Sulut Populer

Sulut Populer - update informasi aktual & populer☑️
👉 Follow Instagram
👉 Manado, Sulut, Indonesia📍
- terima kasih sudah support 🙏😇
(2)

MANADO — Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) secara resmi menggelar pelatihan peningkatan kap...
06/08/2026

MANADO — Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) secara resmi menggelar pelatihan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) bagi para kreator konten di Sulawesi Utara (Sulut). Kegiatan yang mengusung tema “Konten Viral Bernilai” ini dilaksanakan di Aston Manado Hotel, pada Kamis (6/8/2026).

Program strategis ini dirancang khusus untuk mendongkrak kemampuan, daya saing, dan kapasitas pelaku ekonomi kreatif lokal dalam menciptakan konten digital yang kreatif, bernilai, serta relevan dengan perkembangan tren. Melalui pelatihan ini, para kreator diharapkan mampu menghasilkan karya digital yang berdampak nyata bagi pengembangan usaha di era modern.

Materi yang diberikan meliputi Strategi Usaha Naik Kelas, Branding dan Positioning Produk, Pemanfaatan Media Sosial untuk Bisnis, Digital Marketing dan Marketplace, hingga Tips Membangun Usaha Berkelanjutan di Era Digital.

Anggota DPR RI, Dr. Hillary Brigitta Lasut, S.H., LL.M. (HBL), yang hadir dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa para peserta mendapatkan pembekalan komprehensif dari para praktisi berpengalaman.

Kehadiran para ahli ini diharapkan dapat membantu peserta meningkatkan kualitas konten, memperluas jangkauan pasar, serta mengembangkan tata kelola usaha yang lebih profesional, adaptif dan berdaya saing tinggi.

Di samping penguatan materi bisnis, Hillary juga menekankan pentingnya kepemilikan sertifikasi profesi bagi para pembuat konten di Bumi Nyiur Melambai sebagai persiapan menghadapi regulasi digital di masa depan.

“Ke depan setiap kreator harus memiliki sertifikasi kompetensi. Maksud kegiatan ini adalah untuk mempermudah para kreator di Sulut. Sehingga ketika Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menetapkan syarat sertifikasi, para kreator di Sulut sudah memilikinya,” ujar Hillary.

Lebih lanjut dikatakan legislator muda Sulut ini, bahwa sertifikasi tersebut akan membawa dampak positif yang signifikan bagi ekosistem digital daerah.

“Ini menjadi bukti resmi keahlian di bidang kreatif. Dengan sertifikasi ini, para kreator juga kini akan lebih memahami standar etika dan memiliki pemahaman regulasi digital yang jauh lebih baik,” pungkasnya. (sp)

SULUT -- Kisah cinta unik yang tidak memandang usia kembali menarik perhatian publik di Sulawesi Utara. Sepasang kekasih...
06/08/2026

SULUT -- Kisah cinta unik yang tidak memandang usia kembali menarik perhatian publik di Sulawesi Utara. Sepasang kekasih dengan perbedaan usia mencapai 36 tahun membuktikan keseriusan hubungan mereka hingga akhirnya resmi berakhir di pelaminan.

Cerita bahagia ini dibagikan langsung oleh sang pria, Nofrian Nmitusala, melalui akun media sosial pribadinya. Dalam unggahan tersebut, ia mengekspresikan rasa syukurnya atas pernikahan mereka. "Sah secara hukum dan agama," tulis Nofrian dalam keterangan fotonya.

Video momen pernikahan mereka awalnya diunggah pada akhir tahun 2023 lalu. Memasuki awal Agustus 2026, unggahan tersebut kembali beredar dan menunjukkan bahwa kehidupan rumah tangga pasangan suami istri ini tetap berjalan harmonis dan langgeng.

Perbedaan usia yang cukup jauh sempat memicu rasa penasaran warganet. Dalam kolom komentar, seorang netizen dengan sopan bertanya, "Beda brapa tahun ka klo blh tau..b tnya dng nanda lembut ne🙏".

Menanggapi pertanyaan tersebut, Nofrian memberikan jawaban yang menegaskan jarak usia mereka. "36," balasnya singkat.

