Sulut Watch

Sulut Watch Realita tetap realita, tak peduli kamu menghindar atau tidak, semua itu tidak mengubah kenyataan yang ada.
(1)

04/07/2026

Selamat & Sukses
Bapak James Sumendap
Atas bergabungnya dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Semoga sukses mengemban amanah, menginspirasi, dan terus berkarya untuk rakyat.

Salam Hangat
Komunitas Jasa Sewa Badut Manado

🚨 Jangan tutup mata. Jangan beri stigma.Sebanyak 4.624 warga Sulawesi Utara hidup dengan HIV dan telah mengetahui status...
25/06/2026

🚨 Jangan tutup mata. Jangan beri stigma.

Sebanyak 4.624 warga Sulawesi Utara hidup dengan HIV dan telah mengetahui statusnya. Angka ini bukan untuk ditakuti, tetapi menjadi pengingat bahwa HIV masih nyata di sekitar kita.

Edukasi, tes dini, dan pengobatan adalah kunci untuk menekan penyebaran HIV. Mari hentikan diskriminasi terhadap ODHIV dan bangun kepedulian bersama, karena setiap orang berhak mendapatkan kesempatan untuk hidup sehat dan bermartabat.

❤️ Lawan virusnya, bukan orangnya.

23/06/2026

Bertahun-tahun diduga menyekap dan menganiaya seorang wanita hingga mengalami kebutaan, kini Taufik Hidayat akhirnya mendekam di balik jeruji besi.

Penyesalan setelah ditangkap tidak akan menghapus penderitaan korban. Hukum harus memberi keadilan yang setimpal.

Diduga Korban TPPO, CPMI Nonprosedural Tujuan Laos Digagalkan di Bandara Sam RatulangiPolsek Kawasan Bandara Sam Ratulan...
23/06/2026

Diduga Korban TPPO, CPMI Nonprosedural Tujuan Laos Digagalkan di Bandara Sam Ratulangi

Polsek Kawasan Bandara Sam Ratulangi kembali menggagalkan keberangkatan seorang Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) nonprosedural yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan tujuan Laos. Korban diketahui direkrut oleh seseorang yang berada di Laos dan seluruh biaya perjalanan ditanggung oleh perekrut.

Pengungkapan ini menambah daftar panjang praktik perekrutan ilegal yang menyasar warga Indonesia dengan iming-iming pekerjaan dan gaji besar di luar negeri. Polisi menduga korban akan dipekerjakan tanpa perlindungan hukum yang jelas, sehingga berisiko terjebak dalam jaringan eksploitasi tenaga kerja dan perdagangan orang.

Keberhasilan aparat menggagalkan keberangkatan tersebut menjadi peringatan keras bahwa modus perekrutan ilegal ke negara-negara Asia Tenggara masih marak terjadi. Masyarakat diimbau tidak mudah tergiur tawaran kerja luar negeri yang tidak melalui jalur resmi demi menghindari jebakan sindikat TPPO.

22/06/2026

Persma 1960 bukan kekurangan sejarah. Persma 1960 kekurangan manajemen yang fokus.

Liga 4 saja masih terancam gagal. Target besar terus diumbar, tapi hasilnya nihil. Sudah saatnya berhenti menjual mimpi dan mulai mempertanggungjawabkan prestasi.

Jika kegagalan terus berulang, masalahnya bukan lagi di lapangan. Masalahnya ada di ruang manajemen.

21/06/2026

Mahasiswa menolak pengesahan revisi UU Polri karena dianggap mengancam supremasi sipil dan demokrasi. Mereka menuntut pembatalan pasal yang memperluas peluang polisi aktif menduduki jabatan sipil dan menyoroti perpanjangan batas usia pensiun anggota Polri yang dinilai menghambat regenerasi internal.

Send a message to learn more

Ketika Gunung Dikeruk, Siapa Mengembalikan Alam?Penetapan Direktur PT HWR sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi...
20/06/2026

Ketika Gunung Dikeruk, Siapa Mengembalikan Alam?

