Cahya Buana

Cahya Buana Majalah Gereja Kristus Tuhan III Malang

Film Narnia adalah film yang diadaptasi dari novel anak-anak karangan C.S. Lewis, seorang dosen literatur di Universitas...
17/02/2017

Film Narnia adalah film yang diadaptasi dari novel anak-anak karangan C.S. Lewis, seorang dosen literatur di Universitas Oxford, Inggris. Narnia adalah cerita anak-anak klasik yang telah terjual lebih dari 100 juta buku dan diterjemahkan ke dalam lebih dari 47 bahasa. Narnia adalah kisah dunia fantasi yang di dalamnya banyak terkandung kebenaran iman Kristen.
Mari datang dan mempelajari kisah dalam literatur klasik Kristen!

24/08/2016

πŸ‘‰ *IBLIS GIGIT JARI* πŸ˜‡
Seorang *WANITA* yg sangat *MISKIN* beserta keluarga kecilnya *MENELEPON* sebuah stasiun radio *MEMOHON pertolongan DARI Tuhan.*
Seorang *PRIA* yang *TIDAK PERCAYA Tuhan,* yang juga mendengarkan program radio ini, memutuskan untuk *MEMPERMAINKAN* wanita tersebut.
Ia *mendapatkan alamat* wanita itu, *menelepon sekretarisnya,* dan memerintahkannya untuk *membeli MAKANAN YANG BANYAK & mengirimnya* kepada wanita itu.
Pengiriman itu disertai dengan pesan:
*"Ketika wanita itu bertanya: 'SIAPA YANG MENGIRIM MAKANAN?', katakan kepadanya: 'INI DARI IBLIS'."*
Ketika sekretaris tiba di rumah wanita tsb, *wanita itu BEGITU GEMBIRA & BERSYUKUR* karena bantuan yg telah diterima. Ia mulai memasukkan makanan tsb ke dalam rumahnya yg kecil.
Sekretaris itupun bertanya: *"Tidakkah engkau ingin tahu, SIAPAKAH YANG MENGIRIM MAKANAN?*
Wanita tersebut menjawab: *"TIDAK, katakan TERIMA KASIH kepada SIAPAPUN pengirimnya. Saya tidak perlu tahu siapa dia, karena KETIKA Tuhan MEMERINTAH, bahkan Iblis pun TAAT ... !"*πŸ˜‡
❀ *GOD LOVES YOU* πŸ‘

09/07/2016

Pintar belum tentu Bijaksana, tetapi Kebijaksanaan pasti menyertakan Kepintaran.
Diceritakan bahwa ada seorang jendral menyukai permainan catur dan beliau adalah pemain catur yang sangat Handal, sudah tingkat master p**a, bisa dikatakan tidak ada pecatur lain yang mampu mengalahkannya.
Suatu hari, sang Jendral dalam perjalanan dinasnya, melihat sebuah gubuk yang pada dindingnya tergantung papan bertuliskan "Pecatur Terbaik Dunia", tentu saja hal ini membuat sang Jendral tidak puas, dengan penasaran segera menghampiri gubuk tsb dan menantang pemilik gubuk untuk bermain catur, dan ternyata sang Jendral dapat memenangkan seluruh tiga set yang mereka mainkan.
Karena itu, sang Jendral dengan penuh kepercayaan diri mengatakan : " Anda harus segera mencopot papan ini ", dan segera melanjutkan perjalanannya dengan penuh kegembiraan.
Tak lama setelah itu, dalam perjalanan p**angnya, sang Jendral melewati gubuk itu lagi dan menemukan bahwa papan "Pecatur Terbaik Dunia" belum juga dicopot, dengan perasaan penuh penasaran, masuklah dia dan menantang pemilik gubuk itu untuk bermain catur lagi.
Namun kali ini hasilnya sangat mengejutkan sang Jendral, dia kalah telak tiga kali berturut-turut.
Sang Jendral sangat terkejut, dan bertanya mengapa bisa terjadi demikian.
Lalu si pemilik gubuk menjawab dengan Bijak : "Pada waktu yang lalu, saya tahu anda sedang dalam perjalanan melaksanakan tugas negara, maka saya tidak mau mengalahkan anda untuk menjaga semangat juang Anda, namun sekarang anda telah kembali dalam kondisi telah sukses melaksanakan tugas anda, tentu saja saya melayani tantangan anda sesuai dengan kemampuan saya yang sebenarnya. Saya tidak akan mengalah lagi".
β‡’ Pemenang Sejati, mampu menang. tetapi belum tentu mau menang , mampu mengalah dengan bijaksana.
β†’ Bisa Menang, dan tidak harus menang, menunjukkan kepribadian yang mulia. Demikian p**a kehidupan.
Ingat .... Pintar belum tentu Bijaksana, tetapi Kebijaksanaan pasti menyertakan Kepintaran;
Orang Pintar mengutamakan untung rugi , Orang Bijaksana sudi berkorban dan berbagi.
Pendengaran yang sejati adalah yang bisa mendengar suara hati nurani.
Penglihatan yang sejati adalah yang bisa menembus kalbu dan tahu bagaimana mesti bertindak.
Bisa dilihat, bukan berarti sudah terlihat.
Terlihat, bukan berarti sudah jelas melihatnya.
Terlihat jelas, bukan berarti sudah dimengerti;
Dimengerti, bukan berarti sudah dipahami;
Paham, bukan berarti sudah diterima dengan legowo.

