Insidelombok

Insidelombok Media Informasi Pulau Lombok dan Sekitarnya

INFO LOKER‼️SELEKSI ONLINE VIA ZOOM MEETING!!Ingin bergabung dengan BTPN Syariah?Ikuti seleksi online melalui Zoom!Hari/...
05/09/2026

INFO LOKER‼️
SELEKSI ONLINE VIA ZOOM MEETING!!

Ingin bergabung dengan BTPN Syariah?
Ikuti seleksi online melalui Zoom!

Hari/tanggal : 07 - 09 September 2026
Pukul : 10.00 WITA - Selesai
Tempat : Via Zoom Meeting (pastikan sudah install aplikasi Zoom)

✨Langsung daftarkan dirimu melalui link diatas
Informasi lebih lanjut :
[email protected]
*Email Only

Instagram & Tiktok : bankirpemberdaya

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Timur mencatat produksi sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) rata-rata...
05/09/2026

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Timur mencatat produksi sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) rata-rata mencapai sekitar 100 ton per hari, bahkan pernah menyentuh 101 ton. Tingginya volume sampah tersebut lebih banyak dipengaruhi aktivitas masyarakat dibandingkan perubahan musim.

Kepala DLH Lombok Timur, Pathurrahman, mengatakan volume sampah harian tersebut menjadi gambaran besarnya sampah yang harus ditangani pemerintah. Dalam sepekan, volume sampah yang masuk ke TPA diperkirakan mencapai sekitar 700 ton.

“Produksi sampah harian saat ini berada di sekitar 100 ton, bahkan pernah menyentuh 101 ton. Angka ini menggambarkan besarnya sampah yang harus kita tangani setiap hari,” ujar Pathurrahman, Rabu (02/09/2026).

Menurut Pathurrahman, semakin tinggi mobilitas dan aktivitas masyarakat, semakin besar p**a sampah yang dihasilkan. Ia menepis anggapan bahwa perubahan musim menjadi faktor utama yang menyebabkan naik turunnya volume sampah.

“Pengaruh musim ada, tetapi tidak terlalu besar. Aktivitas masyarakat justru menjadi faktor yang lebih menentukan banyak atau sedikitnya sampah,” katanya.

Memasuki musim kemarau, sampah berupa daun kering dan material organik lainnya cenderung lebih banyak ditemukan. Namun, peningkatan tersebut belum membuat volume sampah yang masuk ke TPA berubah secara signifikan. Karena itu, DLH mendorong pengurangan sampah dari sumbernya melalui pemilahan dan pengolahan sampah sejak dari rumah agar tidak seluruhnya berakhir di TPA.

Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram akan membenahi Taman Hiburan Rakyat (THR) Loang Baloq dengan menata ulang sejumla...
05/09/2026

Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram akan membenahi Taman Hiburan Rakyat (THR) Loang Baloq dengan menata ulang sejumlah lapak pedagang dan menambah wahana rekreasi. Penataan dilakukan untuk meningkatkan daya tarik kunjungan sekaligus mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi destinasi wisata yang tahun ini ditargetkan mencapai Rp800 juta.

Kepala Dispar Kota Mataram, Cahya Samudra, mengatakan penataan akan diawali dari deretan lapak di sisi utara kawasan taman. Kondisi sejumlah fasilitas tempat berjualan dinilai sudah tidak representatif dan beberapa unit masih kosong.

“Lapak di ujung utara akan kita benahi karena kondisinya memang sudah sangat tidak layak,” ujar Cahya.

Perbaikan juga menyasar area selatan taman setelah sejumlah pedagang mengeluhkan kondisi atap yang bocor dan lapuk. Dispar berharap pembenahan tersebut dapat mendorong pedagang mengisi fasilitas yang telah disediakan pemerintah daerah.

Upaya tersebut berkaitan dengan capaian PAD sektor retribusi destinasi wisata yang hingga kini masih sekitar 30 persen dari target Rp800 juta.

