Dunia Ternak

Dunia Ternak dunia ternak semua hal tentang peternakan

19/03/2024

Persiapan ternak domba



10/03/2024

USAHA TERNAK BEBEK PETELUR SEBULAN PENGHASILAN JUTAAN








10/03/2024

Proses memilih indukan sapi bagus









FORMULASI DAN KEBUTUHAN PAKAN AYAM KAMPUNGPakan merupakan biaya terbesar dalam sebuah usaha peternakan, oleh karena itu ...
16/10/2020

FORMULASI DAN KEBUTUHAN PAKAN AYAM KAMPUNG

Pakan merupakan biaya terbesar dalam sebuah usaha peternakan, oleh karena itu jika kita bisa mensiasati pakan dengan tepat maka keuntungan jelas didepan mata. Dalam usaha ternak Ayam Kampungpun berlaku hal demikian. Jika kita menggunakan pakan sebagaimana pakan ayam ras maka mungkin saja kita mendapatkan keuntungan namun tidaklah terlalu besar karena kemampuan konversi nutrisi pakan Ayam Kampungtidak sebaik ayam ras, sehingga pemberian pakan yang mempunyai nutrisi tinggi tidak terlalu bermanfaat karena Ayam Kampungtidak mampu menyerap semuanya dan justru akan mengeluarkan nutrisi tersebut lewat fecesnya . Sehingga pakan Ayam Kampung dapat menggunakan pakan yang disusun dari bahan yang mempunyai nilai nutrisi namun ringan harganya karena sebagaimana diketahui bahwa Ayam Kampungmempunyai toleransi yang tinggi terhadap pakan lokal. Oleh karena itu, para peternak harus mengetahui prihal prinsip penyusunan pakan sehingga dapat mengetahui secara benar kualitas pakan yang digunakan dengan tidak melupakan kebutuhan energi, protein dan asam amino esensial karena dapat digunakan bahan-bahan sumber nutrisi yang lebih bervariasi. Dalam pemberian pakan untuk Ayam Kampungsebaiknya memenuhi beberapa syarat berikut:

Harus memenuhi kebutuhan nutrisi ternak. Pakan yang disusun harus memenuhi kebutuhan nutrisi ternak dan tidak disusun secara asal-asalan. Untuk itu, kebutuhan nutrisi AYAM KAMPUNG perlu diketahui sebelum menyusun pakan.
Ekonomis (relatif murah). Pakan yang disusun harus diupayakan semurah mungkin. Apabila harganya mahal, pakan menjadi tidak ekonomis dan menimbulkan kerugian meskipun telah memenuhi kebutuhan nutrisi ternak
Tidak menekan pertumbuhan Ayam Kampung. Selain memenuhi kebutuhan nutrisi, pakan yang disusun tidak boleh menekan pertumbuhan ayam. Oleh karena itu, pakan harus benar-benar baik, tidak beracun, tidak berjamur, dan tidak mengandung zat-zat yang bersifat toksik.

A. Kebutuhan Nutrisi Ayam Kampung

Pemahaman tentang pentingnya nutrisi bagi pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan ayam diperlukan dalam penyusunan pakan. Berikut zat gizi yang diperlukan AYAM KAMPUNG dalam bahan pakan.

1.PROTEIN

Biasanya di dalam pakan unggas, termasuk AYAM KAMPUNG, dikenal dengan kandungan protein kasar (crude protein). Sumber utama protein nabati untuk pakan AYAM KAMPUNG adalah kacang kedelai dan jenis biji-bijian lainnya. Sementara itu, protein hewani berasal dari tepung daging, limbah ternak, dan tepung ikan. Protein asal hewani mengandung asam amino yang lebih baik dibandingkan biji-bijian,tetapi relatif lebih mahal. Untuk unggas, dikenal terdapat 10 asam amino esensial, di antaranya yang paling peiting adalah metionin, lisin, triptophan, dan treonin.

2. ENERGI

Energi merupakan bahan nutrisi yang sulit diukur, tetapi sangat penting dan relatif mahal. Konsep ketersediaan energi dalam pakan AYAM KAMPUNG adalah jika kandungan energi terlalu tinggi (high energi ration), akan menyebabkan menurunnya jumlah konsumsi (low feed intake). Sebaliknya, pakan dengan kandungan energi yang rendah (low energi ration) akan menyebabkan pakan yang dikonsumsi lebih banyak (high feed intake).