09/07/2016

Di suatu malam seorang ayah membacakan cerita untuk anak perempuannya.
Setelah membacakan cerita, si ayah bertanya kepada anaknya.."Nak, apa kamu sayang Papa?"
Si anak menjawab, "Tentu saja aku sayang Papa".
Ayahnya tersenyum lalu bertanya, "Kalau begitu, boleh Papa minta kalungmu?"
Lalu si anak menjawab, "Papa, aku sayang Papa tapi aku juga sayang sama kalung ini.
"Lalu ayahnya berkata, "Ya sudah, tidak apa-apa. Papa hanya bertanya saja." Si ayah lalu pergi.
Di malam berikutnya selama 3 hari berturut-turut ayahnya menanyakan hal yang sama dan si anak pun menjawab dengan kata-kata yang sama.
Si anak berpikir sambil memegang kalung imitasi kesayangannya itu, "Kenapa tiba-tiba Papa mau kalung ini? Ini kalung yang paling aku sayangi, kalung ini pun pemberian Papa juga."
Malam berikutnya sang ayah menanyakan hal yang sama, lalu si anak berkata, "Papa, Papa tahu aku sayang sama Papa dan juga kalung ini. Tapi kalau Papa mau kalung ini, ya sudah aku berikan ke Papa". Si anak memberikan kalungnya dan ayahnya mengambilnya dengan tangan kiri.
Lalu ayah nyamemasukan tangan kanan ke saku kanan dan mengambil kalung berbentuk sama namun emasnya asli. Ayahnya mengenakannya pada leher anaknya. "Anakku, sebetulnya kalung ini sudah ada di saku Papa sejak pertama kali Papa meminta kalungmu. Tapi Papa menunggu kamu memberikan sendiri kalungmu itu dan Papa gantikan dengan yang lebih baik dan indah." Si anak menangis terharu.
Sering kali kita merasa Allah tidak adil. Dia yang memberikan tapi kenapa Dia juga yang mengambilnya.. Kita selalu sakit hati, sedih dan kecewa. Tapi tidakkah kita tahu, disaat Allah mengambil sesuatu yang berharga dari kita. Ternyata Allah punya rencana lain.
Dia mau menggantikan yg "LEBIH BAIK" lagi dari apa yg sudah kita miliki sekarang!
Jadi Terimalah apapun yang kita terima (Bersabar).
Berilah apa yang harus kita berikan (Beramal).
Kembalikanlah apa yang diminta oleh Allah (ikhlas).
Dan tetaplah bersyukur maka rejekimu akan diberikan berlipat ganda

