Global Seven News

Global Seven News Dukung Halaman ini untuk lebih lagi berguna bagi sesama

๐ŸŒ Menghubungkan Anda dengan peristiwa dunia dan Dalam Negeri
โš–๏ธ Akurat, Terverifikasi, Objektif.
๐Ÿ“‘ Analisis mendalam geopolitik & konflik internasional.
๐Ÿ”” Ikuti untuk tetap mendapat informasi Dalam Negeri yang benar.

Dua warga Jawa Barat ditangkap polisi setelah unggahan dan komentar mereka di media sosial dikaitkan dengan pernyataan P...
08/08/2026

Dua warga Jawa Barat ditangkap polisi setelah unggahan dan komentar mereka di media sosial dikaitkan dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal program senjata nuklir Iran.

Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Barat menangkap dua pria berinisial AYP dan AF. Kasus ini bermula dari laporan polisi yang diterima pada 4 Agustus 2026.

Menurut kepolisian, AYP diduga membuat, mengedit, dan mentransmisikan konten di platform Threads yang memuat pernyataan Presiden Prabowo.

Sementara AF diduga menulis komentar yang dinilai provokatif dan berpotensi mengganggu ketertiban umum. Keduanya kemudian diproses menggunakan ketentuan pidana terkait aktivitas di ruang digital.

Namun, perkara ini kemudian memunculkan pertanyaan yang lebih luas.

Sejauh mana batas antara kebebasan berpendapat dan tindak pidana di ruang digital?

Komisi Kepolisian Nasional atau Kompolnas mengingatkan aparat agar dalam menangani perkara siber tetap berpedoman pada hukum dan putusan Mahkamah Konstitusi.

Anggota Kompolnas Choirul Anam menyinggung Putusan MK Nomor 115/PUU-XXII/2024. Salah satu poin pentingnya adalah pemaknaan kerusuhan dalam konteks tertentu tidak bisa begitu saja disamakan antara ruang fisik dan ruang digital.

Artinya, tidak setiap unggahan yang menimbulkan kegaduhan di internet otomatis dapat dianggap sebagai tindak pidana.

Tetapi di sisi lain, kebebasan berekspresi juga bukan berarti bebas tanpa batas. Jika sebuah unggahan atau komentar mengandung ancaman, hasutan untuk melakukan kekerasan, atau memenuhi unsur pidana lainnya, tentu tetap dapat diproses sesuai hukum.

Karena itu, kasus dua warga Jawa Barat ini bukan hanya soal siapa yang ditangkap.

Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa di era media sosial, garis antara kritik, ekspresi, provokasi, dan ancaman harus ditentukan dengan sangat hati-hati.

Sebab ketika hukum masuk ke ruang digital, yang dipertaruhkan bukan hanya ketertiban, tetapi juga bagaimana negara menjaga kebebasan warganya untuk berbicara.

Keberadaan ratusan titik Koperasi Desa Merah Putih di Kalimantan Selatan sempat memicu tanda tanya. Pasalnya, hasil pema...
04/08/2026

Keberadaan ratusan titik Koperasi Desa Merah Putih di Kalimantan Selatan sempat memicu tanda tanya. Pasalnya, hasil pemantauan digital Command Center Kementerian Koperasi menunjukkan sebanyak 135 titik koordinat koperasi tampak berada di tengah laut.

Temuan ini pun cepat menyebar dan menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Namun, Dinas Koperasi dan UKM Kalimantan Selatan memastikan persoalan tersebut bukan menunjukkan adanya koperasi fiktif.

Menurut mereka, anomali itu terjadi akibat kesalahan teknis pada proses penginputan dan sinkronisasi data koordinat. Pergeseran pada sistem pemetaan membuat lokasi yang sebenarnya berada di daratan terbaca bergeser hingga terlihat berada di wilayah perairan.

Pemerintah daerah menegaskan seluruh Koperasi Desa Merah Putih yang dimaksud tetap berdiri dan beroperasi di desa masing-masing.

Saat ini, proses verifikasi serta pembaruan titik koordinat sedang dilakukan bersama Kementerian Koperasi dan pemerintah kabupaten/kota agar data digital sesuai dengan kondisi di lapangan.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa di era digital, akurasi data sama pentingnya dengan pembangunan fisik. Kesalahan koordinat memang dapat memunculkan persepsi yang keliru, tetapi bukan berarti programnya tidak ada.

