11/09/2026
PW GP Ansor Jawa Timur mengecam keras penyebutan “kyai goblok” yang ditujukan kepada KH Ma’ruf Khozin, ulama muda Nahdlatul Ulama (NU), dalam tayangan program Catatan Demokrasi di TV One ketika membahas persoalan sound horeg.
Pernyataan tersebut dinilai telah melewati batas kepatutan dalam menyampaikan perbedaan pendapat. Kritik terhadap ulama, MUI, maupun persoalan sound horeg merupakan hal yang sah dalam ruang publik, tetapi penghinaan tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.
Sikap resmi PW GP Ansor Jawa Timur tersebut disampaikan oleh Wakil Sekretaris PW GP Ansor Jawa Timur, Ahmad Zainuddin, yang akrab disapa Zainuddin.
“Tidak boleh menggunakan perbedaan sikap sebagai alasan untuk merendahkan dan menghina pihak lain. Ansor Jatim setia dan patuh kepada ulama. Ketika ulama atau kiai Nahdlatul Ulama dinistakan dan direndahkan di depan publik, kami tidak akan tinggal diam. Siapa pun orangnya, tindakan amoral seperti itu harus dilawan,” tegas Zainuddin.
Menurut Zainuddin, menjaga kehormatan ulama merupakan bagian dari menjaga adab dan marwah kehidupan sosial. Ansor Jatim tidak alergi terhadap kritik dan perbedaan pandangan, tetapi menolak keras cara-cara yang merendahkan ulama.
“Silakan berbeda pendapat, silakan mengkritik. Tetapi jangan menghina kiai. Ulama memiliki kedudukan penting dalam menjaga moral masyarakat. Karena itu, penghinaan terhadap ulama di ruang publik tidak boleh dinormalisasi,” lanjutnya.
Berita selengkapnya swipe up story atau kunjungi website www.jatimtimes.com