16/06/2016

Inspirasi Beriman dan Bergantung pada Allah. Dinamika Iman dan Interaksinya dan bagaimana Allah bekerja dan menyatakan Kuasa dan Rencananya.
*TEMPE SETENGAH JADI*
(kisah nyata seorang ibu dari Magelang)
Di suatu desa hiduplah seorang ibu penjual tempe. Tak ada pekerjaan lain yang dapat dia lakukan sebagai penyambung hidup. Meski demikian, nyaris tak pernah lahir keluhan dari bibirnya. Ia jalani hidup dengan riang _*"Jika tempe ini yang nanti mengantarku ke surga, kenapa aku harus menyesalinya...?"*_
Demikian dia selalu memaknai hidupnya.
Suatu pagi dia berkemas, mengambil keranjang bambu tempat tempe... dia berjalan ke dapur, diambilnya tempe2 yang dia letakkan di atas meja panjang.
Tapiii... Deg !!! dadanya gemuruh.
Tempe yang akan di jual, ternyata BELUM JADI ...😞
Masih berupa kacang kedelai, sebagian berderai, belum disatukan ikatan" putih kapas dari peragian. Tempe itu masih harus menunggu 1 hari lagi untuk jadi.
Tubuhnya lemas...πŸ˜”
Dia bayangkan, hari ini pasti dia tidak akan mendapatkan uang untuk makan, dan modal membeli kacang kedelai lagi.
Di tengah putus asa, terbersit harapan di benaknya.
Dia tau... jika meminta kepada Tuhan, pasti tak akan ada yang mustahil.
Maka, ditengadahkan kepalanya, dia angkat tangan, dia baca DOA ...,
"Ya Tuhan, Engkau tahu kesulitanku.
Aku tahu Engkau pasti menyayangi hamba-Mu yang hina ini. Bantulah aku ya Tuhan jadikanlah kedelai ini menjadi tempe. Hanya kepada-Mu kuserahkan nasibku..."
Dalam hati... dia percaya...
Tuhan akan mengabulkan doanya.
Dengan tenang, dia tekan dan mampatkan daun pembungkus tempe. Dia rasakan hangat yang menjalari daun itu. Proses peragian memang masih berlangsung...
Dadanya bergemuruh...
Dan pelan, dia buka daun pembungkus tempe.
Dan... dia KECEWA !!!
Tempe itu masih BELUM juga berubah, belum menyatu oleh kapas" ragi putih " .... Tapi, dengan memaksa senyum, dia berdiri.
πŸ”ΉDia percaya... Tuhan pasti sedang "memproses" doanya. Dan tempe itu pasti akan jadi.
πŸ”ΉDia percaya... Tuhan tdk akan menyengsarakan hambanya yang percaya.
Sambil meletakkan semua tempe setengah jadi itu ke dalam keranjang, dia berdoa lagi ; "Ya Tuhan, aku tau tak pernah ada yang mustahil bagi-Mu.
Engkau Maha Tahu, bahwa tak ada yang bisa aku lakukan selain berjualan tempe, Karena itu ya Tuhan jadikanlah... Bantulah aku, kabulkan doaku..."
Sebelum mengunci pintu dan berjalan menuju pasar, dia buka lagi daun pembungkus tempe. Pasti telah jadi sekarang, batinnya.
Dengan berdebar, dia intip dari daun itu, dan... belum jadi. Kacang kedelai itu belum sepenuhnya memutih. Tak ada perubahan apa pun atas ragian kacang kedelai tsb.
"Keajaiban Tuhan akan datang... pasti...!!!" Percayalah...
Dia pun berjalan ke pasar...
Di sepanjang perjalanan itu, dia percaya..., " TANGAN " Tuhan tengah bekerja untuk mematangkan proses peragian atas tempe" nya.
Ber-kali2 dia memanjatkan doa...
Ber-kali2 dia percaya bahwa Tuhan pasti mengabulkan doanya.
Sampai di pasar, di tmpt dia biasa berjualan, dia letakkan keranjang" itu...
"Pasti sekarang telah jadi tempe ...", batinnya.
Dengan berdebar, dia buka daun pembungkus tempe itu, pelan".
Dan... dia terlonjak. TEMPE itu masih tak ada perubahan.
Masih sama seperti ketika pertama kali dia buka di dapur tadi.