Meski terpaut usia yang sangat signifikan, pasangan ini membuktikan bahwa kedewasaan, komitmen, dan rasa saling pengertian mampu melampaui angka-angka, membawa hubungan mereka tetap kokoh hingga saat ini. (sp)

MANADO — Fasilitas listrik yang buruk di Pulau Bunaken, Manado, Sulawesi Utara, kini memicu keluhan parah dari warga lok...
05/08/2026

MANADO — Fasilitas listrik yang buruk di Pulau Bunaken, Manado, Sulawesi Utara, kini memicu keluhan parah dari warga lokal hingga ancaman boikot dari wisatawan mancanegara. Krisis listrik menahun di destinasi wisata dunia ini dinilai menghambat ekonomi warga dan merusak citra pariwisata daerah.

Seorang remaja asal Bunaken, Nia Wolok, menyampaikan kritik terbuka yang tajam kepada pemerintah setempat. Ia mengeluhkan kondisi Bunaken yang tidak pernah berubah, terutama terkait fasilitas kebutuhan pokok masyarakat yang selalu terhambat.

"Kami bayar listrik tiap bulan, tapi keadaan seperti ini tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah? Saya masih anak-anak tapi tahu kondisi saat ini sangat krisis," ujar Nia kesal.

Menurut Nia, krisis listrik ini membuat para turis yang berniat tinggal lama akhirnya memilih pulang lebih cepat. Ia mendesak pemerintah untuk segera turun lapangan melihat langsung penderitaan warga.

"Ini tempat wisata, bukan tempat biasa. Ini tempat yang menetapkan Sulut (Sulawesi Utara) nomor dua karena keindahan lautnya. Banyak turis di sini. Tolong turun lapangan, jangan diam di kursi. Kami masyarakat yang punya bisnis di sini selalu terhambat karena listrik," tegasnya.

Nia juga menambahkan bahwa jika kritik dari warga terus diabaikan, maka kinerja pemerintahan di Bunaken patut diwaspadai.

Dampak dari pemadaman listrik ini dibenarkan oleh Steff Woltol, warga yang biasa mengantar wisatawan di Bunaken. Steff mengungkapkan bahwa seorang wisatawan asing merasa sangat kecewa dengan fasilitas di pulau tersebut.

Saat pemadaman terjadi, turis asing tersebut tidak bisa tidur karena AC dan kipas angin mati total. Kondisi ini diperparah dengan jaringan internet yang ikut macet akibat kehilangan daya.
Saking kecewanya, turis asing tersebut mengancam akan melakukan kampanye negatif di media sosial agar orang lain tidak berkunjung ke Bunaken pada bulan-bulan tertentu.

"Saya akan berkomentar di setiap media sosial agar jangan pernah kunjungi pulau Bunaken di bulan Juli dan Agustus. Karena pemadaman listrik terjadi setiap tahun menurut masyarakat Bunaken. Luar biasa sangat tidak nyaman menginap di pulau Bunaken," kata turis asing tersebut seperti ditirukan Steff.

Hingga berita ini diturunkan, warga dan pelaku usaha di Pulau Bunaken masih menunggu langkah nyata dari pemerintah dan pihak terkait untuk mengatasi krisis listrik yang terus berulang setiap tahunnya. (sp)

MANADO — Di tengah skeptisisme sebagian masyarakat mengenai pentingnya pendidikan tinggi bagi keluarga kurang mampu, seb...
05/08/2026

MANADO — Di tengah skeptisisme sebagian masyarakat mengenai pentingnya pendidikan tinggi bagi keluarga kurang mampu, sebuah kisah inspiratif datang dari bumi Nyiur Melambai.

Seorang wanita di Manado ini berhasil mematahkan stigma negatif lewat pembuktian akademis dan dedikasi luar biasa dari orang tuanya. Selama ini, stigma bahwa "orang susah tidak perlu memaksakan diri kuliah" sering kali terdengar di tengah masyarakat.

Kalimat-kalimat seperti, "Kalo so susah kwa nda usah mo paksa mo se kuliah anak," kerap menjadi konsumsi sehari-hari, ditambah cerita-cerita tentang keluarga yang harus berutang demi membiayai pendidikan tinggi anak-anak mereka.

Namun, realitas tersebut justru dijawab dengan rasa syukur dan pembuktian oleh wisudawan/mahasiswa asal Manado ini.

"Sampai titik ini, saya tidak berhenti bersyukur kepada Tuhan karena diberikan orang tua yang selalu memberikan dukungan penuh dan terus mengusahakan yang terbaik demi masa depan anak-anaknya," tulis Cindy Gabriel dalam postingan medsosnya.