3. VITAMIN

Umumnya vitamin ada di dalam pakan berbentuk sintetis. Zat gizi tersebut berfungsi sebagai co-enzyme untuk menunjang aktivitas metabolisme sehingga mampu menghasilkan produktivitas yang maksimal. Seperti halnya jenis unggas komersial lainnya, AYAM KAMPUNG membutuhkan bermacam jenis vitamin di dalam pakan sebagai berikut : Fat soluble (vitamin yang larut dalam lemak), yaitu vitamin A, vitamin D3, vitamin E, dan vitamin K. Water soluble (vitamin yang larut dalam air),yaitu vitamin B (riboflavin dan biotin).

4.MINERAL

Mineral merupakan bahan esensial yang harus tersedia di dalam pakan deigarn imbangan yang sesuai. Kebutuhan mineralnya antara lain sebagai berrikut.

Makrlomineral, seperti kalsium dan fosfor
Mikromineral, seperti seng, Mg, besi, dan selenium
Garam, seperti sodium dan klor.

5.LEMAK (FATS)

Lemak merupakan bahan nutrisi AYAM KAMPUNG yang tergolong penting sebagai penyedia energi dan harus tersedia dalam pakan. Namun, lemak tidak terlalu esensial. Contohnya adalah asam linoleat. Lemak juga berfungsi untuk mengurangi sifat berdebu pakan (dustiness). Sumber lemak di dalam pakan AYAM KAMPUNG dapat berasal dari lemak hewan (animal fats) maupun lemak tumbuhan (vegetable oils). Biasanya sumber lemak hewani murah dan mudah di dapat. Namun, lemak tersebut dapat mengganggu pencemaan, khususnya pada AYAM KAMPUNG periode pertumbuhan jika tidak digunakan dengan tepat. Minyak nabati akan lebih praktis digunakan sebagai bahan pakan AYAM KAMPUNG,tetapi relatif lebih mahal.

Ayam Petelur : Menghitung performance Ayam petelur diternakkan untuk menghasilkan telur yang nantinya akan dijual. Guna ...
13/10/2020

Ayam Petelur : Menghitung performance

Ayam petelur diternakkan untuk menghasilkan telur yang nantinya akan dijual. Guna mengetahui seberapa tingkat keberhasilan usaha beternak ayam petelur, diperlukan beberapa alat ukur. Kali ini kita akan mengenali alat-alat ukur itu berikut cara menghitungnya.

1. Susut (deplesi) ayam dalam seminggu :

Jumlah kumulatif ayam yang mati dan “culling” dalam seminggu dibagi jumlah ayam pada awal minggu dikalikan persen (%). Standar maksimum 0,20% per minggu;

2. Susut (deplesi) ayam dalam sebulan :

Jumlah kumulatif ayam mati dan “culling” dalam sebulan dibagi jumlah ayam pada awal bulan dikalikan persen (%). Standar maksimum 0,84% per bulan;

3. Susut (deplesi) ayam dalam seperiode, umur 20 – 80 minggu atau sampai afkir :

Jumlah kumulatif ayam mati (standarnya 1/3 bagian) dan “culling” (standarnya 2/3 bagian) dalam satu periode dibagi jumlah ayam pada awal periode (sejak Hen Week 5%) dikalikan persen (%). Standar maksimum 10% per periode;

4. Feed Intake (F.I) atau jumlah pakan ayam :

Pakan yang diberikan kepada ayam (kg) dibagi jumlah ayam x 1.000 (gram/ekor). Standar strain 111 – 113 gram/ekor/hari;

5. Point Feed (P.I) atau pakan yang benar-benar dimakan oleh ayam :

Jatah pakan yang diberikan ke ayam dikurangi yang tercecer. Hitungan ini jarang digunakan karena praktis tidak ada peternak yang menghitung berapa gram pakan yang tercecer per ekor. Sebetulnya ini hitungan yang riil (gram/ekor).

