Celebes Network

Celebes Network We Are Not About One Communication, but We Are Communication's PT. CELEBES NET INDONESIA

Terpaparnya bakteri E-COLI pada air bersih produksi PDAM Manado sebagai bukti Ketidakseriusan Walikota sebagai pemerinta...
23/03/2026

Terpaparnya bakteri E-COLI pada air bersih produksi PDAM Manado sebagai bukti Ketidakseriusan Walikota sebagai pemerintah untuk hajat hidup warga Kota Manado.

Pernyataan ini ditegaskan Iwan Aloisius Moniaga, pelapor kasus dugaan korupsi Perumda Wanua Wenang.

Kontaminasi bakteri E-COLI yang berasal dari tinja atau kotoran manusia di dalam air bersih produksi PDAM Manado tersebut dinilai bukan kelalaian semata. Indikasinya adalah, biaya uji laboratorium pada air yang diproduksi tidak mencapai 1 persen dari biaya beban umum pengelolaan keuangan di perusahaan milik warga Kota Manado itu. “Dalam data LHP BPK-RI yang saya peroleh, PDAM hanya menganggarkan biaya uji laboratorium dibawah satu persen dibandingkan dengan biaya lainnya yang digunakan untuk operasional PDAM,” tukas Moniaga.

Jika demikian, Moniaga menilai wajar apabila kualitas air bersih produksi PDAM tidak bagus. “Kalau anggaranya hanya dipakai pada hal yang tidak berhubungan dengan kualitas air, wajar kalau kualitasnya diragukan dan bahkan terkontaminasi bakteri tinja manusia,” tuturnya.

Sementara menurut mantan Presidium GMNI ini, walikota selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) masih saja diam, malah terkesan membiarkan. “Mestinya walikota selaku KPM mengambil langkah yang tegas menanggulangi masalah ini, dengan memerintahkan pengelola air bersih untuk mencari metode dan bahan kimia menanggulangi kontaminasi bakteri ini,” jelas dia. Karena tindakan diam walikota sama artinya membiarkan warga Manado yang menjadi pelanggan PDAM menikmati air yang terkontaminasi bakteri E-COLI. “Hal umumnya walikota ganti direkturnya, kalau tidak dilakukan akan menimbulkan tanda tanya besar mengapa walikota enggan mengganti direktur meski sudah ada permasalahan serius seperti ini,” kuncinya.

Di tempat lain, aktivis Sulawesi Utara, Fredy Legi, yang mengangkat temuan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI).
Dalam dokumen LHP Kepatuhan BPK-RI Tahun 2023 hingga Triwulan III 2025, terungkap bahwa pengujian kualitas air yang dilakukan PDAM dinilai belum sepenuhnya memenuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023.

Fredy Legi menegaskan, hasil uji laboratorium eksternal terhadap sejumlah sampel air di titik distribusi menunjukkan adanya parameter yang melampaui ambang batas yang diperbolehkan.

“Dalam laporan BPK disebutkan ada sampel air yang mengandung bakteri E.coli dan coliform melebihi kadar maksimum yang diizinkan. Ini bukan persoalan sepele karena berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat,” ujar Legi.

Ia menilai, temuan tersebut menjadi sinyal serius bahwa pengawasan kualitas air oleh penyelenggara Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) belum berjalan optimal.

Tak hanya itu, dalam LHP BPK juga disebutkan bahwa pengujian kualitas air yang dilakukan oleh PDAM belum mencakup seluruh parameter yang diwajibkan dalam regulasi.

Berdasarkan analisis dokumen dan hasil wawancara pemeriksa BPK, terdapat sejumlah parameter yang tidak diuji karena keterbatasan fasilitas di laboratorium eksternal yang digunakan.
Ironisnya, meski mengetahui keterbatasan tersebut, PDAM tidak melakukan pengujian lanjutan di laboratorium lain yang memiliki kemampuan memeriksa seluruh parameter yang dipersyaratkan.

Temuan lain yang ikut disorot adalah frekuensi pengujian serta titik pengambilan sampel air yang dinilai belum sesuai ketentuan.