Air mata pun menitiki keriput pipinya.
Kenapa doaku tidak dikabulkan...?
Kenapa tempe ini tidak jadi...?
Apakah Tuhan ingin aku menderita...?
Apa salahku...?
Demikian batinnya berkecamuk.
Dengan lemas, dia gelar tempe2 setengah jadi itu di atas plastik yamg telah dia sediakan.
Tangannya lemas..., tak ada keyakinan akan ada yang mau membeli tempenya itu.
Dan dia tiba" merasa lapar... merasa sendirian...
"Tuhan telah meninggalkan aku ...", batinnya. 😒
Air matanya kian menitik...
Terbayang esok dia tak dapat berjualan...
Esok diapun tak akan dapat makan.
Dilihatnya kesibukan pasar, orang yang lalu lalang, dan teman" sesama penjual tempe di sisi kanan dagangannya yang mulai berkemas.
Dianggukinya mereka yang pamit, karena tempenya telah laku.
Kesedihannya mulai memuncak.
Diingatnya, tak pernah dia mengalami kejadian ini.
Tak pernah tempenya tak jadi. Tangisnya kian keras,dia merasa cobaan itu terasa berat...
Di tengah kesedihan itu, sebuah tepukan menyinggahi pundaknya.
Dia memalingkan wajah, seorang perempuan, paro baya, tengah tersenyum, memandangnya...
"Maaf Ibu, apa ibu punya tempe yang setengah jadi"...?
Capek saya sejak pagi mencari-cari di pasar ini, tak ada yang menjualnya. Ibu punya..?"
Penjual tempe itu bengong...Terkesima...
Tiba-tiba wajahnya pucat. Tanpa menjawab pertanyaan si ibu cantik tadi, dia cepat menadahkan tangan.
"Ya Tuhan, saat ini aku tidak ingin tempe itu jadi.
Jangan Engkau kabulkan doaku yang tadi.
Biarkan sajalah tempe itu seperti tadi, jangan jadikan tempe.."
Lalu segera dia mengambil tempenya. Tapi, setengah ragu, dia letakkan lagi. "jangan-jangan, sekarang sudah jadi tempe...?"
"Bagaimana Bu...? Apa ibu menjual tempe setengah jadi"...?"tanya perempuan itu lagi.
Kepanikan melandanya lagi,"Duh Tuhan bagaimana ini...???
Tolonglah ya Tuhan, jng jadikan tempe ya"...? ucapnya ber kali2 !!!
Dan dengan gemetar, dia buka pelan2 daun pembungkus tempe itu.
Dan apa yang dia lihat, sahabat...?
Di balik daun yang hangat itu, dia lihat tempe yang masih sama.BELUM JADI !!!
"PUJI TUHAN", pekiknya, tanpa sadar.
Segera dia angsurkan tempe itu kepada si pembeli.
Sembari membungkus, dia pun bertanya kepada si ibu ;
"Kok Ibu aneh ya, mencari tempe kok yang blm jadi"...?
"Oohh..., bukan begitu, Bu. Anak saya yang kuliah S2 di SEOUL ingin sekali makan tempe asli buatan sini.
Nah, agar bisa sampai sana belum busuk, saya
pun mencari tempe yang belum jadi.
Jadi, saat saya bawa besok, sampai sana masih layak dimakan. Oh ya, jadi semuanya berapa, Bu...?"
Saudaraku... dalam kehidupan se-hari2 kita acap berdoa, dan "memaksa" Tuhan memberikan apa yang menurut kita paling cocok untuk kita.
Dan jika doa kita tidak dikabulkan, kita merasa diabaikan, merasa kecewa dan merasa ditinggalkan...
Padahal Tuhan paling tau apa yang paling cocok untuk kita.
Bahwa semua rencananya adalah SEMPURNA...
Dan rencana Tuhan itu Indah pada eaktunya
Tempe setengah jadi tsb tidak akan pernah dalam waktu singkat menjadi tempe, karena itu melawan takdir yang telah Tuhan tetapkan.
Ketahuilah...
Tugas kita sebagai manusia sederhana saja yaitu... BERUSAHA semaksimal mungkin, sebaik mungkin sesuai dengan firman Tuhan.
Bagian Tuhan akan menyempurnakan menjadi yang terbaik bagi kita,bagi orang yang berharap dan percaya kepadaNya !!! πŸ™πŸ™πŸ™