6. Hen Day % (H.D %) :

Contoh : jumlah ayam layer pada pagi hari 1.000 ekor, total produksi telur dalam satu hari 850 butir, maka HD-nya 850 butir/1.000 ekor x 100% = 85%. Standar strain 82 – 85%;

7. Hen Week % (H.W %) :

Contoh : produksi telur dalam seminggu, misal 5.775 butir dibagi jumlah ayam pada awal minggu, misal 998 ekor, berapa pun ayam yang mati, maka HW-nya = 5.775 butir/7 hari/998 ekor = 82,7%. Standar strain 82 – 84%;

8. Egg Weight (E.W) atau bobot telur per butir (gram) :

Bobot telur (kg) dibagi jumlah telur (butir) x 1.000 = gram/butir telur. Standarnya minimum 62,5 gram/butir;

9. Egg Mass (E.M) atau bobot telur (kg) per 1.000 ekor ayam :

Bobot telur (kg) dibagi jumlah ayam x 1.000 ekor (kg/1.000 ekor). Standarnya 52 – 53 kg/1.000 ekor;

10. Hen House (H.H) Butir dan Kg :

Adalah total produksi telur sejak H.W 5%. Misal jumlah ayam 1.000 ekor, pada umur 20 minggu s.d umur 80 minggu, didapat 319.395 butir/1.000 ekor = 319,4 butir/ekor. Standarnya 325 butir/ekor/periode.

Bila berdasarkan bobot, maka jumlah kumulatif bobot telurnya, misalnya 19.934,1 kg/1.000 ekor = 19,9 kg/ekor, berapa pun sisa ayam yang hidup. Standarnya minimum 20 kg telur/ekor/periode;

11. FCR Total

Adalah jumlah pakan kumulatif sejak H.W 5% s.d umur 80 minggu/afkir. Misal habis 44.974 kg, dibagi jumlah telur kumulatif 19.934,1 kg = 2,26. Standarnya 2,10 – 2,20.

Dengan data komprehensif (lengkap) seperti inilah yang bisa dipakai sebagai patokan untuk analisa performans. Bahkan dari data harian, mingguan dan seperiode bila lengkap, bisa berbentuk grafik performans yang bisa dibandingkan dengan standar dari manual masing-masing strain.

Semoga bermanfaat.

Total Mixed Ratio ( Complete Feed )Perbaikan mutu pakan yang dinilai sesuai adalah dengan menambahkan satu atau beberapa...
03/10/2020

Total Mixed Ratio ( Complete Feed )

Perbaikan mutu pakan yang dinilai sesuai adalah dengan menambahkan
satu atau beberapa formula pada pakan yang biasa disebut dengan pakan lengkap
atau pakan komplit (Lammers, 2013).Total Mixed Ration (TMR) atau pakan
komplit yang terdiri dari hijauan dan kosentrat yang dicampur, dengan kandungan
nutrisinya lengkap sesuai dengan kebutuhan ternak ruminansia yang diberikan
sebagai satu-satunya sumber pakan. Pemberian pakan TMR pada ruminansia
dapat membantu ternak mencapai potensi yang maksimal (Lammers, 2013).

Silase TMR atau silase ransum komplit merupakan campuran hijauan,
limbah pertanian dan perkebunan yang diawetkan dengan cara fermentasi dalam
kondisi kadar air yang tinggi (40-80%) yang dilakukan dalam semi aerob
(Direktorat Pakan Ternak, 2012). Pembuatan silase pakan komplit merupakan
salah satu terobosan teknologi yang perlu dikembangkan mengingat pakan yang
dihasilkan tidak hanya sekedar awet, tetapi juga mengandung nutrien sesuai
dengan kebutuhan gizi ternak (Krisnan dkk, 2011)

Silase pakan komplit memiliki beberapa keunggulan (Ditjen Peternakan,
2012) diantaranya adalah 1) Lebih mudah dalam pembuatanya. 2) Kandungan gizi
yang dihasilakn juga lebih tinggi, dapat memenuhi 70-90 persen kebutuhan gizi
ternak sapi. 3) Memiliki sifat organoleptis (bau harum, asam) sehingga lebih
disukai ternak (palatable).

SIKLUS ESTRUS ( Birahi ) Pada SAPIEstrus yang dikenal dengan istilah birahi yaitu suatu periode secara psikologis maupun...
30/09/2020

SIKLUS ESTRUS ( Birahi ) Pada SAPI

Estrus yang dikenal dengan istilah birahi yaitu suatu periode secara psikologis maupun fisiologis pada hewan betina yang bersedia menerima pejantan untuk kopulasi. Siklus estrus dibagi menjadi beberapa fase yang dapat dibedakan dengan jelas yang disebut proestrus, estrus, metestrus dan diestrus (Frandson, 1996).

