sana ia akan mendirikan takhtanya dan menjadi penguasa dunia.

Tetapi langkah-langkah segera diambil di surga untuk menggagalkan rencana-rencana Setan. Malaikat-malaikat yang kuat, dengan sinar cahaya yang melambangkan pedang-pedang bernyala yang berputar ke segala arah, ditempatkan sebagai penjaga untuk menjaga jalan menuju pohon kehidupan dari pendekatan Setan dan pasangan yang bersalah itu....

Suatu sidang diadakan di surga, yang menghasilkan keputusan bahwa Anak Allah yang terkasih akan mengambil tugas untuk menebus umat manusia dari kutuk dan dari kehinaan kegagalan Adam, serta mengalahkan Setan. Oh, kerendahan hati yang ajaib! Yang Mulia di surga, karena kasih dan belas kasihan kepada umat manusia yang telah jatuh, bersedia menjadi pengganti dan penjamin mereka.—The Review and Herald, 24 Februari 1874.

EGW - DARI HATI hal. 142.

J.N. LOUGHBOROUGH BERTEMU J.N. ANDREWSRenungan Harian Pagi10 Mei 2026Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peratu...
09/05/2026

J.N. LOUGHBOROUGH BERTEMU J.N. ANDREWS

Renungan Harian Pagi
10 Mei 2026

Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman. Mazmur 19:7.

Loughborough telah menjadi seorang penginjil Advent yang memelihara hari Minggu selama sekitar tiga setengah tahun ketika ia pertama kali bertemu dengan seorang pendeta dari golongan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Sudah umum diketahui di kalangan para mantan pengikut Miller bahwa banyak dari mereka yang memegang keyakinan pintu tertutup (keyakinan bahwa pintu kasihan telah ditutup) memiliki kecenderungan fanatik, dan orang-orang telah memberi tahu Loughborough bahwa kelompok yang akan ia temui tidak hanya memelihara hari Sabtu sebagai pengganti hari Minggu, tetapi juga ketika "mereka berkumpul" mereka akan "berteriak dan bersorak-sorak, dan melak*kan demonstrasi fanatik yang sangat gaduh."

Dia tidak terlalu ingin bertemu dengan orang-orang seperti itu, tetapi seorang pria bernama Orton dari Rochester, New York, mendekatinya dan mengatakan bahwa "orang-orang yang memelihara hari ketujuh sedang mengadakan pertemuan di 124 Mount Hope Avenue" dan mengajaknya untuk hadir.

Loughborough awalnya menolak undangan tersebut. Namun, Orton mendesak, "Anda memiliki tugas di sana. Beberapa dari jemaat Anda telah bergabung dengan kaum Advent hari Sabat, dan Anda harus mengeluarkan mereka dari ajaran sesat ini. Mereka akan memberi Anda kesempatan untuk berbicara dalam pertemuan mereka. Jadi, siapkan ayat-ayatnya, dan Anda dapat menunjukkan kepada mereka dalam waktu dua menit bahwa Sabat telah dihapuskan."

Dengan tantangan yang terngiang di telinganya itu, Loughborough "mengumpulkan ayat-ayatnya" dan bersama beberapa teman Advent hari pertama menghadiri pertemuan para penganut hari Sabat.

Setelah itu, pengkhotbah muda ini telah berubah total. Tidak hanya menemukan bahwa dalam pertemuan itu tidak ada fanatisme dan demonstrasi yang gaduh, tetapi seorang pendeta bernama J.N. Andrews mengambil ayat-ayat tentang hukum dan Sabat yang sama seperti dalam daftar Loughborough dan menjelaskan masing-masing ayat itu. Andrews tidak hanya membahas ayat-ayat yang sama seperti yang ia miliki, tetapi, menurut klaim Loughborough, ia menjelaskannya dalam urutan yang sama juga. Itu sudah lebih dari cukup baginya. J.N. Loughborough menerima Sabat pada September 1852 dan segera mulai berkhotbah untuk Advent hari Sabat.

Dalam tahun-tahun berikutnya ia menjadi pionir Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di California dan Inggris, melayani sebagai pendeta dan pemimpin gereja di beberapa bagian Amerika Serikat, serta menerbitkan sejarah pertama Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh pada tahun 1892 (berjudul The Rise and Progress of Seventh-day Adventists/Kebangkitan dan Perkembangan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh," direvisi pada tahun 1905 menjadi "Gerakan Besar Kedua gereja Advent").

