15/08/2026
Derap Humanitas di Tanah Flores: Menalar Bencana, Meneguhkan Kepedulian
Sabtu pagi, 15 Agustus 2026, ruang hidup saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur mendadak bergetar hebat. BMKG mengonfirmasi gempa bumi tektonik ber magnitudo M7,7 yang berpusat di laut, 30 km timur laut Nagekeo. Guncangan kuat hingga skala VII MMI ini disusul oleh diterbitkannya peringatan dini tsunami untuk wilayah pesisir Flores, Nusa Tenggara Barat, hingga Sulawesi Selatan.
Namun di balik rentetan data numerik, koordinat geografis, dan skala guncangan teknis tersebut, ada jerit kecemasan warga, ketakutan anak-anak di pengungsian, serta ancaman nyata terhadap ruang hidup masyarakat pesisir yang terancam sapuan gelombang.
Bagi Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Malang Raya, bencana tidak boleh dipandang sekadar fenomena alamiah yang ditonton dengan rasa kasihan yang pasif. Musibah ini adalah ujian atas rasa kemanusiaan kita.
Teologi Al-Ma’un dan spirit perjuangan organisasi mengajarkan bahwa keimanan dan keilmuan sejati harus mewujud dalam tindakan nyata menghadirkan penolong bagi sesama. Saat tanah retak dan pesisir mencekam, komitmen gerakan kita diuji: apakah kita sanggup hadir merangkul kelompok rentan (mustadh’afin) dan menjadi penggerak kepedulian di tengah krisis sosial-kemanusiaan.
Melalui garis pergerakan ini, PC IMM Malang Raya menyerukan kepada seluruh kader, mahasiswa, dan elemen masyarakat luas untuk melangitkan doa terbaik, menjaga ketenangan dengan hanya menyerap informasi tepercaya dari sumber resmi BMKG, serta merapatkan barisan dalam konsolidasi aksi bantuan bersama jaringan MDMC dan Lazismu.
“Selama rakyat masih menderita, tidak ada kata istirahat.”
Bidang Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat
Pimpinan Cabang IMM Malang Raya Periode 2026–2027
——————————————————————
Pimpinan Cabang IMM Malang Raya