19/05/2016

A FLORIDA COURT SETS OFFICIAL ATHEIST HOLY DAY!!!
In Florida , an atheist created a case against Easter and Passover Holy days. He hired an attorney to bring a discrimination case against Christians and Jews and observances of their holy days. The argument was that it was unfair that atheists had no such recognized days.
The case was brought before a judge. After listening to the passionate presentation by the lawyer, the judge banged his gavel declaring,
"Case dismissed!"
The lawyer immediately stood and objecting to the ruling saying,
"Your honor, How can you possibly dismiss this case? The Christians have Christmas, Easter and others.
The Jews have Passover, Yom Kippur and Hanukkah, yet my client and all other atheists have no such holidays..."
The judge leaned forward in his chair saying, "But you do. Your client, counselor, is woefully ignorant."
The lawyer said," Your Honor, we are unaware of any special observance or holiday for atheists."
The judge said, "The calendar says April 1st is April Fool’s Day.
Psalm 14:1 states, 'The fool says in his heart, there is no God.'
Thus, it is the opinion of this court, that, if your client says there is no God, then he is a fool. Therefore, April 1st is his day.
Court is adjourned..."

18/04/2016

Menyimpan Kekayaan di Surga

Pada suatu hari, hiduplah seorang raja yang bijaksana. Ia membangun sebuah istana yang indah. Ia telah mengumpulkan banyak kekayaan bagi kerajaannya. Ia menyimpan kekayaan seperti emas batangan di rumah harta yang dijaga ketat di dalam istana. Ia membangun beberapa perangkat penyelamatan dan lorong-lorong rahasia di dalam istana.

Rincian dari susunan istana tersebut disimpan secara rahasia. Ada jalan rahasia dari istana ke hutan terdekat untuk melarikan diri dari keluarga kerajaan dan pejabat utama dalam kasus darurat. Rumah harta pun memiliki pintu rahasia yang hanya diketahui oleh raja dan bendahara yang setia. Rumah harta memiliki pintu palsu megah yang pernah dibuka tetapi selalu dijaga oleh penjaga bersenjata.

Negara itu pernah diserang oleh kaisar perkasa dengan tentara yang bersenjata berat. Mereka sampai di istana dan berencana untuk menjarahnya. Raja, keluarga, dan pejabat istana diam-diam melarikan diri ke hutan melalui jalan rahasia di istana. Musuh yang dipimpin oleh kaisar dan komandannya mencapai pintu tertutup dari rumah harta itu. Mereka menggunakan segala kekuatan dan keahlian mereka untuk membuka pintu. Akhirnya pintu dirusak dan tiba-tiba menyembur air laut yang deras dari ruangan tersebut yang membunuh tentara perkasa dan pemimpinnya.

Tanpa diketahui orang lain, raja telah membuat terowongan rahasia dari rumah harta yang mengarah langsung ke laut. Ruangan itu jauh di bawah permukaan laut dan air laut bisa menyembur dengan cepat ketika pintu dibuka dengan paksa. Itu adalah pengaturan cerdik yang dibuat oleh Raja untuk melindungi harta kerajaannya.

Kemudian, ketika musuh telah tewas, Raja kembali ke istananya. Dengan bantuan para ahli, ia bisa menutup sambungan ke laut. Air dikosongkan kembali untuk mengembalikan harta dalam bentuk utuh. Rakyatnya memuji kebijaksanaan Raja mereka.