Karena itu, pemerintah berkomitmen memperketat proses validasi geotagging agar pemantauan pembangunan gerai, gudang, hingga aktivitas usaha Koperasi Desa Merah Putih dapat dilakukan secara lebih presisi dan tidak lagi menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

Di saat banyak pihak masih meragukan kemampuan Indonesia memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, Presiden Prabowo Subianto...
02/08/2026

Di saat banyak pihak masih meragukan kemampuan Indonesia memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, Presiden Prabowo Subianto justru melontarkan klaim yang cukup berani.

Menurut Prabowo, Indonesia kini kembali mencapai swasembada pangan, khususnya beras, sesuatu yang sudah puluhan tahun sulit diwujudkan. Bahkan, ia mengaku masih banyak orang yang tidak percaya dengan capaian tersebut.

Baginya, keberhasilan ini bukan sekadar angka di atas kertas. Prabowo menegaskan hasil tersebut merupakan buah dari kerja keras pemerintah, petani, serta berbagai pihak yang terlibat dalam memperkuat produksi pangan nasional dalam waktu yang relatif singkat.

Mengapa hal ini penting? Karena bagi Prabowo, urusan pangan bukan hanya soal pertanian, tetapi menyangkut keamanan negara dan kesejahteraan rakyat. Selama kebutuhan makan masyarakat terjamin, fondasi ekonomi akan jauh lebih kuat menghadapi berbagai gejolak dunia.

Namun, pernyataan ini juga memunculkan pertanyaan yang menarik. Benarkah Indonesia sudah benar-benar mencapai swasembada beras? Apakah kondisi ini bisa dipertahankan dalam jangka panjang, atau hanya bersifat sementara?

Yang jelas, jika klaim tersebut terbukti konsisten, Indonesia sedang memasuki babak baru dalam sejarah ketahanan pangannya. Kini, publik akan menunggu apakah keberhasilan ini mampu dijaga, sekaligus dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat, mulai dari petani hingga konsumen.

Kalau menurut kalian, apakah Indonesia benar-benar sudah kembali swasembada beras, atau masih ada tantangan besar yang harus dibuktikan? Tulis pendapat kalian di kolom komentar.

02/08/2026

5 orang meninggal dunia dalam kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di Perairan Sumenep. Tim SAR masih mencari 41 penumpang dan awak yang belum ditemukan.

Bagaimana mungkin dua survei yang sama-sama mengukur kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto menghasilkan ang...
02/08/2026

Bagaimana mungkin dua survei yang sama-sama mengukur kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto menghasilkan angka yang terpaut lebih dari 30 persen? Pertanyaan inilah yang kini menjadi perbincangan.

Pada 26 Juli 2026, SMRC merilis hasil survei yang menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo berada di angka 51,1 persen. Survei tersebut dilakukan pada 5 hingga 19 Juli 2026 dan menggambarkan adanya penurunan kepuasan masyarakat.

Namun hanya berselang lima hari, Indonesia Development Monitoring atau IDM merilis hasil yang jauh berbeda. Dalam survei nasionalnya, IDM mencatat tingkat kepuasan publik mencapai 81,5 persen pada semester pertama 2026.

Menurut Direktur Eksekutif IDM, Dedy Rohman, tingginya angka itu mencerminkan masih kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap arah pemerintahan. Publik disebut mengapresiasi langkah pemerintah dalam memperkuat penegakan hukum, menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global, serta menjalankan berbagai program prioritas yang mulai dirasakan manfaatnya.

IDM juga mencatat 86,7 persen responden mengaku puas terhadap penanganan dugaan korupsi pada program-program prioritas pemerintah. Sementara 11,2 persen menyatakan tidak puas, dan 7,3 persen memilih tidak menjawab.

Di sisi lain, SMRC memiliki pembacaan yang berbeda. Lembaga ini menilai turunnya tingkat kepuasan dipengaruhi oleh persepsi publik yang memburuk terhadap kondisi ekonomi, dinamika politik, serta penegakan hukum secara umum.

Perbedaan hasil ini menunjukkan bahwa angka survei tidak selalu berbicara dengan suara yang sama. Metode penelitian, waktu pengambilan data, cara memilih responden, hingga indikator yang digunakan dapat menghasilkan potret opini publik yang berbeda.

Karena itu, setiap hasil survei sebaiknya dipahami sebagai gambaran berdasarkan metodologi masing-masing, bukan sebagai satu-satunya kebenaran.

Di tengah perbedaan tersebut, masyarakatlah yang pada akhirnya akan menilai sendiri bagaimana kinerja pemerintah berdasarkan pengalaman yang mereka rasakan dalam kehidupan sehari-hari.

01/08/2026

SMRC menyebut tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo berada di kisaran 51 persen. Sementara Indonesia Development Monitoring, atau IDM, justru merilis angka 81,5 persen. Selisih lebih dari 30 poin.

