Independent Movement

Independent Movement Api yang melelehkan sutera dan membengkokkan besi akan mengeraskan baja!

"Ketika aku menengok ke belakang, mereka masih ada. Melambai. Tampak seperti sesimpul buhul kecil. Orang-orang yang hidu...
19/12/2025

"Ketika aku menengok ke belakang, mereka masih ada. Melambai. Tampak seperti sesimpul buhul kecil. Orang-orang yang hidup dengan impian mereka, sementara dunia tengah hidup dalam mimpi-mimpi buruknya. Setiap malam aku memikirkan perjalanan ini … Aku tahu dia pasti bergerak, tengah berbaris, bukan hanya untuk dirinya, tapi juga untuk menjaga agar harapan tetap hidup untuk kita semua.” (Bersama Para Kamerad)

"Angin bersiul, badai mengamuk, sepatu kita rusak, tapi kita harus terus berjalan, menaklukan mata air merah, tempat terbitnya matahari masa depan…. Maju kamerad! Maju! Bawa suara kalian ke suara kami. Maju kamerad! Maju! Dan matahari akan bersinar untuk kita semua. Untuk fajar baru ini. Bergabunglah dengan kami. Dan bersama-sama kita akan membawa. Ke setiap sudut dan setiap rumah. Bendera merah rubi kita.” (Bandiera Rossa)

“Ketika aku menengok ke belakang, mereka masih ada. Melambai. Tampak seperti sesimpul buhul kecil. Orang-orang yang hidup dengan impian mereka, sementara dunia tengah hidup dalam mi…

"Hidup dengan mata terbuka, dengan kritik yang tak henti-hentinya, tanpa ilusi, tanpa hiasan, apa adanya, apapun yang di...
14/12/2025

"Hidup dengan mata terbuka, dengan kritik yang tak henti-hentinya, tanpa ilusi, tanpa hiasan, apa adanya, apapun yang ditawarkannya, dan bahkan lebih dari itu, untuk apa yang bisa menjadi kenyataan, itu adalah suatu prestasi tersendiri. Menginvestasikan kecintaan pada kehidupan ini dengan ekspresi artistik, terutama ketika hal ini menyangkut lapisan sosial terendah, itu adalah pencapaian artistik yang hebat."

- Leon Trotsky

“Hidup dengan mata terbuka, dengan kritik yang tak henti-hentinya, tanpa ilusi, tanpa hiasan, apa adanya, apapun yang ditawarkannya, dan bahkan lebih dari itu, untuk apa yang bisa menjadi ken…

"Melawan dan menggulingkan sistem kapitalisme yang bangkrut ini adalah satu-satunya jalan. Kita tidak bisa lagi menyerah...
12/12/2025

"Melawan dan menggulingkan sistem kapitalisme yang bangkrut ini adalah satu-satunya jalan. Kita tidak bisa lagi menyerahkan nasib kita dan nasib bumi ini pada kapitalis dan pemerintahan mereka yang abai. Kita perlu mengendalikan masa kini dan masa depan kita melalui sistem ekonomi terencana sosialis. Ini hanya mungkin ketika ekonomi berada di tangan mayoritas kelas pekerja dan bukan segelintir kelas kapitalis, karena hanya mayoritas kelas pekerjalah satu-satunya kelas yang berkepentingan menghindari bencana."

"Sosialisme merupakan prasyarat mutlak untuk membangun sistem berbasis solidaritas yang mampu memulihkan metabolisme alami antara manusia dan alam, menata ulang produksi sosial, menghormati siklus alam tanpa menguras sumber daya kita, sekaligus mengakhiri kemiskinan dan ketimpangan sosial. Kapitalisme yang sedang membusuk tidak hanya menghadirkan bencana dan kesengsaraan, tetapi juga potensi kehancuran planet ini. Hanya sosialisme satu-satunya sistem yang benar-benar ekologis untuk mencegah bencana lingkungan yang disebabkan oleh kapitalisme."

