Rhea Irama Klasik

  • Home
  • Rhea Irama Klasik
Call Directions Website

Rhea Irama Klasik self reminder, self reflection THIS IS MALANG !!!

Oleh: Rhea Irama Klasik ------------------------------------Aku Mampu Berdiri​Dunia tidak pernah berjanji untuk selalu r...
23/06/2026

Oleh: Rhea Irama Klasik
------------------------------------

Aku Mampu Berdiri

​Dunia tidak pernah berjanji untuk selalu ramah. Ada hari-hari di mana langit terasa begitu runtuh, menumpahkan badai yang membasahi seluruh sisa-sisa harapan. Seringkali, kaki ini gemetar, dipaksa bertumpu pada tanah yang retak oleh kecewa dan air mata. Aku pernah berpikir bahwa roboh adalah akhir dari segalanya.

​Namun, di kedalaman sunyi, ada suara yang berbisik lebih keras dari gemuruh badai itu sendiri: "Belum saatnya menyerah."

Aku ​Menghitung Luka, dan Aku Menemukan Kuat, ​Setiap goresan masa lalu bukan lagi sekadar tanda trauma, melainkan sebuah prasasti telanjang tentang bagaimana aku berhasil bertahan hidup. Aku belajar bahwa kekuatan tidak lahir dari ketiadaan rasa sakit, melainkan dari keberanian untuk memeluk rasa sakit itu, lalu menjadikannya bahan bakar.

​Kemarin: Aku merangkak dalam gelap, mencari arah yang hilang.
​Hari ini: Aku menerima semua retak dalam diri sebagai bagian dari keindahan.

​"Aku tidak lagi meminta badai untuk segera reda. Aku hanya meminta pundak yang lebih kuat, tekad yang lebih baja, dan hati yang lebih luas."
​
​Kini, perlahan tapi pasti, jemari kaki ini kembali mencengkeram bumi. Aku menarik napas dalam-dalam, mengisi rongga dada dengan keberanian yang baru.

Biarlah angin kencang mencoba menguji keseimbangan, karena akar di dalam diriku sudah tumbuh jauh lebih dalam dari yang mereka duga.
​Lihatlah. Tanpa sandaran yang semu dan tanpa kepura-puraan yang melelahkan, aku mampu berdiri.

Dubai, 23 Juni 2026.✍️

~`• Sang Bunglon•`~Di balik rimbun dedaunan yang menari ditiup angin, ia berdiam diri. Hampir tak kasat mata. Dialah si ...
21/06/2026

~`• Sang Bunglon•`~

Di balik rimbun dedaunan yang menari ditiup angin, ia berdiam diri. Hampir tak kasat mata. Dialah si bunglon, sang maestro penyamaran, makhluk yang menghabiskan hidupnya dalam perpaduan antara kesabaran dan keheningan.

​Bagi banyak orang, ia sering dituduh sebagai makhluk tanpa pendirian. Namun, jika mereka mau meluangkan waktu untuk mengamati lebih dekat, mereka akan paham bahwa perubahan warnanya bukanlah bentuk kepalsuan, melainkan sebuah seni bertahan hidup yang agung.

​Ketika ia menyentuh batang pohon yang cokelat tua dan kasar, kulitnya perlahan meresapi warna itu, meleburkan dirinya dengan sang pelindung.

Saat ia merayap ke atas daun muda yang segar, hijau terang segera menyelimuti tubuhnya. Ia tidak sedang membohongi dunia; ia hanya sedang berdamai dengan semesta. Ia melebur, bukan menghilang. Ia beradaptasi, bukan kehilangan jati diri.

​Si bunglon mengajarkan kita sebuah kebijaksanaan sunyi: bahwa untuk bertahan di dunia yang terus berubah ini, kita tidak perlu selalu berteriak atau menentang arus dengan keras kepala.

Kadang, kita hanya perlu menurunkan ego, membaca situasi, dan menyesuaikan warna jiwa kita agar bisa berjalan beriringan dengan takdir yang sedang menyapa.

~`• Rhea Irama Klasik•`~🦋

14/02/2026

S**a Kesel Sama Kasir 🤣😂

Address


65171

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Rhea Irama Klasik posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

  • Want your business to be the top-listed media company?

Share