Di suatu tempat Ellen White mencatat bahwa manfaat orang-orang yang mendedikasikan hidup mereka kepada Tuhan tidak akan berakhir. Seperti halnya J.N. Loughborough. Dan hal itu dapat terjadi dalam kehidupan kita masing-masing.

GEORGE R. KNIGHT - JANGAN KITA MELUPAKAN SEJARAH hal. 145.

KejatuhanRenungan Harian Petang9 Mei 2026“Tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman itu, Allah berfirman: Janga...
09/05/2026

Kejatuhan

Renungan Harian Petang
9 Mei 2026

“Tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman itu, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.” Kejadian 3:3.

Hawa pergi meninggalkan sisi suaminya, memandang hal-hal indah dari alam dalam ciptaan Allah, menyenangkan indranya dengan warna dan harum bunga-bunga serta keindahan pohon-pohon dan semak-semak. Ia sedang memikirkan larangan yang Allah tempatkan atas mereka berkenaan dengan pohon pengetahuan. Ia merasa senang dengan keindahan dan kelimpahan yang Tuhan telah sediakan untuk memuaskan setiap kebutuhan. Semua ini, katanya, telah Allah berikan kepada kita untuk dinikmati....

Hawa telah berjalan mendekati pohon yang terlarang itu, dan rasa ingin tahunya timbul untuk mengetahui bagaimana kematian dapat tersembunyi dalam buah pohon yang indah itu. Ia terkejut mendengar pertanyaannya diambil dan diulangi oleh suatu suara asing. “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?” Hawa tidak menyadari bahwa ia telah menyatakan pikirannya dengan berbicara kepada dirinya sendiri dengan suara keras; sebab itu ia sangat terkejut mendengar pertanyaannya diulangi oleh seekor ular. Ia benar-benar berpikir bahwa ular itu mengetahui pikirannya dan bahwa ular itu pasti sangat bijaksana.

Ia menjawabnya, “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati. Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: Sekali-kali kamu tidak akan mati, sebab Allah mengetahui bahwa pada waktu kamu memakannya, matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, mengetahui yang baik dan yang jahat.” ...

Hawa telah melebih-lebihkan perkataan perintah Allah. Ia telah berkata kepada Adam dan Hawa, “Tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.” Dalam perdebatan Hawa dengan ular itu, ia menambahkan kalimat, “Ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.” ... Pernyataan Hawa ini memberi keuntungan kepada ular itu, lalu ia memetik buah itu dan menaruhnya di tangan Hawa, serta menggunakan perkataannya sendiri, “Ia telah berkata, ‘Jika kamu merabanya, kamu akan mati.’ Engkau lihat tidak ada bahaya yang datang kepadamu karena menyentuh buah itu, dan engkau juga tidak akan mendapat bahaya apa pun dengan memakannya.” ... Ia memakan buah itu, dan tidak merasakan bahaya seketika. Kemudian ia memetik buah itu untuk dirinya sendiri dan untuk suaminya....

Adam dan Hawa seharusnya merasa benar-benar puas dengan pengetahuan tentang Allah melalui karya-karya ciptaan-Nya, dan melalui pengajaran malaikat-malaikat kudus.... Adalah demi kebahagiaan mereka untuk tidak mengenal dosa.—The Review and Herald, 24 Februari 1874.

EGW - DARI HATI hal. 141.

PENGKHOTBAH CILIK BERKHOTBAH KEMBALIRenungan Harian Pagi9 Mei 2026lalu mereka berkata kepada-Nya: "Engkau dengar apa yan...
08/05/2026

PENGKHOTBAH CILIK BERKHOTBAH KEMBALI

Renungan Harian Pagi
9 Mei 2026

lalu mereka berkata kepada-Nya: "Engkau dengar apa yang dikatakan anak-anak ini?" Kata Yesus kepada mereka: "Aku dengar; belum pernahkah kamu baca: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian?" Matius 21:16.