- Perhimpunan Sosialis Revolusioner

Selengkapnya:

Mereka yang menikmati hasil dari kerusakan alam ini menyebutnya sebagai karunia Tuhan, tetapi bagi mayoritas kelas pekerja bencana ini adalah penderitaan yang tak terelakkan. Sistem kapitalisme hanya mementingkan keuntungan segelintir parasit kapitalis, dan mereka tidak peduli dengan dampaknya pada....

"Sampai sekarang, Pemerintah Pusat belum menetapkan banjir di Sumatera sebagai Bencana Nasional. Ini berarti penanganan ...
12/12/2025

"Sampai sekarang, Pemerintah Pusat belum menetapkan banjir di Sumatera sebagai Bencana Nasional. Ini berarti penanganan banjir diserahkan ke pemerintahan daerah, dengan bantuan kecil-kecilan dari Pemerintah Pusat. Hal ini mereka lakukan karena mereka sedang menghitung-hitung anggaran karena uangnya tidak cukup untuk menyelamatkan rakyatnya sendiri. APBN mereka simpan untuk membayar utang yang menggunung kepada kapitalis, dan oleh karenanya, mereka siap mengorbankan jutaan jiwa rakyat jelata."

"Prabowo, Bahlil, Bobby, dan seluruh jajaran pemerintah harus bertanggungjawab. Pada zaman Tiongkok Kuno, kekuasaan kaisar hilang setelah terjadi bencana besar. Surga telah menarik kembali mandatnya. Sekarang, kelas penguasa kita juga telah kehilangan mandatnya untuk berkuasa. Mereka harus digulingkan secara revolusioner oleh kelas pekerja dan kaum muda, bersamaan dengan sistem mereka: kapitalisme. Hanya dengan itu kita bisa menjamin dunia tanpa penderitaan, di mana alam dikelola secara bijak untuk kepentingan umat manusia bukan segelintir parasit kelas kapitalis dan pemerintahan mereka!"

- Perhimpunan Sosialis Revolusioner

Selengkapnya:

Banjir di Sumatera Utara bukan ulah manusia, tetapi akibat kelas penguasa yang mendukung deforestasi demi keuntungan segelintir. Bencana ini mengorbankan lebih dari 600 nyawa, merekalah yang bertanggung jawab atas bencana ini.

"Selapisan kelas penguasa berupaya menyelesaikan krisis iklim. Namun tidak ada satupun dari mereka yang merealisasikan k...
12/12/2025

"Selapisan kelas penguasa berupaya menyelesaikan krisis iklim. Namun tidak ada satupun dari mereka yang merealisasikan komitmen mereka. Mulai dari deklarasi Stockholm 72, perjanjian Rio de Janeiro 92, Protokol Kyoto 97 hingga rangkaian COP (Conference of the Parties) yang diselenggarakan PBB, semua hanyalah isapan jempol. Berbagai perjanjian telah ditetapkan, namun sama sekali tidak ada komitmen serius untuk dijalankan. Ini karena motif profit kapitalis berbenturan dengan upaya ini."

"Jalan satu-satunya adalah menumbangkan sistem ini dan menggantikannya dengan sosialisme, yaitu sistem ekonomi terencana yang rasional. Mulai dari hulu hingga hilir, ekonomi akan diletakkan di bawah kontrol buruh secara demokratis."

- Perhimpunan Sosialis Revolusioner

Selengkapnya:

Meskipun sering disebut sebagai bencana alam, kenyataannya perubahan iklim yang kita hadapi saat ini adalah dampak langsung dari perusakan lingkungan yang dilakukan oleh kelas kapitalis, yang hanya mengejar keuntungan.

