05/09/2026
Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis, khususnya terkait percepatan hilirisasi serta penataan dan perampingan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Dalam pertemuan tersebut, dibahas sejumlah hal, antara lain:
1. Percepatan hilirisasi sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri, memperkuat investasi, serta menciptakan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia.
2. Perkembangan pelaksanaan instruksi Presiden terkait penataan dan perampingan BUMN. Hingga saat ini, sebanyak 290 BUMN telah ditutup dan langkah tersebut diklaim telah menghemat anggaran negara hingga Rp50 triliun.
3. Pemerintah menargetkan penutupan sedikitnya 700 BUMN lainnya hingga akhir Desember 2026 sebagai bagian dari proses perampingan dan konsolidasi BUMN.
4. Melalui restrukturisasi BUMN tersebut, diproyeksikan dapat menghasilkan efisiensi anggaran hingga Rp100 triliun.
Bapak Presiden menegaskan pentingnya penataan BUMN dilakukan secara terukur dan menyeluruh untuk menciptakan struktur perusahaan negara yang lebih efisien, sehat, profesional, dan mampu memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian nasional.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Facebook for Creators Facebook Meta