Fiane Vanda

Fiane  Vanda RHEMA SETIAP HARI. Pembacaan Firman Tuhan setiap hari. Sebagai Penuntun Hidup dan
Makanan Rohani kita. GOD BLESS YOU ABUNDANTLY ❤
(6)

Mazmur 119:105 (TB) Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.

Koneksi HebatJika Anda pernah ke kebun anggur, Anda tahu bahwa itu tidak hanya indah, tetapi juga mempesona. Bayangkan d...
09/01/2026

Koneksi Hebat

Jika Anda pernah ke kebun anggur, Anda tahu bahwa itu tidak hanya indah, tetapi juga mempesona. Bayangkan deretan tanaman anggur yang berbuah, berakar di perbukitan—hasilnya dipanen dan didistribusikan sebagai anggur meja, jus anggur, minuman anggur, kismis, jeli, selai, dan banyak lagi.

Yesus sering menggunakan contoh kehidupan nyata untuk menjelaskan kebenaran rohani dan, dalam Yohanes 15, kebun-kebun anggur menjadi pusat analogi-Nya…

“Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.”
Yohanes 15:4 PBTB2

Pada perikop sebelum dan sesudahnya, Yesus menjelaskan bahwa Dia, sebagai Anak, adalah pokok anggur; Bapa-Nya, sebagai Allah, adalah pengusahanya; dan kita, sebagai umat-Nya, adalah ranting-rantingnya—berkembang atau mati tergantung pada hubungan kita dengan sumbernya.

Anda juga dapat memikirkannya seperti ini:

Ponsel Anda tidak akan terus berfungsi jika tidak diisi dayanya. Tetapi ketika dicolokkan ke pengisi daya, yang terhubung ke sumber listrik yang jauh lebih kuat, perangkat Anda dapat terus berfungsi sesuai maksud pembuatnya.

Sebaliknya, pohon anggur (atau ponsel) yang terputus dari sumbernya tidak dapat terus menghasilkan buah (atau mengirim pesan). Ia tidak dapat bertahan hidup karena terputus dari apa yang memberi kehidupan. Dan hal yang sama berlaku bagi kita.

Jika kita ingin menjalani kehidupan yang menunjuk, memuliakan, dan membesarkan Tuhan—kita harus tetap terhubung dengan-Nya.

Bagaimana kita tetap terhubung?

Yesus berkata bahwa kita akan tinggal di dalam kasih-Nya jika kita menuruti perintah-Nya, sama seperti Dia menuruti perintah Bapa-Nya dan tinggal di dalam kasih Bapa-Nya (lihat Yohanes 15:9-10).

Ini bukan tentang ketundukan legalistik, melainkan memercayai Dia yang s**a memberi kita kehidupan. Dia adalah koneksi terbesar kita.

Jadi sekarang, pertimbangkan bagaimana Tuhan mungkin memanggil Anda untuk mendekat kepada-Nya. Langkah apa yang akan Anda ambil minggu ini agar tetap terhubung dengan-Nya?

08/01/2026

Terima kasih, Bapa 🙏🏻

Korban PujianPernahkan Anda berpikir tentang bagaimana hidup Anda menyenangkan Tuhan? Di dalam keseluruhan Alkitab, kita...
08/01/2026

Korban Pujian

Pernahkan Anda berpikir tentang bagaimana hidup Anda menyenangkan Tuhan? Di dalam keseluruhan Alkitab, kita belajar tentang bagaimana hidup kita dapat menyenangkan Tuhan. Faktanya, kita diciptakan untuk kesenangan Tuhan.

Karena kita telah diberikan hidup yang baru di dalam Kristus dan mengalami anugerah dari Tuhan, kita seharusnya memiliki kerinduan untuk menyenangkan-Nya. Karena Ia telah memberikan segala sesuatu dalam hidup kita, maka kita pun selayaknya memberikan diri kita seutuhnya kepada-Nya.

