05/09/2026
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto melakukan kunjungan kerja spesifik ke Instalasi Telong-Elong, Balai Perikanan Budidaya Laut Lombok, Lombok Timur, Kamis (3/9/2026). Kunjungan tersebut untuk menggali persoalan pengelolaan Benih Bening Lobster (BBL) dan pengembangan budidaya lobster nasional agar nilai ekonomi komoditas tersebut lebih banyak dinikmati di dalam negeri.
Dalam kunjungan tersebut, Titiek bertemu nelayan, pembudidaya, pemerintah daerah, serta sejumlah pejabat kementerian. Ia menyoroti kondisi Indonesia yang memiliki sumber daya BBL melimpah, tetapi masih menghadapi keterbatasan dalam membesarkan lobster hingga ukuran konsumsi dan masih menghadapi persoalan penyelundupan BBL.
Titiek menilai Indonesia tidak boleh hanya menjadi sumber benih, sementara nilai ekonomi terbesar diperoleh setelah lobster dibesarkan di negara lain.
“Kita tidak ingin Indonesia hanya menjadi sumber BBL. Kita ingin Indonesia menjadi produsen utama lobster budidaya dunia,” tegas Titiek.
Menurutnya, pengembangan budidaya lobster membutuhkan pembangunan ekosistem secara menyeluruh, mulai dari ketersediaan BBL, teknologi pendederan, pembesaran, pakan, keramba jaring apung (KJA), akses permodalan, kelembagaan pembudidaya hingga kepastian pasar.
“Percepatan budidaya lobster tidak bisa dilakukan setengah-setengah,” ujarnya.
Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin mengatakan pembudidaya lobster di daerahnya masih banyak menggunakan KJA sederhana. Fasilitas pendukung seperti freezer untuk menyimpan pakan lobster juga masih terbatas, sementara pembudidaya menghadapi persoalan ketersediaan benih dan pakan.
Dalam kunjungan tersebut, nelayan dan pembudidaya menyampaikan sejumlah aspirasi, mulai dari akses permodalan, kebutuhan KJA, ketersediaan pakan hingga harga lobster yang masih berfluktuasi. Haerul berharap kunjungan Komisi IV DPR RI dapat membuka dukungan yang lebih konkret bagi nelayan dan pembudidaya lobster, khususnya masyarakat di wilayah selatan Lombok Timur.
Titiek juga menyebut isu pembukaan kembali ekspor BBL menjadi bagian dari pendalaman Komisi IV DPR RI. Persoalan tersebut akan dikaji dengan mempertimbangkan kuota, keberlanjutan sumber daya alam, penguatan budaya nasional, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Titiek berharap pengembangan sektor kelautan dapat memperkuat kemandirian pangan dan protein nasional. Kunjungan ke Lombok Timur menjadi bagian dari upaya Komisi IV DPR RI untuk menggali persoalan di lapangan dan menyusun kebijakan pengelolaan BBL serta budidaya lobster yang terintegrasi dari benih hingga pasar.