Estrus merupakan periode seksual yang sangat jelas yang disebabkan oleh tingginya level estradiol, folikel de Graaf membesar dan menjadi matang, uterus berkontraksi dan o**m mengalami perubahan kearah pematangan. Metestrus adalah periode dimana korpus luteum bertambah cepat dari sel-sel graulose folikel yang telah pecah dibawah pengaruh Luteinizing hormone (LH) dari adenohyphophysa. Diestrus adalah periode terlama dalam siklus estrus dimana korpus luteum menjadi matang dan pengaruh progesterone terhadap saluran reproduksi menjadi nyata. Diestrus adalah periode dimana folikel de Graaf bertumbuh dibawah pengaruh follicle stimulating hormone (FSH) dan menghasilkan sejumlah estradiol bertambah.

Siklus birahi pada setiap hewan berbeda antara satu sama lain tergantung dari bangsa, umur, dan spesies (Partodiharjo, 1992). Interval antara timbulnya satu periode berahi ke permulaan periode berikutnya disebut sebagai suatu siklus berahi. Siklus berahi pada dasarnya dibagi menjadi 4 fase atau periode yaitu ; proestrus, estrus, metestrus, dan diestrus (Marawali, dkk., 2001; Sonjaya, 2005). Berikut ini adalah keadaan korpus luteum dan folikel pada ovarium sapi selama siklus estrus.

Pada sapi pubertas bervariasi tergantung bangsa dan tingkat nutrisi. Sapi-sapi Holstein memperlihatkan birahi pertama pada umur rata-rata 37 minggu apabila tingkat nutrisinya baik dan 49 minggu bila nutrisinya sedang, 72 minggu bila tingkat nutrisinya rendah. Periode estrus pada sapi dapat dinyatakan saat dimana sapi beina tetap siap sedia dinaiki oleh betina lain atau pejantan. Periode itu rata-rata 18 jam, kisaran normalnya 12-24 jam. Ovulasi normalnya terjadi kira-kira 10-15 jam setelah berakhirnya estrus. Konsepsi masih dapat terjadi pada sapi yang dikawinkan mulai dari 34 jam sebelum ovulasi sampai menjelang 14 jam setelah ovulasi. Untuk kepentingan IB, sapi-sapi yang nampak birahi pada pagi hari, sebaiknya diinseminasi siang itu juga dan sapi yang nampak birahi sore, hendaknya dikawinkan besok pagi hari.

Perdarahan pada v***a sering terjadi pada heifer dan sapi dewasa 1-3 hari setelah berakhirnya estrus. Fenomena tersebut disebut perdarahan metestrus dan apabila perkawinan dilakukan pada saat tersebut konsepsi jarang terjadi.

Inseminasi buatanPengertian Inseminasi Buatan (IB) adalah usaha manusia (inseminator) dalam memasukkan sperma atau semen...
30/09/2020

Inseminasi buatan

Pengertian Inseminasi Buatan (IB) adalah usaha manusia (inseminator) dalam memasukkan sperma atau semen ke dalam saluran reproduksi betina dengan menggunakan alat inseminasi dengan tujuan agar ternak (Sapi, domba, kerbau dll) tersebut menjadi bunting. Dalam istilah ilmiahnya Inseminasi Buatan disebut Artificial Insemination (AI) dan Semen adalah mani yang berasal dari ternak pejantan unggul yang dipergunakan untuk kawin suntik atau inseminasi buatan.

Program IB tidak hanya mencakup pemasukan semen ke dalam saluran reproduksi betina, tetapi juga menyangkut seleksi dan pemeliharaan pejantan, penampungan, penilaian, pengenceran, penyimpanan atau pengawetan (pendinginan dan pembekuan) dan pengangkutan semen, inseminasi, pencatatan dan penentuan hasil inseminasi pada hewan/ ternak betina, bimbingan dan penyuluhan pada peternak. Dengan demikian pengertian IB menjadi lebih luas yang mencakup aspek reproduksi dan pemuliaan.

Pelaksanaan IB dikatakan berhasil apabila induk ternak yang dilakukan IB menjadi bunting. Masa bunting/ periode kebuntingan sapi (gestation periode) yaitu jangka waktu sejak terjadi pembuahan sperma terhadap sel telur sampai anak dilahirkan. Menurut Toelihere (1981) periode kebuntingan sapi berkisar 280 sampai dengan 285 hari. Setelah melahirkan disebut masa kosong sampai sapi yang bersangkutan bunting pada periode berikutnya.