"[Mereka] dapat membakar kebun bunga, tetapi [mereka] tidak dapat mencegah datangnya musim semi.” (Pepatah Afghanistan)“...
10/12/2025

"[Mereka] dapat membakar kebun bunga, tetapi [mereka] tidak dapat mencegah datangnya musim semi.” (Pepatah Afghanistan)

“Rasa simpati manusia atas keadilan dan hak untuk memiliki kesempatan berkembang, untuk dipuaskan, akan semakin luas dan tumbuh. Bahkan sampai hari ini rasa keadilan dan permainan yang adil masih hidup di hati manusia, terlepas dari berabad-abad penindasan dan penyimpangan.” (Revolusioner Amerika)

“Rasa simpati manusia atas keadilan dan hak untuk memiliki kesempatan berkembang, untuk dipuaskan, akan semakin luas dan tumbuh. Bahkan sampai hari ini rasa keadilan dan permainan yang adil masih h…

10/12/2025

PERINGATAN 10 DESEMBER:
Lawan Kejahatan HAM Kelas Borjuis

“Rasa simpati manusia atas keadilan dan hak untuk memiliki kesempatan berkembang, untuk dipuaskan, akan semakin luas dan tumbuh. Bahkan sampai hari ini rasa keadilan dan permainan yang adil masih hidup di hati manusia, terlepas dari berabad-abad penindasan dan penyimpangan.” (Revolusioner Amerika)

Tanggal 10 Desember datang mengingatkan kita akan kejahatan berdarah-darah dalam sistem masyarakat kapitalis. Sebuah kekerasan reaksioner raksasa yang dilancarkan oleh algojo-algojo terbaik dari kelas borjuis. Pada peringatan Hari HAM Internasional inilah kita mesti mengakui bahwa kita tumbuh dewasa dalam atmosfer kekuasaan dan kekerasan negara borjuis: kepatuhan, keharusan, ketakutan dan hukuman; kita menghirupnya sepanjang hidup. Kita tenggelam terlalu dalam pada semangat kekerasan reaksioner kelas yang berkuasa. Gerombolan penguasa mengendalikan hidup kita sejak kita masih di buaian hingga di kuburan dengan begitu laknatnya. Inilah kejahatan yang paling keji dan hina. Perbuatan terjahat dan menjijikan di muka bumi. Kejahatan kapitalisme, yang mencabut massa manusia dari udara dan cahaya, untuk membungkam perempuan dan laki-laki pekerja, mengikat lengan dan kaki bangsa-bangsa kecil di seantero dunia, mengambil semua kegembiraan hidup bayi-bayi yang tak-berdosa, dan tidak menyisakan apapun kecuali penderitaan untuk seluruh kaum terhisap dan tertindas yang ada. Ini adalah tindakan kejahatan borjuis yang sempurna!

Dalam Musim Menjagal (2018), Geofrey B. Robinson menceritakan kejahatan HAM dengan sangat pilu. Malapetaka 1965 baginya telah melumat berlimpah korban jiwa dengan begitu terancana. Pembantaian berlangsung dari Aceh-NTT: Sepanjang September-November 1965, mula bukanya pembunuhan massal dilangsungkan di Aceh—hasilnya 10.000 warga binasa; lalu awal November beranjak ke Medan—akibatnya 40.000 buruh perkebunan dan pertanian merenggang nyawa; kemudian penjagalan memasuki Jawa Tengah pada minggu ketiga bulan Oktober—140.000 meninggal dunia; dan memasuki Desember pembantaian dilanjutkan ke Jawa Timur, Bali, dan NTT—masing-masing jumlah korban yang dibunuh di setiap daerah mencapai 180.000, 80.000, dan 60.000 jiwa. Kala itu Soeharto menutup rapat-rapat ruang politik bagi kader-kader dan simpatisan PKI: elit-elit partai yang pernah bekerja sama dengannya ditikam dari belakang dan orang-orang yang dianggap mendukung atau berhubungan langsung maupun tidak langsung dengan PKI secara serampangan ikut diisolir maupun dilenyapkan. Label PKI kemudian tak sekadar diletakkan pada partai melainkan juga manusia. Semakin lama Komunisme kian disetankan oleh rezim. Sampai sekarang isu PKI diadopsi sebagai alat yang digunakan pemerintahan borjuis dalam membodohi dan memecah-belah persatuan di antara laki-laki dan perempuan terhisap, tertindas, dan miskin.

