08/02/2025
Pembebasan lahan untuk membangun pasar Mamasa, hilang lenyap bak ditelan bumi.
Anggaran negara sebesar Rp 5,7 miliar itu, sampai sekarang tidak jelas, diduga lenyap akibat konspirasi tingkat tinggi sejumlah oknum.
Bisa juga akibat kelalaian dan maaf akibat 'kebodohan" oknum oknum yg berkompeten dalam mengelola dan mencairkan anggaran milik negara ini.
Namun yg heran, aparat penegak hukum, termasuk Kejaksaan belum memanggil para pihak yg bertanggungjawab atas pencairan dana ini.
Pihak Panitia juga cenderung diam diam atas kasus ini.
Oknum oknum yg menangani pencairan dana ini sepertinya tidak bertanggungjawab dan tidak ada tindakan kongkrit atau langkah yg diambil dalam mempertanggungjawabkan anggaran milik negara ini.
Kalau anggaran 5,7 M ini betul betul hilang, bisa juga disebut penghianatan terhadap rakyat Mamasa dan juga kepada negara.
Selama 23 Tahun rakyat Mamasa menambahkan pemerintah membangun pasar sentral.
Namun ada harapan baru ketika Presiden Jokowi kunjungan kerja ke Mamasa Ahir 2024 lalu.
Presiden menjanjikan untuk membangun pasar dan Rumah Sakit Umum.
Setelah anggaran dari pusat untuk membebaskan lahan sudah ada, eh malah diduga hilang entah bagaimana.
Kasihan Mamasa ini. Biarpun uang sudah dikirim untuk membangun pasar, malah dihilangkan.
Inilah SDM kita di Mamasa. Jangankan mencari uang untuk membangun, uang yang dikirim presiden saja dihilangkan.
Mana aktivis di Mamasa. koq pada diam ?
----
Sumber : fb / oktovianus danunan
-
-