16/06/2016
Inspirasi Beriman dan Bergantung pada Allah. Dinamika Iman dan Interaksinya dan bagaimana Allah bekerja dan menyatakan Kuasa dan Rencananya.
*TEMPE SETENGAH JADI*
(kisah nyata seorang ibu dari Magelang)
Di suatu desa hiduplah seorang ibu penjual tempe. Tak ada pekerjaan lain yang dapat dia lakukan sebagai penyambung hidup. Meski demikian, nyaris tak pernah lahir keluhan dari bibirnya. Ia jalani hidup dengan riang _*"Jika tempe ini yang nanti mengantarku ke surga, kenapa aku harus menyesalinya...?"*_
Demikian dia selalu memaknai hidupnya.
Suatu pagi dia berkemas, mengambil keranjang bambu tempat tempe... dia berjalan ke dapur, diambilnya tempe2 yang dia letakkan di atas meja panjang.
Tapiii... Deg !!! dadanya gemuruh.
Tempe yang akan di jual, ternyata BELUM JADI ...π
Masih berupa kacang kedelai, sebagian berderai, belum disatukan ikatan" putih kapas dari peragian. Tempe itu masih harus menunggu 1 hari lagi untuk jadi.
Tubuhnya lemas...π
Dia bayangkan, hari ini pasti dia tidak akan mendapatkan uang untuk makan, dan modal membeli kacang kedelai lagi.
Di tengah putus asa, terbersit harapan di benaknya.
Dia tau... jika meminta kepada Tuhan, pasti tak akan ada yang mustahil.
Maka, ditengadahkan kepalanya, dia angkat tangan, dia baca DOA ...,
"Ya Tuhan, Engkau tahu kesulitanku.
Aku tahu Engkau pasti menyayangi hamba-Mu yang hina ini. Bantulah aku ya Tuhan jadikanlah kedelai ini menjadi tempe. Hanya kepada-Mu kuserahkan nasibku..."
Dalam hati... dia percaya...
Tuhan akan mengabulkan doanya.
Dengan tenang, dia tekan dan mampatkan daun pembungkus tempe. Dia rasakan hangat yang menjalari daun itu. Proses peragian memang masih berlangsung...
Dadanya bergemuruh...
Dan pelan, dia buka daun pembungkus tempe.
Dan... dia KECEWA !!!
Tempe itu masih BELUM juga berubah, belum menyatu oleh kapas" ragi putih " .... Tapi, dengan memaksa senyum, dia berdiri.
πΉDia percaya... Tuhan pasti sedang "memproses" doanya. Dan tempe itu pasti akan jadi.
πΉDia percaya... Tuhan tdk akan menyengsarakan hambanya yang percaya.
Sambil meletakkan semua tempe setengah jadi itu ke dalam keranjang, dia berdoa lagi ; "Ya Tuhan, aku tau tak pernah ada yang mustahil bagi-Mu.
Engkau Maha Tahu, bahwa tak ada yang bisa aku lakukan selain berjualan tempe, Karena itu ya Tuhan jadikanlah... Bantulah aku, kabulkan doaku..."
Sebelum mengunci pintu dan berjalan menuju pasar, dia buka lagi daun pembungkus tempe. Pasti telah jadi sekarang, batinnya.
Dengan berdebar, dia intip dari daun itu, dan... belum jadi. Kacang kedelai itu belum sepenuhnya memutih. Tak ada perubahan apa pun atas ragian kacang kedelai tsb.
"Keajaiban Tuhan akan datang... pasti...!!!" Percayalah...
Dia pun berjalan ke pasar...
Di sepanjang perjalanan itu, dia percaya..., " TANGAN " Tuhan tengah bekerja untuk mematangkan proses peragian atas tempe" nya.
Ber-kali2 dia memanjatkan doa...
Ber-kali2 dia percaya bahwa Tuhan pasti mengabulkan doanya.
Sampai di pasar, di tmpt dia biasa berjualan, dia letakkan keranjang" itu...
"Pasti sekarang telah jadi tempe ...", batinnya.
Dengan berdebar, dia buka daun pembungkus tempe itu, pelan".
Dan... dia terlonjak. TEMPE itu masih tak ada perubahan.
Masih sama seperti ketika pertama kali dia buka di dapur tadi.
Air mata pun menitiki keriput pipinya.