“Sesuai regulasi, pengujian kualitas air harus dilakukan secara berkala dan mencakup seluruh unit produksi hingga jaringan distribusi. Namun dalam praktiknya, pemeriksaan hanya dilakukan di beberapa titik saja,” ungkap Legi.

BPK juga mencatat anggaran pengujian kualitas air yang dialokasikan PDAM tergolong sangat kecil. Bahkan realisasinya disebut tidak sampai satu persen dari total belanja administrasi perusahaan.

Dalam LHP BPK tersebut, Manajer Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan Supervisor Unit Laboratorium PDAM menjelaskan bahwa hingga kini belum pernah ada usulan penambahan anggaran untuk pengujian kualitas air sesuai standar frekuensi dan jumlah titik yang diwajibkan.

Selain itu, pengawasan internal kualitas air yang dilakukan PDAM juga disebut belum secara rutin dilaporkan kepada Dinas Kesehatan Kota Manado setiap enam bulan sekali sebagaimana diatur dalam ketentuan.

Padahal, laporan tersebut merupakan bagian penting dari sistem pengawasan kesehatan lingkungan terhadap air yang dikonsumsi masyarakat.

Fredy Legi menegaskan, temuan dalam laporan resmi BPK tidak boleh dipandang sebelah mata dan harus segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait.

“Air adalah kebutuhan dasar masyarakat. Jika dalam laporan resmi negara saja ditemukan parameter yang melampaui ambang batas, maka pengawasan harus diperketat dan transparansi harus dibuka ke publik,” tegasnya.

Ia pun mendesak Wali Kota Manado selaku Kuasa Pemilik Modal untuk segera mengevaluasi kinerja Direksi hingga seluruh jajaran Perumda PDAM Wanua Wenang Manado.

“Ini menyangkut keselamatan masyarakat. Evaluasi menyeluruh harus dilakukan agar pelayanan air bersih benar-benar terjamin kualitasnya,” pungkas Legi.

03/02/2026

MANADO — Rumah Binlat Manado menggelar try out seleksi calon siswa TNI/Polri dan sekolah kedinasan, Kamis (29/1/2026). Kegiatan ini menjadi tolok ukur kesiapan peserta sebelum menghadapi seleksi resmi. Try out berlangsung selama tiga hari dengan materi tes psikologi, akademik, dan jasmani, termasu...

MENOLAK LUPA ♥️🤍
01/02/2026

MENOLAK LUPA ♥️🤍

DI EKSEKUSI M4TI KARENA MENOLAK MENUNJUKKAN PETA KEKAYAAN IBU PERTIWI‼️

Yogyakarta, 8 Mei 1949, bumi Indonesia berduka. Seorang putra terbaik bangsa, Mayor Arie Frederik Lasut, gugur ditembak secara biadab oleh Tentara Kerajaan Belanda (KNIL) di Pakem, Yogyakarta. Ia syahid bukan di parit pertempuran, melainkan di garis sunyi perjuangan intelektual, karena menolak menjual rahasia kekayaan alam bangsanya kepada penjajah.

Putra Minahasa yang tegap dan berjiwa baja ini menjabat sebagai Kepala Jawatan Tambang dan Geologi Republik Indonesia. Dalam dirinya, ilmu pengetahuan berpadu dengan keberanian revolusioner. Pengorbanannya adalah deklarasi agung bahwa kedaulatan bangsa tidak hanya dipertahankan dengan senjata, tetapi juga dengan integritas, ilmu, dan sumpah setia kepada tanah air hingga tetes darah terakhir.
Pahlawan Pertambangan yang “Terlalu Mahal” untuk Dikhianati

Di tengah kobaran Agresi Militer Belanda II, saat Yogyakarta sebagai ibu kota Republik berada dalam tekanan paling genting, Mayor Arie Lasut berdiri sebagai benteng terakhir kedaulatan ekonomi Indonesia. Ia adalah salah satu ahli geologi dan pertambangan pribumi pertama yang diakui keilmuannya—bahkan sejak masa pendudukan Jepang. Keahliannya membuat namanya diperhitungkan, sekaligus diburu.

Pasca Proklamasi, di usia yang baru 28 tahun, negara mempercayakan kepadanya amanah maha berat: mengamankan seluruh data dan peta geologi strategis Nusantara, lokasi mineral, batubara, dan minyak bumi. Dokumen-dokumen itu adalah urat nadi masa depan Republik, kunci kemakmuran bangsa yang baru lahir.