Ia mengakui bahwa perjalanan tersebut tidak mudah. Namun, keputusan untuk tetap berjuang di jalur pendidikan kini membuahkan hasil nyata. Pendidikan tinggi yang ditempuh kini menjadi pegangan hidup yang kuat untuk melangkah ke masa depan yang lebih baik.

Selain dedikasi orang tua, ia juga menekankan bahwa penyertaan Tuhan menjadi faktor utama keberhasilannya dalam menyelesaikan apa yang selama ini menjadi harapan dan cita-citanya hingga tuntas.

Lewat momentum ini, ia juga menitipkan pesan mendalam bagi masyarakat agar berhenti menghakimi perjuangan hidup orang lain.

"Hidup ini tidak ada yang tahu, jadi jangan menghakimi. Kita tidak pernah tahu apa yang sedang diperjuangkan seseorang untuk anak dan keluarganya. Siapa tahu, jika suatu saat berada di posisi sulit, kita jugalah yang akan saling mencari dan saling membantu".

Rasa terima kasih yang mendalam juga ia haturkan kepada orang tua (ortu) serta kakek dan nenek (oma dan opa), yang bahkan sering kali bertindak lebih gigih dan "memaksanya" untuk terus lanjut bersekolah lagi demi masa depan yang cerah.

Di akhir, dia pun menyerahkan seluruh langkah dan proses selanjutnya ke dalam penyertaan Tuhan. (sp)

MINSEL — Wakil Ketua DPRD Sulut, dr. Michaela Elsiana Paruntu (MEP), MARS, kembali menunjukkan komitmennya terhadap kema...
05/08/2026

MINSEL — Wakil Ketua DPRD Sulut, dr. Michaela Elsiana Paruntu (MEP), MARS, kembali menunjukkan komitmennya terhadap kemajuan daerah, khususnya di bidang pendidikan.

Dalam agenda reses kedua DPRD Sulut yang berlangsung sejak Sabtu (1/8/2026) hingga Selasa (4/8/2026, MEP menyerap aspirasi di SMA Negeri 1 Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).

Kehadiran srikandi Partai Golkar Sulut ini dimanfaatkan para siswa dan guru untuk menyampaikan berbagai aspirasi yang diharapkan dapat diperjuangkan melalui kebijakan dan anggaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

Sejumlah aspirasi disampaikan, di antaranya bantuan beasiswa bagi siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu. Para siswa juga mengusulkan bantuan peralatan praktik untuk menunjang proses pembelajaran, serta rehabilitasi sejumlah ruang kelas yang membutuhkan perbaikan.

Selain persoalan sarana dan prasarana, civitas SMA Negeri 1 Tenga turut menyampaikan aspirasi terkait kejelasan status guru non-ASN yang hingga kini masih menjadi perhatian di lingkungan sekolah.

MEP mengatakan, pendidikan merupakan salah satu sektor penting yang harus mendapat perhatian serius karena berkaitan langsung dengan masa depan generasi muda Sulawesi Utara.

“Pendidikan bukan hanya tentang bagaimana kita membangun sekolah atau menyediakan fasilitas, tetapi bagaimana kita memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas," ujarnya.

Menurutnya, aspirasi yang disampaikan dalam kegiatan reses merupakan bagian penting dari proses memperjuangkan kebutuhan masyarakat. Karena itu, setiap masukan akan menjadi bahan untuk dibahas dan diperjuangkan sesuai kewenangan DPRD Sulut.

“Saya akan membawa aspirasi ini untuk diperjuangkan sesuai mekanisme dan kemampuan anggaran daerah. Kita ingin anak-anak di daerah juga memiliki fasilitas pendidikan yang memadai, mendapatkan dukungan untuk terus belajar, dan memiliki kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik," ungkap Ketua Partai Golkar Sulut ini.

MEP juga menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia harus dilakukan secara berkelanjutan karena ini investasi terbesar bagi daerah di masa depan. (*)

SULUT — Mutiara Pricilia Rori, atlet Mixed Martial Arts (MMA) muda asal Sulawesi Utara, sukses mengukir prestasi gemilan...
05/08/2026

SULUT — Mutiara Pricilia Rori, atlet Mixed Martial Arts (MMA) muda asal Sulawesi Utara, sukses mengukir prestasi gemilang di tingkat internasional. Gadis asal Desa Kamangta, Kecamatan Tombulu, Kabupaten Minahasa ini berhasil meraih medali emas dalam ajang bergengsi GAMMA Asian Championships 2026 yang digelar di Putrajaya, Malaysia, pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2026.