“Capaian saat ini masih di bawah 50 persen, tepatnya baru sekitar 30 persen. Kendalanya karena tingkat kunjungan berkurang dan masih ada lapak kosong. Padahal hitungan target PAD itu berasumsi seluruh fasilitas terisi dan pengunjung ramai,” jelasnya.

Saat ini, penarikan retribusi wisata di Kota Mataram baru berjalan di THR Loang Baloq dan Pantai Ampenan. Sementara penarikan retribusi di Teras Udayana masih menunggu finalisasi Peraturan Wali Kota (Perwal).

“Teras Udayana masih tahap finalisasi Perwal (Peraturan Wali Kota). Potensi di sana sangat menjanjikan karena selalu ramai, terutama saat Car Free Day,” tambah Cahya.

Selain merenovasi lapak, Dispar Kota Mataram berencana menambah wahana berupa keramba ikan hias di kolam THR Loang Baloq. Wahana tersebut dirancang agar pengunjung dapat berinteraksi dengan memberi makan ikan.

“Konsepnya penangkaran dan memberi makan ikan hias. Kolam yang ada akan kita sulap jadi lebih menarik lagi untuk daya tarik wisatawan,” pungkas mantan Camat Sekarbela itu.

Tingkat kunjungan wisatawan ke Taman Hiburan Rakyat (THR) Loang Baloq, Kota Mataram, menurun dibandingkan tahun-tahun se...
05/09/2026

Tingkat kunjungan wisatawan ke Taman Hiburan Rakyat (THR) Loang Baloq, Kota Mataram, menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Cahya Samudra, menyebut berkurangnya penyelenggaraan event akibat efisiensi anggaran menjadi salah satu faktor penurunan kunjungan.

Cahya mengatakan pada tahun-tahun sebelumnya berbagai agenda pariwisata rutin digelar di Loang Baloq. Namun, kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat menyebabkan sebagian besar kegiatan tersebut ditiadakan pada 2026.

“Memang kita lihat di Loang Baloq perlu ditambah event lagi. Tahun ini, karena ada efisiensi anggaran, jumlah event berkurang sangat drastis,” ujar Cahya, Jumat (4/9/2026).

Sejumlah agenda tahunan yang ditiadakan antara lain Festival Reggae, Sunrise to Sunset, dan Festival Durian. Sementara itu, kegiatan yang masih rutin digelar setiap bulan adalah pertunjukan seni perisai (peresean) pada minggu ketiga setiap bulan.

“Peresean itu rutin kita gelar di minggu ketiga setiap bulan. Mengenai persentase pasti penurunannya, kami belum memegang data yang pasti,” jelasnya.

Cahya menambahkan, berkurangnya event bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi kunjungan. Bertambahnya tempat nongkrong dan kedai kopi (coffee shop) di Kota Mataram membuat pilihan masyarakat untuk bersantai bersama teman atau keluarga semakin beragam.

“Tantangannya sekarang tempat nongkrong makin banyak di Kota Mataram. Ini juga menjadi salah satu faktor penentu, karena pilihan masyarakat semakin beragam. Banyaknya spot nongkrong baru membuat konsentrasi pengunjung tersebar ke berbagai lokasi,” ungkapnya.

Pada APBD Perubahan 2026, Dinas Pariwisata Kota Mataram mengajukan anggaran untuk memperkuat sejumlah kegiatan dan destinasi wisata, tidak hanya THR Loang Baloq.

“Untuk APBD Perubahan, fokus kita menguatkan kegiatan peresean, yoga, Ampenan Heritage Walk, dan pengaktifan Teras Udayana. Empat poin ini yang akan kita perkuat, termasuk program Friday Relax di Teras Udayana,” pungkas Cahya.