Penetapan Direktur PT HWR sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi pertambangan senilai Rp45 miliar seharusnya tidak hanya dibaca sebagai kasus pelanggaran administrasi atau kerugian keuangan negara. Di balik angka-angka itu, terdapat persoalan yang jauh lebih besar: kerusakan lingkungan yang ditinggalkan dan dampaknya yang harus ditanggung masyarakat dalam jangka panjang.

Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara menyebut sebagian kerugian negara dalam perkara ini berasal dari kerusakan lingkungan. Artinya, yang hilang bukan sekadar uang negara, melainkan juga kualitas alam yang selama ini menjadi penopang kehidupan warga. Hutan yang terbuka, tanah yang tergerus, sedimentasi sungai, hingga potensi pencemaran menjadi harga yang sering kali tidak terlihat dalam laporan keuangan, tetapi nyata dirasakan masyarakat.

Ironisnya, keuntungan dari eksploitasi sumber daya alam biasanya dinikmati dalam waktu singkat, sementara dampak kerusakannya dapat berlangsung puluhan tahun. Ketika tambang berhenti beroperasi, perusahaan bisa pergi. Namun lubang-lubang yang tersisa, rusaknya bentang alam, dan menurunnya kualitas lingkungan tetap menjadi beban daerah.

Kasus PT HWR seharusnya menjadi pengingat bahwa kerusakan lingkungan bukan sekadar efek samping pembangunan. Dalam banyak kasus, kerusakan itu justru lahir dari lemahnya pengawasan, longgarnya kepatuhan terhadap aturan, atau bahkan dugaan penyalahgunaan kewenangan yang memungkinkan aktivitas pertambangan berjalan tanpa memenuhi seluruh ketentuan yang diwajibkan.

Karena itu, publik tidak hanya menunggu siapa lagi yang akan ditetapkan sebagai tersangka. Yang lebih penting adalah apakah negara mampu memastikan pemulihan lingkungan berjalan sebanding dengan kerusakan yang ditimbulkan. Sebab memenjarakan pelaku tidak otomatis mengembalikan hutan yang hilang, memperbaiki daerah aliran sungai yang rusak, atau memulihkan ekosistem yang telah terganggu.

Pertanyaan yang patut diajukan adalah: berapa nilai sesungguhnya dari sebuah gunung yang dikeruk? Berapa harga sebuah sungai yang kehilangan fungsi ekologisnya? Dan siapa yang bertanggung jawab ketika generasi berikutnya mewarisi lingkungan yang lebih buruk dibandingkan yang diterima hari ini?

Sulawesi Utara selama ini dikenal karena kekayaan alamnya. Dari kawasan pesisir hingga pegunungan, daerah ini memiliki modal lingkungan yang tidak ternilai. Namun kekayaan itu dapat berubah menjadi kutukan apabila eksploitasi dilakukan tanpa tanggung jawab dan pengawasan yang memadai.

Kasus PT HWR seharusnya menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola pertambangan di Sulawesi Utara. Penegakan hukum tidak boleh berhenti pada aspek korupsinya semata. Negara juga harus memastikan adanya pertanggungjawaban atas kerusakan lingkungan yang terjadi.

Sebab pada akhirnya, uang negara yang hilang masih mungkin dikembalikan. Tetapi alam yang rusak belum tentu dapat dipulihkan. Dan ketika kerusakan itu sudah melampaui titik tertentu, masyarakatlah yang akan membayar harga paling mahal. Bukan perusahaan, bukan pejabat, melainkan warga yang hidup di sekitar sumber daya alam yang telah kehilangan daya dukungnya.

Dalam konteks itulah, perkara PT HWR bukan sekadar kasus korupsi. Ini adalah pengingat bahwa ketika hukum gagal melindungi alam sejak awal, maka penindakan sering kali datang ketika kerusakan sudah terlanjur terjadi. Dan pada saat itu, yang tersisa hanyalah upaya menghitung kerugian dari sesuatu yang sesungguhnya tak ternilai.