Penggunaan Kulit Kopi Sebagai Pakan TernakKopi adalah salah satu tanaman yang menghasilkan limbah sampingan dalam proses...
29/09/2020

Penggunaan Kulit Kopi Sebagai Pakan Ternak

Kopi adalah salah satu tanaman yang menghasilkan limbah sampingan dalam proses pengolahannya yakni kulit kopi. Limbah kulit kopi belum dimanfaatkan secara optimal misalnya untuk pakan ternak. Ketidaktahuan peternak akan kandungan kulit kopi menjadi salah satu penyebab tidak dimanfaatkannya kulit kopi sebagai pakan ternak. Padahal sudah banyak orang yang melakukan penelitian terhadap penggunaan kulit kopi sebagai pakan ternak.

Kulit kopi cukup potensial untuk digunakan sebagai bahan pakan ternak ruminansia baik itu ruminansia kecil maupun ruminansia besar. Kandungan nutrisi kulit kopi non fermentasi seperti protein kasar sebesar 8,49%, relatif sebanding dengan kandungan zat nutrisi rumput. Bahkan ada juga penelitian penggunaan kopi ini untuk bahan pakan ternak unggas.

×

type to search


HOME › PAKAN
Penggunaan Kulit Kopi Sebagai Pakan Ternak
By ilmu ternak Tuesday, March 29, 2016


Kopi adalah salah satu tanaman yang menghasilkan limbah sampingan dalam proses pengolahannya yakni kulit kopi. Limbah kulit kopi belum dimanfaatkan secara optimal misalnya untuk pakan ternak. Ketidaktahuan peternak akan kandungan kulit kopi menjadi salah satu penyebab tidak dimanfaatkannya kulit kopi sebagai pakan ternak. Padahal sudah banyak orang yang melakukan penelitian terhadap penggunaan kulit kopi sebagai pakan ternak.

Kulit kopi cukup potensial untuk digunakan sebagai bahan pakan ternak ruminansia baik itu ruminansia kecil maupun ruminansia besar. Kandungan nutrisi kulit kopi non fermentasi seperti protein kasar sebesar 8,49%, relatif sebanding dengan kandungan zat nutrisi rumput. Bahkan ada juga penelitian penggunaan kopi ini untuk bahan pakan ternak unggas.

Walaupun demikian terdapat beberapa faktor pembatas penggunaan kulit kopi, diantaranya cukup tingginya kandungan serat kasar serta mengandung zat antinutrisi seperti tannin dan kafein. Serat kasar merupakan komponen bahan pakan yang sulit dicerna oleh organ pencernaan ternak. Keberadaan fraksi serat ini akan mempengaruhi kecernaan dan penyerapan zat-zat makanan lainnya termasuk didalamnya protein, mineral dan vitamin.

Fermentasi merupakan salah satu teknologi merubah pakan menjadi meningkat kandungan nutrisinya (protein dan energy) dan disukai ternak karena adanya aroma wangi dari hasil fermentasi Potensi kandungan gizi kulit kopi masih dapat ditingkatkan melalui proses fermentasi dengan Aspergillus niger. Protein kulit kopi dapat ditingkatkan dari 9,94 % menjadi 17,81%, kandungan serat kasar menurun dari 18,74% menjadi 13,05%, (Budiari, 2009).

Jenis dan Pencegahan Penyakit Cacingan pada SapiBanyak peternak yang menganggap remeh penyakit yang disebabkan oleh para...
30/05/2020

Jenis dan Pencegahan Penyakit Cacingan pada Sapi

Banyak peternak yang menganggap remeh penyakit yang disebabkan oleh parasit ini. Pengobatan cacing berkalapun jarang dilakukan oleh peternak. Cacingan memang jarang menyebabkan kematian, namun tidak sedikit kerugian yang disebabkan oleh parasit ini, dari meningkatnya konversi pakan akibat nutrisi yang terserap dicuri oleh parasit, malnutrisi, anemia berat sampai kerusakan hati.