Belanda/NICA paham betul nilainya. Mereka merayu, mengancam, dan merencanakan pencurian. Namun Arie Lasut bukan tipe pejuang yang bisa dibeli. Baginya, ilmu adalah senjata, dan kehormatan bangsa adalah harga mati.

DICULIK DAN DISIKSA, RAHASIA NEGARA DIBAWA KE LIANG LAHAT‼️
Pagi 7 Mei 1949, sekitar pukul 09.00 WIB, tiga serdadu khusus KNIL menyergap kediaman Arie Lasut di Pugeran, Yogyakarta. Ia diculik secara paksa.

Dalam perjalanan menuju utara Yogyakarta, di dalam jip militer penjajah, siksaan kejam dan brutal menghujani tubuhnya. Pukulan demi pukulan dilancarkan. Tujuannya satu: memaksa sang “Bapak Pertambangan Indonesia” membuka lokasi penyimpanan dokumen rahasia negara, data cadangan mineral strategis yang menjadi rebutan imperialis.

Namun Arie Lasut tetap tegak. Di bawah penderitaan yang tak terperi, ia memilih diam yang mulia. Rahasia negara ia kubur bersama tekadnya lebih dalam dari liang mana pun.

EKSEKUSI DI KAKI MERAPI: Gugur dengan Kehormatan
Karena gagal mematahkan pendiriannya, KNIL menunjukkan wajah paling biadab dari kolonialisme. Sekitar pukul 10.00 WIB, di Pakem, Sleman, sekitar 7 kilometer utara Yogyakarta tepatnya di kaki Gunung Merapi, Mayor Arie Frederik Lasut dieksekusi dengan tembakan. Ia gugur di usia 30 tahun bukan sebagai prajurit garis depan, melainkan sebagai intelektual pejuang yang menolak berkompromi dengan pengkhianatan. Ia memilih kematian yang terhormat daripada hidup dengan noda menjual bumi pertiwi.

Jenazahnya dimakamkan di TPU Sasanalaya, Yogyakarta, dengan upacara yang dihadiri Mr. Assaat, Pejabat Presiden Republik Indonesia kala itu, sebuah penghormatan negara kepada pahlawan sejatinya.

Arie Frederik Lasut bukan sekadar pahlawan bersenjata.
Ia adalah penjaga kedaulatan energi dan mineral Indonesia. Berkat keberaniannya, data pertambangan strategis bangsa selamat dari cengkeraman kolonial, dan Republik memiliki fondasi untuk berdiri di atas kaki sendiri.

Sebagai penghormatan atas jasa dan pengorbanannya, negara menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden No. 012/TK/Tahun 1969, tanggal 20 Mei 1969. Nama dan perjuangannya diabadikan dalam monumen dan prasasti, termasuk di Museum Geologi Bandung, sebagai pengingat abadi bahwa kemerdekaan Indonesia ditegakkan oleh darah, ilmu, dan idealisme yang tak ternilai harganya.

Arie Frederik Lasut telah gugur.
Namun sumpah setianya hidup abadi di perut bumi Indonesia yang ia jaga hingga akhir hayat. 🇮🇩🔥

Sumber: Radio Citra

Astaga .. Logam berat itu tidak hilang. Ia dimakan ikan kecil, ikan kecil dimakan ikan besar, dan ikan besar berakhir di...
15/12/2025

Astaga ..
Logam berat itu tidak hilang. Ia dimakan ikan kecil, ikan kecil dimakan ikan besar, dan ikan besar berakhir di meja makan warga. Racun itu menumpuk, gram demi gram, tahun demi tahun.

Kita tidak sedang berbicara tentang kerusakan alam semata. Kita sedang membicarakan potensi ancaman kesehatan masyarakat yang masif: kerusakan saraf, cacat bawaan pada bayi, hingga kanker. Tragedi Teluk Minamata di Jepang puluhan tahun lalu dimulai dengan gejala yang sama: air yang tercemar dan hewan yang “sakit”, sebelum akhirnya manusia yang berjatuhan.