Penulis kitab Ibrani menceritakan kepada kita dua cara yang berbeda untuk menyenangkan Tuhan. Yang pertama ada di dalam Ibrani 13:15. Penulis mengatakan bahwa korban pertama kita kepada Tuhan adalah memuji-Nya. Inilah yang Alkitab katakan sebagai "penyembahan."

Penyembahan adalah orientasi dari seluruh kehidupan kita untuk hidup dalam kekaguman akan pribadi Tuhan dan hal-hal yang telah Ia lakukan untuk kita. Kita dapat menyembah Tuhan bukan hanya melalui lagu-lagu yang kita nyanyikan, tetapi melalui cara hidup kita juga.

Ibrani 13:16 mengatakan kepada kita cara lain untuk dapat menyenangkan Tuhan: dengan mengasihi sesama manusia. Ketika kita mengasihi orang lain, kita sedang merefleksikan kasih Tuhan kepada mereka. Itulah sebabnya, cara kita memperlakukan sesama itu penting.

Perbuatan-perbuatan kita adalah refleksi dari bagaimana Tuhan mengasihi kita. Dan karena kita telah dikasihi oleh Tuhan, kita seharusnya berbuat baik kepada orang-orang di sekeliling kita.

Itu adalah dua cara kita untuk menyenangkan Tuhan -- dengan menyembah-Nya dan mengasihi sesama. Hal ini serupa dengan apa yang Yesus katakan adalah hukum terutama dalam Matius 22:36-40. Ia merangkumnya dengan mengatakan kepada kita untuk mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama manusia. Kita mengasihi Tuhan dengan menyembah dan memuji-Nya. Kita mengasihi sesama dengan melakukan hal-hal baik kepada mereka dan berbagi dengan mereka.

Bagaimana Anda mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama selama ini? Apakah Anda meluangkan waktu setiap hari untuk membaca Firman dan berdoa, memuji Tuhan karena siapa Dia? Jika mengasihi Tuhan bukan hal yang pertama dan terutama, maka kita tidak akan bisa benar-benar mengasihi sesama di dalam hidup kita.

07/01/2026

Ulangan 10:17 (TB) Sebab TUHAN, Allahmulah Allah segala allah dan Tuhan segala tuhan, Allah yang besar, kuat dan dahsyat, yang tidak memandang bulu ataupun menerima suap;

Memilih DiaMembuat keputusan itu sulit. Ketika kita hendak membuat keputusan yang sempurna, kita sering terjebak dalam k...
07/01/2026

Memilih Dia

Membuat keputusan itu sulit.

Ketika kita hendak membuat keputusan yang sempurna, kita sering terjebak dalam keragu-raguan. Dan sementara kita harus selalu berdoa dengan sungguh-sungguh untuk peka akan langkah kita selanjutnya agar sesuai dengan Firman Tuhan dan jalan-jalan-Nya, terkadang kita malah memperumit banyak hal.

Dalam suratnya yang pertama kepada jemaat di Korintus, rasul Paulus membahas masalah tentang makanan, tentang apa yang boleh atau tidak boleh mereka makan. Jadi Paulus menekankan beberapa hal pada orang Kristen dengan mengatakan:

"Karena itu, baik kamu makan atau minum, ataupun melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah."
1 Korintus 10:31 PBTB2

Meskipun perikop ini awalnya tentang makanan, prinsipnya dapat diterapkan pada bidang kehidupan apa pun. Apa pun pilihan yang Anda buat, lakukanlah untuk memuliakan Tuhan. Dengan cara ini, Anda akan menjaga hati nurani Anda tetap bersih.

Apakah Anda sedang menyiapkan makanan atau membuat kesepakatan bisnis. Apakah Anda sedang berolahraga atau membangun rumah. Apakah Anda sedang memimpin tim atau membesarkan anak-anak. Apakah Anda menghitung sesuatu atau merawat orang sakit.