Berbagai jenis cacing sangat sering menginfeksi di daerah tropis seperti indonesia, antara lain, cacing gilig, cacing lambung dan cacing hati mari kita bahas satu persatu:

Cacing gilig (Ascaris)

Cacing ini dewasa di usus halus. Penularannya melalui telur cacing yang mengkontaminasi pakan sehingga telur ikut termakan bersama pakan ternak. Cacing gilig ini hidup dengan mencuri nutrisi di usus, sehingga nutrisi yang terserap oleh sapi berkurang banyak, alhasil kebutuhan sapi akan nutrisipun tidak maksimal bahkan bila jumlah cacing terlalu banyak dapat menyebabkan malnutrisi berat dan gangguan pertumbuhan pada sapi.

Cacing lambung (Haemonchus sp.)

Cacing lambung memang dewasa di dalam lambung sapi, namun pada stadium larva, cacing ini bermigrasi ke banyak organ vital seperti paru-paru, sehingga kerusakan yang disebabkan tidak jarang sampai kerusakan organ selain lambung. Cacing lambung dapat masuk kedalam tubuh hewan melalui pakan maupun susu induk yang terminum oleh pedet, sehingga banyak pedet yang dapat terinfeksi bahkan diusia dini sekalipun. Cacing lambung hidup dengan menghisap darah pada dinding lambung, tiap ekor cacing dapat menghisap 0,1 ml darah perhari bayangkan berapa banyak darah bila ada seribu cacing yang menginfeksi. Gejala yang timbul dapat berupa anemia sampai odema pada beberapa rongga tubuh.

Cacing hati (Fasciola sp.)

Fasciola sp. atau sering disebut cacing hati menginfeksi hampir 70% ternak sapi di indonesia, dari infeksi ringan sampai infeksi berat yang menyebabkan kematian. Cacing hati ini dewasa di hati dan dapat menyebabkan kerusakan hati yang melanjut ke berbagai penyakit lainnya dari malnutrisi, anemia sampai odema dan bahkan kematian. Cacing ini dapat diobati, namun kerusakan yang terjadi akan lebih sulit diobati dan bahkan kerusakan hati dapat bersifat permanen. Cacing hati masuk kedalam tubuh bersama pakan. Parasit ini berkembang di luar tubuh dengan bantuan siput, sehingga hijauan yang didapatkan dari daerah yang banyak terdapat siput sering kali menjadi penyebab utama penularan. Selain itu, waktu pemotongan hijauan juga berpengaruh, hijauan yang diambil pada pagi hari memiliki resiko lebih tinggi terhadap penularan cacing hati.

Setelah kita mengenal beberapa contoh cacing yang sering menginfeksi pada ternak sapi, banyak pencegahan yang dapat dilakukan untuk menghindari terjadi infeksi cacing, antara lain :

Kebersihan kandang
Menjaga kebersihan kandang dengan rutin membuang kotoran sapi 1-2x sehari sangat membantu dalam usaha pencegahan infeksi cacing karena resiko telur cacing termakan oleh sapi akan sangat rendah.

Pemilihan pakan hijauan
Pakan hijauan seperti kolonjono sebaiknya tidak ditanam di daerah yang banyak terdapat siput yang merupakan perantara berkembangnya cacing hati. Selain itu waktu pengambilan rumput sebaiknya dilakukan disiang hari dimana embun sudah turun ke tanah.

Pengobatan cacing rutin
Pengobatan cacing sebaiknya dilakukan 3-6 bulan sekali sebagai pencegahan dini terhadap infeksi cacing.

24/05/2020

Minal Aidzin Wal Faidzin
Teman teman online semua 😁😍

Cara Membuat Silase Untuk Pakan TernakDi daerah seperti di Indonesia yang terdapat dua musim, musim hujan dan musim kema...
15/05/2020

Cara Membuat Silase Untuk Pakan Ternak

Di daerah seperti di Indonesia yang terdapat dua musim, musim hujan dan musim kemarau, menjadi ­­perhatian penting bagi peternak yang memelihara ternak seperti sapi, kambing, domba dll. Karena terbatasnya rerumputan pada musim kemarau.

Melimpahnya hijauan pada musim hujan adalah sauatu kesempatan bagi peternak untuk menyimpan pakan hijauannyauntuk musim kemarau. Tapi bagaimana caranya pakan hijauan tersebut yang disimpan tidak kering dan nilai gizi atau protein tidak berkurang, dan pakan hijauan tersebut dapat disimpan selama 1 bulan, 2 bulan atau 6 bulan bahkan 1 tahun. Untuk itu diperkenalkan salah satu lagi teknologi pengewatan pakan hijaun ternak yaitu Silase.