Sementara, di tempat lain ada seorang Ratu saleh yang adalah juara amal. Ia menjual perhiasannya dan menggunakan uangnya untuk membangun rumah sakit serta panti asuhan untuk rakyat miskin kerajaannya. Suatu hari ia mengunjungi narapidana dari sebuah rumah rehabilitasi yang dibangun untuk pasien mikin. Ia bertemu dengan seorang wanita yang terbaring di tempat tidur dan berbicara dengannya, menanyakan tentang kesehatannya. Wanita itu meneteskan air mata syukur. Air matanya jatuh ke tangan Ratu, yang memegangnya. Ratu kemudian mengatakan kepada pembantunya tentang air mata wanita itu, β€œTuhan mengirimkan kembali perhiasan saya untuk saya!”

Kita telah mengambil segala upaya untuk melestarikan harta kita di bumi. Kita membuang sebagian waktu kita, kesehatan, dan energi kita untuk mengumpulkan ketenaran, kekayaan, dan kemuliaan.

Dengan uang kita mungkin bisa mendapatkan hiburan, tetapi tidak kebahagiaan; tempat tidur, tetapi bukan tidur; buku, tetapi bukan otak; mobil, tetapi bukan keamanan; rekan, tetapi bukan teman; pendidikan, tetapi bukan hikmat; sanjungan, tapi bukan penghormatan; makanan, tetapi bukan nafsu makan; rumah, tetapi bukan tempat tinggal; kemewahan, tetapi bukan budaya; obat-obatan, tetapi bukan kesehatan; ornamen, tetapi bukan keindahan; biola, tetapi bukan musik. Uang seperti air laut, semakin kita minum, maka akan kita akan semakin haus.

Jangan menyimpan harta bagi diri kita di bumi, di mana ngengat dan karat bisa merusakkannya dan perampok membongkar serta mencurinya. Sebaliknya, simpanlah harta bagi diri kita di surga, di mana ngengat dan karat tidak bisa menghancurkannya, dan perampok tidak bisa membongkar serta mencurinya.

20/01/2016

Renungan pagi:
SETITIK AIR
Hari itu saya belanja keperluan pribadi di swalayan. Setelah mengambil segala barang yang saya butuhkan, saya pun buru buru menuju antrian di kasir.
Di depan saya ada seorang anak muda berpenampilan rada sangar dan di depan anak muda itu ada seorang ibu berpenampilan sederhana dengan 2 orang anaknya yang sedang menghitung belanjaan mereka di kasir.
"Total seluruhnya 145 ribu bu" kata si neng penjaga kasir tersenyum ramah, jumlah seluruh barang belanjaan si ibu.
Ibu itu segera membuka dompetnya ... uangnya sedikit lusuh dan recehan semua, lalu dia menghitungnya satu persatu dengan wajah tertunduk. Kedua anaknya berdiri memperhatikan ibu mereka sambil sesekali memegang tangannya, keduanya terlihat tidak sabar. Antrian pun semakin panjang, maklum tanggal muda.
Saya lihat wajah si ibu pucat pasi, terlihat jelas ia kebingungan sebab ternyata uang yang ada di dompetnya kurang. Ia mulai berpikir untuk mengembalikan sebagian barang belanjaan yang diambilnya.
Seketika tiba-tiba saja anak muda di depan saya yg agak sangar membungkuk sambil memungut uang 50 ribuan yg ada di lantai dan menyodorkannya ke pada ibu itu: "Hati hati bu kalau menghitung uang, ini ada selembar uang ibu yang jatuh."
Si ibu yang bengong seperti tak percaya, dengan tangan bergetar menerima uang itu dengan tatapan mata penuh syukur ia memandang pada si anak muda tsb.
Setelah membayar di kasir dengan gembira kedua anaknya menenteng kantong plastik belanjaan berlalu pergi.
Anak muda itu membayar belanjaannya kemudian ia juga segera pergi.
Belanjaan buru-buru saya bayar dan saya kejar menyusul anak muda itu. Setelah bertemu Saya berkata: "Dik saya tahu dan lihat, tadi kamu dengan sengaja menjatuhkan uang 50 ribuan untuk adik kasihkan kpd si ibu yang tadi itu, demi Tuhan saya bertanya, bagaimana kamu bisa mendapat ide itu?"
Si anak muda dengan santun menjawab:Tuhan lah yang mengilhamkan itu pada saya pak, saya tidak ingin si ibu itu malu di hadapan kita dan anak-anaknya, karena itu Tuhan menggerakkan hati saya untuk spontan mengerjakan apa yang bapak lihat.
Ternyata bila hati menginginkan kebaikan, Tuhan akan membantu hambaNya melakukan kebaikan itu dan kebaikan itu hanya mudah dilakukan bagi orang yang memang menginginkannya.
"Nikmat dari Allah bukan harta semata, itu juga bekal kita kalau kita dipanggil."
Selamat pagi
Salam damai sejahtera
GBU