Dengan pendekatan keamanan-militer, kelas borjuasi terus-menerus menggunakan ABRI dalam mengawal pengerukan SDA Papua sekaligus menumpas gerakan OPM yang mencoba menghalanginya. Operasi militernya dimulai dari 1961 sampai hari ini. Sejak itulah rezim borjuasi mengerahkan kekuatan tempurnya untuk memusnahkan orang-orang asli Papua. Sepanjang beroperasinya militer dalam mengamankan modal di Papua, Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari Jan Warinussy memperkirakan: selama 1966-98, jumlah korbannya hampir 100.000 jiwa. Sementara dalam Mencari Jalang Tengah: Otonomi Khusus Provinsi Papua, Agus Sumule melacak agak rinci sebagian kasus pelanggaran HAM Berat TNI-Polri: pada 1977 telah dibunuh 126 orang di Asologaiman dan 148 di Wasi, lalu 1979 sebanyak 201 penduduk dibunuh lagi di Kelila-Jayawijaya, dan sepanjang 1980-1995 ada 13 warga hilang dan 80 wanita diperkosa di pelbagai wilayah Papua. Bahkan, sejak pelaksanaan operasi militer Papua petaka mendadak menerpa lingkungan dan massa manusianya. Memasuki 2020-September 2021, Indonesia telah melakukan pendropan pasukan TNI-Polri organik dan non-organik sebanyak 39 kali. Kini lebih dari 50.000 aparat represifnya telah membanjir di wilayah kekerasan dan eksploitasi. Walhasil, korban kemudian jatuh menyeringai. Dalam Catatan Kritis KontraS (2021) dilaporkan: ditemukan sebanyak 391 kasus kekerasan di Papua—yang meliputi: penembakan, penyiksaan, penangkapan sewenang-wenang, pembubaran paksa, intimidasi serta tindakan tidak manusiawi yang dilakukan oleh TNI-Polri. Sementara sampai awal Januari 2022, penyisiran dan perang yang dilakukan aparatus represif negara mengakibatkan 60.000 OAP mengungsi dan 300-an lainnya tewas baik karena kelaparan, penyakit, maupun kekerasan TNI-Polri.

Kekuasaan punya tentara, polisi, penjara, dan beragam aturan dari parlemen (partai-partai borjuis) yang bisa digunakan untuk memerangi, meringkus, menghukum dan membantai kita. Dalam Revolusi Proletariat dan Kautsky si Pengkhianat (2014), Lenin berkata: ‘kita diperintahkan (dan negara kita “dibentuk”) oleh para birokrat borjuis, oleh para anggota parlemen borjuis, oleh para hakim borjuis—ini adalah kebenaran yang sederhana, jelas, dan tidak dapat diganggu gugat, sebuah kebenaran yang dikenal oleh puluhan dan ratusan juta rakyat dari kelas-kelas tertindas, dari pengalaman mereka sendiri, pengalaman yang mereka rasakan dan jalankan setiap hari.’ Sepanjang sejarah mereka telah menjadi musuh kelas pekerja, musuh kaum perempuan, musuh bangsa tertindas, dan musuh seluruh massa rakyat yang terhisap dan tertindas di seluruh dunia. Di tangan mereka segala jenis pasal dan aturan terjatuh dalam kubangan empirisme kasar yang membuat pelaksanaan aturan berlumuran prosedur, serta bisa digunakan untuk menindas seluruh elemen yang berbahaya bagi kelas penguasa. Itulah yang membuat hukum teramat sukar menyeret koruptor dan bandar besar narkoba tapi gampang sekali memenjarakan orang-orang miskin, korban rasisme dan seksisme. Sekarang pertanyaanya: menyaksikan itu semua apakah kita cuma akan terus menjadi penonton dan menerima keadaan yang mengerikan ini? Bukankah kalian muak melihat kebuasan, kemerosotan, dan ketidakadilan menyembul di sana-sini? Sampai kapan membiarkan para bajingan menggusur dan menganiaya rakyat miskin kebanyakan, mengeksploitasi kelas pekerja, menjajah bangsa lainnya, melecehkan kaum perempuan, dan melilit angkatan muda dalam ketidakpastian masa depan? Adakah jaminan kehidupan dalam kepungan tindakan brutal, keji dan lancung? Tidak adakah keinginanmu menyalakan perubahan; atau bahkan membakar, meledakan dan menghancurkan hal-hal yang jauh dari perasaan-perasaan kemanusian dan keadilan?