Pengkhotbah muda itu tentu saja takut bertemu dengan pendeta-pendeta. Dan apa yang ditakutkannya itu menjadi kenyataan ketika seorang pendeta yang telah membatalkan pertemuannya memutuskan untuk mengunjungi Loughborough dan hadir dalam pertemuan informal yang dilaksanakan dengan mereka yang telah menghadiri pertemuan-pertemuan sebelumnya.

"Baiklah," kata pendeta senior, 'Anda mendapatkan cukup banyak pendengar tadi malam.'

"""Ya, dan mereka tampak sangat tertarik,' kata saya.

"Mereka mungkin penasaran mendengar seorang anak laki-laki berkhotbah, tetapi sepertinya saya mendengar Anda mengatakan tadi malam bahwa jiwa itu tidak abadi?' "Saya menjawab, "Ya, saya mengatakannya demikian ....

"Dia kemudian bertanya, "Tetapi bagaimana dengan hukuman akhir, yaitu mereka tidak akan mati dan akan menderita selamanya?'

"Saya terkejut dan berkata, 'Saya tidak tahu kalau ada ayat yang mengatakan seperti itu. Mungkin separuh kutipan Anda ada di Alkitab, dan separuhnya lagi dari buku nyanyian Methodist.'

"Dengan sangat bersungguh-sungguh, dia bersikeras, 'Saya katakan, apa yang saya kutip ada di dalam Alkitab! Itu ada di pasal dua puluh lima dari Kitab Wahyu."

"Saya menjawab, 'Saya kira yang Anda maksudkan adalah pasal dua puluh lima dari kitab Matius. Separuh ayat-ayat itu ada di sana. Di situ disebutkan bahwa orang jahat akan menerima hukuman kekal.'

"Oh ya,' itu betul. 'Tidak apa-apa, tetapi ayat-ayat yang saya kutip ada di pasal dua puluh lima dari kitab Wahyu.'

'Oh, jadi itu sekitar tiga pasal di luar Alkitab,' kata saya, 'karena kitab Wahyu hanya terdiri dari dua puluh dua pasal.'

"Boleh saya pinjam Alkitab Anda dan saya akan menunjukkannya," katanya." Yang mengejutkan semua orang, ia terus mencarinya, tetapi berakhir dengan rasa malu. Pada saat itu ia mengembalikan Alkitab dan minta diri, sambil mengatakan bahwa ia ada janji untuk pertemuan lain.

Kita mungkin tersenyum mendengar kisah yang agak sederhana itu, tetapi kisah itu mencerminkan fakta bahwa agama di daerah terpencil dan daerah perbatasan di Amerika abad ke-19 seringkali cukup primitif. Para pendeta di daerah pedesaan sering kali belajar sendiri. Dan itulah yang terjadi dengan para penganut Advent dan para pencela mereka. Dalam konteks seperti itu, pengetahuan Alkitab yang cukup memang sangat diperlukan.

Banyak hal telah berubah sejak saat itu. Namun tidak demikian halnya dengan pentingnya pengetahuan akan Alkitab. Firman Tuhan adalah anugerah istimewa dari surga. Namun, berapa banyak orang di zaman kita yang telah memiliki segala akses ke pengetahuan ini, masih kurang memahami Alkitab seperti pendeta dalam kisah Loughborough. Tidak ada waktu yang lebih baik daripada hari ini untuk menjadikan belajar Alkitab secara teratur sebagai bagian dari kehidupan kita sehari-hari.

GEORGE R. KNIGHT - JANGAN KITA MELUPAKAN SEJARAH hal. 144.

Kesempatan untuk MemilihRenungan Harian Petang8 Mei 2026“Tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, ...
08/05/2026

Kesempatan untuk Memilih

Renungan Harian Petang
8 Mei 2026

“Tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.” Kejadian 2:17.