Kenapa doaku tidak dikabulkan...?
Kenapa tempe ini tidak jadi...?
Apakah Tuhan ingin aku menderita...?
Apa salahku...?
Demikian batinnya berkecamuk.
Dengan lemas, dia gelar tempe2 setengah jadi itu di atas plastik yamg telah dia sediakan.
Tangannya lemas..., tak ada keyakinan akan ada yang mau membeli tempenya itu.
Dan dia tiba" merasa lapar... merasa sendirian...
"Tuhan telah meninggalkan aku ...", batinnya. π’
Air matanya kian menitik...
Terbayang esok dia tak dapat berjualan...
Esok diapun tak akan dapat makan.
Dilihatnya kesibukan pasar, orang yang lalu lalang, dan teman" sesama penjual tempe di sisi kanan dagangannya yang mulai berkemas.
Dianggukinya mereka yang pamit, karena tempenya telah laku.
Kesedihannya mulai memuncak.
Diingatnya, tak pernah dia mengalami kejadian ini.
Tak pernah tempenya tak jadi. Tangisnya kian keras,dia merasa cobaan itu terasa berat...
Di tengah kesedihan itu, sebuah tepukan menyinggahi pundaknya.
Dia memalingkan wajah, seorang perempuan, paro baya, tengah tersenyum, memandangnya...
"Maaf Ibu, apa ibu punya tempe yang setengah jadi"...?
Capek saya sejak pagi mencari-cari di pasar ini, tak ada yang menjualnya. Ibu punya..?"
Penjual tempe itu bengong...Terkesima...
Tiba-tiba wajahnya pucat. Tanpa menjawab pertanyaan si ibu cantik tadi, dia cepat menadahkan tangan.
"Ya Tuhan, saat ini aku tidak ingin tempe itu jadi.
Jangan Engkau kabulkan doaku yang tadi.
Biarkan sajalah tempe itu seperti tadi, jangan jadikan tempe.."
Lalu segera dia mengambil tempenya. Tapi, setengah ragu, dia letakkan lagi. "jangan-jangan, sekarang sudah jadi tempe...?"
"Bagaimana Bu...? Apa ibu menjual tempe setengah jadi"...?"tanya perempuan itu lagi.
Kepanikan melandanya lagi,"Duh Tuhan bagaimana ini...???
Tolonglah ya Tuhan, jng jadikan tempe ya"...? ucapnya ber kali2 !!!
Dan dengan gemetar, dia buka pelan2 daun pembungkus tempe itu.
Dan apa yang dia lihat, sahabat...?
Di balik daun yang hangat itu, dia lihat tempe yang masih sama.BELUM JADI !!!
"PUJI TUHAN", pekiknya, tanpa sadar.
Segera dia angsurkan tempe itu kepada si pembeli.
Sembari membungkus, dia pun bertanya kepada si ibu ;
"Kok Ibu aneh ya, mencari tempe kok yang blm jadi"...?
"Oohh..., bukan begitu, Bu. Anak saya yang kuliah S2 di SEOUL ingin sekali makan tempe asli buatan sini.
Nah, agar bisa sampai sana belum busuk, saya
pun mencari tempe yang belum jadi.
Jadi, saat saya bawa besok, sampai sana masih layak dimakan. Oh ya, jadi semuanya berapa, Bu...?"
Saudaraku... dalam kehidupan se-hari2 kita acap berdoa, dan "memaksa" Tuhan memberikan apa yang menurut kita paling cocok untuk kita.
Dan jika doa kita tidak dikabulkan, kita merasa diabaikan, merasa kecewa dan merasa ditinggalkan...
Padahal Tuhan paling tau apa yang paling cocok untuk kita.
Bahwa semua rencananya adalah SEMPURNA...
Dan rencana Tuhan itu Indah pada eaktunya
Tempe setengah jadi tsb tidak akan pernah dalam waktu singkat menjadi tempe, karena itu melawan takdir yang telah Tuhan tetapkan.
Ketahuilah...
Tugas kita sebagai manusia sederhana saja yaitu... BERUSAHA semaksimal mungkin, sebaik mungkin sesuai dengan firman Tuhan.
Bagian Tuhan akan menyempurnakan menjadi yang terbaik bagi kita,bagi orang yang berharap dan percaya kepadaNya !!! πππ