05/01/2016

Seekor ular cobra memasuki gudang tempat bekerja tukang kayu yg sdh p**ang utk istirahat, sudah menjadi kebiasaan tukang kayu membiarkan sebagian peralatan kerjanya berserakan tanpa merapikannya, ketika ular masuk kedalam gudang tanpa sengaja merayap diatas gergaji.
Tajamnnya mata gergaji menyebabkan perut si ular terluka tetapi ular beranggapan gergaji itu menyerangnya, ular pun membalas dengan mematok gergaji itu berkali-kali, serangan itu mengakibatkan luka parah dibagian mulutnya.
Marah dan putus asa si ular mengerahkan kemampuannya, jurus terakhir untuk mengalahkan musuhnya ular pun membelit kuat gergaji itu maka tubuhnya pun terluka amat parah dan akhirnya ular pun mati.
Terkadang disaat kita marah kita begitu ingin melukai orang lain, tetapi sesungguhnya tanpa kita sadari yang dilukai adalah diri kita sendiri. Mengapa? Karena perkataan dan perbuatan disaat marah adalah perkataan dan perbuatan yang biasanya akan kita sesali dikemudian hari...
Musuh terbesar dalam hidup kita adalah diri kita itu sendiri dan tidak jarang akan menamba dosa ... Salam damai salam kasih

09/11/2015

Seorang teman membagikan cerita berikut:
Sepasang suami istri yang masih muda menempati rumah di sebuah komplek perumahan.
Suatu pagi, sewaktu sarapan, si istri melalui jendela kaca. Ia melihat tetangganya sedang menjemur pakaian.
"Cuciannya kelihatan kurang bersih ya", kata sang istri.
"Sepertinya dia tidak tahu cara mencuci pakaian dengan benar.
Mungkin dia perlu sabun cuci yang lebih bagus."
Suaminya menoleh, tetapi hanya diam dan tidak memberi komentar apapun.
Sejak hari itu setiap tetangganya menjemur pakaian, selalu saja sang istri memberikan komentar yang sama tentang kurang bersihnya si tetangga mencuci pakaiannya.
Seminggu berlalu, sang istri heran melihat pakaian-pakaian yang dijemur tetangganya terlihat cemerlang dan bersih, dan dia berseru kepada suaminya:
"Lihat, sepertinya dia telah belajar bagaimana mencuci dengan benar. Siapa ya kira-kira yang sudah mengajarinya? "
Sang suami berkata, "Ma, papa bangun lebih pagi hari ini dan membersihkan jendela kaca kita."
Dan begitulah kehidupan.
Apa yang kita lihat pada saat menilai orang lain tergantung kepada kejernihan pikiran (jendela) lewat mana kita memandangnya..
Jika HATI kita bersih, maka bersih p**a PIKIRAN kita.
Jika PIKIRAN kita bersih, maka bersih p**a PERKATAAN kita.
Jika PERKATAAN kita bersih (baik), maka bersih (baik) p**a PERBUATAN kita.
Hati, pikiran, perkataan dan perbuatan kita mencerminkan hidup kita.
Maka dari itu, jaga hati, pikiran, perkataan dan perbuatan kita.
Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Ams 4:23

Address

Jalan Pahlawan Trip No. 4
Malang
65112

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Cahya Buana posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share