Tuhan mengetahui bahwa Adam dan Hawa tidak dapat berbahagia tanpa pekerjaan; oleh sebab itu Ia memberikan kepada mereka pekerjaan yang menyenangkan untuk mengusahakan taman itu. Dan sementara mereka merawat hal-hal yang indah dan berguna di sekeliling mereka, mereka dapat melihat kebaikan dan kemuliaan Allah dalam karya-karya ciptaan-Nya. Adam dan Hawa memiliki bahan untuk direnungkan dalam pekerjaan-pekerjaan Allah di Eden, yang merupakan surga dalam bentuk kecil. Allah tidak membentuk mereka hanya untuk merenungkan karya-karya-Nya yang mulia; oleh sebab itu Ia memberi mereka tangan untuk bekerja, serta pikiran dan hati untuk merenung. Jika kebahagiaan makhluk ciptaan-Nya terdiri dari tidak melak*kan apa-apa, Sang Pencipta tidak akan memberikan kepada mereka pekerjaan yang telah ditetapkan bagi mereka. Dalam pekerjaan, Adam dan Hawa akan menemukan kebahagiaan, demikian juga dalam perenungan. Mereka dapat merenungkan bahwa mereka diciptakan menurut gambar Allah, untuk menjadi seperti Dia dalam kebenaran dan kekudusan. Pikiran mereka mampu untuk terus-menerus dikembangkan, diperluas, dimurnikan, dan ditinggikan dengan mulia; karena Allah adalah guru mereka, dan malaikat-malaikat adalah sahabat mereka.

Tuhan menempatkan Adam dan Hawa dalam masa percobaan, supaya mereka dapat membentuk karakter yang teguh dalam integritas demi kebahagiaan mereka sendiri dan demi kemuliaan Pencipta mereka. Ia telah menganugerahkan kepada pasangan kudus itu kemampuan pikiran yang lebih tinggi daripada makhluk hidup lain mana pun yang telah Ia ciptakan. Kemampuan mental mereka hanya sedikit lebih rendah daripada malaikat. Mereka dapat mengenal kemuliaan dan keagungan alam, dan memahami karakter Bapa surgawi mereka melalui karya-karya ciptaan-Nya. Segala sesuatu yang dipandang mata mereka dalam luasnya karya-karya Bapa, yang disediakan dengan tangan yang limpah, memberikan kesaksian tentang kasih-Nya dan kuasa-Nya yang tidak terbatas....

Pelajaran moral besar pertama yang diberikan kepada Adam dan Hawa adalah penyangkalan diri. Kendali pemerintahan diri ditempatkan di tangan mereka. Pertimbangan, akal budi, dan hati nurani harus memegang kendali....

Adam dan Hawa diizinkan untuk makan dari setiap pohon di taman kecuali satu. Hanya ada satu larangan. Pohon yang terlarang itu sama menarik dan indahnya seperti pohon-pohon lain di taman itu. Pohon itu disebut pohon pengetahuan, karena dengan memakan pohon itu, yang tentangnya Allah telah berkata, “Janganlah engkau memakannya,” mereka akan memperoleh pengetahuan tentang dosa, suatu pengalaman dalam ketidaktaatan.—The Review and Herald, 24 Februari 1874.

EGW - DARI HATI hal. 140.

MENGENAL JOHN LOUGHBOROUGH, PENGKHOTBAH CILIKRenungan Harian Pagi8 Mei 2026Adalah baik bagi seorang pria memikul k*k pad...
07/05/2026

MENGENAL JOHN LOUGHBOROUGH, PENGKHOTBAH CILIK

Renungan Harian Pagi
8 Mei 2026

Adalah baik bagi seorang pria memikul k*k pada masa mudanya. Ratapan 3:27.

John Loughborough (1832-1924) berusia 16 tahun ketika ia merasakan panggilan untuk berkhotbah. Selama sembilan minggu ia menderita malaria. Dalam keputusasaannya, ia akhirnya berseru, "Tuhan, singkirkan rasa dingin dan demam ini, dan saya akan pergi menginjil segera setelah saya cukup kuat untuk melak*kannya."

Rasa dingin itu hilang pada hari itu juga. Pada saat itu dia tidak memiliki uang untuk melak*kan perjalanan. Setelah beberapa minggu memotong kayu, dia berhasil menghemat satu dolar setelah dikurangi pengeluarannya. "Itu cukup untuk membawa saya ke tempat yang saya inginkan, tetapi bagaimana dengan pakaian?" katanya. "Tetangga tempat saya bekerja memberikan rompi dan celana panjang, yang sebagian sudah usang; dan karena dia seorang yang jauh lebih tinggi dari saya, jadi meskipun panjang celananya dipotong tujuh inci, itu pun masih jauh dari kata pas. Sebagai pengganti jas panjang, saudara laki-laki saya memberi mantel berkancing ganda, yang bagian bawahnya telah dipotong juga.