19/06/2026

Warga Tanjung Merah kembali bersuara.

Mereka menilai PT Futai diduga telah terlalu lama menjadi sumber keresahan, mulai dari dugaan pencemaran lingkungan hingga bau menyengat yang mengganggu kehidupan sehari-hari.

Pertanyaannya sederhana: sampai kapan warga harus menanggung dampaknya?

Investasi seharusnya membawa kesejahteraan, bukan meninggalkan keluhan yang terus berulang. Karena itu, tuntutan penutupan PT Futai kembali menggema dari masyarakat yang merasa hak mereka atas lingkungan bersih dan sehat terabaikan.

Jangan korbankan warga demi investasi.

Dugaan Jual Beli Titik SPPG Rp250 Juta, Nama MJP "CEO MBG Sulut" Jadi SorotanDugaan jual beli titik Satuan Pelayanan Pem...
16/06/2026

Dugaan Jual Beli Titik SPPG Rp250 Juta, Nama MJP "CEO MBG Sulut" Jadi Sorotan

Dugaan jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) senilai Rp250 juta per titik menghebohkan Sulawesi Utara. Nama MJP yang dikenal sebagai "CEO MBG Sulut" ikut disebut dalam pusaran isu tersebut.

Menanggapi dugaan itu, Indonesian Anti Corruption Network (Inakor) mendesak Jaksa Agung RI segera menurunkan tim untuk menyelidiki dugaan praktik jual beli titik SPPG yang dinilai berpotensi mencederai Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Inakor menegaskan, jika dugaan tersebut terbukti, maka kasus ini tidak bisa dianggap sebagai pelanggaran biasa karena menyangkut program strategis nasional yang menggunakan anggaran negara.

"Kejaksaan Agung harus turun tangan. Semua pihak yang diduga terlibat perlu diperiksa secara transparan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat," tegas Inakor.

Hingga kini belum ada putusan hukum maupun penetapan tersangka terkait dugaan tersebut. Karena itu, asas praduga tak bersalah tetap harus dikedepankan.

Publik kini menunggu langkah aparat penegak hukum untuk mengungkap kebenaran di balik dugaan jual beli titik SPPG Rp250 juta yang mulai menjadi perhatian luas di Sulawesi Utara.

selengkapnya: https://pronews5.com/investigasi/heboh-dugaan-jual-beli-titik-sppg-rp250-juta-nama-mjp-disebut-inakor-minta-jaksa-agung-turun-ke-sulut/

16/06/2026

Sajam Diduga Lolos ke Mantos, Alfreds Rondonuwu Pertanyakan Sistem Keamanan

Dugaan lolosnya senjata tajam (sajam) ke kawasan Manado Town Square (Mantos) menuai sorotan tajam dari pengamat politik Sulawesi Utara, Alfreds Rondonuwu.

Menurut Alfreds, jika benar benda berbahaya dapat masuk tanpa terdeteksi, maka manajemen Mantos wajib menjelaskan kepada publik bagaimana hal itu bisa terjadi di salah satu pusat keramaian terbesar di Kota Manado.

“Ini bukan persoalan sepele. Ribuan orang datang ke mal setiap hari. Jika sajam bisa lolos, publik berhak mempertanyakan efektivitas sistem keamanan yang diterapkan,” tegas Alfreds.

Ia mendesak manajemen Mantos segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur pengamanan, mulai dari pemeriksaan pengunjung, pengawasan CCTV, hingga kesiapsiagaan petugas keamanan.

Alfreds menegaskan bahwa keamanan pengunjung tidak boleh hanya menjadi slogan. Menurutnya, masyarakat kini menunggu langkah konkret dan penjelasan terbuka dari pihak pengelola agar kepercayaan publik tetap terjaga.

“Pertanyaannya sederhana, bagaimana benda berbahaya bisa masuk? Manajemen harus menjawab dan memastikan kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.

Address

Manado

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sulut Watch posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share