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto melakukan kunjungan kerja spesifik ke Instalasi Telong...
05/09/2026

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto melakukan kunjungan kerja spesifik ke Instalasi Telong-Elong, Balai Perikanan Budidaya Laut Lombok, Lombok Timur, Kamis (3/9/2026). Kunjungan tersebut untuk menggali persoalan pengelolaan Benih Bening Lobster (BBL) dan pengembangan budidaya lobster nasional agar nilai ekonomi komoditas tersebut lebih banyak dinikmati di dalam negeri.

Dalam kunjungan tersebut, Titiek bertemu nelayan, pembudidaya, pemerintah daerah, serta sejumlah pejabat kementerian. Ia menyoroti kondisi Indonesia yang memiliki sumber daya BBL melimpah, tetapi masih menghadapi keterbatasan dalam membesarkan lobster hingga ukuran konsumsi dan masih menghadapi persoalan penyelundupan BBL.

Titiek menilai Indonesia tidak boleh hanya menjadi sumber benih, sementara nilai ekonomi terbesar diperoleh setelah lobster dibesarkan di negara lain.

“Kita tidak ingin Indonesia hanya menjadi sumber BBL. Kita ingin Indonesia menjadi produsen utama lobster budidaya dunia,” tegas Titiek.

Menurutnya, pengembangan budidaya lobster membutuhkan pembangunan ekosistem secara menyeluruh, mulai dari ketersediaan BBL, teknologi pendederan, pembesaran, pakan, keramba jaring apung (KJA), akses permodalan, kelembagaan pembudidaya hingga kepastian pasar.

“Percepatan budidaya lobster tidak bisa dilakukan setengah-setengah,” ujarnya.

Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin mengatakan pembudidaya lobster di daerahnya masih banyak menggunakan KJA sederhana. Fasilitas pendukung seperti freezer untuk menyimpan pakan lobster juga masih terbatas, sementara pembudidaya menghadapi persoalan ketersediaan benih dan pakan.

Dalam kunjungan tersebut, nelayan dan pembudidaya menyampaikan sejumlah aspirasi, mulai dari akses permodalan, kebutuhan KJA, ketersediaan pakan hingga harga lobster yang masih berfluktuasi. Haerul berharap kunjungan Komisi IV DPR RI dapat membuka dukungan yang lebih konkret bagi nelayan dan pembudidaya lobster, khususnya masyarakat di wilayah selatan Lombok Timur.

Titiek juga menyebut isu pembukaan kembali ekspor BBL menjadi bagian dari pendalaman Komisi IV DPR RI. Persoalan tersebut akan dikaji dengan mempertimbangkan kuota, keberlanjutan sumber daya alam, penguatan budaya nasional, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Titiek berharap pengembangan sektor kelautan dapat memperkuat kemandirian pangan dan protein nasional. Kunjungan ke Lombok Timur menjadi bagian dari upaya Komisi IV DPR RI untuk menggali persoalan di lapangan dan menyusun kebijakan pengelolaan BBL serta budidaya lobster yang terintegrasi dari benih hingga pasar.

05/09/2026

Yang Mulia Putri Mahkota Victoria dari Swedia mengunjungi SMKN 1 Pemenang, Lombok Utara, Sabtu (5/9/2026).

Di sekolah yang dibangun kembali melalui program rekonstruksi pascagempa oleh UNDP dengan pendanaan KfW itu, Putri Victoria mendengarkan cerita para siswa. Salah satunya mengungkapkan pengalaman dan rasa trauma yang masih membekas sejak gempa Lombok 2018.

Saat gempa terjadi, siswa tersebut masih duduk di kelas 3 SD. Bertahun-tahun berlalu, tetapi ingatan tentang gempa rupanya belum sepenuhnya pergi.

Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda Putri Victoria di Lombok untuk melihat langsung upaya pemulihan pascabencana sekaligus mendengar pengalaman masyarakat yang terdampak.

