10/08/2026
MATAMAROS.COM — Sekitar 2.206 hektare lahan pertanian di Kabupaten Maros, berpotensi terdampak kekeringan.
Kepala Dinas Pertanian Maros, Jamaluddin, mengatakan sebagian besar lahan pertanian di Maros telah memasuki masa panen. Bahkan, sejumlah wilayah sudah menyelesaikan panen.
Menurutnya, dampak kekeringan masih terjadi di beberapa wilayah, salah satunya Kecamatan Tanralili. “Di Tanralili ada 3 hektare yang gagal panen,” katanya, Senin, 10 Agustus 2026.
Di Kecamatan Tompobulu, terdapat 924 hektare lahan padi yang terdampak. Dari jumlah tersebut, sebanyak 9 hektare mengalami gagal panen, sedangkan 915 hektare lainnya belum panen. “Diusahakan agar tetap aman,” bebernya.
Kekeringan juga berdampak pada tanaman jagung di Kecamatan Tompobulu. Dari total 925 hektare lahan jagung, 425 hektare mengalami gagal panen, sedangkan 500 hektare lainnya belum panen. Di Kecamatan Mandai terdapat 22 hektare komoditas jagung yang mengalami gagal panen akibat kekeringan.
Adapun kecamatan Camba, Cenrana, dan Mallawa masih relatif hijau dan belum masuk kategori kekeringan. Sementara di kecamatan Lau, Bantimurung, dan Bontoa, rata-rata lahan pertaniannya telah selesai dipanen.
Selengkapnya baca di
https://www.matamaros.com/2026/08/10/459-hektare-lahan-pertanian-di-maros-gagal-panen/