"Dengan pakaian aneh ini dan uang 1,00 dolar AS, saya memutuskan untuk pergi ke suatu tempat yang belum saya kenal, dan mencoba menginjil. Jika saya gagal, teman-teman saya tidak akan mengetahuinya; jika saya berhasil, saya akan menganggapnya sebagai bukti bahwa sudah menjadi kewajiban saya untuk menginjil." .

Pada malam pertamanya, ia mendatangi gereja Baptis kecil di desa yang jemaatnya penuh sesak. Ia melaporkan: "Saya bernyanyi, berdoa, dan bernyanyi lagi. Saya berbicara tentang kejatuhan manusia. Bukannya merasa malu seperti yang saya takutkan, tetapi berkat Tuhan turun atas saya dan saya berbicara dengan bebas. Keesokan paginya, saya diberi tahu bahwa ada tujuh pendeta yang hadir malam sebelumnya itu.
... "Malam berikutnya tempat itu kembali ramai. Saya kira yang menarik mereka untuk datang adalah untuk mendengar seorang anak laki-laki tanpa janggut berkhotbah Pada akhir khotbah saya, pendeta jemaat bangkit dan menyatakan bahwa pada malam berikutnya pelayanan latihan menyanyi akan dimulai, jadi perbaktian dengan saya harus ditiadakan. Kemudian seorang yang bernama Tn. Thompson berdiri dan berkata, "Tn. Loughborough, latihan menyanyi ini telah direncanakan untuk tujuan dibawakan saat penutupan pertemuan dengan Anda. Pada saat itu Thompson meminta pendeta muda itu untuk memindahkan pertemuannya ke gedung sekolah besar tempat ia bertugas sebagai pengurus. Dan sekali lagi pengkhotbah Advent hari pertama yang sedang berkembang itu berhasil. Jika ia memiliki jiwa yang kurang berani mungkin ia telah gagal.

Saya selalu takjub bahwa Tuhan yang penuh kasih karunia dapat memberkati persembahan yang tampaknya paling sederhana sekalipun ketika persembahan itu diberikan dengan rasa penuh penyerahan. Kebanyakan dari kita memaafkan diri sendiri dan menunggu sampai kita merasa "siap." Kenyataannya keadaan siap itu tidak pernah datang.

GEORGE R. KNIGHT - JANGAN KITA MELUPAKAN SEJARAH hal. 143.

PenciptaanRenungan Harian Petang7 Mei 2026“Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik.” Kejadia...
07/05/2026

Penciptaan

Renungan Harian Petang
7 Mei 2026

“Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik.” Kejadian 1:31.

Adam dan Hawa keluar dari tangan Pencipta mereka dalam kesempurnaan setiap anugerah jasmani, mental, dan rohani. Allah menanam bagi mereka sebuah taman dan mengelilingi mereka dengan segala sesuatu yang indah dan menarik bagi mata serta yang memenuhi kebutuhan jasmani mereka. Pasangan yang kudus ini memandang dunia dengan keindahan dan kemuliaan yang tiada bandingnya. Seorang Pencipta yang penuh kemurahan telah memberikan kepada mereka bukti-bukti kebaikan dan kasih-Nya dengan menyediakan buah-buahan, sayur-sayuran, dan biji-bijian, serta menumbuhkan dari tanah pohon-pohon dari berbagai jenis untuk kegunaan dan keindahan.

Pasangan yang kudus itu memandang alam sebagai gambaran keindahan yang tak tertandingi. Tanah yang cokelat diselimuti dengan permadani hijau yang hidup, diperkaya dengan keanekaragaman bunga yang tidak ada habisnya, yang berkembang biak dan terus ada dengan sendirinya. Semak-semak, bunga-bunga, dan tanaman merambat menyenangkan indera dengan keindahan dan keharumannya. Berbagai jenis pohon yang tinggi sarat dengan buah dari segala jenis dan rasa yang lezat, yang sesuai untuk menyenangkan selera dan memenuhi kebutuhan Adam dan Hawa yang berbahagia. Rumah Eden ini Allah sediakan bagi orang tua pertama kita, memberikan kepada mereka bukti yang jelas tentang kasih dan pemeliharaan-Nya yang besar bagi mereka.