Daftar Nama 19 Staf Khusus Bupati Bolmong Sulut yang Ditunjuk Yusra Alhabsyi dan Wabup Dony Lumenta
26/06/2025

Daftar Nama 19 Staf Khusus Bupati Bolmong Sulut yang Ditunjuk Yusra Alhabsyi dan Wabup Dony Lumenta

Bupati Yusra Alhabsyi bersama Wakil Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara (Sulut) Dony Lumenta, menunjuk 19 staf khusus.

LKP DPW PKB Sulut Targetkan Cetak 100 Kader Perempuan Bangsa Ideologis  https://all-time.id/lkp-dpw-pkb-sulut-targetkan-...
26/06/2025

LKP DPW PKB Sulut Targetkan Cetak 100 Kader Perempuan Bangsa Ideologis

https://all-time.id/lkp-dpw-pkb-sulut-targetkan-cetak-100-kader-perempuan-bangsa-ideologis/

ManadoAll-time.id – Lembaga Kaderisasi Provinsi (LKP) Dewan Pengurua Wilayah (DPW) PKB Sulawesi Utara rencana melaksanakan Pendidikan Badan Partai (Dikbar) pada awal bulan Juli 2025. “Kegiatan Pendidikan Badan Partai kali ini dilaksanakan khusus untuk Pengurus dan Anggota Perempuan Bangsa PKB di...

PKB Sulut Gelar Rakor Bahas Pelaksanaan Kaderisasi Partai Menuju Pemilu 2029
26/06/2025

PKB Sulut Gelar Rakor Bahas Pelaksanaan Kaderisasi Partai Menuju Pemilu 2029

Manado – Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Sulawesi Utara (Sulut) melalui Lembaga Kaderisasi Provinsi (LKP) memulai konsolidasi awal dalam rangka pelaksanaan program kaderisasi partai menuju Pemilu 2029. Rapat Koordinasi bersama Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) dan Ketua ...

14/04/2025

Warga net tiktok Talaud beraksi kritis... 😬

30/03/2025

Investigasi dilakukan di berbagai lokasi hiburan malam di Bali selama beberapa pekan terakhir. Dari hasil penelusuran, ditemukan sejumlah kafe dan bar yang diduga mempekerjakan anak di bawah umur sebagai pemandu lagu atau Ladies Companion (LC). Mereka kerap kali mengaku berusia lebih dari 18 tahun, namun setelah dilakukan pendalaman, beberapa di antaranya masih berusia 15 hingga 16 tahun.

Selengkapnya:
https://komentar.id/pilihan/dugaan-praktik-prostitusi-libatkan-anak-di-bawah-umur-di-bali-investigasi-di-balik-gemerlap-dunia-malam/

Workshop Optimalisasi APBD Kota Tomohon Tahun Anggaran 2025 yang diselenggarakan di Vesta Harmony, Jakarta, pada 17-21 F...
19/02/2025

Workshop Optimalisasi APBD Kota Tomohon Tahun Anggaran 2025 yang diselenggarakan di Vesta Harmony, Jakarta, pada 17-21 Februari 2025 diduga akal-akalan Pemkot untuk memakai uang Negara, pelesir ke ibukota dan bertandang ke lokasi pelantikan para kepala – kepala daerah. Ironisnya, Workshop ini kontraproduktif dengan pesan efisensi anggaran yang disampaikan berulang ulang oleh Presiden Prabowo Subianto beberapa hari terakhir.

Workshop ini membuktikan Pemkot Tomohon terang-terangan menentang Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran.

Kegiatan ini menuai sorotan aktivis Rakyat Antikorupsi (RAKO) Harianto Nanga, SIP.

tajam, terutama karena bertepatan dengan pelantikan kepala daerah serentak di Istana Negara pada 20 Februari 2025.

RAKO mencurigai agenda ini akal – akalan untuk pelesiran ke Jakarta sekaligus bertandang ke lokasi pelantikan para kepala daerah.

Selengkapnya:
https://komentar.id/pilihan/workshop-mencurigakan-pemkot-tomohon-diduga-akal-akalan-agar-bisa-wara-wiri-di-jakarta-dan-lokasi-pelantikan-kada-se-indonesia/

Address

Manado
95000

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Celebes Network posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Celebes Network:

Share