05/09/2026

Putri Mahkota Victoria dari Kerajaan Swedia mencicipi minuman rempah khas Lombok dalam kunjungannya, Sabtu (5/9/2026). Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal yang langsung menawarkan minuman itu.

Satu teguk, Putri Mahkota Victoria langsung mengagumi rasa minuman rempah khas Lombok yang disebutnya sangat enak.

Lombok memang punya tradisi panjang meracik rempah. Dalam budaya Sasak dikenal ragi genep, racikan yang terdiri dari 14 jenis rempah, mulai dari jintan, ketumbar, kayu manis, pala, kap**aga, cengkeh hingga lada. Tak cuma untuk masakan, rempah juga diracik menjadi minuman seperti serbat jahe merah gula aren, teh pala gula aren, kopi gula aren, hingga jamu tradisional seperti seruang.

05/09/2026

Yang Mulia Putri Mahkota Victoria dari Swedia, Goodwill Ambassador UNDP untuk Pembangunan Berkelanjutan, tiba di Bandara Internasional Lombok, Sabtu (5/9/2026).

Ini merupakan kunjungan pertama Putri Mahkota Victoria ke Indonesia. Di Lombok, ia dijadwalkan melihat langsung berbagai inisiatif pembangunan berkelanjutan, mulai dari pemulihan pascagempa, layanan kesehatan, ekonomi biru dan ekosistem pesisir, hingga upaya masyarakat adat Bayan dalam menjaga hutan dan sumber daya air.

Dari bandara menuju agenda, Lombok hari ini kedatangan tamu istimewa.

05/09/2026

Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram menegaskan komitmennya memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel setelah mengikuti rapat koordinasi (rakor) pengawasan dan pembenahan tata kelola yang melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, LKPP, hingga Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, menyatakan materi pengawasan yang dibedah oleh sejumlah lembaga tersebut menjadi catatan penting bagi jajaran pemerintah daerah untuk melakukan koreksi dan pembenahan secara menyeluruh.

"Ini menjadi komitmen kita bersama untuk saling menjaga dan membenahi tata kelola pemerintahan. Kami tentu sangat terbantu sebagai kepala daerah atas masukan yang disampaikan secara detail terkait pelaksanaan kegiatan pemerintahan," katanya.

Menurut Mohan, penekanan utama yang disampaikan KPK dan lembaga pengawas lainnya berfokus pada upaya pencegahan korupsi, khususnya dalam proses pengadaan barang dan jasa (PBJ). Ia menyebut pola potensi pelanggaran di daerah umumnya memiliki kemiripan berdasarkan berbagai kasus dan pengalaman yang ada.

"Penekanannya ada pada aspek pencegahan agar kita bisa lebih berhati-hati. Kalau kita lihat, pola celah kesalahan dalam proses pelaksanaan itu relatif sama di berbagai wilayah. Karena itu, ini menjadi atensi penting untuk perbaikan ke depan," terangnya.

Mohan menambahkan, pengawasan dan kontrol terhadap jalannya pemerintahan tidak dapat dilakukan secara parsial, tetapi membutuhkan kerja kolektif mulai dari pimpinan daerah hingga lembaga pengawas independen.

"Ini adalah kerja kolektif kita semua, mulai dari kepala daerah hingga lembaga-lembaga independen yang menjalankan tugas dan fungsinya," pungkas Mohan.

04/09/2026

Jumat (4/9) warga temukan limbah medis di lahan kosong salah satu BTN Desa Perampuan Lombok Barat.

Limbah medis sebaiknya tidak dibuang sembarangan. Harus dibuang sesuai jenisnya dan lewat jalur khusus. Hal ini karena dikhawatirkan dapat mencemari lingkungan bahkan menul*rkan suatu penyakit.

Terima kasih atas informasi yang diberikan kepada insidelombok

Address

Jalan Angsoka II No 2 Mataram
Mataram
83126

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Insidelombok posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Insidelombok:

Shortcuts

Share