Turun di kategori Women U-21 kelas 47,6 kilogram, Mutiara tampil dominan dan mengunci podium tertinggi setelah menumbangkan perwakilan tuan rumah Malaysia di babak final.

Keberhasilan anak dari keluarga Rori-Goni ini tidak hanya mengharumkan nama Sulawesi Utara, tetapi juga membuktikan ketangguhan talenta muda Indonesia di panggung MMA Asia.

Mutiara menjadi salah satu pilar penting dari lima atlet Indonesia yang sukses menyumbangkan medali emas bagi Merah Putih. Berada di bawah naungan Pengurus Besar Persatuan Tarung Campuran Indonesia (PB PERTACAMI), tim Indonesia tampil impresif dengan total perolehan 15 medali (5 emas, 5 perak, 5 perunggu) dan mengamankan peringkat keempat se-Asia.

Berikut adalah daftar lengkap atlet Indonesia peraih medali emas pada ajang tersebut: Mutiara Pricilia Rori (Women U-21 kelas 47,6 kg), Dominic Gabriel Vincentio (Boys U-14 kelas 46 kg), Delvi Nurfadillah (Senior Women kelas 47,6 kg), Yusni Nurhayati Hutasoit (Senior Women kelas 56,7 kg), Jon Setiawan Saragih (Senior Men kelas 65,8 kg).

Prestasi luar biasa ini langsung memicu gelombang apresiasi dan rasa bangga dari masyarakat Bumi Nyiur Melambai, khususnya warga Kabupaten Minahasa. Keberhasilan Mutiara diharapkan menjadi stimulus dan inspirasi bagi lahirnya atlet-atlet bela diri baru dari Sulawesi Utara yang mampu bersaing di level dunia. (sp)

MANADO — Sebuah kisah mengharukan sekaligus menginspirasi yang menceritakan perjuangan seorang anak laki-laki bernama Ki...
04/08/2026

MANADO — Sebuah kisah mengharukan sekaligus menginspirasi yang menceritakan perjuangan seorang anak laki-laki bernama Kiel yang tetap tabah dan bersemangat berjualan keripik demi membiayai sekolah dan kehidupan keluarganya.

Cerita ini pertama kali dibagikan oleh sang ibu di Sulawesi Utara (Sulut), saat mengantar Kiel berjualan keripik dengan berjalan kaki. Di tengah jalan, seseorang berteriak iba sekaligus bernada mengejek, "Kiel, kasihan," karena ia adalah satu-satunya anak laki-laki yang setiap hari harus menjinjing jualan.

Meski sang ibu mengaku hampir menangis di jalan karena merasa sedih, respon Kiel justru luar biasa. Ia hanya merespon dengan senyuman santai, yang seketika memicu semangat dan doa mendalam dari sang ibu agar anak-anaknya selalu dilindungi Tuhan.

Sesampainya di rumah, terungkap bahwa kakak-kakak Kiel juga kerap mengalami p3rund*ng4n serupa dari orang-orang sekitar karena mereka harus bersekolah dan kuliah sambil berjualan.

Namun, mental baja ditunjukkan oleh anak-anak hebat ini. Saat ditanya apakah mereka malu harus berjualan, jawaban mereka justru menampar realitas: "Kenapa harus malu? Cuma dari situ kita bisa makan dan sekolah."

Kisah perjuangan keluarga ini menjadi pengingat kuat tentang arti bersyukur, kerja keras, dan harga diri yang tidak goyah hanya karena pandangan miring orang lain. (sp)

SULUT -- Kisah cinta beda usia 17 tahun mencuri perhatian. Seorang pria berusia 20 tahun dan wanita berusia 37 tahun men...
04/08/2026

SULUT -- Kisah cinta beda usia 17 tahun mencuri perhatian. Seorang pria berusia 20 tahun dan wanita berusia 37 tahun menjalani hubungan yang diawali dengan LDR Weda–Manado selama sekitar empat bulan.

Dalam unggahannya, sang wanita mengungkapkan bahwa hubungan mereka sempat diwarnai berbagai drama. Namun, keseriusan sang pria membuatnya luluh, terlebih setelah keduanya saling bertemu dan memperkenalkan keluarga masing-masing.