Simak perbedaannya...

Di tengah berbagai tantangan yang masih dihadapi Indonesia, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan Preside...
31/07/2026

Di tengah berbagai tantangan yang masih dihadapi Indonesia, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tetap berada di angka yang tinggi.

Survei terbaru dari Indonesia Development Monitoring (IDM) mencatat sebanyak 81,5 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Presiden pada paruh pertama tahun 2026.

Direktur Eksekutif IDM, Dedi Rohman, menjelaskan bahwa capaian tersebut tidak muncul begitu saja.

Menurutnya, masyarakat merasakan langsung dampak dari sejumlah program pemerintah yang berfokus pada kebutuhan pokok, mulai dari penguatan ketahanan pangan, pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis atau MBG, terjaganya pasokan bahan pangan dan BBM, hingga situasi keamanan nasional yang dinilai tetap kondusif.

Survei ini dilaksanakan pada 7 hingga 20 April 2026 dengan melibatkan 1.580 responden yang tersebar di 34 provinsi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka menggunakan metode multistage random sampling, sehingga hasilnya diharapkan mampu menggambarkan pandangan masyarakat secara luas.

Selain mengukur kepuasan terhadap Presiden, survei tersebut juga menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 79,2 persen.

Sebanyak 78,7 persen responden memberikan apresiasi atas kontribusi Polri dalam mendukung ketahanan pangan, sementara 83,8 persen menilai keterlibatan Polri dalam program Makan Bergizi Gratis sebagai langkah yang positif.

Dari seluruh program yang disurvei, Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu yang memperoleh dukungan paling besar.

Program ini dinilai memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, memperkuat perhatian pemerintah terhadap kualitas pangan, sekaligus menarik perhatian positif dari berbagai delegasi internasional.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo banyak dipengaruhi oleh program-program yang memberikan dampak nyata dalam kehidupan sehari-hari.

30/07/2026

Pemerintah Resmi menaikan TUKIN prajurit TNI dan pegawai Kemenhan

29/07/2026

Main hakim sendiri hingga menghilangkan nyawa orang merupakan bentuk expresi dari semakin merosot perekonomian rakyat di samping melemahnya penegakan hukum.

Banyak orang percaya umur panjang ditentukan oleh faktor genetik. Namun bagi Jessie Gallan, perempuan yang pernah menyan...
28/07/2026

Banyak orang percaya umur panjang ditentukan oleh faktor genetik. Namun bagi Jessie Gallan, perempuan yang pernah menyandang gelar sebagai lansia tertua di Skotlandia, kuncinya justru terletak pada gaya hidup dan pilihan hidup yang dijalani selama puluhan tahun.

Saat merayakan ulang tahunnya yang ke-109, Jessie mengungkapkan sebuah pernyataan yang langsung menarik perhatian dunia. Dengan nada bercanda, ia mengatakan bahwa rahasia panjang umurnya adalah menjauhi laki-laki karena menurutnya mereka lebih sering membawa masalah daripada ketenangan.

Meski terdengar menggelitik, pernyataan itu sebenarnya hanyalah bagian dari pandangan pribadinya yang memang memilih untuk tidak pernah menikah sepanjang hidup.

Di balik candaan tersebut, Jessie memiliki kebiasaan yang sangat disiplin. Ia rutin berolahraga, selalu memulai pagi dengan semangkuk bubur hangat, serta terbiasa bekerja keras sejak masih remaja.

Sejak usia 13 tahun, ia sudah meninggalkan rumah untuk bekerja sebagai pemerah susu, kemudian menjadi pembantu dapur di peternakan hingga hotel bergengsi yang pernah dikunjungi Ratu Elizabeth II dan Ibu Suri.

Perjalanan hidup yang penuh kerja keras itu menempa fisik dan mentalnya hingga mampu melewati lebih dari satu abad kehidupan. Jessie juga tumbuh dalam kondisi yang jauh dari kemewahan. Ia mengenang masa kecilnya tidur bersama enam saudaranya di atas kasur jerami, sebuah gambaran sederhana yang membentuk karakter tangguhnya.

Terlepas dari candaannya tentang laki-laki, kisah Jessie Gallan mengingatkan bahwa umur panjang kemungkinan besar tidak hanya ditentukan oleh satu "rahasia", melainkan kombinasi dari pola hidup sehat, aktivitas fisik yang konsisten, disiplin, serta kemampuan menjalani hidup dengan sederhana dan penuh semangat.

Address

Manado
95111

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Global Seven News posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Global Seven News:

Shortcuts

Share