Pakan hijaun yang telah dipotong dari lahan seperti Rumput Gajah, kemudian dikeringkan dengan kandungan air 60% sebelum disimpan dalam kondisi tertutup tanpa udara atau yang biasa disebut anearob.

Kenapa pakan hijauannya ini perlu dikeringkan? Pengeringan ini dilakukan untuk mengurangi kadar air hijaun, jadi pakan hijauan ini tidak dapat cepat rusak. Pengeringan bisa dilakukan dengan menggunakan mesin pengering, atau mau lebih hemat bisa dijemur bentar dibawah terik matahari.

Apa itu silase? silase merupakan pakan hijauan ternak yang diawetkan yang disimpan dalamkantong plastic yang kedap udara atau silo, drum, dan sudah terjadi proses fermentasi dalam keadaan tanpa udara atau anaerob. Proses silase ini melibatkan bakteri-bakteri atau mikroba yang membentuk asam susu, yaitu Lactis Acidi dan streptococcus yang hidup secara anerob dengan derajat keasaman 4(pH 4).

Oleh karena itu mengapa pada saat proses silase pakan hijauan ternak yang tersimpan dalam kantong plastik atau dalam silo harus ditutup rapat, sehingga proses silase berjalan dengan baik dan pakan hijauan tidak cepat dibusukkan oleh bakteri lain dan jamur.

Tujuan Membuat Silase Untuk Pakan Ternak

Sebagai cadangan dan persediaan pakan ternak pada saaat musim tanpa penghujan (kemarau) yang panjang.
Untuk meyimpan dan menampung pakan hijauan yang berlebih pada saat musim hujan, sehingga dapat digunakan sewaktu-waktu pada saat musim kemarau.
Memanfaatkan pakan hijauan pada saat kondisi dengan nilai nutrisi terbaik seperti protein yang tinggi.
Mendayagunakan sumber pakan dari sisa limbah pertanian ataupun hasil agroindustri pertanian dan perkebunan seperti bekatul, dedak, bungkil sawit, ampasa tahu,tumpi jagung, janggel jagung.
Proses Membuat silase:

Bahan-bahan yang perlu dipersiapkan:

Tetes tebu(molasses) = 3% dari bahan silase
Dedak hulus =5% dari bahan silase
Menir =3.5% dari bahan silase
Onggok = 3% dari bahan silase
Rumput Gajah atau hijauan sebagai bahan silase
Silo atau kantong plastic.

Cara membuat Silase

Potong rumput hijau tersebut dengan ukuran 5-10 cm dengan menggunakan parang, atau dengan menggunakan mesin chopper. Potongan rumput yang kecil tujuannya agar rumput yang dimasukkan dalam silo dalam keadaan rapat dan padat sehingga tidak ada ruang untuk oksigen dan air yang masuk.
Campurkan bahan pakan tersebut hingga menjadi satu campuran.
Bahan pakan ternak tersebut dimasukkan dalam silo dan sekaligus dipadatkan sehingga tidak ada rongga udara.
Bahan pakan ternak dimasukkan sampai melebihi permukaan silo untuk menjaga kemungkinan terjadinya penyusutan isi dari silo. Dan tidak ada ruang kosong antara tutup silo dan permukaan pakan paling atas.
Setelah pakan hijauan dimasukkan semua, diberikan lembaran plastik, dan ditutup rapat, dan diberi pemberat seperti batu, atau kantong plastik, atau kantong plastic yang diisi dengan Tanah.

Cara pengambilan silase

Sesudah (3) minggu proses ensilase telah selasai, dan silo dapat dibongkar, selanjutnya diambil ensilasenyas. Proses silase yang benar dapat bertahan satu sampai dua (1—2) tahun, bahkan lebih.
Pengambilan silase secukupnya untuk pakan ternak, contonya untuk 3-5 hari.
Silase yang baru dibongkar sebaiknya dijemur atau diangin-anginkan terlebih dahulu.
Jangan sering-sering membuka silo untuk mengabil silase, ambil seperlunya, dan tutup rapat kembali silasesnya, agar silesa tidak mudah rusak

Ciri-ciri silase yang baik

Rasa dan wanginya asam
Warna pakan ternak masih hijau
Teskstur rumput masih jelas
Tidak berjamur, tidak berlendir, dan mengumpal
Sumber : pete
rnakankita.com

Address

Jalan Kartika
Malang
65111

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Dunia Ternak posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share