"[Mereka] dapat membakar kebun bunga, tetapi [mereka] tidak dapat mencegah datangnya musim semi.” (Pepatah Afghanistan)

Lawan Kejahatan Negara dan Kelas Borjuis!

Lawan Imperialisme, Militerisme, Rasisme, Seksisme!

Adili Semua Penjahat HAM Masa Lalu dan Hari Ini!

Berikan HMNS bagi Bangsa West Papua!

Hancurkan Kapitalisme dengan Revolusi Proletariat!

Bangun Organisasi Revolusioner Sekarang Juga!

"Kapitalisme sedang memasuki krisisnya yang paling dalam. Ledakan-ledakan revolusioner selama beberapa bulan terakhir sa...
09/12/2025

"Kapitalisme sedang memasuki krisisnya yang paling dalam. Ledakan-ledakan revolusioner selama beberapa bulan terakhir saja telah memberikan gambaran betapa akutnya krisis ini. Massa sudah mulai menapaki jalan revolusi, tetapi ketika mereka menapak jalan ini – yang terjal, berliku-liku, dan penuh bahaya – mereka tidak menemukan kepemimpinan yang diperlukan untuk menyelesaikan apa yang telah mereka mulai."

"Paradoks Revolusi Februari yang kita paparkan di atas telah mengulang dirinya di berbagai revolusi selama seabad terakhir, dengan keunikannya tersendiri namun problem-problemnya pada dasarnya sama. Solusinya sudah disajikan oleh pengalaman Revolusi Rusia, yakni keberadaan partai revolusioner yang disiplin, rapat dan dipersenjatai teori Marxisme. Solusinya tampak sederhana tetapi apa yang tampak sederhana sesungguhnya membutuhkan kegigihan dan kekeraskepalaan Bolshevik yang hari ini sangatlah langka. Tugas membangun partai ini sudah terlalu lama diabaikan, dan maka dari itu setiap kaum muda revolusioner hari ini harus mendedikasikan seluruh kekuatannya untuk tugas ini. Tidak ada jalan pintas. Ini dimulai dengan membangun fondasi ide, program, metode dan tradisi yang tepat, yang menuntut kita untuk menggali kembali legasi Revolusi Rusia yang sudah lama terkubur itu."

- Perhimpunan Sosialis Revolusioner

Revolusi tidak lahir dari spontanitas massa semata, ia membutuhkan kepemimpinan revolusioner yang sudah ditempa jauh sebelum krisis meledak. Bolshevik menunjukkan bahwa hanya partai revolusioner yang teruji yang mampu mengubah spontanitas massa menjadi kemenangan revolusi sosialis.

“Mereka yang membuat revolusi setengah jalan hanya menggali liang kuburnya sendiri.” (Revolusioner Prancis)“[Kami] berpi...
05/12/2025

“Mereka yang membuat revolusi setengah jalan hanya menggali liang kuburnya sendiri.” (Revolusioner Prancis)

“[Kami] berpikir bahwa sekarang adalah waktunya untuk memenangkan hati dan nurani orang secara satu-per-satu. Kami tahu bahwa kami lebih mungkin kalah daripada menang. Tetapi tetap saja perjuangan kami tidak sia-sia: bila kita tidak berjuang dan kalah dengan berani, kekalahan Revolusi akan seratus kali lebih parah.” (Victor Bolshevik)

(Untuk Melawan dengan Sebaik-Baiknya, dengan Sehormat-Hormatnya: Bangun Persatuan–Perkuat Solidaritas-Kelas dan Pertahankan Independesi-Kelas–dalam Melawan Kejahatan Kapitalisme-Imperialisme!)

