15/06/2026
Apakah perceraian lalu menikah lagi benar-benar akan membuat Tuhan marah?
Jika kamu sedang mengalami tekanan karena perceraian dan takut memulai hidup baru, dengarkan dengan tenang. Tiga prinsip Alkitab ini dapat mematahkan belenggu yang ada dalam dirimu.
Pertama, Alkitab mengizinkan perceraian dalam kondisi tertentu.
Matius 5:32 menjelaskan bahwa Yesus menyebutkan perzinahan sebagai alasan yang diperbolehkan untuk perceraian. 1 Korintus 7:15 juga berkata: “Jika orang yang tidak percaya itu ingin berpisah, biarkanlah ia pergi.” Ketika kamu menghadapi kekerasan dalam rumah tangga yang terus-menerus, ditinggalkan, atau diabaikan, Tuhan tidak pernah meminta kamu untuk terus bertahan dalam situasi yang menghancurkan itu.
Kedua, perjanjian pernikahan tidak seharusnya menjadi kuburan hidupmu.
Kejadian 2:18 menyatakan bahwa Tuhan menciptakan pasangan untuk saling menolong. Tuhan menetapkan pernikahan untuk saling membangun, bukan untuk dijadikan alasan bagi penindasan, kekerasan, atau penghinaan atas nama “janji suci”. Jika sebuah hubungan sedang menghancurkan jiwa dan martabatmu, meninggalkannya dan memulai kembali tidak bertentangan dengan kehendak Tuhan.
Ketiga, Tuhan lebih menghargai kebebasan dan damai sejahtera hidupmu.
Tuhan memang tidak menyukai perceraian, tetapi Dia juga tidak ingin anak-anak-Nya hancur dalam hubungan yang mencekik dan merusak. Di mata Tuhan, rumah adalah tempat yang penuh hormat, aman, dan kasih—bukan sekadar selembar surat pernikahan yang penuh luka.
Ingatlah: firman Tuhan adalah penyelamat jiwa, bukan penjara yang menghakimi.
Jika video ini menyentuh hatimu, silakan beri komentar dan bagikan. Jika kamu membutuhkan pendampingan rohani, kamu juga boleh menghubungi. Kiranya Tuhan memberkati dan memberikan damai sejahtera bagimu.