Adam dimahkotai sebagai raja di Eden. Kepadanya diberikan kekuasaan atas setiap makhluk hidup yang telah Allah ciptakan. Tuhan memberkati Adam dan Hawa dengan kecerdasan yang tidak Ia berikan kepada ciptaan hewan. Ia menjadikan Adam sebagai penguasa yang sah atas semua pekerjaan tangan-Nya. Manusia yang diciptakan menurut gambar ilahi dapat merenungkan dan menghargai karya-karya Allah yang mulia di alam....

Keindahan alam yang mengelilingi mereka, seperti cermin, memantulkan hikmat, keunggulan, dan kasih Bapa surgawi mereka. Dan nyanyian kasih dan pujian mereka naik dengan manis dan penuh hormat ke surga, selaras dengan nyanyian malaikat yang mulia dan dengan burung-burung yang berbahagia yang berkicau tanpa beban. Tidak ada penyakit, tidak ada kerusakan, dan tidak ada kematian di mana pun. Kehidupan, kehidupan ada di dalam segala sesuatu yang dipandang mata. Udara dipenuhi dengan kehidupan. Kehidupan ada di setiap daun, di setiap bunga, dan di setiap pohon.—The Review and Herald, 24 Februari 1874.

EGW - DARI HATI hal. 139.

MENGENAL JOHN NEVIN ANDREWSRenungan Harian Pagi7 Mei 2026Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seoran...
06/05/2026

MENGENAL JOHN NEVIN ANDREWS

Renungan Harian Pagi
7 Mei 2026

Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu. 2 Timotius 2:15.

John Nevins Andrews adalah sarjana terkemuka di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh yang masih berusia muda itu. Ia memiliki beban lebih dari siapa pun untuk belajar agar dapat menunjukkan dirinya sebagai seorang yang "layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu" (2 Timotius 2: 15).

Lahir pada tahun 1829 di Polandia, Maine, saat dewasa Andrews dapat membaca Alkitab dalam tujuh bahasa dan mengaku mampu menghafal Perjanjian Baru. la menghabiskan hidupnya dengan belajar hingga kematiannya pada tahun 1883.

Tepatnya, John Nevins Andrews yang berusia 15 tahun membaca sendiri pekabaran Sabat ketika ia memperoleh salinan traktat T.M. Preble tahun 1845 tentang hari ketujuh, tidak lama setelah penerbitannya. Dia bersama beberapa remaja lainnya berjanji untuk memelihara hari khusus Tuhan bahkan sebelum orang tua mereka mengetahui tentang Sabat. Mereka membelah kayu bakar dan menyelesaikan tugas memanggang pada hari Jumat sehingga mereka "tidak akan melanggar Sabat lagi." Belakangan barulah orang tua mereka bergabung dalam iman baru mereka.

Andrews pertama kali bertemu dengan keluarga White pada bulan September 1849 ketika pasangan itu menyelamatkan beberapa orang dewasa dalam keluarga dan komunitasnya dari pengaruh fanatisme. Pada saat itu, melihat dampak ajaran yang mengganggu itu, ia berseru, "Saya akan menukar seribu kesalahan dengan satu kebenaran."

Pada tahun 1850 Andrews mulai melak*kan perjalanan penginjilan sebagai pendeta Sabbatarian/pendeta hari Sabat di New England. Namun dalam waktu lima tahun ia "benar-benar tak berdaya" karena harus belajar secara intensif dan program menulis dan berbicara di depan umum yang padat. Setelah kehilangan suaranya dan matanya terluka, ia pergi ke Waukon, Iowa, untuk bekerja di pertanian milik orang tuanya sambil memulihkan kesehatannya. Meskipun dalam kondisi seperti itu ia tetap tidak dapat menjauh dari buku. Pada tahun 1861 ia telah menerbitkan buku monumentalnya yang berjudul History of the Sabbath and First Day of the Week /Sejarah Sabat dan Hari Pertama dalam Pekan.

Pada tahun 1867, ia menjadi ketua General Conference yang ketiga dan pada tahun 1869 menjabat sebagai editor Review and Herald untuk sementara waktu. Kemudian pada tahun 1874 Andrews pergi ke Eropa sebagai misionaris asing resmi pertama dari denominasi ini. Pada waktu itu Ellen White menulis bahwa mereka telah mengutus "orang yang paling cakap di antara semua golongan kami" (Lt 2a, 1878).