“Akumulasi modal berbanding lurus dengan akumulasi kekerasan: perbudakan, rasisme, perang, kelaparan, dan kejahatan yang tak-terungkap.” (Jamil Salmi; Kekerasan dan Kapitalisme) Pemanti…

“Sejarah menyebut orang-orang terhebat adalah mereka yang telah memuliakan diri dengan bekerja demi kebaikan bersama; pe...
23/11/2025

“Sejarah menyebut orang-orang terhebat adalah mereka yang telah memuliakan diri dengan bekerja demi kebaikan bersama; pengalaman mengakui bahwa orang yang paling bahagia adalah mereka yang telah membahagiakan banyak orang.” Karl Marx, Renungan Seorang Pemuda (1835)

Selengkapnya:

Pada Rabu pagi, 15 Oktober 2025, kami kehilangan seorang pejuang sejati. Kamerad Timothy, yang telah berjuang tanpa kenal lelah melawan kapitalisme. Dia meninggalkan kami dengan kenangan tentang kegigihannya dalam perjuangan sosialisme.

"Tidak ada kepemimpinan yang jelas. Namun intinya, kondisi massa sudah begitu parahnya untuk menunggu adanya kepemimpina...
23/11/2025

"Tidak ada kepemimpinan yang jelas. Namun intinya, kondisi massa sudah begitu parahnya untuk menunggu adanya kepemimpinan. Kaum muda terutama tidak akan menunggu dengan sabar hingga kondisinya benar-benar matang untuk berjuang."

"Fitur menonjol lainnya dari semua pergolakan revolusioner ini adalah bagaimana generasi baru kaum muda ini mendobrak masuk ke panggung perjuangan. Kaum muda, yang masa depannya dirampas, tidak akan kehilangan apapun kecuali rantai mereka. Mereka merupakan lapisan paling energetik yang tidak terbebani oleh kekalahan-kekalahan di masa lalu. Di mana pun mereka dapat ditemukan di garis depan."

- Revolutionary Communist International

Selengkapnya:

Revolusi yang menggulingkan rezim-rezim lama di Sri Lanka dan Nepal menunjukkan kekuatan massa, namun tanpa kepemimpinan revolusioner yang jelas, kemenangan tersebut hanya kemenangan semu, tanpa perubahan struktural yang nyata.

"Kepada kaum muda yang kemarin telah menunjukkan keberanian dan tekad berjuang, tugas kalian baru saja dimulai. Bahkan b...
23/11/2025

"Kepada kaum muda yang kemarin telah menunjukkan keberanian dan tekad berjuang, tugas kalian baru saja dimulai. Bahkan bila pemberontakan kemarin berhasil mencapai apa yang dicapai di Nepal dan Madagaskar, kita tidak akan puas hanya mengganti satu rejim dengan rejim lainnya. Revolusi 1998 telah menunjukkan bahwa penggantian rejim saja tidak akan membawa perubahan fundamental bagi rakyat pekerja. Yang diperlukan adalah penumbangan relasi produksi borjuis. Yang diperlukan adalah revolusi sosialis. Inilah cita-cita yang harus kalian tetapkan."

- Perhimpunan Sosialis Revolusioner

Selengkapnya:

Pada 25 Agustus, tuntutan “Bubarkan DPR” muncul spontan dari massa yang tidak terorganisir, terutama anak muda. Aksi ini menjadi cerminan ketidakpuasan yang sudah dipersiapkan lama oleh kondisi objektif, yakni krisis kapitalisme dunia.

Address

Mataram

Website

https://percikanapi.data.blog/, https://marxists.org/, https://revolusi

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Independent Movement posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Independent Movement:

Share

Category