Lombok wonderfull

Lombok wonderfull lombok adalah p**au seribu masjid dan mendapatkan gelar wisata halal no 1 dunia

23/03/2024
03/02/2024

Asal-usul Tradisi "Bau Nyale"                   Pada zaman dahulu, di pantai selatan Pulau Lombok terdapat sebuah keraja...
22/02/2022

Asal-usul Tradisi "Bau Nyale"

Pada zaman dahulu, di pantai selatan Pulau Lombok terdapat sebuah kerajaan yang bernama Tonjang Beru. Kerajaan ini dipimpin oleh seorang Raja yang arif dan memiliki seorang Putri yang bernama Putri Mandalika. Putri Mandalika terkenal dengan parasnya yang cantik,matanya yang jelita, dan rambutnya yang bagaikan mayang terurai. Tidak hanya kecantikan fisik saja,tutur katanya yang sopan,baik, dan lembut serta ramah terhadap semua orang semakin membuat ia menjadi kebanggaan dimata rakyatnya. Karena kecantikan itulah Putri Mandalika mampu memikat hati seluruh pemuda di belahan bumi Pulau Lombok.

Seluruh pangeran dari berbagai kerajaan berdatangan untuk melamar sang putri. Tak hanya itu, para pemuda dari rakyat biasapun berlomba-lomba untuk mendapatkan cintanya. Namun, tak satupun diantara mereka yang diterima lamarannya. Karena kekecewaan para pangeran dengan keputusan Putri Mandalika, membuat mereka untuk melakukan berbagai cara agar sang putri memilih satu diantara mereka. Mulai dari sayembara,hingga melakukan peperangan, maka tak heran banyak permusuhan yang terjadi.

Setelah sekian lama sang putri terjebak dalam pilihan yang berat, ia telah membuat suatu keputusan. Ia tidak mau melihat perpecahan di bumi tempat kelahiran yang ia cintai itu. Akan terjadi sebuah bencana apabila ia memilih satu diantara sekian pemuda yang melamarnya. Akhirnya Putri Mandalika meminta agar seluruh rakyat untuk berkumpul di Pantai Seger Kute sebelum adzan subuh berkumandang. Akhirnya pada saat itu para pemuda yang ingin meminangnya berbondong-bondong berdatangan ketempat itu, tak terlupakan p**a seluruh rakyat yang mengagung-agungkan dirinya tersebut. Mulai dari orang tua,dewasa, bahkan anak kecil berdatangan seraya ingin tahu siapa gerangan yang memikat hati sang putri dan tentu saja yang ia pilih menjadi suaminya.

Setelah semua tamu undangan berkumpul, semua rakyat terkejut dan lega seakan menjadi obat dahaga bagi mereka karena kedatangan Putri Mandalika yang diiringi oleh para prajurit. Seluruh rakyat senang karena sang putri menepati janjinya. Akhirnya di tempat yang gelap dan hanya diterangi oleh cahaya bulan tersebut Putri Mandalika mengumumkan keputusannya. Dengan pidato yang singkat dan jelas ia menyampaikan bahwa tidak lain seperti impiannya, sang putri hanya ingin melihat ketentraman tumbuh diatas bumi Pulau Lombok antarsesama manusia. Oleh karena itu sang putri mengajak seluruh rakyat untuk menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan tanpa adanya perselisihan yang merusak keharmonisan dan hubungan kekeluargaan. “Oleh karena itulah aku memutuskan diriku untuk kalian semua, aku akan menerima semua lamaran dan memberika seluruh perhatian dan cintaku untuk semua orang” Ucap sang putri dengan suara lantang ditengah derasnya suara ombak.

Mendengar ucapan Putri Mandalika tadi, tentu saja membuat seluruh rakyat yang ada disana kebingungan dan tak mengerti akan apa yang dimaksud dan bagaimana bisa ia menerima semua lamaran. Semua saling berpandangan dan suara bisikan-bisikan kecil terdengar. Kemudian sang putri melanjutkan bicaranya, “ Wahai Ayahanda dan Ibunda serta seluruh rakyat negeri Tonjang Beru yang aku cintai. Hari ini aku telah menetapkan bahwa diriku untuk kalian semua, aku tidak dapat memilih satu diantara kalian dan takdir sudah menghendaki agar aku menjadi Nyale yang kalian dapat nikmati bersama”. Pada saat itu kilap dan petir menggelegar disertai angin kencang dan bersamaan dengan itu tiba-tiba sang putri yang berdiri diatas bukit dan diiringi oleh para prajurit menjatuhkan dirinya dengan sekejap dan tanpa penerangan apapun. Seluruh rakyat langsung panik dan segera berbondong-bondong untuk menyelamatkan sang putri, namun Putri Mandalika hilang bagaikan ditelan bumi. Tidak ada lagi tanda-tanda sang putri ada di tempat itu.

Tiba-tiba muncullah binatang kecil yang sangat banyak jumlahnya di tempat itu. Binatang tersebut berkilauan dan berbentuk seperti cacing panjang yang berwarna-warni. Masyarakat percaya bahwa itu adalah jelmaan dari Putri Mandalika yang merupakan wujud dari kasih sayang sang putri yang kemudian binatang tersebut diberi nama “Nyale”.

Hingga kini, binatang tersebut masih hidup dan menjadi buruan oleh masyarakat Lombok dan menjadi tradisi tiap tahunnya antara bulan Februari dan Maret yang disebut “Tradisi Bau Nyale”. “Bau” dalam bahasa Lombok artinya “Mengambil” atau “Menangkap”, oleh karena itu masyarakat Lombok mengambil Nyale sebanyak-banyaknya dan memaknai Tradisi Bau Nyale tersebut sebagai wujud rasa cinta terhadap Putri Mandalika dan berbondong-bondong mendapatkan perhatian sang putri. Beberapa waktu sebelum Nyale keluar hujan turun deras di malam hari diselingi kilat dan petir disertai dengan tiupan angin. Diperkirakan pada hari keempat setelah purnama malam menjelang Nyale hendak keluar, hujan menjadi reda dan berganti dengan hujan rintik-rintik, suasana menjadi demikian tenang. Kemudian pada dini hari Nyale mulai menampakkan diri bergulung-gulung bersama ombak dan secepat itu p**a Nyale berangsur-angsur lenyap dari permukaan laut bersamaan dengan fajar menyingsing di ufuk timur.

15/02/2022

04/12/2021

Pray For

28/11/2020
25/11/2020

Cocopit kualitas oke dengan kemasan per 1kg Jual Cocopit kemasan 1 Kg

Address

Mataram
87631

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Lombok wonderfull posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share