Tidak ada batasan bagaimana Tuhan dapat menggunakan orang-orang yang mendedikasikan hidup mereka kepada-Nya dan mempelajari Firman-Nya.

Tolonglah saya, ya Tuhan, agar saya menjadi "seorang pekerja yang tidak merasa malu" sehubungan dengan Alkitab-Mu yang suci.

GEORGE R. KNIGHT - JANGAN KITA MELUPAKAN SEJARAH hal. 142.

Jemaat LaodikiaRenungan Harian Petang6 Mei 2026“Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatim...
06/05/2026

Jemaat Laodikia

Renungan Harian Petang
6 Mei 2026

“Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah.” Wahyu 3:19.

Pekabaran kepada jemaat Laodikia adalah suatu teguran yang mengejutkan, dan berlaku bagi umat Allah pada masa sekarang....

Tuhan di sini menunjukkan kepada kita bahwa pekabaran yang harus disampaikan kepada umat-Nya oleh para pelayan yang telah Ia panggil untuk memperingatkan umat bukanlah pekabaran damai dan aman.... Umat Allah digambarkan dalam pekabaran kepada Laodikia berada dalam keadaan aman secara duniawi. Mereka merasa tenang, percaya bahwa mereka berada dalam kondisi rohani yang tinggi....

Pekabaran dari Saksi Yang Setia mendapati umat Allah dalam suatu penipuan yang menyedihkan, namun jujur dalam penipuan itu. Mereka tidak mengetahui bahwa keadaan mereka menyedihkan di hadapan Allah. Sementara mereka yang ditegur itu menyanjung diri bahwa mereka berada dalam kondisi rohani yang tinggi, pekabaran dari Saksi Yang Setia menghancurkan rasa aman mereka dengan teguran yang mengejutkan tentang keadaan mereka yang sebenarnya, yaitu kebutaan rohani, kemiskinan, dan kemelaratan....

Kehidupan Kristen adalah suatu peperangan dan perjalanan yang terus-menerus. Tidak ada istirahat dari peperangan ini. Melalui usaha yang terus-menerus dan tidak henti-hentinya kita mempertahankan kemenangan atas pencobaan Setan.... Kita diteguhkan sepenuhnya dalam posisi kita oleh banyaknya kesaksian Alkitab yang jelas. Tetapi kita sangat kekurangan kerendahan hati Alkitab, kesabaran, iman, kasih, penyangkalan diri, kewaspadaan, dan roh pengorbanan. Kita perlu mengembangkan kekudusan Alkitab. Dosa merajalela di antara umat Allah.... Banyak orang berpegang pada keraguan mereka dan dosa kesayangan mereka, sementara mereka berada dalam penipuan yang begitu besar sehingga mereka berbicara dan merasa bahwa mereka tidak memerlukan apa-apa....

Semua prajurit salib Kristus pada dasarnya mengikat diri mereka untuk masuk dalam suatu peperangan melawan musuh jiwa, untuk menghukum yang salah, dan mempertahankan kebenaran.... Hidup kekal memiliki nilai yang tak terhingga, dan akan menuntut dari kita segala sesuatu yang kita miliki....

Tidak cukup bagi para pelayan untuk menyampaikan hal-hal yang bersifat teori. Mereka perlu mempelajari pelajaran-pelajaran praktis yang Kristus berikan kepada murid-murid-Nya, dan menerapkannya dengan sungguh-sungguh kepada jiwa mereka sendiri dan kepada umat. Karena Kristus menyampaikan kesaksian teguran ini, apakah kita akan mengira bahwa Ia tidak memiliki kasih yang lembut terhadap umat-Nya? Oh, tidak! ... Ia menegur mereka yang Ia kasihi.—The Review and Herald, 16 September 1873.

EGW - DARI HATI hal. 138.

Address

Jalan Lembah Dieng No. 4, Pisang Candi, Kec. Sukun, Kota Malang
Malang
65146

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 20:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 18:30
Sunday 05:00 - 07:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Messengers Media Ministry posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Messengers Media Ministry:

Share

Category