04/05/2026
Dalam berbagai pidato pembukaan MTQ Nasional (seperti ke-12 di Aceh, ke-13 di Padang, dan ke-18 di Jambi), Presiden Soeharto menekankan bahwa Al-Qur'an bukan hanya untuk dibaca, tetapi untuk dihayati dan dijadikan pedoman hidup. Beliau menegaskan MTQ memperkuat kehidupan keagamaan dalam bingkai Pancasila, meningkatkan seni baca Al-Qur'an, serta mengajak umat Islam menjadikan ajaran Qur'ani sebagai dasar moral dalam pembangunan nasional untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
Fungsi Al-Qur'an: Al-Qur'an adalah petunjuk jalan bagi umat Islam dalam menghadapi tantangan dan godaan kehidupan.
Pembangunan Nasional: Ajaran Al-Qur'an harus dijadikan obor pedoman dalam kehidupan sehari-hari dan pembangunan bangsa.
MTQ dan Pancasila: Pelaksanaan MTQ merupakan refleksi dari kehidupan beragama dalam negara yang berdasarkan Pancasila.
Persatuan dan Kebersamaan: MTQ menjadi sarana mempererat persatuan umat Islam dari berbagai penjuru tanah air.
Penyelenggaraan: Seringkali beliau menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan masyarakat yang menjadi tuan rumah.
Kutipan pidato pada MTQ XIII di Padang (1983) menunjukkan apresiasi beliau, "Kita bersyukur, karena MTQ telah menjadi bagian dalam kehidupan umat Islam di negeri kita. Hal ini sangat diperkuat ciri dan corak kehidupan keagamaan bangsa kita dalam negara yang berdasarkan Pancasila. Dalam hal seni baca Al-Quran, kita mempunyai tempat yang terhormat di pentas dunia".