Apa pun yang Anda lakukan—kerinduan yang terutama haruslah untuk mengasihi Allah dan mengasihi orang lain, dan setiap keputusan harus meneladani kasih itu. Jadi hari ini, tanyakan pada diri Anda: Apakah keputusan ini memuliakan Tuhan? Apakah pilihan ini penuh integritas? Bisakah orang lain melihat karakter-Nya bersinar melalui hidup saya? Akankah keputusan saya mendekatkan orang-orang kepada Tuhan, atau malah menarik mereka menjauh dari-Nya?

Apa pun situasinya, Tuhan telah memberi kita Firman-Nya, Roh-Nya, dan umat-Nya untuk membantu kita mengambil langkah yang benar. Jadi ketika membuat keputusan, mari kita berusaha untuk memuliakan Tuhan dengan kemampuan terbaik kita, dan kemudian memercayakan pilihan kita kepada-Nya.

Cahaya Lebih TerangDari sinar matahari hangat yang masuk melalui jendela Anda di pagi hari hingga lampu yang memandu And...
06/01/2026

Cahaya Lebih Terang

Dari sinar matahari hangat yang masuk melalui jendela Anda di pagi hari hingga lampu yang memandu Anda dalam perjalanan pulang di malam hari, terang selalu ada.

Namun, ada Terang yang lebih besar daripada terang fisik apa pun yang kita kenal…

Dalam Yesaya 60:1, nabi berbicara tentang Terang yang lebih besar ini. Dan kata-katanya lebih dari sekadar puisi indah dan ramalan; itu adalah seruan untuk bertindak, sebuah dorongan bagi umat Tuhan untuk menemukan harapan—Terang, di tengah kegelapan (Yesaya 59:9-10):
"Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu."
Yesaya 60:1

Cahaya ini adalah mercusuar harapan, gambaran keselamatan dan kebangkitan rohani. Terang ini adalah Terang sejati, Sang Mesias—Yesus Kristus. Dialah terang yang dibutuhkan umat Allah saat itu (Yesaya 59:9-10), dan Dialah terang yang sangat dibutuhkan hati kita saat ini.

Di dunia yang terkadang sepertinya tenggelam dalam kegelapan—bencana, peperangan, ketidakadilan, dan penderitaan—pesan Yesaya adalah ajakan untuk menerima Terang keselamatan sejati dari Allah, yang dinyatakan dalam Perjanjian Baru sebagai Yesus Kristus. Biarlah cahaya ini bersinar terang di dalam dirimu, mengusir bayang-bayang kegelapan dan menerangi jalan bagi mereka yang belum mengenal Terang ini.

Berhenti sejenak. Bayangkan sebuah dunia yang dipenuhi dengan terang kasih dan kebenaran Tuhan. Dapatkah Anda membayangkan sebuah dunia di mana terang Kristus bersinar dari jendela setiap rumah dan di setiap jalan…

Tuhan ingin memakai Anda—ya, Anda—untuk memancarkan terang-Nya.

05/01/2026

Seluruh hidup hanya untuk Kemuliaan Mu

05/01/2026

FirmanMu ubah hatiku

TransformasiApakah Anda ingin menjadi baru?Di seluruh dunia, manusia mendambakan perubahan. Kita ingin sekali membuang k...
05/01/2026

Transformasi

Apakah Anda ingin menjadi baru?

Di seluruh dunia, manusia mendambakan perubahan. Kita ingin sekali membuang kebiasaan dan cara berpikir lama jika hal itu tidak lagi bermanfaat bagi kita. Ribuan buku pengembangan diri, podcast, artikel, semua jenis media ada karena alasan ini. Kita ingin berubah! Namun, hal itu kadang terasa mustahil! Paulus, salah satu murid Yesus, membagikan kebenaran yang kuat ini dalam Roma 12:2 (PBTB2):

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaruan budimu, sehingga kamu dapat membedakan mana kehendak Allah: Apa yang baik, yang berkenan kepada-Nya dan sempurna.

Berubah oleh pembaruan budi kita. Apa artinya ini?