Sejak 2 Agustus 2025, sang pria disebut telah mengutarakan keseriusannya untuk membangun kehidupan bersama. Setelah melewati berbagai tantangan, keduanya hingga kini masih mempertahankan hubungan tersebut.

Untuk rencana ke depan, mereka memilih menyerahkan perjalanan hubungan tersebut kepada Tuhan. 😇🥰🙏(sp)

TONDANO — Hari ulang tahun sejatinya menjadi momen penuh tawa, tiupan lilin, dan pelukan hangat keluarga. Namun, bagi Se...
03/08/2026

TONDANO — Hari ulang tahun sejatinya menjadi momen penuh tawa, tiupan lilin, dan pelukan hangat keluarga. Namun, bagi Sefanya Kaligis, hari kelahirannya kali ini justru menjadi hari paling sunyi sekaligus ujian iman yang teramat berat.

Dua putri kembar kecilnya, Zhanet Gcelli Patuwo dan Zhenat Gcella Patuwo, dipanggil pulang oleh Sang Pencipta dalam waktu yang bersamaan.

Di dalam peti yang sama, Zhanet dan Zhenat berbaring berdampingan dengan sangat damai.

Bagi pasangan Christian Natanael Patuwo dan Sefanya Kaligis, melepas buah hati di hari yang seharusnya menjadi momen bahagia adalah duka yang sulit diukur dengan kata-kata.

Waktu yang diberikan Tuhan untuk memeluk Zhanet dan Zhenat terasa begitu singkat. Namun, jejak kasih sayang yang ditinggalkan kedua malaikat kecil ini begitu mendalam.

Unggahan duka tersebut langsung dibanjiri air mata digital dari warganet. Kolom komentar penuh dengan doa, penguatan, dan harapan agar keluarga Patuwo-Kaligis diberikan ketabahan yang luar biasa untuk melewati badai ini.

"Tuhan Yesus sumber kekuatan dan Penghiburan bagi Kel: Patuwo Kaligis (Christian dan Zefanya)," tulis salah satu kerabat dalam doa pemakaman si kembar.

Zhanet dan Zhenat kini tidak lagi merasakan sakit atau keduniawian. Mereka telah pulang, meninggalkan dunia ini tepat di hari ulang tahun mama mereka—sebuah pengingat abadi bahwa cinta seorang ibu dan anak tidak akan pernah terpisahkan, bahkan oleh maut sekalipun. Selamat jalan, Zhanet dan Zhenat. (sp)

MINSEL– Kasus peng4ni4y4an berat kembali menggemparkan warga Minahasa Selatan (Minsel). Sebuah insiden berd4r4h atau aks...
03/08/2026

MINSEL– Kasus peng4ni4y4an berat kembali menggemparkan warga Minahasa Selatan (Minsel). Sebuah insiden berd4r4h atau aksi saling serang menggunakan s3njata t4j4m (b4ku p0t*ng) dilaporkan terjadi pada pagi hari di Tempat Kejadian Perkara (TKP) wilayah Ranoyapo, Kecamatan Amurang, Kabupaten Minsel.

Ironisnya, p3rtik4i4n berd4r4h tersebut diketahui terjadi di antara orang yang masih memiliki ikatan kekerabatan dekat. Di mana salah satu pihak merupakan keponakan dari pihak lainnya. Setelah kejadian, korban langsung dibawa untuk mendapatkan perawatan medis.

Beruntung, aparat kepolisian bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat. Tidak butuh waktu lama bagi petugas untuk meredam situasi di lapangan dan memburu terduga pelaku agar tidak menimbulkan konflik yang lebih meluas.

Sementara itu, pelaku utama aksi penganiayaan tersebut kini sudah berhasil diringkus tanpa perlawanan berarti. Kemudian pelaku akan menjalani pemeriksaan intensif serta proses hukum lebih lanjut.

Hingga berita ini diturunkan, kronologi dan motif dalam peristiwa itu belum dibeberkan pihak kepolisian. "Masih pagi so baku p0t0ng masih kemanakan lagi Tkp Ranoyapo Amurang😤 untuk pelaku sudah diamankan di Polres". Demikian keterangan postingan Resmob Minsel, Senin (3/8/2026). (sp)

Address

Manado

Telephone

+628515622222

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sulut Populer posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Sulut Populer:

Shortcuts

Share