05/09/2026
Badan Geologi menduga suara dentuman dan getaran yang dilaporkan warga di sejumlah wilayah Jawa Barat, Banten, hingga Lampung berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung pada waktu bersamaan.
Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan, dugaan tersebut muncul karena saat dentuman dilaporkan, Gunung Anak Krakatau tengah mengalami erupsi menerus yang disertai suara gemuruh.
Gunung Anak Krakatau yang berada di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, saat ini berstatus Level III (Siaga). Aktivitas erupsi kembali meningkat sejak 2 Juli 2026 dan terus berlangsung hingga 5 September 2026.
Pada Sabtu dini hari, erupsi bahkan berlangsung selama beberapa jam dan disertai semburan merah menyala yang disebut menyerupai lava fountain atau air mancur lava.
Meski begitu, Badan Geologi menegaskan pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau pascaerupsi 2018 masih relatif kecil dan belum berpotensi mengalami keruntuhan besar yang dapat memicu tsunami.
Saat ini, potensi bahaya utama berasal dari aliran lava dan lontaran batu pijar.