Pembaruan atau transformasi adalah perubahan besar-besaran. Secara menyeluruh. Secara total. Berbeda sama sekali. Bagaikan ulat yang menjadi kupu-kupu, transformasi mengakhiri yang lama dan memulai yang baru.

Paulus menunjukkan kepada kita bahwa transformasi bukanlah pekerjaan yang kita lakukan dari luar ke dalam. Sebaliknya, transformasi terjadi dari dalam ke luar. Hal itu dimulai dengan pikiran kita. Dan agar pikiran kita bisa berubah, kita perlu memegang Kebenaran.

Firman Tuhan adalah Kebenaran ini.

“Seluruh Kitab Suci diilhamkan Allah…”
2 Timotius 3:16-17 PBTB2

“Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam daripada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk sangat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup menilai pikiran dan niat hati kita.”
Ibrani 4:12 PBTB2

“... Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”
Matius 4:4 PBTB2

Firman Tuhan membimbing kita saat kita tersesat, menguatkan kita saat kita lelah, menantang kita saat kita berkompromi, dan menyemangati kita saat kita kewalahan. Firman Tuhan mengubah segalanya.

Dan saat ini juga, Anda memegang Firman Tuhan di tangan Anda. Transformasi ada dalam genggaman Anda. Bacalah Alkitab dengan cermat, gali ayat-ayatnya, bergumul dengan ajaran-ajarannya, dan hargai apa yang Anda temukan tentang kasih dan anugerah Tuhan.

Tempat terbaik untuk menyampaikan kerinduan Anda akan pembaruan adalah kepada Tuhan dan Firman-Nya. Firman Tuhan memperbarui pikiran kita. Transformasi luar-dalam dimulai dari sini.

03/01/2026

Terima kasih, Tuhan Yesus, Engkau sangat Baik bagiku 🙏🏻

03/01/2026

Beri aku HikmatMu, Ya Tuhan🙏

Ritme Tuhan untuk Memberkati KitaManusia mempunyai hubungan yang rumit dengan peraturan. Bahkan sebagai anak kecil, kita...
02/01/2026

Ritme Tuhan untuk Memberkati Kita

Manusia mempunyai hubungan yang rumit dengan peraturan. Bahkan sebagai anak kecil, kita kesulitan untuk mengerti alasan "mengapa" di balik peraturan yang ada.

Perhatikan bagaimana orang tua mengajari anak untuk menyikat gigi, mengingatkan mereka setiap pagi dan malam. Anak tersebut mungkin baru bisa menghargai kebiasaan ini bertahun-tahun kemudian, saat mereka bertumbuh dewasa dan merasakan perawatan gigi yang mahal dan tidak nyaman. Saat itulah kebiasaan menyikat gigi yang membosankan akan terasa begitu penting. Sungguh perubahan perspektif yang besar!

Kita tidak diciptakan untuk menjalankan jadwal menyikat gigi yang ketat, tapi menyikat gigi dibuat untuk membantu kita menjaga kesehatan gigi.

Yesus membawa hikmat dan perspektif serupa dengan harapan untuk mengambil hari istirahat secara teratur (Sabat). Orang Yahudi mengetahui bahwa Tuhan menekankan agar mereka memelihara hari Sabat, tapi mereka menganggap hal itu seolah-olah sebuah tugas rutin. Yesus mengingatkan mereka bahwa manusia tidak diciptakan untuk Sabat, tapi hari Sabat diciptakan oleh Tuhan bagi manusia untuk memberikan istirahat yang sangat mereka perlukan.

Istirahat Sabat adalah ritme Tuhan untuk memberkati kita, bukan aturan Tuhan untuk membebani kita.

Bagaimana kita mengetahui hal ini? Yesus adalah Tuhan atas hari Sabat. Dia-lah yang membuat (dan yang menggenapi) semua peraturan Tuhan yang baik, dan Dia tahu bahwa istirahat teratur adalah salah satu ritme yang mendatangkan hidup berkelimpahan.

Address

Manado
95112

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Fiane Vanda posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share